Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Archive for the ‘Tragedi’ Category

Jenazah Serka Wahyu Langsung Dimakamkan

Posted by Nur Fuad pada 20 Juni 2011

TANGSEL – Jenazah Serka Wahyu Dilianto (35), penerjun payung dari kesatuan Denjaka Corps Marinir yang tewas di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selaran akan dimakamkan hari ini, di Cileungsi, Bogor.

Sebelum dimakamkan, jenazah Wahyu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cilandak, sekira pukul 10.30 WIB dan disalatkan di Komplek Marinir Cilandak.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka, di kawasan Cileungsi, Bogor untuk dimakamkan.

“Setelah sampai, korban masuk melalui kamar UGD. Dimakamkan di Cileungsi, Bogor,” ujar seorang petugas RS Cilandak yang minta namanya dirahasiakan, Senin (20/6/2011)

Serka Wahyu Dilianto tewas dalam kecelakaan terjun payung. Parasut yang digunakannya tidak bisa dibuka dan lepas pada ketinggian sekira 80 meter dari permukaan tanah.

Kepalanya jatuh menghantam permukaan konblok di lahan kosong Komplek Perumahan Griya Mulatama Pondok Cabe Ilir, Blok A5, No7, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.(ded)
Sumber, Okezone.com – 20-06-2011

Iklan

Posted in Tragedi | Leave a Comment »

Parasut Tak Mengembang Serka Wahyu Tewas

Posted by Nur Fuad pada 20 Juni 2011

TANGSEL – Serka Wahyu Dilianto, salah seorang penerjun dari Denjaka Korps Marinir tewas seketika saat melakukan latihan terjun payung di kawasan Perumahan Griya Mulatama, Pondok Cabe Ilir, Blok A 5/7, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Senin (20/6). Korban terjatuh di lahan kosong dengan luka di bagian kepala (pecah) serta tangan, leher, dan kaki patah.

“Diduga, korban jatuh karena parasut yang dikenakannya tidak mengembang saat terjun payung,” kata Kepala Polsek Pamulang Komisaris Zulkifli Muridu kepada Kompas.com, Senin (20/6).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, korban sedang melakukan latihan terjun payung di kawasan Landasan Udara Pondok Cabe. Begitu korban terjun dari pesawat, parasut yang dikenakan tidak mengembang.

“Saat ini jenazah korban sudah dievakuasi dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Cilandak untuk diotopsi,” kata Zulkifli.

Olah tempat kejadian perkara sudah digelar polisi. Mereka memasang garis polisi di tempat kejadian. “Ini murni kecelakaan saat latihan terbang,” ujar Zulkifli yang sudah melakukan koordinasi dengan Denjaka Korps Marinir.
Sumber KOMPAS.com-20-Juni-2011

Posted in Tragedi | Leave a Comment »

Sering Dimarahi, Bocah 10 Th Nekat Panjat Tower

Posted by Nur Fuad pada 30 Maret 2011

TANGSEL – Safitri,  bocah perempuan berusia 10 tahun ini, membuat geger warga Sawah Baru, Ciputat Tangerang selatan. Selasa 29 Maret 2011. Bocah ingusan itu, nekat memanjat dan nagkring di puncak tower telpon seluler di kawasan itu.

Tidak jelas, apa yang menyebabkan bocah ini, nekat memanjat Tower dan berencana terjun bebas dari atas tower setinggi 40 meter itu. Menurut seorang warga bernama Rohim, Safitri nekat bergelantungan di tas tower seperti Tarzan disebabkan ia menderita depresi. Sebelumnya Safitri juga diketahui nekat memanjat atap rumah milik warga.”Mungkin seringkali dimarahin orangtuanya kali,’demikian ujar Rohim.

Tindakan nekat safitri ini tentu membuat warga dan orang yang melintas dibawah tower, berdebar-debar, bahkan membuat repot petugas kepolisian. Safitri bahkan sengaja bergelantungan dan berayun-ayun seperti Tarzan, saat warga dan petugas mencoba membujuknya untuk turun.

khawatir benar-benar melompat, petugas Satpol PP akhirnya memanjat tower untuk menjemput Safitri. Setelah dibujuk, Safitripun berhasil dievakuasi. Kemudian dibawa ke kantor polisi Polsek Ciputat.Namun Safitri kembali berulah dengan berpura-pura minta uang kepada petugas untuk beli jajanan, bocah itu kembali manjat tower yang kebetulan ada di belakang kantor Polsek Ciputat.

Beruntung, aksi nekad ini diketahui petugas kepolisian. Untuk melakukan tindak penyelamatan, petugas Dinas Pemadam Kebakaran, akhirnya menjemput sang bocah untuk turun. Kapolsek Ciputat, Kompol Alif menduga, kenekatan Safitri memanjat Tower dilatarbelakangi akibat tertekan sering dianiaya orangtuanya. Untuk menghindari depresi lebih parah, Safitri akhirnya diserahkan ke Dinas Sosial kota Tangerang Selatan, apalagi orangtuanya sudah tidak sanggup lagi merawat Safitri.

Posted in Tragedi | Leave a Comment »