Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Archive for the ‘Korupsi’ Category

Kejaksaan Lamban Tangani Laporan Dugaan Korupsi PDAM TKR

Posted by kinclonk pada 26 Maret 2009

TANGERANGNEWS.COM-Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantas Korupsi dituding lamban menangani laporan dugaan korupsi PDAM Tirta Kerta Rahaja (TKR), Kabupaten Tangerang. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Lembaga Independen Pemantau Pelaku Korupsi (Lippkor).

“Sebagai institusi penegak hukum di NKRI seharusnya peka terhadap laporan atau pengaduan dari elemen masyarakat bukan mendiamkannya,” ujar Heriyanto Juru Bicara Lippkor hari ini. Dia mengatakan, pemberantasan korupsi di segala lini sangatlah didambakan masyarakat khususnya menyangkut hajat hidup orang banyak.

Dugaan korupsi dan mark up dalam investasi IPA Cikokol di PDAM TKR Kabupaten Tangerang sudah dilaporkan ke Kejaksaan Agung dan KPK hingga berlarut-larut sampai saat ini belum ada penanganan secara serius oleh aparat penegak hukum.”Apakah aparat penegak hukum bermain mata dengan oknum PDAM TKR hingga laporan kami di diamkan begitu saja.,” ujarnya.

Setiap pengaduan dari masyarakat Kabupaten Tangerang jarang sekali di tanggapi oleh institusi penegakan hukum. Diantaranya, kata dia, dugaan korupsi dan mark up investasi IPA Cikokol, status tersangka Maryoso dalam kasus JLS yang hingga kini belum jelas kelanjutannya, dugaan korupsi pengadaan di Setda Kabupaten Tangerang. “Kita ingin kejelasan sejauh mana penanganan penyelidikannya,” ujarnya. Guna meminta kejelasan, rencananya dalam waktu dekat Lippkor akan melakukan aksi di Kejaksaan Agung dan KPK.(den)

Tangerangnews.com, 25 Maret 2009

Iklan

Posted in Korupsi | Leave a Comment »

Duh, Kasus Korupsi Ismet Dikorek Lagi

Posted by kinclonk pada 23 Februari 2009

TANGERANGNEWS-Kasus korupsi Bupati Tangerang Ismet Iskandar dibuka kembali. Kali ini yang membuka Lembaga Independent Pemantau Pelaku Korupsi (Lippkor). Dalam laporannya Lippkor, ditanggapi oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dengan surat balasan Nomor : R-432/40-43/01/2009 tertanggal, 30 Januari 2009 tentang Tanggapan atas pengaduan Masyarakat perihal laporan dugaan kasus KKN di PDAM TKR Kabupaten Tangerang yang melibatkan Bupati Tangerang.

Sayangnya, dalam surat balasan itu KPK hanya menyerahkan kasus tersebut untuk diteruskan di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Direktur Eksekutif Lippkor Heriyanto mengatakan, kecewa jika KPK hanya menyerahkan kasus itu ke pihak Kejaksaan. “Selain itu sepertinya ada salah ketik, seharusnya ke Kejaksaan Tinggi Banten, bukan Jawa Barat,” ucapnya.

Lippkor melaporkan kasus korupsi Ismet Iskandar dengan putra mahkotanya Ahmed Zaky Iskandar beserta jajaran PDAM TKR dalam mark up harga investasi puluhan miliar serta keterlibatan putra mahkota Bupati Tangerang Ahmed Zaky Iskandar dalam pengelolaan investasi Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Cikokol PDAM TKR.

Mark up investasi Instalasi Pengelolaan Air (IPA) PDAM TKR Cikokol dengan perusahaan asing dari australia PT. Tirta Kencana Mandiri (TKCM) yang berkedudukan di Gedung Menara Sudirman lantai 17 jalan Jenderal Sudirman Kav. 60 Jakarta dengan nilai investasi Rp72,55 miliar.

Sedangkan hasil kerja tim study penilaian kerjasama selama 4 (empat) bulan menetapkan harga sebesar Rp. 65 Milyar berarati adanya kenaikan harga (mark up) investasi sebesar Rp.7,5 miliar “Saya dan rekan2 beserta stakeholders yang ada di tangerang mengharapkan sekali adanya tindak lanjut secepatnya dari KPK,” ujarnya.(krm)

Tangerangnews.com, 23 Februari 2009

Posted in Korupsi | Leave a Comment »

Kadis Infokom Temukan Pungli di Ciputat

Posted by kinclonk pada 19 Februari 2009

KABUPATEN TANGERANG – Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Pemkab Tangerang Deden Sugandi menemukan adanya pungutuan liar di wilayah Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Rabu (18/2). Pungli terhadap sejumlah pengendara mobil dan motor itu dilakukan oleh oknum berseragam abu-abu hitam yang diduga merupakan pegawai Dinas Infokom Kabupaten Tangerang.

Namun sayangnya Deden tidak meminta surat tugas oknum tersebut dan hanya meminta kepada yang bersangkutan untuk menghentikan kegiatan punglinya itu. “Jadi setiap mobil yang melintas dikenakan pungutan tanpa karcis resmi retribusi. Padahal setiap pungutan di jalan harus dilengkapi dengan karcis retribusi yang jelas,” ujar Deden.

Tindakan yang dilakukan oknum tersebut, lanjut Deden, jelas merugikan orang lain dan mencoreng nama baik Pemkab Tangerang. Deden menduga kegiatan pungli tersebut dibeking oleh seseorang atau sekelompok orang yang bertujuan memperkaya diri sendiri. “Kami akan menelusuri aktor intelektual yang membeking pungli itu,” tandas eden seraya menegaskan jika diketahui ada pegawai di jajarannya yang melakukan pungli itu akan ditindak tegas sesuai ketentuan. (crl)

Tangerang online, 17 Februari 2009

Posted in Korupsi | 1 Comment »

Selewengkan Raskin, Kejari Tangerang Tahan Staff Bulog Banten

Posted by kinclonk pada 3 Februari 2009

TANGERANG- Kejaksaan Negeri Tangerang menahan Staf Bulog Devisi Regional 1 Banten Ahmad Fayumi(47) sebagai tersangka penyelewengan beras miskin (raskin). Penahanan terhitung mulai Senin, (2/2) hingga 20 hari ke depan.

Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang, Agus Sutoto mengatakan alasan penahan Fayumi berdasarkan kepentingan pemeriksaan,agar tidak terjadi hal yang dikhawatirkan seperti melarikan diri atau menghilangkan barang bukti,”Antisipasi kami guna pemeriksaan,” ucapnya.

Oleh pihak Kejaksaan,Fayumi dikenakan pasal 2 ayat 1 sub pasal 3ayat 2 UU No.31 th 1999 jo UU No.20 th 2001 tentang tindak pidana korupsi. Dan pemeriksaan ini untuk melanjutkan tindak penyelewengan yang telah dilakukan oleh Inayatulah, petugas Bulog yang meninggal saat proses pemeriksaan sebelumnya.

Sedangkan tersangka lainnya yaitu Hj.Dedeh sebagai penadah minggu depan sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tangerang. Dan Kartini baru masuk tahap pemeriksaan kedua. “Syaiful yang masih masuk daftar DPO masih tetap akan dicari oleh pihak Kejaksaan hingga seluruh pelaku yang terlibat ditangkap. Dan Kami akan terus mengejarnya,” ucap Kajari lebih lanjut.

Sementara itu Kasi Datun Dedi Triharyadi dalam rangkaian pemeriksaan,perbuatan Fayumi telah merugikan negara sebanyak kurang lebih Rp 1,4 Milyar. Dimana uang tersebut digunakan untuk kepintangan yang menguntungkan pribadinya. “Jumlah itu masih dihitung dalam pemeriksaan,” ujarnya.

Sedangkan Jhon Matias, tim pengacara Fayumi mengaku kliennya tersebut keberatan dengan penahanan ini. Pasalnya, Kejari tidak punya cukup bukti.”Hanya bukti ikatan administrasi saja,”ungkapnya. (nita)

Tangerang Online, 2 Februari 2009

Posted in Korupsi | 2 Comments »

Mahasiswa Ajak Masyarakat Kembali ke Agama

Posted by kinclonk pada 11 Desember 2008

PONDOK AREN – Mahasiswa Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN) yang tergabung dalam spesialisasi anti korupsi (Speak) memperingati hari anti korupsi internasional dengan melakukan kampanye anti korupsi di tiga titik, Rabu (10/12) sore.

Mereka memulai aksinya dengan membagikan stiker bertuliskan “awas, bahaya laten korupsi,” di perempatan lampu merah Bintaro Plaza, Jalan Raya Bintaro dan ruko yang banyak dikunjungi warga.

Aksi kampanye ini merupakan bentuk penyadaran terhadap masyarakat. Selama ini, masyarakat pesimistis dengan pemberantasan korupsi di Indonesia. Dengan mengkampanyekan anti korupsi, diharapkan masyarakat dapat optimistis bahwa korupsi dapat diberantas. “Salah satu tujuan kampanye ini adalah untuk membangkitkan optimisme masyarakat tentang pemberantasan korupsi,” ujap Ketua Speak Angga, di ruang kesekretariatan BEM STAN, Rabu (10/12).
Menurut dia, korupsi sangat berbahaya. Jika korupsi dibiarkan, Indonesia akan hancur. Untuk itu, menurutnya, korupsi harus dicegah. Salah satu caranya adalah dengan melakukan aksi nyata terhadap masyarakat, seperti kampanye anti korupsi.

Dalam aksinya, Speak dibantu BEM STAN. Mereka bersama-sama membagikan stiker anti korupsi dengan maksud memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang bahaya laten korupsi. Selain itu, ada cara ampuh memberantas korupsi. Cara itu, menurut Angga adalah kembali kepada ajaran agama. “Kembali ke agama. Sebenarnya, orang korupsi karena tidak puas dengan apa yang didapat dan tidak bersyukur,” ujarnya. (mg-hasan)

Radar Banten, 11 Desember 2008

Posted in Korupsi | Leave a Comment »

6 Oknum Dishub Dicekal

Posted by kinclonk pada 24 Juli 2008

SERPONG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang tercoreng. Ini setelah dicekalnya enam oknum dinas ini melakukan pungutan liar kepada sejumlah kendaraan di ruas jalan di wilayah Kabupaten Tangerang. Dua di antaranya tertangkap basah saat melakukan pungli.

“Ini benar-benar memalukan dan sudah mencoreng citra Pemkab Tangerang khususnya Dinas Perhubungan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang Deden Sugandhi, saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Rabu (23/7).

Diceritakan Deden, pihaknya kerap mendapat laporan dari masyarakat terkait maraknya oknum dishub yang melakukan pungutan liar. Perlakuan para oknum tersebut sudah sangat meresahkan karena pungutan yang mereka ambil dari para sopir cukup besar mulai dari Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu. Tindakan oknum biasanya dilakukan pada malam hari. Berkat aduan masyarakat itu, terang Deden, pihaknya melakukan investigasi dengan melakukan penyamaran.

Beberapa pos di antaranya Pos Pondok Aren, Pos Pondok Cabe Pamulang, dan Pos Cisauk, ditemukan pungli yang dilakukan anak buahnya. Anehnya, oknum tersebut dilengkapi seragam lengkap Dishub Kabupaten Tangerang. “Para oknum ini meminta uang dengan cara memaksa kepada kami yang menyamar sebagai sopir,” aku Deden yang mengaku menggunakan kendaraan pick-up dalam penyamaran tersebut.

Diakui, sempat terjadi adu mulut dengan oknum sewaktu dirinya meminta penjelasan hasil uang pungutan tersebut. Namun, setelah Deden membuka identitas dirinya selaku Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, baru oknum itu tertunduk malu dan diam seribu bahasa. Lalu, para oknum itu diminta datang ke kantor Dishub keesokan harinya untuk diperiksa.

Keenam oknum ini adalah pegawai Dishub berstatus Tenaga Kerja Sukarela (TKS) dan mereka memiliki SK dari Kepala Dishub sebelumnya. Namun, Deden tidak mau merinci nama-nama oknum tersebut.
Ancaman yang akan diberikan masih menunggu keputusan Bupati Ismet Iskandar. Karena, persoalan ini menjadi urusan intern Dishub. “Kami tidak membawa mereka ke kepolisian karena akan diselesaikan secara internal,” singkatnya. (jid)

Radar Banten

Posted in Korupsi | 2 Comments »