Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Jalan Ditutup, Alam Sutera Didemo Warga

Posted by Nur Fuad pada 21 Juni 2011

TANGSEL— Warga RT 05 RW 03, Kelurahan Pakualam, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, dan sekitarnya membongkar secara paksa dinding pembatas perumahan Alam Sutera, Selasa (21/6/2011). Warga merasa tidak puas karena pengembang Alam Sutera tidak menghiraukan keinginan warga untuk membuka akses jalan ke wilayah mereka.

Kepala Kepolisian Sektor Serpong Komisaris Heribertus Ompusunggu mengatakan, pembongkaran dinding beton itu dilakukan oleh warga sekitar pukul 06.30. Dinding yang dibongkar selebar tiga meter, tepat di atas jalan tanah menembus Jalan Jalur Sutera. Warga juga memblokir jalan tembus tersebut dengan membakar ranting pohon, seng, dan sampah.

Rusmin Nuryadin, warga RW 01, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, mengatakan, jalan tembus tersebut sangat diperlukan oleh warga sekitar. Jalan ini biasa digunakan untuk anak-anak bersekolah dan orangtua saat berangkat bekerja.

“Kami kan masih sering lewat sini. Tolong dong jalannya dibuka. Enggak harus lewat mobil deh, yang penting bisa lewat orang dan motor,” kata Rusmin.

Ia mengaku tidak tahu siapa yang membongkar secara paksa dinding pembatas tersebut. Ia dan warga lain menyayangkan sikap pengembang Alam Sutera yang tidak menggubris permintaan mereka agar diberi jalan keluar masuk wilayah mereka.

Ajeng dan Tuti, warga Kunciran, mengatakan, ini merupakan unjuk rasa ketiga yang dilakukan warga terhadap pengembang perumahan tersebut. Sekitar Januari 2011, warga menuntut dibukanya jalan, kurang lebih 100 meter arah selatan dari jalan yang ada sekarang.

“Waktu kami demo kemarin, Alam Sutera bilang mau ngasih jalan. Sekarang malah ditutup, suruh pindah ke jalan yang lebih jauh,” kata Ajeng.

“Kami enggak minta banyak kok, cuma minta jalan 2 meter. Kan, warga sini kerjanya di Alam Sutera juga, ada yang nyuciin baju, motong rumput, nyapu jalan,” kata Tuti.

Warga mengungkapkan, dinding pembatas itu sudah ada sejak beberapa bulan silam. Namun, jalan tembus ke Jalur Sutera tetap dibiarkan terbuka. Jalan baru ditutup pada Selasa dini hari tadi.

“Tadi malam jam 24.00 masih terbuka. Kami tahunya pas mau kerja kok sudah ditutup,” kata Tuti.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan warga yang sebagian besar ibu-ibu dan anak-anak masih berkumpul di lokasi kejadian. Polisi dan perwakilan warga  sedang berembuk di Kantor Kelurahan Pakualam untuk mencari jalan tengah masalah tersebut.
Sumber KOMPAS.com -21-Juni-2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: