Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Archive for Maret, 2011

Sering Dimarahi, Bocah 10 Th Nekat Panjat Tower

Posted by Nur Fuad pada 30 Maret 2011

TANGSEL – Safitri,  bocah perempuan berusia 10 tahun ini, membuat geger warga Sawah Baru, Ciputat Tangerang selatan. Selasa 29 Maret 2011. Bocah ingusan itu, nekat memanjat dan nagkring di puncak tower telpon seluler di kawasan itu.

Tidak jelas, apa yang menyebabkan bocah ini, nekat memanjat Tower dan berencana terjun bebas dari atas tower setinggi 40 meter itu. Menurut seorang warga bernama Rohim, Safitri nekat bergelantungan di tas tower seperti Tarzan disebabkan ia menderita depresi. Sebelumnya Safitri juga diketahui nekat memanjat atap rumah milik warga.”Mungkin seringkali dimarahin orangtuanya kali,’demikian ujar Rohim.

Tindakan nekat safitri ini tentu membuat warga dan orang yang melintas dibawah tower, berdebar-debar, bahkan membuat repot petugas kepolisian. Safitri bahkan sengaja bergelantungan dan berayun-ayun seperti Tarzan, saat warga dan petugas mencoba membujuknya untuk turun.

khawatir benar-benar melompat, petugas Satpol PP akhirnya memanjat tower untuk menjemput Safitri. Setelah dibujuk, Safitripun berhasil dievakuasi. Kemudian dibawa ke kantor polisi Polsek Ciputat.Namun Safitri kembali berulah dengan berpura-pura minta uang kepada petugas untuk beli jajanan, bocah itu kembali manjat tower yang kebetulan ada di belakang kantor Polsek Ciputat.

Beruntung, aksi nekad ini diketahui petugas kepolisian. Untuk melakukan tindak penyelamatan, petugas Dinas Pemadam Kebakaran, akhirnya menjemput sang bocah untuk turun. Kapolsek Ciputat, Kompol Alif menduga, kenekatan Safitri memanjat Tower dilatarbelakangi akibat tertekan sering dianiaya orangtuanya. Untuk menghindari depresi lebih parah, Safitri akhirnya diserahkan ke Dinas Sosial kota Tangerang Selatan, apalagi orangtuanya sudah tidak sanggup lagi merawat Safitri.

Iklan

Posted in Tragedi | Leave a Comment »

Kubu Andre Taulany Laporkan Kecurangan ke MK

Posted by Nur Fuad pada 8 Maret 2011

TANGSEL – Kubu Arsyid-Andre berencana melapor ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena menilai masih terjadi kecurangan dalam pemungutan suara ulang Pemilukada Tangerang Selatan.

“Hari ini kami akan melaporkan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam pemungutan suara ulang Pemilukada Tangsel lalu pasca putusan MK. Yah, [isi laporan] tidak jauh dari adanya politik uang yang dilakukan salah satu calon” ujar Kuasa Hukum Arsyid-Andre, Endang Herdian, kepada VIVAnews, Selasa 8 Maret 2011.

Ketua Tim Sukses Arsyid-Andre, Suryadi Niam menambahkan pihaknya saat ini sudah mengumpulkan banyak bukti kuat adanya pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu calon pasangan walikota. Bukti-bukti tersebut nantinya akan menjadi bahan laporan ke MK.

Bentuk pelanggaran yang ditemukan diantaranya, politik uang dan mobilisasi massa yang dilakukan oleh sejumlah birokrat tingkat bawah, RT dan RW. Selain itu, KPU Kota Tangsel juga dinilai tidak mampu menjalankan kerja dengan baik. Karena banyak ditemukan ketidak jelasan dalam PSU pekan lalu. Seperti DPT dan berkas C6 yang tidak jelas.

Dari seluruh bukti pelanggaran yang didapat, kubu Arsyid-Andre menyimpulkan ada permainan sistematik untuk memenangkan salah satu pasangan calon. “Ini [pelanggaran] merupakan permainan sistematik” ujar Suryadi.

Ia pun berharap, jika laporan kecurangan diterima MK, pemungutan suara tidak perlu dilakukan kembali, melainkan salah satu calon yang diketahui curang agar didiskualifikasi.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan yang diajukan calon walikota dan wakil walikota, Arsid-Andre Taulany. Mahkamah pun memerintahkan digelar pemungutan suara ulang di Tangerang Selatan yang diikuti seluruh pasangan calon.

Pemungutan suara ulang yang digelar 27 Februari 2011 dimenangkan pasangan Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie.
Sumber • VIVAnews -08 – Maret 2011

Posted in Pilkada | Leave a Comment »