Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Sopir DKPP Mogok Kerja

Posted by kinclonk pada 9 Desember 2010

PAMULANG–Sembilan sopir truk pengangkut sampah di Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel mogok melakukan aktifitasnya. Pasalnya, mereka kebingungan membuang sampah hasil angkutan, karena Pemkot Tangsel belum mempunyai tempat pembuangan sampah akhir (TPSA).

Akibat mogoknya para sopir itu juga, sampah di wilayah Tangsel semakin menggunung dan tidak teratasi beberapa hari belakangan. Tumpukan puluhan kubik sampah juga terlihat di pasar Ciputat dan pasar Serpong.
Sampah tak hanya di jalan dan pasar, di area kantor DKPP Komplek Perkantoran Wintanahardja, Kecamatan Pamulang, terlihat sejumlah truk sampah dibiarkan mangkrak di belakang kantor DKPP Kota Tangsel. Bahkan, sebagian bak truk masih ada yang berisi sampah dan menyebarkan bau yang tidak sedap di lingkungan kantor DKPP.

Ma’mun, salah satu sopir pengangkut sampah asal Jakarta yang disewa DKPP Kota Tangsel mengatakan, bersama empat orang sopir lainnya mendapatkan tugas dari tempatnya bekerja PT Gudang Tua Jaya untuk mengangkut sampah dari Tangsel ke Bantar Gebang. Sebab, kata dia, para sopir truk sampah di Tangsel mogok semuanya. Kabarnya, para sopir kapok ngangkut sampah karena seringnya ketangkap tangan oleh dinas kebersihan lain dimana mereka membuang sampah, terangnya, Rabu (8/12).

Adi, sopir lainnya mengaku, hanya ditugaskan untuk mengangkut sampah yang masih ada di truk-truk sampah milik DKPP Kota Tangsel di belakang kantor dinas tersebut. Sejak pagi tadi kami sudah sampai dan tidak ada satu pun sopir DKPP Tangsel. Malah, kami disuruh mengangkut sampah yang ada di dalam bak truk yang belum dibuang para sopir di belakang kantor DKPP, jelasnya.

Terpisah, Plt Kepala DKPP Kota Tangsel Joko Suryanto mengatakan menerima laporan adanya sopir angkutan sampah yang mogok. Namun, dirinya belum mengetahui sebab aksi mogok tersebut. Saya juga tidak mengerti kenapa mereka (para sopir-red) mogok mengangkut sampah. Kami akan panggil para sopir itu untuk memintai keterangan,” katanya.

Ditanyakan soal pembayaran honor yang mandeg bagi para pengangkut sampah yang menjadi penyebab utama para sopir itu mogok tugas, Djoko menyangkal hal tersebut. Namun, diakuinya, memang ada beberapa hal yang membuat para sopir itu mogok melaksanakan tugasnya. Bukan soal uang honor, saya juga sedang menelusurinya biar lebih pasti, ucap Joko.

Untuk mengatasi sampah saat ini, kata dia, Pemkot sudah meminta bantuan dari armada pengangkut sampah di Jakarta untuk membantu menangani sampah yang kian menumpuk. Sementara ini kami sewa lima unit truk sampah dari Jakarta untuk mengangkut sampah ke Bantar Gebang, jelasnya. (mg-07/man)

Radar Banten, 9 Desember 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: