Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Rumah Kontrakan di Tangsel Dikenai Pajak 10 Persen

Posted by kinclonk pada 8 Desember 2010

TANGERANG SELATAN–MICOM: Pemerintah Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten, akan mengenakan pajak bagi rumah kos dan kotrakan sebesar 10 persen pada 2011, sesuai UU No.28 tahun 2009.

“Pengenaan pajak 10 persen untuk rumah kos dan kontrakan itu, sesuai UU No.28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah,” kata Ketua Komisi C DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Sudarso di Tangerang, Selasa (7/12).

Menurut dia, rencana penarikan pajak itu sudah selesai dibahas oleh anggota dewan, dan peraturan daerah (perda) yang mengaturnya sudah dikeluarkan, sehingga tidak akan menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat.

Agar penarikan pajak itu lebih kuat, kata dia, nantinya akan dikeluarkan Peraturan Wali Kota Tangsel, sebagai implementasi dari UU dan perda itu.

“Perda-nya sudah ada dan sekarang menunggu Peraturan Wali Kota, setelah itu bisa langsung dilaksanakan. Kita harapkan awal 2011 sudah bisa direalisasikan,” katanya.

Ia menjelaskan, penarikan pajak hanya akan dikenakan jika pemiliknya memiliki kontrakan dan kamar kos minimal 10 pintu, jika di bawah itu tidak akan dipungut.

Menurut dia, dalam UU itu tidak menjelaskan detail penghasilan rumah kontrakan dan kamar kos yang dikenakan pajak.

“Yang disebutkan di dalam UU itu hanya rumah kos dan kontrakan minimal berjumlah 10 pintu, dan jika kurang maka tidak dikenakan penarikan,” katanya. (Ant/X-12)

Media Indonesia, 8 Desember 2010

3 Tanggapan to “Rumah Kontrakan di Tangsel Dikenai Pajak 10 Persen”

  1. Iya betul harus begitu …
    Apalagi sekarang Tangsel sudah menjadi kota berkembang, dikenakan saja PPN atas sewa menyewa rumah maupun kos disana. Secara sekarang saja NJOP disana sudah ada yang menginjak 6 juta/m2 untuk daerah Serpong mengalahkan Jakarta.

  2. Saya sependapat dengan kebijakan tersebut, apalagi kalau dilihat sekarang banyaknya properti yang ada dikawasan serpong seperti : Sinarmas group dengan BSD City, Alama Sutera yang merupakan group dari Agro Manunggal Group, Gading Serpong dengan dikuasai oleh 2 properti besar yaitu Summarecon Agung group dan Paramaount group serta Villa Melati Mas dan beberapa properti kecil lainnya.
    Mengingat kontribusi penjualan mereka yang begitu besar sampai-sampai penjualannya saja harus menggunakan NUP (nomor urut pembeli) dengan kisaran harga rata-rata diatas 500 juta – 2 Milyard per unit. Apalagi kedepannya makin banyak berkumpulnya beberapa universitas ternama seperti: Universitas Atmajaya, Kampus Prasetya Mulya, Swiss Germany University di BSD City,Universitas Media Nusantara di Gading Serpong, Univesitas Bina Nusantara di Alam Sutera. Dimana sekarang banyak dibangun rumah dengan konsep sewa maupun kos-kosan para mahasiswa/i serta karyawan.

  3. Wongso said

    Pengenaan Sewa atas usaha kos-kosan tersebut kalau bisa jangan hanya diterapkan di Tangsel saja. Karena berbicara usaha kos-kosan di Jakarta saja belum ada peraturan mengenai pengenaan pajak 10% atas usaha tersebut. karena tentunya ini memberatkan bagi si penyewa apalagi rata-rata yang kos itu adalah para pekerja maupun mahasiswa/i yang memiliki penghasilan minim ataupun belum memiliki sama sekali penghasilan untuk para mahasiswa/i. Dengan adanya pajak 10% tersebut tentu cukup memberatkan saya rasa dengan kebijakan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: