Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

90 Saksi Beberkan Keterlibatan PNS

Posted by kinclonk pada 1 Desember 2010

TANGSEL – Sidang guatan Pilkada Kota Tangsel kembali digelar, Selasa (30/11). Agenda sidang adalah mendengarkan saksi-saksi dan pembeberan bukti-bukti kecurangan selama pilkada.

Saksi tersebut dihadirkan terkait dugaan penggalangan dukungan PNS. Sidang MK dipimpin Ketua MK Mahfud MD, Muhammad Arsyad Sanusi, dan Maria Farida Indrawati sebagai anggota panel.

Pada sidang kedua ini pasangan calon walikota dan wakil walikota nomor urut tiga, Arsid-Andre Taulani menghadirkan 90 saksi di sidang gugatan kedua pilkada. Dari 90 saksi yang dihadirkan, hanya 15 orang yang dapat memberikan kesaksiannya di muka majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam sidang itu, ada dua pemohon pasangan calon yang melakukan gugatan. Pemohon pertama pasangan Arsid-Andre dengan nomor pemohon 209/PHPU.D-VIII/2010 dan pemohon kedua pasangan calon nomor urut satu Yayat Sudarajat-Norodom Soekarno dengan nomor pemohon 210/PUU-VIII/2010 tentang keterlibatan PNS dalam Pilkada.

Saksi tersebut dari lurah, sekretaris kelurahan (sekel), staf kecamatan, staf kelurahan, dan tokoh masyarakat. Dalam kesaksiannya, Lurah Benda Baru, Kecamatan Pamulang HM Syabandi S mengatakan, pasangan calon nomor urut empat Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie terlibat dalam pengerahan massa birokrat untuk mendukung kemenangannya. Hal itu ditandai dengan dibentuknya Forum Lurah untuk mendukung pasangan Airin-Benyamin dalam pilkada. Forum Lurah pernah berkumpul dan membicarakan untuk menggiring dan mengerahkan warga di lingkungan masing-masing untuk mendukung Airin-Benyamin menjadi walikota Tangsel. Pasangan itu juga memberikan uang sebesar Rp 2,5 juta kepada masing-masing lurah yang mendukungnya, ujarnya, saat sidang di MK, Selasa (30/11).

Bahkan, kata dia, tujuh bulan sebelum pilkada dilangsungkan, instruksi untuk mendukung kemenangan Airin sudah didapatkan para lurah. Instruksi itu diberikan masing-masing camat dalam apel yang biasa dilaksanakan setiap Senin, berupa nota camat kepada lurah. Setiap habis apel, kami selalu ditanya bagaimana kekompakan RT, RW, dan tokoh masyarakat dalam mendukung kemenangan Airin sebagai walikota Tangsel, terangnya.

Saksi lainnya, Iwan selaku staf Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat mengaku selalu ditekan untuk menyosialisasikan dan menggalang dukungan untuk pasangan nomor urut empat. Sebab, setiap hari mereka memang ditargetkan untuk bisa melakukan berbagai kegiatan yang bisa mendongkrak suara untuk pasangan tersebut. Selain itu, dia juga mengetahui adanya perekrutan relawan TPS yang masing-masing diminta lima orang per TPS se Kelurahan Cipayung. Masing-masing relawan yang direkrut mendapatkan upah Rp 100 ribu, jelasnya.

Dalam kesaksian itu menghadirkan Penjabat Walikota Tangsel Eutik Suarta, Sekda Dudung E Diredja, Asda 1 Ahadi, Kadis Pendidikan Dadang Sofyan, Kadis Kesehatan Dadang M Epid, serta beberapa lurah maupun Camat.
Dalam kesaksinnya, mereka ditanya tentang ketidaknetralan PNS Tangsel, seperti tersebarnya memo Airin Fans Club (AIFAC) yang diduga dikoordinir Asda I Ahadi. Namun, hal tersebut dibantah Ahadi. Untuk AIFAC, saya dengan tegas membantah tudingan itu karena sama sekali saya tidak mengetahui maksud dan tujuannya, jelasnya.

Bantahan terkait AIFAC juga diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Dadang Sofyan. Dadang mengaku tidak pernah tahu masalah memo itu. Saya tidak pernah mendengar adanya memo dari Pak Ahadi, ujarnya.
Terkait taman bacaan yang diinisiasi Airin, yakni Masyarakat Gemar Membaca (Magma) tidak ada intervensi dan campur tangan dari pihak mereka. Menurut Dadang, meski dalam berbagai kesempatan itu Airin memberikan kata sambutan, namun tudingan itu sama sekali tidak mendasar. Saya selaku Kepala Dinas selalu berusaha mengapresiasi apa saja yang dilakukan masyarakat, termasuk mengapresiasi pembentukan taman bacaan dan aksi kumpul buku oleh Airin, katanya.

Penjabat Walikota Tangsel Eutik Suarta dan Sekda Tangsel Dudung E Diredja juga dengan tegas membantah ketidaknetralan PNS. Sebab menurut mereka, pihaknya telah mencegah PNS terlibat pilkada dengan surat edaran. Surat edaran berisi tentang PNS untuk menjaga kenetralan selama pilkada. Selain itu, ditegaskan dengan memorandum of understanding dengan Panwaslu agar PNS tidak memihak kepada salah satu pasangan calon. Kita bekerja profesional sesuai dengan dengan tugas pokok dan fungsi. Sebagai pejabat yang seharusnya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bukan untuk terlibat dalam pilkada, tegasnya.

Ketua MK Mahfud MD meminta pemohon dari termohon bisa menghadirkan saksi-saksi yang diminta. Namun saksi itu harus relevan dengan gugatan yang disampaikan. Kalau bisa saksinya yang harus relevan, ujarnya.
Sementara itu, sekretaris pemenangan pasangan Airin-Benyamin Davnie Verri Muchlis mengatakan, semua tudingan kecurangan yang dialamatkan kepada mereka tidak benar. Berdasarkan laporan yang masuk ke Panwaslu, semua indikasi pelanggaran money politics sudah ditangani. Tetapi tim, saya katakan tidak pernah melakukan aksi money politics, tegas Verri.

Tim pemenangan Arsid-Andre, Muhammad Jembar menambah keyakinannya saat saksi-saksi dihadirkan. Bahwasannya tuntutan mereka akan dikabulkan MK. Kami sangat yakin gugatan kami dikabulkan, ungkapnya. Untuk agenda Rabu (1/12) ini, akan menghadirkan Panwaslu Kota Tangsel sebagai saksi. (mg-07/man)

Radar Banten, 1 Desember 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: