Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Dindik Tangsel Paksa Sekolah Beli Buku

Posted by kinclonk pada 31 Agustus 2010

PAMULANG, TO – Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan memaksa seluruh sekolah membeli dan menggunakan buku pelajaran tertentu atas rekomendasi dinas. Pihak dinas yang dikonfirmasi membantah tudingan tersebut.

Informasi yang dihimpun TangerangOnline, modus pemaksaan kepada sekolah itu dilakukan dengan cara mewajibkan pengelola untuk meneken blangko persetujuan yang ditandatangani sekolah untuk menggunakan buku-buku dari penerbit yang ditunjuk dinas.

Jika pihak sekolah menolak membeli buku dari penerbit tersebut, diancam tidak akan menerima bantuan operasional sekolah (BOS).
“Jika blangko itu tidak diisi dan ditandatangani, sekolah tidak akan mendapatkan BOS,” kata seorang kepala SD negeri di Kecamatan Pamulang yang enggan dituliskan namanya.

Menurut dia, blangko persetujuan itu harus disertakan dalam berkas rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) yang diajukan pihak sekolah.

Setiap sekolah harus mencantumkan blangko persetujuan menggunakan buku penerbit yang telah direkomendasikan dinas dalam RAPBS dan dilengkapi dengan kolom berapa buku yang dibutuhkan. “Kami diminta untuk menggunakan buku yang dibutuhkan dan jumlahnya,” kata dia.

Senada dengan itu, seorang kepala SDN di Kecamatan Pondok Aren mengatakan buku-buku yang dibutuhkan sekolah itu akan didistribusikan penerbit ke sekolah sebelum BOS cair. Begitu BOS cair, pihak sekolah harus membayar buku tersebut kepada pihak penerbit. “Kami diutangi dulu bukunya, tetapi begitu dana BOS cair harus segera dibayar,” ujarnya.

Sejumlah kepala sekolah kepada TangerangOnline mengaku keberatan dengan kebijakan itu. “Sebenarnya, banyak kepala SD dan SMP yang keberatan, tapi tidak berani protes. Kami juga terpaksa menuruti saja, daripada repot atau dianggap berkhianat,” kata kepala SDN Kecamatan Serpong yang minta namanya tidak dituliskan. (man)

Tangerang Online, 30 Agustus 2010

3 Tanggapan to “Dindik Tangsel Paksa Sekolah Beli Buku”

  1. Upin said

    Parah bgt dinas pendidikan kota tangsel. ckckckc.. kepala sekolah harus berani menolak dong.. anda jgn mengajarkan kpd murid anda rsa takut pda pemerintah.

  2. oloan said

    Kalau benar berita ini pantasan sekolah2 negeri masih memugut biaya lainya.Sebagai contoh SMP N.1 di Cirinde thn ajaran baru kemaren sewaktu pendaftaran ulang diwajibkan membayar sebesar Rp. 2.100.000, membeli buku dan seragam sekolah dan tiap bulan Rp. 100 rb. yang katanya kesepakatan komite dan sayangnya sampai saat ini tidak pernah ada laporan penggunaan. Gimana bisa sekolah gratis kalau masih begini pejabatnya. tms

  3. Deddy Suyanto said

    Bos gimana nih pendidikan indonesia ga ada yang berkualitas, cuma beli ijazah aja, nunggu sampe bertahun-tahun. mending sekolahan diubah aja jadi tukang jualan ijazah resmi yang didukung sama menteri pendidikan. Ga ada Orang jujur jaman sekarang termasuk guru, toh dia juga manusia. Lulusan Indonesia ecek2 semua, malu sama negara lain mau pinter aja masa kudu ngerampok atau korupsi buat nyekolahin anak disekolah yang mahal. Pemerintah juga ga bisa ngatur, percuma ada menteri khusus yang ngurusin pendidikan. Malah tambah amburadul. Sekolah zaman sekarang gratis, oke Gratis ga bayar uang masuk tapi buku dan seragam harus beli disekolah dan harganya jangan ditanya. Ya diMark-up(Korupsi Legal) apa di-legalkan oleh negara. Zaman dulu buku bisa dipakai turun-temurun dan baju seragam bisa beli di-obralan kaki lima, nah kaya di-sekolah anak saya nih. besok ada acara penggalangan bantuan untuk sumbangan , tapi yang anehnya nyumbangnya itu ditentukan dari pihak sekolah padahal masih SD. hey guru mana Titel Pahlawan tanpa tanda jasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: