Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Tiga Pejabat Tangsel Dilaporkan ke Mendagri

Posted by kinclonk pada 23 Agustus 2010

PAMULANG – Tiga pejabat Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dilaporkan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Ketiga pejabat itu adalah Kepala BKD yang juga Plt Sekot Tangsel Dudung E Direja, Asda I Ahadi, dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Tangsel Dadang M Epid.

Aliansi Masyarakat Pemantau Aparatur Negara (Ampur) Tangerang melaporkan ketiga pejabat itu lantaran diduga terlibat aktif dalam mendukung salah satu calon walikota Tangsel. Dalam laporannya tertanggal 20 Agustus 2010 menyebutkan bahwa Dudung E Direja dituding menjadi ketua tim sukses birokrat untuk salah satu calon walikota. Dudung disebutkan memimpin rapat SKPD saat menjadi kepala BKD dengan alasan rapat bina wilayah. Dudung juga disinyalir beberapa kali memimpin rapat SKPD di puncak Bogor dan salah satu Hotel di Jakarta. Saat rapat, Dudung didampingi calon walikota tersebut.

Asda I Ahadi disebutkan telah memberikan memo kepada para camat, lurah, dan seluruh SKPD Tangsel untuk menyukseskan program salah satu calon. Ahadi juga menjadi pembina Himpunan Masyarakat Tangerang Selatan (Himats), sebuah organisasi yang mendukung dan meminta bantuan dana untuk salah satu calon walikota pada 27 Juni 2010.
Sedangkan Kepala Dinkes Kota Tangsel Dadang M Epid dilaporkan lantaran mengeluarkan surat yang meminta camat untuk mempermudah beberapa pegawai Dinkes Tangsel yang berdomisili di luar Tangsel untuk dibuatkan KTP.

Mengacu pada PP Nomor 53/2010 tentang Disiplin PNS, Ampur mendesak Mendagri segera mengambil tindakan tegas terhadap ketiga pejabat itu. Karena, menurut Koordinator Ampur Kholid, mereka telah melanggar Pasal 12 ayat 9. “Ampur juga mendesak Mendagri bersama departemen dan lembaga terkait membatalkan kandidat calon yang didukung kalangan birokrat karena diduga menggunakan aparatur Pemkot Tangsel, seperti diduga terlibat dalam mutasi pegawai, penggalangan masa lewat SKPD, lurah, dan camat,” katanya, Minggu (22/8).

Kholid menegaskan, laporan tersebut akan kembali dipertanyakan ke Mendagri satu pekan setelah laporan diterima. “Karena pihak Mendagri melalui TU-nya berjanji akan segera menindaklanjuti hal tersebut,” kata Kholid.
Untuk itu, dia meminta seluruh elemen masyarakat Tangsel bersama-sama mengawal laporan ke Mendagri, Menpan, Bawaslu, serta Presiden RI tersebut.

Kepala Dinkes Dadang M Epid belum bisa dikonfirmasi. Telepon selularnya dalam keadaan tidak aktif. Pesan singkat yang dikirimkan juga tidak dibalas. Berbeda dengan Asda I Ahadi. Beberapa waktu lalu, dia mengelak tudingan Ampur. Dia menyangkal telah menyosialisasikan dukungan terhadap salah satu calon walikota. (mg-06/don)

Radar Banten, 23 Agustus 2010

4 Tanggapan to “Tiga Pejabat Tangsel Dilaporkan ke Mendagri”

  1. tiarani said

    bkan rahasia lgi bila pgawai pemerintah yg ada di pemkot, kcmatan atau klurahan” mndpat memo tuk menggolkan slah satu calon walkot..entah bgaimna mekanisme n birokrasi’a, pjabat daerah tunduk dengan calon walkot, pdhal mrk baru sbgai calon..bagaimna mrka mnjadi pjabat, bisa jadi mrk akn mnjadi pnjilat spt calon yg mrk jagokan..

  2. hadi said

    Sudah menjadi rahasia umum jika PNS Tangsel “di tekan”, “di Paksa”, “di ancam” oleh Oknum-oknum Pejabat Eselon II bahkan Pj. Walikota yang merupakan kaki Tangan salah satu calon untuk WAJIB memilih Calon yang didukung oleh Banten 1…
    cara mereka tidak gentle untuk bersaing secara FAIR dalam Pilkada Tangsel.
    Info yang saya dengar dari salah satu pegawai Tangsel, calon yang kurang “gentle” ini memiliki kurang lebih 3000 jaringan yang sekarang menjadi pegawai sukarela di Tangsel.
    segala program di tiap-tiap kantor WAJIB mengundang oknum calon untuk hadir di setiap acara, dan diberikan uang yang seakan-akan uang dari oknum calon, padahal uang APBD Tangsel.
    Sungguh Licik Oknum calon ini, memanfaatkan segala sesuatu dari Pemda. Seharusnya Malu!! (kalo punya hati)
    Sebagai Warga Tangsel Saya menghimbau untuk tidak memilih Calon ini…masih ada 3 calon yang lain (yang mungkin juga kurang bersih)yang masih layak untuk dipilih, jangan salah memilih, ikuti hati nurani.

  3. panji said

    Jangan menyebarkan fitnah ke seluruh masyarakat tangsel, demi perdamaian dalam rangka melaksanakanan pilkada ulang, namun kalau itu kenyataan ya samapaikan aja apa adanya, ingat sebagai seorang yang taat beragama harus memiliki sifat sidik, amanah, tablik fathonah, semoga kebenaran dan keadilan ALLAH sampaikan ke masyarakat Tangsel. amin, amiiiin amin.

  4. panji said

    saya bangga dengan masyarakat tangsel yang tidak mudah terpancing dalam keributan dalam penyikapi perbedaan pendapat PILKADA, sehingga kedamaian dan keamanan terkendali dengan baik, harapan saya ke depan juga semoga masyarakat mampu memilih calon pemimpinnya yang baik, jujur, adil, tidak curang, tidak rakus jabatan maupun keduniaan, sekali lagi jangan memilih yang sudah kita tau keculasannya, semoga Tuhan meridhoi kita semua, gunakan kecerdasan untuk memilih jangan gadaikan harga diri dengan selembar kerudung atau beberapa ribu rupiah, ingat kesengsaraan 5 tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: