Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

8 Pengusaha Tuntut Ganti Rugi Pelebaran Jalan Siliwangi

Posted by kinclonk pada 5 Mei 2009

PAMULANG-Proyek pelebaran Jalan Raya Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan, terhadang. Sedikitnya delapan pengusaha pemilik bangunan menuntut ganti rugi tanahnya dicaplok untuk pelebaran jalan.

Pemilik toko keramik Ny Sansan (40) mengatakan, sekitar 1,5 meter tanah miliknya dihancurkan Dinas Bina Marga Pemprop Banten untuk dijadikan pelebaran jalan. Meski telah menyetujui pelebaran jalan itu namun belum ada ganti rugi yang diberikan pemerintah setempat kepada dirinya maupun tujuh pengusaha lain yang memiliki tempat usaha yang berjejer di sepanjang Jalan Siliwangi.

“Saya memiliki sertifikat tanah dan IMB, wajar saya meminta ganti rugi. Kok bisa-bisanya diperlebar tanpa ada ganti rugi,” ungkap warga Siliwangi RT02/07, di kantor Kecamatan Pamulang.

Keluhan tidak hanya dilontarkan Ny Sansan, pengusaha Bimbingan Belajar (Bimbel) LPIA Ny Peni juga mengeluhkan hal yang sama. Menurut Peni, parkir kantor LPIA sepanjang 24 meter dihancurkan untuk pelebaran jalan Siliwangi, tak serupiahpun yang diterima dirinya setelah sejumlah pekerja kasar meratakan parkiran LPIA.Bahkan, akibat proyek pelebaran tersebut, sejumlah konsumennya sulit untuk memarkirkan kendaraan.

“Karena itu saya meminta untuk secepatnya diganti rugi sesuai dengan janji pejabat untuk menganti rugi. Dan segera merampungkan pelebaran jalan itu, kalaupun molor nantinya merugikan kita sebagai pengusaha,” ucap perempuan berusia 61 tahun itu.

Camat Pamulang Firdaus membenarkan 8 pengusaha yang memiliki tempat usaha di Jalan Siliwangi telah mendatangi dirinya untuk meminta ganti rugi. Namun, dirinya membantah jalan tersebut milik para pengusaha, melainkan jalan yang dilebarkan tersebut sebagai fasos-fasum.”Tadinya jalan itu lebarnya 10 meter, dan dilebarkan menjadi 14 meter. Karena dulunya belum akan dilebarkan, akhir para pengusaha membangun lahan parkir seenaknya di fasos-fasum milik pemerintah,” ungkap Firdaus. (iin)

Tangerangonline.com, 4 Mei 2009

6 Tanggapan to “8 Pengusaha Tuntut Ganti Rugi Pelebaran Jalan Siliwangi”

  1. Satochid Sosrodiredjo said

    Lihat saja dulu data aslinya apakah benar bahwa jalan yang mereka2 klaim itu tanah dari bagian bangunan, atau memang tanah pemerintah yang pada umumnya merupakan tanah jalur hijau?

  2. cahpam said

    “Saya memiliki sertifikat tanah dan IMB, wajar saya meminta ganti rugi. Kok bisa-bisanya diperlebar tanpa ada ganti rugi,” ungkap warga Siliwangi RT02/07, di kantor Kecamatan Pamulang.

    —————————-
    Kalau faktanya seperti itu ya Pemkot bisa kena masalah.
    Ehh … sebenranya pelebaran tersebut sudah disosialisasikan belum kemassyarakat, soalnya ada jalur hijau yang ditebas. sayang.

  3. Herry Soeharto said

    Saya pindah ke Pamulang tahun 1985, tahu benar bahwa lahan parkir yang ada dipinggiran Jl. Siliwangi merupakan fasos-fasum, jadi tidak selayaknya meminta ganti rugi, namun perlu dicek kembali serifikat masing-masing kalau sampai lahan tersebut masuk dalam luasan tanah pada serifikat berarti ada yang tidak beres.
    Sepengetahuan kami waktu itu tidak ada rumah yang menghadap ke jalan (dari sebelah Masdjid Pamulang sampai jalan ke Witana Harja)merupakan pagar pembatas rumah saja (bisa diliat pada Developer Bumi Upaya Griya) baru tahun 90 an berubah menghadap ke jalan.
    Pada tahun 90 an saya pernah usaha di samping POLSEK dan Kecamatan, begitu lahan mau dipakai pelebaran jalan, kami seluruh pedagang dengan senang hati melepaskan lahan tersebut tanpa ada abcnya, ini demi kemajuan dan perkembangan Pamulang

  4. NurHikmah said

    Untuk para pengusaha di Pamulang…
    Kenapa sih para pengusaha yg pastinya sudah kaya raya masih memperhitungkan tanah yg diambil untuk jalan yg luasnya hanya 1.5 meter. Hibahkan saja gak usah dituntut untuk penggantian…saya yakin kebaikan para pengusaha akan dibalas Oleh Tuhan karna itu untuk kepentingan umum…Kl jln di pamulang tidak di perbaiki secepatnya akn semakin macet dan daerah pmulang terlihat kumuh.

    Thanks para Pengusaha

  5. Gg. Madrasah said

    kan ada GSB (Garis Sempadan Bangunan) & GSP (Garis Sempadan Pagar) nya, untuk selanjutnya, hati2 dengan developer, pastikan mana GSB & mana GSP agar kita tidak dirugikan..

  6. Herry Soeharto said

    Saya membenarkan Jawaban Bapak Camat Pamulang, apabila pengusaha2 tersebut membelinya tahun 1987 an pasti tau batas-batas tanahnya, pada tahun 1984-1990 an bangunan-bangunan di sebelah kiri jl. Siliwangi tidak ada yang dibangun menghadap jalan, setelah tahun 1990 an banyak yang beralih fungsi untuk usaha dan dirubah menghadap jalan dan banyak yang menggunakan fasilitas tanah fasos-fasum baik dibangun tambahan ruangan maupun parkiran anehnya di beri pagar ?….apabila pengusaha2 tersebut punya bukti tanahnya sampai ditepi jalan ….pasti ada yang tidak beres.

    Saya tinggal di Pamulang dari tahun 1985. Saya harap Pengusaha2 tersebut bisa mengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: