Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Akses Jalan Diblokir Sparator

Posted by kinclonk pada 1 Mei 2009

SERPONG – Sekitar 50 orang warga Lengkong Gudang Kecamatan Serpong, membuka secara paksa jalan yang diblokir di perempatan Cilenggang, Serpong. Masa yang bergerak beringas tersebut membawa linggis dan besi untuk memimdahkan sparator pembatas yang terbuat dari beton secara bergantian.
Alhasil jalan yang diblokir sepanjang 10 meter bisa dipindahkan dengan waktu sekitar 30 menit. Bahkan masa yang kelihatan begitu emosi sambil berteriak-teriak.
“Mana pihak BSD, kesini dong temui kita. Kalau mau memblokir jalan jangan seenaknya saja, ini jalan umum,” teriak salah seorang warga sambil mengangkat linggis, Kamis (30/4) siang.

Menurut warga, pembatas jalan dilakukan oleh pihak BSD-City Serpong, Adapun motifnya warga sendiri belum mengetahui. Yang jelas pemblokiran ini sangat menyusahkan akses warga Lengkong Gudang menuju Serpong. Akibat pemblokiran jalan tersebut, warga harus memutar dengan jarak sekitar satu kilo lebih. Seharusnya warga dengan mudah menuju Serpong, saat ini harus menuju German Center terlebih dahulu. Hal inilah yang tidak dikehendaki warga.

Samsudin, salah seorang warga Lengkong Gudang, menuturkan, sudah dua hari ini jalan diblokir, warga sudah resah terhadap tindakan semena-mena itu. Sebenarnya keinginan warga cukup sederhana, jangan mempersulit akses warga menuju Serpong. “Jika pemblokiran secara sepihak tanpa dibicarakan kepada warga, itu mananya tidak menghargai warga,” cetus Samsudin, dengan nada emosi.
Jika pihak BSD-City Serpong, masih tetap bersikeras melakukan pemblokiran, bukan tidak mungkin warga akan melakukan tindakan yang lebih keras bahkan lebih banyak lagi jumlah.

Sementara itu, Idam Muklis, Manager Coorporate Communication BSD-City, Serpong menjelaslkan, tuntutan warga kepada pihak BSD salah alamat. Pihaknya sama sekali belum pernah melakukan hal itu, kemungkinan dilakukan oleh dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan.
“Saya sendiri masih belum bisa memastikan siapa yang malakukan pemblokiran jalan tersebut, yang pasti tidak dilakukan oleh BSD Serpong,” ucap Idam Muklis, yang dihubungi melalui telepon. (cr-1)

Radarbanten.com, 1 Mei 2009

5 Tanggapan to “Akses Jalan Diblokir Sparator”

  1. Satochid Sosrodiredjo said

    Mari kita pikir secara jernih. Mana yang lebih menguntungkan rakyat pada umumnya (bukan disekitar situ saja)atau kemacetan dikemudian hari. Inilah potret bangsa kita yang mau menangnya sendiri-sendiri. BSD tolong bicarakan secara baik2.

  2. Damar Driyo said

    Buat Pengembang-pengembang property yang lagi marak mengusung tema “Exclusivity” dan “Security” hendaknya mempertimbangan kepentingan umum.Justru hendaknya akses jalan umum diperbanyak, bukan ditutup… Apalagi saat ini jalan-jalan di kawasan tangerang selatan banyak yang dalam tahap perbaikan. Kemacetan tidak terelakkan. Jalan alternatif sangat diperlukan.
    Buat tim penyusun RTRW Tangsel, agar mempertimbangan akses jalan alternatif bersama para pengembang.

  3. gundhul said

    mohon diinformasikan kegiatan pemkot tangsel, dan keterlibatan berbaga pihak dalam kegiatan tersebut.

    ‘dimana bumi kupijak disitu langit kujunjung’
    itulah sembaoyanku, bila dapat dibagi dan berbagi demi kemajuan wilayah tangsel tercinta.

  4. rizal s gueci said

    Kemana Dinas LLAJR atau Polisi? Jalan baik yang sudah diserahkan maupun yang akan diserahkan adalah fungsinya fasos dan fasum sesuai perjanjian dalam Ijin Lokasi yang dipegang oleh PT BSD.
    Artinya Pihak BSD tidak bisa menutup begitu saja jalan yang dibuatnya, karena jalan tersebut merupakan kompensasi atau prasyarat dari ijin lokasi yang diberikan. Masak jalan di Belakang BCA daerah yang mencolok ditutup dengan pagar dan disemen tiang tiangnya. Hal ini juga terjadi di Puspita Loka, masak jalan dibatasi oleh BRC (pagar seperti jeruji yang as nya lebih kecil) sehingga antara rumah yang bersebelahan, kalau hendak mau bersilaturahmi harus memutar jauh dulu. Ini suatu pemborosan energi dan kenapa Pemkot atau Dinas terkait diam seribu bahasa. Kami 4 LSM di Kota Tangsel akan menghadap Pak Wali dan bersinergi membicarakan hal ini. Apakah PT bisa lebih berkuasa dari Pak Wali atau Kepala Kepala Dinas dalam mengurus dan mengatur/mengelola Kota Tangsel tercinta ini? Bila perlu cabut ijin lokasi, toh diperpanjang dua bulan sebelum berakhir oleh Pemkab Tangerang, seharusnya retribusi masuk Pemkot Tangsel, karena Tangsel yang seharusnya memperpanjang atau tidak memperpanjang ijin lokasi tersebut.

  5. santo said

    hanya ingin menginformasikan kepada pihak-pihak yang berwenang di kota tangerang selatan bahwa telah banyak di daerah saya bangunan permanen yang di dirikan diatas tanah pemda bahkan sampai dua lantai tepatnya di daerah pd. cade udik_pamulang.. saya mohon kepada pihak yang berwenang untuk segera menindak lanjuti masalah ini agar tidak banyak lagi bangunan yang di dirikan diatas tanah pemda. masalah ini sudah saya laporkan ke kelurahan bahkan sampai ke kecamatan akan tetapi tidak ada tanggapan yang serius… saya meng harapkan masalah ini dapat di selesaikan.. dan sebagai warga tangerang selatan mengharapkan tindakan tegas tersebut..

    terima kasih atas perhatiannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: