Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Peternakan Babi di Ciater Diprotes Warga

Posted by kinclonk pada 28 April 2009

SERPONG- Lokasi peternakan babi di Vila Dago Tol dikeluhkan warga Ciater, SerpongTangerang Selatan. Pasalnya, peternakan tersebut membuang limbah cair kotoran dan potongan isi perut babi dilingkungan warga. Merasa terancam diamuk massa, sejumlah penjaga peternakan babi dipersenjatai.

“Limbah kotoran babi dan potongan isi perut babi dipeternakan itu dibuang begitu saja di kali Angke yang airnya sering digunakan untuk mandi dan minum. Akibatnya warga mengalami sakit diare, karena air dari sumur warga sudah tercemar kotoran babi itu. Kita takut, kalau kotoran babi itu mengandung penyakit virus flu babi yang menyebabkan penyakit bagi warga sekitar,”keluh Ketua Rt 5, Rw 9 Ciater Serpong, Cecep Iskandar.

Menurut Cecep, peternakan babi yang dimiliki salah seorang keturunan Tionhoa yang sudah 10 tahunan beroperasi, memelihara tidak kurang 80 babi. Lokasi peternakan babi Vila Dago Tol, Serpong tersebut berjarak 200 meter dari dua Rw yakni Rw 9 dan 11, Ciater. Dinilai mengancam kesehatan, sejumlah warga yang rumahnya berdekatan dengan peternakan itu selama ini mengeluhkan peternakan babi tersebut, namun tidak ditangapi serius pemilik peternakan tersebut.

“Kita tidak ingin ekstrim meminta peternakan itu ditutup, namun sebaiknya limbah dari peternakan itu dibenahi segera. Namun ketika kita minta baik-baik untuk dibenahi, sejumlah penjaga peternakan itu malah dipersenjatai senapan angin. Bahkan, anjing pelacak disebar dipeternakan itu,” ungkap Cecep.

Terpisah Camat Serpong Daswara mengaku, keluhan warga Ciater akan limbah kotoran peternakan babi itu telah diterima pihaknya. Hanya, saja ketika akan dipertemukan antara kedua belah pihak untuk membahas persoalan tersebut, warga Ciater tidak menghadiri pertemuan tersebut, hanya pemilik dari peternakan itu yang datang ketika dipanggil pihak kecamatan Serpong. Namun, Jum’at kemarin, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Tangerang telah melakukan vaksinasi terhadap puluhan babi di peternakan tersebut.”Babi di peternakan tersebut telah dilakukan pemeriksaan. Jika nanti warga kembali protes terdapat korban akibat virus babi, kita akan menutup peternakan tersebut,” ancam Daswara.

Menangapi keluhan warga Serpong, Pjs Walikota Tangsel M Shaleh mengaku akan menyerahkan persoalan tersebut kepada dinas terkait.”Kita berharap penyebaran virus babi jangan sampai menjangkiti kesehatan warga. Limbah cair dan bekas potongan isi perut babi harus diolah dengan menggunakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) agar tidak menyebabkan bau menyengat dan membuang kotoran di kali. Saya menganjurkan Distanak untuk kembali melakukan langkah cepat untuk menyelidiki peternakan babi di Serpong itu,” aku Shaleh. (iin)

Tangerangonline.com, 28 April 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: