Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Tangsel Butuh BPOM dan Damkar

Posted by kinclonk pada 18 April 2009

PAMULANG- Sebagai lembaga diluar satuan perangkat kerja daerah (SKPD) Pemerintah Kota Tangerang Selatan, keberadaan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) sangat dibutuhkan. Kehadiran kedua lembaga tersebut guna menunjang pengawasan terhadap maraknya penjualan obat-obatan ilegal dan menekan ancaman kebakaran di Tangsel.

Asisten Daerah II Kota Tangsel Ayi Ruhiyat menyatakan, Kota Tangsel minim lembaga-lembaga yang mendukung jalannya aturan maupun menjaga ketentraman dilingkungan masyarakat, karena itu pemerintah daerah membutuhkan lembaga-lembaga yang membantu tugas SKPD dalam melakukan kontrol dilapangan, baik itu mengawasi penjualan obat-obat ilegal yang menjamur di sejumlah pasar tradisional maupun modern.

“Kalau hanya mengandalkan dinas-dinas terkait sulit bagi pemerintah daerah menuntaskan permasalah yang dikeluhkan masyarakat. Hadirnya BPOM dan Damkar sangat diperluhkan sekali. BPOM daerah membatu melakukan penertiban penjualan obat-obatan ilegal yang dinilai membahayakan bagi kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Disingung dalam beberapa kejadian kebakaran di Tangsel yang kerap merepotkan petugas kebakaran Jaksel yang melakukan pemadaman di wilayah kota baru itu. Karena jarak Tangerang yang cukup jauh dan sulit bagi Damkar untuk menjangkau wilayah yang terkena kebakaran di Tangsel. Kata Ayi, meski belum dibutuhkan secepatnya Damkar sangat diperluhkan untuk menjaga kestabilan keamanan di masyarakat sekitar.

“Pemukiman warga di Tangsel sulit dijangkau Damkar Tangerang ketika terjadi kebakaran. Seiring berjalannya waktu, nantinya Damkar akan segera diusulkan hadir di Tangsel, hal ini dilakukan untuk menekan kejadian kebakaran agar bisa dikendalikan secepatnya,” ungkap Ayi.

Selain itu, Ayi menuturkan, dari keinginan Pejabat Walikota Tangsel M Shaleh atas desakan masyarakat. Pemkot Tangsel segera mengusulkan pembangunan RSUD kelas III bagi warga kurang mampu. Kehadiran RSUD tersebut dinilai akan sangat membantu warga yang membutuhkan pengobatan, tanpa harus berobat ke RS Fatmawati maupun RSUD Tangerang.”Sebelum membangun, harus dilihat tata ruang, lokasi, dana, dan dampak lingkungan dari pembangunan RSUD itu,” tandas Ayi. (iin)

Tangerangonline.com, 17 April 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: