Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Kemacetan, PR Terberat Dishub Tangsel

Posted by kinclonk pada 17 April 2009

PAMULANG – Dinas Perhubungan Telekomunikasi dan Pariwisata Kota Tangerang Selatan (Tangsel) punya pekerjaan rumah (PR) yang cukup berat.
Salah satunya adalah mengatasi persoalan kemacetan yang setiap hari terjadi di kawasan Ciputat.

Kepala Dinas Perhubungan Telekomunikasi dan Pariwisata Kota Tangsel Hartadi Wijaya mengutarakan, persoalan kemacetan di Ciputat yang menghubungkan Jalan Dewi Sartika hingga Jalan Ir Djuanda sudah berlangsung cukup lama. Masalahnya, hingga kini belum bisa tepecahkan.
“Saya akan pelajari masalah kemacetan di Kawasan Ciputat. Ini salah satu PR yang harus segera dituntaskan. Apalagi, Pak walikota sudah instruksikan kepada saya,” ujarnya, Kamis (16/4).

Hartadi memaparkan, pihaknya akan berupaya keras mengatasi permasalahan kemacetan itu. Satu yang akan diambil, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan bagian ketertiban umum kecamatan setempat. Karena, persoalan kemacetan di wilayah itu bukan hanya faktor dari kendaraan umum. Namun, juga karena maraknya PKL yang berjualan di bahu jalan.
“Coba lihat, karena PKL jalan menjadi sempit. Belum lagi di simpul-simpul jalan juga banyak kendaraan yang parkir kendaraan seenaknya. Akibatnya kemacetan pun tak terelakkan,” katanya. (ang)

Radarbanten.com, 17 April 2009

6 Tanggapan to “Kemacetan, PR Terberat Dishub Tangsel”

  1. anggriyan setyono said

    “Saya akan pelajari masalah kemacetan di Kawasan Ciputat. Ini salah satu PR yang harus segera dituntaskan. Apalagi, Pak walikota sudah instruksikan kepada saya,” ujarnya,..
    yah, kalo masih belajar, kapan bertindaknya?
    jadi pejabat itu harus segera bertindak, belajarnya sebelum jadi pejabat.
    kapan mau maju niy tangsel?
    parah..parah..

  2. Adhy said

    Pak Hartadi gak perlu blajar susah-susah.. langsung dateng kelapangan aja.. Ini masalahnya:
    1. Jumlah angkutan kota yang berlebihan, banyak yang kosong jadi ngetem dipinggir jalan yang lainnya nunggu di lahan eks-kecamatan ciputat..
    2. Petugas DLLAJR di bawah fly over ciputat hanya mengambil retribusi saja, tidak melarang angkot ngetem..( sering hingga dua jalur dipakai buat ngetem)
    3. Ojek di bawah jembatan layang ciputat, parkir mengambil satu lajur sendiri..
    4. PKL di bawah jembatan layang di trotoar, pejalan kaki jadi jalan di jalur mobil
    5. Perhatikan titik2 macet: bawah jembatan layang ciputat, pertigaan legoso, depan kampus IAIN, pertigaan rempoa, pertigaan sandratex(klo saya tidak salah tulis) semuanya diakibatkan kendaraan umum yg ngetem sembarangan.

    Saran saya:
    1. Kurangi jumlah kendaraan umum, hingga jumlah yang wajar. DLLAJRnya jgn hanya minta retribusi aja..KERJA donk…
    2. Tertibkan ojek yg parkir di badan jalan sekalian sama PKLnya
    3. Tertibkan Angkot di sekitar masjid raya ciputat dan lahan eks-kecamatan ciputat
    4. Gunakan Polisi atau trafic light pada pertigaan dan titik yang rawan kemacetan.

    Saya rasa penyebab kemacetan itu gak banyak dan masih bisa diselesaikan JIKA bapak punya niat menyelesaikannya.. Terima kasih.

  3. tommy said

    oknum dishub memungut biaya 2ooo per,angkot s10 di pasar ciputat skitar jam 10.00s\d 15.30 wib.

  4. apin said

    Kemacetan jalan IR H Juanda disebabkan oleh tiadanya lampu pengatur lalu lintas dipersimpangan kampung utan , dan pertigaan di gintung. Satu lagi putaran U di depan UIN juga penyebab kemacetan. Solusinya fungsikan lampu pengatur lalu lintas.

  5. Kawula Alit said

    Bisa gak puteran2 sepanjang Dewi Sartika-juanda dimodifikasi kyk puteran2 di Casablanca? Digusur dikit di spot2 puteran tsb biar agak lebar…

    GITU AJA KOK REPOT

  6. Kawula Alit said

    Trus pangkalan ojek di sputar psr Ciputat dikasih marka jln utk parkir mereka, dengan kemiringan 45% searah lajur jalan, biar agak lebaran dikit dong jalan yg bisa dilalui….., gimana bisa dipertigaan untuk terminal bianglala?..eh kita ngomel malah galakan MEREKA!!!!!
    Trs kita hrs lewat manaaaaaa?

    Selama ini pedagang, tukang ojek, dan angkot adalah raja di pasar ciputat…
    Wibawa pemerintah dimana? Penegakan hukum kagak ada!!!! Semuanya kalah ama preman..

    Gimana kita percaya ama pemerintah, tiap tahun berjuta2 kita byr pajak.., pelayanan kagak ada, duitnya utk apaan aja? Kerjanya ngapain ajaaaa?

    GITU AJA KOK REPOT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: