Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Penyelidikan Kasus Situ Gintung Kian tidak Jelas

Posted by kinclonk pada 14 April 2009

JAKARTA– Penyelidikan kasus jebolnya Situ Gintung, Tangerang, pada Jumat (27/3) lalu, kian tidak jelas. Informasi yang beredar bahkan menyebutkan bahwa kasus itu telah dihentikan oleh kepolisian. Padahal sebelumnya, tiga satuan di Polda Metro Jaya sudah membentuk tim bersama untuk mengusut kasus yang menyebabkan lebih dari 100 orang tewas itu.

Tim itu, antara lain, Satuan Harta Benda Bangunan dan Tanah (Harda Bangta) Direktorat Reserse Kriminal Umum serta dari Satuan Tindak Pidana Korupsi dan satuan Sumber Daya dan Lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Bahkan, Satuan Tindak Pidana Korupsi sudah melayangkan surat panggilan bagi mantan pejabat dan pejabat di Kabupetan Tangerang dan Tangerang Selatan terkait adanya dugaan korupsi.

Dalam panggilan pada Jumat (3/4) itu, hanya satu orang yang sudah hadir, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tangerang Selatan, Eddy Molanda. Sementara Dedi Sutardi, kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Tangerang, serta Hermansyah, mantan kadin PU Tangerang, tidak hadir.

Beberapa pejabat yang dimintai keterangan oleh wartawan bahkan terkesan melemparkan tanggung jawabnya. Begitupun, dengan pihak kepolisian yang terkesan menutup-nutupi kasus tersebut.

Dilimpahkan ke Mabes Polri
Menanggapi masalah itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, AKBP Chrsynanda mengatakan, belum mengetahui secara pasti perkembangan kasus penyelidikan Situ Gintung. “Informasi yang saya dengar katanya kasusnya sudah dilimpahkan ke Mabes Polri,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (14/4).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, sebelum proses penyelidikan berlangsung, sebaiknya memang perlu dibentuk tim ahli, termasuk dari unsur media yang berperan sebagai pengontrol apa yang sebenarnya terjadi di Situ Gintung. Sehingga, tidak ada satu pun pihak yang merasa dipojokkan.

Ketua Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta, Slamet Daroyni, menyesalkan sikap polisi jika benar kasus Situ Gintung itu dihentikan.  Menurutnya, polisi harus menjelaskan kepada masyarakat tentang alasan tersebut. Sebab, kasus Situ Gintung secara kasat mata memang terlihat adanya unsur kelalaian yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia.

Slamet mengakui, pernah melaporkan kasus ini ke Mabes Polri beberapa waktu lalu. Namun, laporannya tidak dikabulkan. Alasannya, kasus tersebut sudah ditangani Polda Metro Jaya. Meski demikian, pihaknya masih terus mengumpulkan sejumlah barang bukti bersama tim advokasi lainnya untuk mengusut tuntas kasus jebolnya tanggul Situ Gintung ini.

Sementara itu, pihak Balai Besar Ciliwung Cisadane (BBCC) akan melakukan perbaikan tanggul yang longsor akibat tergerus air Situ Cipondoh. ”Secara teknis, kami yang akan memperbaiki tanggul Situ Cipondoh,” kata Kepala BBCC, Pitoyo Subandrio.

Pitoyo mengungkapkan, BBCC yang berdiri pada tahun 2007 sebagai balai yang mengurusi perairan termasuk 200-an Situ yang berada, mulai dari Tiga Raksa, Kabupaten Tangerang, hingga Bekasi. ”Selain memperbaiki tanggul Situ Cipondoh, kami juga akan membangun jogging track di sekeliling situ itu. Kami akan bekerja sama dengan Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang,” ungkap Wakil Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah.

Berapa dana yang akan dikucurkan untuk memperbaiki tanggul itu, Pitoyo mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui berapa persis anggaran untuk perbaikan itu. ”Kami masih mengecek berapa dana untuk perbaikan itu.  thr/c81

Republika.co.id, 14 April 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: