Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Archive for April, 2009

Pembangunan Kantor Puspem dan DPRD Butuh Dana Rp 300 M Lebih

Posted by kinclonk pada 30 April 2009

SERPONG- Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengakui kesulitan dana dalam pembangunan dua kantor pemerintahan sekaligus. Hasil Musrembang siang tadi memastikan proyek pembangunan kantor Puspem dan DPRD Kota Tangsel membutuhkan dana lebih dari Rp 300 Milliar.

“Untuk membangun kantor dewan dan puspem dana hibah dari Pemerintah Propinsi dan Kabupaten Tangerang masih kurang. Membangun kedua kantor itu membutuhkan dana lebih dari Rp 300 M,” ungkap Pejabat Walikota Tangsel M Saleh kepada wartawan usai mengelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Kota Tangsel bersama puspida setempat di Puspiptek, Serpong.

Karena itu, lanjut M Saleh, pada Musrembang tingkat Propinsi pada 5-6 Mei mendatang, Pemkot Tangsel akan mengajukan beberapa hal penting kepada Pemprop Banten diantarannya pengajuan dana pembangunan kantor Puspem berlantai delapan itu, termasuk kantor dewan, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, kendaraan pribadi para pejabat.

“Saat ini Pemkot Tangsel mengalami keterbatasan dana. Tahun depan, APBD Kota Tangsel harus lebih banyak. Karena, dana hibah, dana bagi hasil, dana pendidikan dari Pemerintah Propinsi dan Kabupaten Tangerang tidak mencukupi untuk memberdayakan atau membangun kota baru ini,” jelas M Saleh.

Menurut Shaleh, pengajuan APBD Kota Tangsel 2010 bukan karena ingin membangun semata, melainkan pada tahun depan Pemkot Tangsel menargetkan PAD (Pendapatan Anggaran Daerah) sekitar Rp 700 Milliar.”APBD 2010 sebagai modal kita untuk bisa meraih PAD tahun depan sebesar Rp 700 M, dan itu harus terwujud,” ungkap M Saleh.

Kepala Bappeda Kota Tangsel Hasdanil mengaku, Pemkot Tangsel dalam rapat Musrembang menargetkan 6 prioritas didalam perencanaan pembangunan, diantaranya pelaksanaan pemerintahan mandiri, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan masyarakat, dan menangulangi Situ Gintung.”Diluar 6 prioritas tersebut, SDM termasuk regulasi perencanaan kita juga,” ungkap Hasdanil.(iin)

Tangerangonline.com, 30 April 2009

Iklan

Posted in Tangerang Selatan | Leave a Comment »

Rumah Kontrak Korban Situ Gintung Dipungut Pajak

Posted by kinclonk pada 30 April 2009

CIPUTAT-Kendati senang mendapatkan dana bantuan kontrak rumah senilai Rp 6 juta per KK dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemerintah tetap akan melakukan pemungutan pajak sekitar 10 persen kepada 124 KK pemilik rumah kontrakan korban bencana Situ Gintung, Ciputat, Tangerang Selatan.

Artinya, dari dana Rp 6 juta yang diberikan hanya sekitar Rp 5,4 juta setiap KK yang akan diterima korban bencana untuk kontrak rumah. Menurut Pejabat Walikota Tangsel M Saleh, dari 124 kepala keluarga (KK) korban bencana Situ Gintung yang menempati barak I dan II akan diberikan uang sebesar Rp 6 juta per-KK. Uang tersebut digunakan mengkontrak rumah bagi korban bencana selama satu tahun.

“Korban bencana berhak mengkontrak rumah dimana saja, di Tangerang, Depok, Bekasi dipersilahkan. Mereka yang mendapatkan dana itu tidak hanya dibarak I dan II saja, namun yang tinggal dirumah saudaranya akan mendapatkan bantuan rumah kontrak,”ucap  Saleh.

Kendati demikian, total dana Rp 774 juta untuk mengkontrak rumah bagi 124 KK bantuan dari bantuan BNPB, akan dilakukan pemontongan pajak oleh pemerintah. Pemontongan pajak berlaku bagi korban bencana yang melakukan kontrak rumah.

“Komposisi kontrakan hanya setahun, bagaimanapun mereka (korban bencana) sebagai pemilik rumah kontrakan harus dipotong pajak sekitar 10 persen. Satu KK tidak mendapatkan Rp 6 juta melainkan hanya Rp 5,4 juta, karena pemontongan pajak tersebut,”ucapnya.

Ibnu Hasan salah seorang warga penerima bantuan rumah kontrak dari BNPB mengaku, meski senang mendapatkan bantuan itu namun dirinya kecewa dengan pemungutan pajak rumah tersebut oleh pemerintah.”Senang sih senang, tetapi kalau dipotong pajak ya sama saja kita tidak dibedakan dengan warga yang tidak kena bencana,” jelasnya. (iin)

Tangerangonline.com, 30 April 2009

Posted in Bencana Alam | Leave a Comment »

Sumpah Jabatan Berantakan, Shaleh dan Komara Bungkam

Posted by kinclonk pada 30 April 2009

PAMULANG- Pelantikan 222 pejabat baru Pemerintahan Kota Tangerang Selatan di Aula Universitas Pamulang (Unpam) berlangsung berantakan. Bahkan, sambil menunggu waktu pelantikan yang molor, puluhan pejabat berani merokok dan ngobrol di depan Pejabat Walikota Tangsel M Shaleh yang sedang berpidato.

Sebelumnya sejumlah pejabat sempat kesal karena acara pelantikan yang sejatinya digelar pukul 15.30 WIB terpaksa diundur hingga 17.15 WIB. Akibatnya, pejabat yang datang tampak kesal dengan molornya acara pelantikan.”Kapan kita dilantiknya, kok lama sekali. Dari tadi semua pejabat yang akan dilantik sudah ngumpul, mengapa pelantikan belum juga dimulai,”celetuk salah satu pejabat yang namanya engan disebutkan namanya.

Kesalnya menunggu pelantikan, sejumlah pejabat itu ngobrol bahkan merokok di ruang Aula, bahkan ketika M Shaleh datang kemudian berpidato, sejumlah pejabat tetap asyik merokok sambil ngobrol. Alhasil, pelantikan itu tampak acak-acakan.”Biarin aja, kesel kita dari tadi nungguin, enakan ngerokok dan ngobol,”tambah pria itu lagi.

Dalam pelantikan itu, dilakukan perombakan besar-besaran, anehnya lagi para pejabat yang sebelumnya telah dilantik, kembali dilantik untuk kedua kalinya. Seperti Asda I Ahadi, Asda II Ayi Ruhiyat dan Kabag Humas Pemkot Tangsel Edi Wahyu, namun posisi jabatan mereka tidak berubah. Anehnya lagi, ada pejabat yang langsung naik pangkat, salah satunya Camat Ciputat T Zulfuad yang menduduki posisi Asda III. Ketika pelantikan kelar M Shaleh maupun Sekot Tangsel Nanang Komara menolak memberikan keterangan panjang.

“Jangan menanyakan itu lagi, kalau ada yang belum jelas tanyakan saja ke sekot (Nanang Komara),”kata M. Shaleh. Sementara mantan pejabat Sekda Kabupaten Tangerang yang ingin dimintai komentarnya segera menghindar dan kembali masuk ke Aula Unpam ketika didekati wartawan. (iin)

Tangerangonline.com, 29 April 2009

Posted in Tangerang Selatan | Leave a Comment »

Tangerang Selatan Akan Tertibkan Ribuan Usaha Dagang

Posted by kinclonk pada 29 April 2009

TEMPO Interaktif, Tangerang: Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan menertibkan 2.371 usaha perdagangan yang ada di sekitar itu.

“Izin usaha dan perdagangan barangnya akan kita tinjau dan data ulang,” ujar Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Tangerang Selatan, Mursan Sobari, kepada Tempo, Rabu siang (29/4) ini.

Selain usaha perdagangan, pemerintah daerah setempat juga akan melakukan penertiban izin 83 mal, 28 pasar modern, enam pasar tradisional, 284 koperasi, dan 2.427 usaha kecil menengah. “Ini akan kita mutakhirkan lagi,” katanya.

Mursan mengatakan penertiban meliputi izin yang dimiliki para usaha perdagangan koperasi dan usaha kecil menengah. “izin akan diputihkan atas nama pemerintah kota Tangerang Selatan,” katanya.

Menurutnya, hal itu penting dilakukan sehubungan bergantinya pelayanan industri perdagangan dari Kabupaten Tangerang menjadi Kota Tangerang Selatan.

Kota Tangerang Selatan adalah salah satu kota yang lulus murni dalam pembentukan daerah otonom baru berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 dari 12 daerah yang disahkan pada 28 Oktober 2008 oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Kota baru ini terdiri atas tujuh kecamatan, yakni Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara, dan Setu.

JONIANSYAH

Tempointeraktif.com, 29 April 2009

Posted in Tangerang Selatan | Leave a Comment »

Pemkot Tangsel Minta Mobil Sampah

Posted by kinclonk pada 29 April 2009

TANGERANGNEWS-Pemkot Tangsel meminta kepada Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Tangerang selaku kabupaten induk untuk memberikan sarana kebersihan, seperti truk atau alat berat yang berada di Kota Tangsel.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangsel Eddy Adolf Nicholas Malonda sebagai kabupaten induk, Pemkab Tangerang seharusnya memberikan bantuan kepada daerah otonom baru ini karena saat ini pihaknya untuk melakukan kegiatan seperti mengangkut sampah yang ada di Tangsel masih kesulitan karena terkendala sarana dan prasarana, truk dan alat berat DKPP di Tangsel ada sekitar 40 unit.

“Kami memang tidak memungkiri permasalahan sampah di Kota Tangsel cukup pelik, tetapi kami yakin tahun 2010 ketika telah memiliki APBD sendiri, penanganan sampah akan terkendali,” terang Kabid Tata Ruang Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten ini.

Selain itu, sambung pria yang akrab disapa Malonda ini, pihaknya berencana akan mengolah sampah yang ada di Tangsel menjadi kompos sehingga tidak memerlukan keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

Sekertaris Daerah Kota Tangsel Nanang Komara yang menyatakan, untuk daerah perkotaan memang seharusnya tidak memerlukan TPS. “Di Tangsel kan banyak terdapat pengusaha, kami berencana akan mengajak untuk bekerjasama karena para pengusaha tersebut biasa mengolah sampah dengan sistem Coorporate Social Responsibility (CSR),” ungkap mantan Sekda Kabupaten Tangerang ini. Kepala DKPP Kabupaten Tangerang Herry Herianto mengaku telah memberikan bantuan sekitar 8 unit untuk Kota Tangsel. (den)

Tangerangnews.com, 29 April 2009

Posted in Sarana & Prasarana | Leave a Comment »

Pemkot Tangsel Rencanakan Bus Gratis Buat Pelajar

Posted by kinclonk pada 29 April 2009

PAMULANG- Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera meluncurkan lima unit kendaraan bus untuk mengangkut pelajar dari sejumlah sekolah secara gratis.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Dadang Sofyan mengatakan, guna menunjang jalannya pendidikan dan untuk membantu pelajar dalam transportasi. Pemkot Tangsel
menyiapkan lima unit kendaraan untuk mengangkut pelajar disejumlah titik jalan protokol yang ingin menuju sekolah maupun menjemput ketika pelajaran di sekolah tersebut telah berakhir.

“Tahun ini, lima unit bus sekolah akan meluncur di Tangsel. Pelajar tidak harus bayar, bus yang mereka tumpangi kita berikan gratis. Asal, jangan dirusakin angkutan itu,” ungkap Dadang.

Dadang mengakui, dana pembelian kelima bus sekolah tersebut berasal dari dana hibah Pemerintah Propinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, dimana dana tersebut selain membangun kantor sementara Dindik, bus sekolah merupakan salah satu acuan program Dindik kedepan. Tidak hanya itu, dari Dindik juga akan memberikan dana BOS bagi kepada masing-masing pelajar dari sejumlah sekolah dari tingkat dasar hingga menengah.”Untuk setiap murid SD akan diberikan Rp 10 ribu, sementara untuk masing pelajar tingkat menengah dan sederajat diberikan Rp 20 ribu persiswa,” tandas Dadang. (iin)

Tangerangonline.com, 29 April 2009

Posted in Transportasi | 2 Comments »

Keluarga Pejabat Banten Ramaikan Senayan

Posted by kinclonk pada 29 April 2009

SERANG — Keluarga pejabat di Provinsi Banten meramaikan Senayan setelah muncul dalam rekapitulasi pemilihan umum (Pemilu) legislatif dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Keluarga Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, misalnya, suami H Hikmat Tomet dan anak Andika Hazrumy masuk menuju Senayan.

Hikmat Tomet berhasil duduk menjadi anggota DPR-RI dari Partai Golongan Karya dengan meraih 96.446 suara dari daerah pemilihan (Dapil) II Banten Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon.

Sedangkan, Andika Hazrumy menjadi anggota DPD dengan meraih suara tertinggi yakni 760.609 suara.

Selain itu, juga Tb Iman Aryadi anak wali kota Cilegon Aat Safaat berhasil duduk di DPR-RI Dapil II dengan meraih 61.648 suara.

Kemudian, Ahmed Zeki putra Bupati Tangerang Ismet Iskandar juga masuk ke Senayan dengan meraih 54.121 dari Golkar dapil III Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.

Selanjutnya, Iti Octavia putri Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya dari Partai Demokrat dapil I Kabupaten Lebak dan Pandeglang juga lolos ke Senayan dengan meraih 100.644 suara.

Sementara itu, Irna Narulita istri Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah yang kini menjadi tersangka kasus pinjaman daerah Rp200 miliar juga berhasil menjadi anggota DPR-RI.

Irna Narulita melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Dapil I Kabupaten Lebak dan Pandeglang meraih 127.585 suara. “Kami berharap dengan lolosnya keluarga pejabat ke Senayan tentu bisa memperjuangkan anggaran pembangunan Banten,” kata Agus Supriyatna, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten. – ant/ahi

Republika.co.id, 29 April 2009

Posted in Pemilu | 1 Comment »

Peternakan Babi di Ciater Diprotes Warga

Posted by kinclonk pada 28 April 2009

SERPONG- Lokasi peternakan babi di Vila Dago Tol dikeluhkan warga Ciater, SerpongTangerang Selatan. Pasalnya, peternakan tersebut membuang limbah cair kotoran dan potongan isi perut babi dilingkungan warga. Merasa terancam diamuk massa, sejumlah penjaga peternakan babi dipersenjatai.

“Limbah kotoran babi dan potongan isi perut babi dipeternakan itu dibuang begitu saja di kali Angke yang airnya sering digunakan untuk mandi dan minum. Akibatnya warga mengalami sakit diare, karena air dari sumur warga sudah tercemar kotoran babi itu. Kita takut, kalau kotoran babi itu mengandung penyakit virus flu babi yang menyebabkan penyakit bagi warga sekitar,”keluh Ketua Rt 5, Rw 9 Ciater Serpong, Cecep Iskandar.

Menurut Cecep, peternakan babi yang dimiliki salah seorang keturunan Tionhoa yang sudah 10 tahunan beroperasi, memelihara tidak kurang 80 babi. Lokasi peternakan babi Vila Dago Tol, Serpong tersebut berjarak 200 meter dari dua Rw yakni Rw 9 dan 11, Ciater. Dinilai mengancam kesehatan, sejumlah warga yang rumahnya berdekatan dengan peternakan itu selama ini mengeluhkan peternakan babi tersebut, namun tidak ditangapi serius pemilik peternakan tersebut.

“Kita tidak ingin ekstrim meminta peternakan itu ditutup, namun sebaiknya limbah dari peternakan itu dibenahi segera. Namun ketika kita minta baik-baik untuk dibenahi, sejumlah penjaga peternakan itu malah dipersenjatai senapan angin. Bahkan, anjing pelacak disebar dipeternakan itu,” ungkap Cecep.

Terpisah Camat Serpong Daswara mengaku, keluhan warga Ciater akan limbah kotoran peternakan babi itu telah diterima pihaknya. Hanya, saja ketika akan dipertemukan antara kedua belah pihak untuk membahas persoalan tersebut, warga Ciater tidak menghadiri pertemuan tersebut, hanya pemilik dari peternakan itu yang datang ketika dipanggil pihak kecamatan Serpong. Namun, Jum’at kemarin, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Tangerang telah melakukan vaksinasi terhadap puluhan babi di peternakan tersebut.”Babi di peternakan tersebut telah dilakukan pemeriksaan. Jika nanti warga kembali protes terdapat korban akibat virus babi, kita akan menutup peternakan tersebut,” ancam Daswara.

Menangapi keluhan warga Serpong, Pjs Walikota Tangsel M Shaleh mengaku akan menyerahkan persoalan tersebut kepada dinas terkait.”Kita berharap penyebaran virus babi jangan sampai menjangkiti kesehatan warga. Limbah cair dan bekas potongan isi perut babi harus diolah dengan menggunakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) agar tidak menyebabkan bau menyengat dan membuang kotoran di kali. Saya menganjurkan Distanak untuk kembali melakukan langkah cepat untuk menyelidiki peternakan babi di Serpong itu,” aku Shaleh. (iin)

Tangerangonline.com, 28 April 2009

Posted in Lingkungan | Leave a Comment »

30 Persen Jalan Rusak di Tangsel Janjinya Akan Diperbaiki

Posted by kinclonk pada 28 April 2009

PAMULANG- Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang Selatan menargetkan akan memperbaiki jalan rusak yang kerusakannya mencapai  30 persen. Perbaikan jalan akan dilakukan secara bertahap khusus jalan kota baru itu yang asetnya belum diserahkan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Kepala Dinas PU Tangsel Adolf Nicolas menyatakan, perbaikan difokuskan jalan milik Kabupaten sepanjang 137.77 kilometer yang berada di Tangsel dimana proyek perbaikan tersebut masih berada dibawah kewenangan PU Kabupaten Tangerang. Jalan rusak tersebut semisal Jalan Victor, Setu, sepanjang 1,1 kilometer yang sedang dalam proses lelang, Jalan Serua Indah Pondok Benda Cipupat, Jalan Siliwangi, Pamulang. Sementara jalan Negara (Ciputat-Bogor) sepanjang 19,6 kilometer semisal Jalan Raya Dewi Sartika, Jalan Ir Juanda, dan Jalan Martadinata merupakan tanggung jawab pemerintah pusat. Adapun jalan propinsi sepanjang II, (Ciputat-Pamulang-Serpong) semisal Jalan Pamulang II, Jalan Serua, Jalan Pondok Kacang, dan Puspiptek Serpong kewenangan pemerintah Propinsi Banten.

“Untuk perbaikan jalan di Tangsel, kita masih mengekor Pemkab, karena program perbaikan jalan 2009 masih di Dinas PU Kabupaten Tangerang, sebelum dinas PU di Tangsel terbentuk. Namun, antara kedua dinas telah berkoordinasi untuk mempercepat perbaikan jalan rusak secara bertahap sebelum tahun 2010,” ungkap Adolf.

Menurut Adolf dari hasil pendalaman dan pengamatan Dinas PU Tangsel, sekitar 30 persen jalan di Tangsel mengalami kerusakan berat. Jalan-jalan tersebut yang sebelumnya telah diaspal maupun di beton kembali mengalami kerusakan akibat faktor hujan dan beratnya beban kendaraan berat yang melintas jalan tersebut. Karenanya, Dinas PU Tangsel menargetkan untuk membenahi jalan rusak akhir tahun ini dengan betonisasi.”Jauh-jauh hari kita menginjak disini, jalan rusak harus segera dibenahi secepatnya,”jelas Adolf. (iin)

Tangerangonline.com, 27 April 2009

Posted in Infrastruktur | 4 Comments »

Belum Ada Pembangunan Berarti

Posted by kinclonk pada 28 April 2009

TANGERANG(SI) – Sebulan pascajebolnya tanggul Situ Gintung,Cireundeu,Ciputat Timur,Tangerang Selatan, belum ada pembangunan fisik berarti di lokasi bencana yang merenggut 90 nyawa itu.

Berdasarkan pengamatan Seputar Indonesia kemarin, kondisi Situ Gintung masih seperti awal setelah” tsunami kecil” itu terjadi. Yang berubah hanya lokasi bencana yang tampak sedikit bersih dan korban sudah berada di lokasi pengungsian. Pembangunan yang berhasil dilakukan adalah membuat rumah hunian sementara bagi pengungsi dan jalan yang sebelumnya terputus kini sudah dibangun kembali.

Sementara tanggul Situ Gintung belum dilakukan perbaikan meski di sana sejumlah pekerja masih berada di lokasi jebolnya tanggul itu. Akibatnya, ketika hujan deras turun,air membawa seluruh benda yang ada di lokasi.Saat hujan deras kemarin satu unit mikrolet terbawa arus hingga 5 meter dari depan Masjid Jabalul Rochmah.

Air yang mengalir dari Situ Gintung ketika hujan masih menjadi ancaman warga sekitar karena air yang turun begitu kencang dari situ yang dibangun pada zaman kolonial Belanda itu. Kepala Sub-Perencanaan dan Pengairan Bagian Pekerjaan Umum Balai Besar Wilayah Sungai Ciluwung-Cisadane Prayitno mengatakan, pihaknya sedang melakukan pengujian untuk mengetahui kekuatan tanah sebelum fondasi untuk membuat tanggul dibangun.

”Namun, karena cuacanya seperti ini (sering hujan), kondisi tanah menjadi sulit dites,”kata Prayitno kemarin. Meski begitu, Prayitno mengatakan, pihaknya sudah selesai membuat detail engineering design (DED) pintu tanggul. Sementara itu,Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kestra Pemkot Tangerang Selatan Ahadi meminta pengukuran pembangunan tidak dari segi fisiknya saja.

”Lihatnya kesigapan kami dalam melakukan penanganan,”katanya. Soal kesehatan pengungsi,Ketua Posko Kesehatan pengungsi Situ Gintung dr Maya Mardiana mengatakan, para pengungsi sudah tidak lagi mengalami sakit seperti awal perpindahan ke Wisma Kerta Mukti. ”Justru yang sakit sekarang para relawan, dalam sehari bisa 20 relawan yang datang memeriksakan dirinya.

Umumnya mereka menderita penyakit ISPA,” katanya. Yang menjadi persoalan saat ini adalah obat-obatan yang diberikan para donatur sudah mendekati masa kedaluwarsa.Obat yang hampir kedaluwarsa adalah obat antibiotik amoxisilin. Sementara itu, sejumlah para pengungsi di Wisma Kerta Mukti I yang merupakan posko utama para pengungsi korban Situ Gintung mengaku sangat membutuhkan modal usaha.

Untuk makan dan pakaian mereka sudah banyak mendapat bantuan. ”Alhamdulillah semua sudah terpenuhi, tinggal ke depan agar kami tidak hanya menunggu bantuan sebaiknya kami mendapat uang untuk usaha,” kata Dahlia, warga RT 04/08, Cirendeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, yang menempati Wisma Kerta Mukti.

Dahlia mengatakan, uang Rp5 juta yang didapat dari Pemprov Banten masih kurang. Selain Dahlia, pengungsi lainnya juga mengatakan hal yang sama. Sekretaris Camat Ciputat Timur Gunara mengatakan,saat ini sudah banyak juga korban yang memiliki usaha di antaranya menjual beras.

”Mereka sudah ada yang buka usaha. Saya sendiri tidak tahu uang dari mana mereka.Yang jelas mereka sudah banyak juga yang buka usaha, terutama yang berada di kontrakan,” katanya. Salah satunya Nana yang mengontrak di RT 03/08.

Nana kini membuka usaha jasa fotokopi.Tidak tanggung-tanggung, Nana membeli dua mesin fotokopi yang harganya Rp15 juta per unit.”Saya beli bekas, lumayan buat ganti usaha warung internet saya yang hancur,”ujarnya. (denny irawan)

Seputar-indonesia.com, 27 April 2009

Posted in Bencana Alam | Leave a Comment »