Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Banten Berduka

Posted by kinclonk pada 28 Maret 2009

Tragedi Situ Gintung langsung menampik keprihatinan berbagai kalangan di Banten. DPRD Banten berencana akan menggelar rapat pansus pada Senin (30/3) untuk menyikapi musibah di pagi hari itu.
Wakil Ketua DPRD Banten Sadeli Karim mengatakan, tragedi Situ Gintung merupakan tragedi kemanusiaan yang harus disikapi serius karena memakan puluhan korban tewas.
“Rapat Pansus senin mendatang akan mengeluarkan rekomendasi agar pemprov menggunakan dana tak tersangka (TT) bagi korban bencana Situ Gintung,” ujar Sadeli kepada Radar Banten, tadi malam.

Dia juga menegaskan, Banten sangat berduka dengan kejadian tersebut. “Kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” tandasnya.
Kata Sadeli, mendengar bahwa Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menjanjikan bantuan Rp 5 juta bagi korban. “Kami mendukung dana TT digunakan bagi korban Situ Gintung. Dan kami berharap bantuannya dinaikkan menjadi Rp 10 juta per korban,” tandas Sadeli lagi.

Di tempat berbeda, Ketua Fraksi PKS Bambang Sudarmadji menambahkan, tragedi Situ Gintung harus menjadi pelajaran bagi pemprov. “Di Banten masih banyak situ-situ lain. Agar tidak terulang kejadian serupa pemprov harus memerhatikan keberadaan situ yang memang letaknya dekat dengan pemukiman warga,” tandasnya. Kata Bambang, fraksinya juga mendesak kepada pemprov agar segera melakukan langkah-langkah antisipasi secepatnya. “Di antaranya segera memberikan bantuan kepada korban,” pungkasnya.

Di bagian lain, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nahdian Furqon mengatakan, tragedi Situ Gintung adalah bukti kelalaian pemerintah. Sebab, tanggul tersebut sudah menunjukkan gejala jebol pada November lalu. “Saat itu ada kebocoran di tanggul. Itu terjadi karena ada keretakan tanggul. Tapi saya lupa di bagian mana,” kata Nahdian.
Namun, imbuh Nahdian, setelah penemuan kebocoran tersebut tidak ada tindak lanjut dari pemerintah. Tanggul tersebut dibiarkan tanpa perbaikan. Padahal, kata dia, kapasitas tanggul terus bertambah hingga jauh dari kapasitas maksimal ketika tanggul 1930an.
Tanggul tersebut, kata Nahdian, sudah jelas berisiko tinggi. Apalagi tak jauh dari tanggul terdapat permukiman penduduk. “Mestinya kan ada sistem informasi untuk memberitahu apabila ada musibah,” katanya.
Tragedi Situ Gintung lebih banyak disebabkan human error. “Pemerintah jelas tahu kemungkinan-kemungkinan buruk itu. Tapi mereka melakukan pembiaran dan lalai,” tegasnya. (alt/jpnn)

Radarbanten.com, 28 Maret 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: