Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Empat Situ di Tangsel Punah

Posted by kinclonk pada 23 Februari 2009

SETU – Empat situ di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) punah. Keberadaan situ-situ tersebut telah beralih fungsi menjadi tempat permukiman warga. Ada juga yang telah beralih menjadi persawahan.
Dosen Planologi Institut Teknologi Indonesia (ITI) Tangerang Kusparmadi mengatakan, di Kota Tangsel ini terdapat sembilan situ, yakni Situ Pamulang atau Tujuh Muara, di Pamulang, Situ Kedaung di Pamulang, Situ Parigi di Pondok Aren, Situ Rawa Kutub di Serpong Utara, Situ Gintung di Cirendeu Ciputat Timur, Situ Legoso di Kelurahan Cempaka Putih Ciputat Timur, Situ Rumpang di Kecamatan Ciputat, Situ Bungur di Kelurahan Pondok Ranji Kecamatan Ciputat Timur, dan Situ Antap di Ciputat.

“Dari sembilan situ yang telah kita inventarisir, empat di antaranya telah hilang keberadaannya,” kata Kusparmadi, Jumat (20/2). Dijelaskan Kusparmadi,keempat situ yang dinyatakan hilang itu masing-masing adalah Situ Legoso di Kelurahan Cempaka Putih Kecamatan Ciputat Timur, Situ Rumpang di Kecamatan Ciputat, Situ Bungur, di Kelurahan Pondok Ranji, Ciputat Timur, dan Situ Antap di Ciputat.

“Keempat situ itu keberadaannya kini sudah tak terlihat di peta bahkan tak terpantau satelit,” jelasnya. Kusparmadi mengaku prihatin dengan keberadaan situ-situ tersebut. Untuk ke depan, ia berharap agar pemerintah Kota Tangsel segera melakukan pendataan kembali situ-situ yang ada di Tangsel.

“Keberadaan situ itu amatlah penting bagi masyarakat dan ini PR bagi Pemkot Tangsel,” terangnya. Ia juga mengatakan, fungsi keberadaan situ ini sebagai penampung air dan mengantisipasi banjir. Jika situ ini berubah alih fungsi dikhawatirkan membuat sebagian wilayah Tangerang Selatan rawan banjir.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengairan Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang Yulianto mengatakan, awalnya keberadaan situ-situ itu tidak terurus. Akibatnya, terjadi pendangkalan dan oleh warga lalu dijadikan area permukiman. (ang)

Radar Banten, 21 Februari 2009

3 Tanggapan to “Empat Situ di Tangsel Punah”

  1. Edward Halimi said

    Sepanjang situ masih dimiliki secara perorangan/pribadi tentu tidak akan terjamin tetap dipertahankan sebagai situ, karena tuntunan keadaan, bisa saja pemilik merubah fungsinya sesuai dengan kebutuhan yang bersangkutan. Oleh karena itu menurut hemat saya seyogyanya situ-situ yang ada di wilayah Tangsel diupayakan dibeli/dimiliki oleh Pemkot Tangsel, sehingga selain dapat dipertahankan fungsinya sebagai situ, juga dapat dirawat secara teratur ( EDWARD HALIMI, Bukit Nusa Indah, Sarua-Ciputat)

  2. Perlunya dalam jajaran Birokrasi para Ahli Tata Kota, kalau tidak celaka generasi selanjutnya.

  3. acep junaedy said

    saya juga turut prihatin atas punahnya beberapa situ di wilayah Tangsel khususnya situ legoso kel. Cempaka Putih, Ciputat Timur, karena kebetulan situ Legoso adalah tempat bermain saya di masa kecil.
    Harus ada tindakan yang tegas dari Pemkot Tangsel melihat masih banyaknya pembangunan yang dilakukan masyarakat di sekitar situ legoso paling tidak mempertahankan jumlah luas situ yang tersisa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: