Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

18.055 Gakin Batal Dapat BLT

Posted by kinclonk pada 11 Februari 2009

CIPUTAT – Sebanyak 18.055 keluarga miskin (gakin) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun ini batal mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT).
Kepala Kantor Pos Ciputat Joniar Sinaga mengatakan, dihentikannya penyaluran BLT bagi ribuan rumah tangga sasaran (RTS) di daerah otonom baru itu dikarenakan terkait turunnya harga BBM sebanyak tiga kali, yang secara otomatis bantuan sebagai kompensasi kenaikan harga BBM bagi masyarakat miskin otomatis dihapuskan pemerintah pusat.
“Keputusan ini adalah wewenang pemerintah pusat. Sehingga, dana BLT itu akan dialihkan pemerintah ke program lain yang lebih konkret,” ucap Joniar, Senin (9/2).

Terhentinya penyaluran BLT, pemerintah mengeluarkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan adanya program KUR ini lebih efektif dan diyakini dapat meningkatkan perekonomian warga miskin.
“Mungkin dengan adanya program KUR itu dirasa pemerintah lebih tepat sasaran daripada penyaluran BLT. Sebab, dengan adanya KUR masyarakat bisa mandiri berwirausaha,” katanya. Kata dia, ribuan warga Kota Tangsel yang menerima dana BLT itu tersebar di 32 kelurahan di empat kecamatan di Kota Tangsel, yakni Kecamatan Ciputat, Pamulang, Ciputat Timur, dan Pondok Aren. Pada pendistribusian BLT tahap kedua, RTS mendapatkan bantuan sebesar Rp 400 ribu. Dana itu diberikan selama empat bulan.
“Mereka terakhir mendapatkan dana BLT tahap kedua pertengahan September tahun lalu, sedangkan untuk tahun 2009 tidak ada lagi,” tegasnya.

Pada bagian lain, Camat Pamulang Toto Sudarto mendukung adanya program KUR yang dicanangkan pemerintah. “Dengan adanya program itu masyarakat dididik mandiri, tidak tergantung dengan bantuan dari pemerintah lagi,” terangnya.
Senada juga diutarakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Arif Wahyudi. Ia mengatakan, pendistribusian BLT memang banyak dikritik sejumlah kalangan. Karena, program ini merupakan program pengentasan kemiskinan yang sifatnya pendek sekali dan tidak ada nuansa masyarakat untuk berupaya. Bahkan, dana BLT cenderung untuk konsumsi sendiri bukan untuk berusaha.
“Dengan adanya program KUR diharapkan dapat merangsang masyarakat miskin untuk berusaha. Sehingga, insentif ini bisa bergulir dalam putaran ekonomi yang lebih panjang,” katanya. (ang)

Radar Banten, 10 Februari 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: