Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

DBD di Pamulang Terus Meningkat

Posted by kinclonk pada 9 Februari 2009

PAMULANG – Jumlah warga yang menderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan terus meningkat.
Hingga Jumat (6/2), jumlah penderita penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti ini sebanyak 12 kasus yang tercatat di Puskesmas Pamulang. Kepala Puskesmas Pamulang drg Unna Ramadhona mengatakan, dari 12 kasus saat ini sebanyak delapan orang masih dirawat di ruang rawat inap Puskesmas Pamulang. Dari 12 kasus itu sebanyak delapan orang positif DBD sedangkan sisanya masih suspect.
Umumnya, jumlah penderita kasus ini di Kecamatan Pamulang adalah orang-orang dewasa. “Sebenarnya jumlah itu banyak, tapi yang melapor hanya segitu. Sisanya tidak terpantau kami. Sedangkan yang delapan orang masih dilakukan penanganan secara intensif di Puskesmas ini,” terang Unna ketika ditemui di kantornya, Jumat (6/2).

Menurut Unna, pada bulan Januari lalu sebanyak 43 warga yang menderita DBD. Bahkan, sebanyak tiga orang dirujuk ke RSUD Tangerang. Melonjaknya kasus ini terjadi karena musim hujan yang silih berganti dengan musim panas, sehingga mengakibatkan berkembangbiaknya jentik-jentik nyamuk.
“Biasanya musim seperti ini jentik-jentik nyamuk mudah berkembang biak, akibatnya jumlah penyakit ini makin meningkat,” paparnya.
Unna menuturkan, peningkatan jumlah kasus ini terjadi juga karena masih minimnya kesadaran masyarakat terkait pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Apalagi, di Kecamatan Pamulang ini banyak daerah yang menjadi endemis DBD. Di antaranya, Kelurahan Pamulang Barat, Pamulang Timur, Pondok Benda, Benda Baru, dan Bambu Apus.

“Di sini daerah endemis cukup banyak, makanya masyarakat juga harus rajin menjaga kebersihan lingkungannya,” terang Unna.Dikatakan Unna, untuk mengatasi penyakit DBD melalui program fogging atau penyemprotan bukan sebuah penyelesaian. Seharusnya saat musim hujan seperti ini program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang harus diutamakan. Jadi, kalau lingkungan tidak terjaga dengan baik akan menjadi sia-sia.
“Apalagi saat musim hujan seperti dilakukan fogging ini akan percuma, karena obat-obat bekas fogging akan menjadi luntur, jentik nyamuk malah tambah berkembangbiak,” jelasnya.

Sementara itu, di Kecamatan Setu jumlah penderita DBD juga cenderung menurun. Namun,pihak puskesmas belum mendata secara keseluruhan. “Kalau tahun 2008 lalu, jumlah kasus DBD sebanyak 16 orang, 13 orang di antaranya suspect sedangkan sisanya positif DBD,” ujar Kepala Puskesmas Kecamatan Setu dr Dahlia Nadeak. (ang)

Radar Banten, 7 Februari 2009

5 Tanggapan to “DBD di Pamulang Terus Meningkat”

  1. sato Ichi said

    Hanya kepingin tau saja. Apakah penyemprotan dibiayai oleh pemda atau warga setempat? Pantasnya sih pemda ya, untuk kepentingan masyarakat kan pemerintah yang bertanggung jawab, Rakyat membayar pajak lho pak.
    Mohon balasan dan penjelasannya..

  2. sato Ichi said

    sehubungan dengan pertanyaan kami diatas,kok belum ada jang memberikan informasi? terima kasih apabila ada yang bisa menjawabnya.Jangan menghapapkan ada yang melapor pak, seharusnya info dari RS kan ada.

  3. aang said

    uangnya disikat ma pejabat daerah keknya.
    buat ngenyangin perut mereka dengan uang2 haram.
    hihihi

  4. faiz said

    kasus DBD di wilayah tangsel memang terhitung besar, hal ini saya ketahui dari pengalaman belajar lapangan di wilayah Cipayung – Ciputat.

  5. ronal said

    Dengan Hormat.
    Saya Ronalia Brata warga Tangerang Selatan yang beralamat :
    Komp. Depag Blok VII No E6 Rt.oo4/RW07 Bambu Apus Tangerang Selatan
    Saya ingin mengadukan bahwa warga lingkungan saya khususnya RT 004/07 banyak sekali yang terkena wabah Demam Berdarah
    Sampai dengan bulan ini sudah lebih dari 11 orang yang terkena demam berdarah,
    Mohon bantuan bapak/ibu untuk meneruskan masalah ini ke Dinas terkait, agar
    Kiranya korban Demam Berdarah di Lingkungan kami tidak bertambah dan tidak menjadi Lingkungan Endemik Demam Berdarah,
    Dan agar masalah ini dengan segera dapat teratasi
    Atas perhatian Bapak/Ibu saya Ucapkan Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: