Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Pembangunan Tangsel Terhambat

Posted by kinclonk pada 3 Februari 2009

PAMULANG – Rencana Penjabat Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) HM Shaleh MT untuk mengundang para ahli dan cendekiawan, tampaknya bakal percuma. Sebab, sejumlah kalangan justru mengkhawatirkan pembangunan di kota otonom baru ini bakal terhambat, jika tidak terjalin hubungan harmomis dengan Pemkab Tangerang. Pengamat Sosial Politik Univeristas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Ciputat Aminurdin mengatakan, setiap daerah baru pemekaran seharusnya melakukan kerja sama dengam pemerintah induk.

Jika tidak dilakukan hubungan kerja sama dan koordinasi yang baik, maka ini akan menghambat jalannya roda pemerintahan yang ujung-ujungnya akan berdampak kepada rakyat. “Memang setiap kali adanya daerah pemekaran selalu diwarnai pada perebutan kekuasaan. Tentunya ada yang kalah dan ada yang menang. Sehingga, pihak yang merasa kalah tentunya akan merasa sakit hati,” jelas Dekan UIN ini, ketika dihubungi telepon genggamnya, Senin (2/2) siang.

Amin berharap, bagi yang merasa kalah dapat berbesar hati untuk menerima kekalahan itu. Karena, tujuan pemekaran daerah itu adalah bermuara untuk peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
“Bagi yang kalah sebaiknya legowo. Jangan dibiarkan masalah ini berlarut-larut. Langkah ke depan tentunya keduanya harus melakukan koordinasi untuk bersama-sama membangun kota baru ini,” katanya. Ia menilai, Penjabat Walikota Tangsel sudah selayaknya melakukan koordiansi dengan kabupaten induk dan menciptakan hubungan harmonis, sebelum kota ini menjadi mandiri.
“Ini adalah sudah menjadi kewajiban bagi daerah otonom baru berdiri untuk menjalin koordinasi dengan daerah induk, apalagi di saat masa transisi seperti ini,” katanya. Dalam kesempatan itu, Amin mengimbau kepada seluruh aparatur pemerintahan yang ada di Tangsel mulai dari camat hingga lurah loyal mendukung hasil keputusan dari Mendagri yang menetapkan HM Shaleh sebagai Penjabat Walikota Tangsel.

Senada juga diutarakan Ketua Presidium Pembentukan Kota Tangerang Selatan Zarkazih Noor. Pihaknya juga mengkhawatirkan jika persoalan ini dibiarkan berlarut-larut akan menghambat laju pembangunan di daerah ke delapan Provinsi Banten ini. Zakarsih meminta kepada Pemkab Tange-rang agar segera membuka diri, sehingga pembangunan di Kota Tangsel dapat berjalan dengan maksimal. “Sebab jika Penjabat Tangsel berkoordinasi dengan Pemprov saja tak akan maksimal. Jadi, perlu dukungan dari Pemkab Tangerang,” jelasnya. (ang)

Radar Banten, 3 Februari 2009

Satu Tanggapan to “Pembangunan Tangsel Terhambat”

  1. sato Ichi said

    jadi saya ingat pepatah orang jepun bahwa: Chikyu ga mawatte ori, jidai mo kawatte utsuri (Dunia selalu berputar zamanpun akan berubah pula). Kita hidup itu tidaklah langgeng makanya harus berusaha selama kita masih bisa berbuat baik, berbuatlah sebelum terlambat termakan zaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: