Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Menggantung Harapan di Kota Baru

Posted by kinclonk pada 31 Januari 2009

Kota Tangerang Selatan sudah resmi terbentuk pada 29 Oktober 2008. Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan sudah ditunjuk. Mengapa banyak warga yang berada di wilayah Tangerang Selatan bersukacita menyambut kelahiran kota baru ini?

Salah satu jawabannya adalah soal pelayanan publik. Selama ini masyarakat yang tinggal di Ciputat, Pamulang, Pondok Aren, Serpong dan Setu, yang akan mengurus keperluan yang ada kaitan dengan pemerintah daerah, harus ke Tigaraksa, ibu kota Kabupaten Tangerang. Jarak ke Tigaraksa antara 30 km dan 50 km dengan jarak tempuh 1-2 jam. Sungguh tidak efektif dan tidak efisien.

Selain itu, banyak persoalan perkotaan yang dihadapi masyarakat Tangerang yang tinggal di pinggiran Jakarta, yang terkatung-katung. Ambil contoh, jalan rusak. Berapa lama warga Ciputat, Pamulang, Pondok Aren, Serpong dan Setu harus menunggu jalan di tempat tinggal mereka diperbaiki? Pejabat Pemerintah Kabupaten Tangerang yang berkantor di Tigaraksa mungkin tak sempat menengok jalan rusak di kawasan perbatasan Jakarta itu.

Bupati Tangerang Ismet Iskandar mengakui tidak mudah mengelola wilayah Kabupaten Tangerang yang memiliki luas 1.111 km2 atau dua kali luas Provinsi DKI Jakarta. Dari Kronjo, Kresek dan Cisoka di perbatasan Serang sampai Ciputat dan Pamulang di perbatasan Jakarta. Saat ini jumlah penduduk Kabupaten Tangerang tercatat 3,5 juta jiwa di 26 kecamatan dan 320 desa/kelurahan.

Kota Tangerang Selatan seluas 210,49 km2 atau sepertiga luas Jakata, saat ini memiliki jumlah penduduk 966.037 jiwa (data tahun 2008 ) yang meliputi Kecamatan Ciputat (dan pemekarannya, Kecamatan Ciputat Timur), Kecamatan Serpong (dan pemekarannya, Kecamatan Serpong Utara), Kecamatan Pamulang, Pondok Aren, dan Setu.

Karakteristik Kota Tangerang Selatan akan lebih bernuansa kota mengingat sebagian besar penduduk kota ini tinggal di kawasan kompleks perumahan. Sebagian besar mereka bekerja di Jakarta.

Ibu Kota pemerintahan Kota Tangerang Selatan sudah ditetapkan yaitu di Ciputat. Kantor Kewedanan Ciputat seluas 2 hektar (dan akan ditambah menjadi 4 hektar) saat ini sedang direnovasi dan dijadikan kantor Wali Kota Tangerang Selatan. Jalan Raya Ciater akan diperlebar dan bakal menjadi salah satu ruas jalan utama di kota ini, yang menghubungkan Ciputat dan Pamulang ke wilayah Serpong dan mulut Jalan Tol BSD-Jakarta.

Pengamatan Kompas, saat ini sebagian jalan raya ke arah calon kantor pemerintahan Kota Tangerang Selatan sudah dibeton, tetapi sebagian lagi masih rusak bergelombang.

Jumlah penduduk Ciputat dan Pamulang saja jika digabung sedah sekitar 500.000 orang. Sementara penduduk di Kecamatan Serpong dan Serpong Utara, serta Pondok Aren terus bertambah dengan pendatang yang menempati rumah baru.

Posisi Kota Tangerang Selatan sangat Strategis karena mudah dijangkau melalui Jalan Tol BSD-Pondok Indah-TB Simatupang (JORR 2) yang langsung terhubung dengan Jalan Tol Jagorawi dan Jalan Tol Cikampek. Kota ini juga dapat dijangkau dari Jalan Tol Tangerang-Jakarta, terutama setelah gerbang tol di Km 15,5 langsung menembus ke wilayah perumahan Alam Sutera dan menyambung ke Jalan Raya Serpong.

Jika Jalan Tol Cimanggis-Cinere dan Jalan Tol Cinere-Serpong selesai dibangun, akses ke kota ini akan semakin cepat dan mudah. Bahkan jika Jalan Tol Serpong-Bandara Soekarno Hatta juga dibangun, akses warga Tangerang Selatan ke bandarapun hanya dalam hitungan menit.

Selain berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, Kota Tangerang Selatan juga berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat (Kota Depok dan Kabupaten Bogor).

Fasilitas apa yang dimiliki Kota Tangerang Selatan? Melihat cukup banyak pengembang besar membangun kawasan pemukiman di wilayah ini, kota ini memiliki kawasan yang tertata rapih seperti BSD City, Bintaro Jaya dan Alam Sutera berikut fasilitasnya.

Aktivitas ekonomi tetap hidup, mulai dari Pasar Modern BSD CIty (Pasar tradisional yang bersih dan nyaman) sampai pusat perbelanjaan Bintaro Plaza, BSD Plaza, ITC BSD, WTC Matahari Serpong, dan Pamulang Square. Di sepanjang Jalan Raya Serpong bertebaran tempat makan, dari masakan daerah sampai internasional.

Kota Tangerang Selatan juga dapat dijangkau melalui jalur KRL Jakarta-Serpong. Stasiun Serpong dan Rawabuntu selalu penuh membawa penumpang komuter dari wilayah sekitar ini. PT. Pembangunan Jaya akan membangun stasiun baru di Jurangmangu (dekat Bintaro Sektor IX) dan menyediakan gerbong eksekutif untuk memenuhi kebutuhan kelas menengah Bintaro yang bekerja di Jakarta.

Bus penghubung bus transjakarta (feeder bus) yang melayani warga Bintaro (dengan Trans Bintaro) dan BSD (dengan Trans BSD) memberi akses mudah dan cepat bagi warga Tangerang Selatan ke Jakarta, dan sebaliknya.

Aktivitas pendidikan juga akan semakin bergairah karena di kota ini sudah berdiri sekolah-sekolah seperti Al Azhar, St Ursula, Stella Maris, Ora Et Labora, Cikal Harapan, serta perguruan tinggi Swiss German University.

Tangerang Selatan juga akan memiliki stadion olahraga seluas 20 hektar di Cisauk, Serpong. Kementrian Olahraga ikut terlibat dalam pembangunan stadion olah raga berkelas internasional ini.

Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang yang mencapai Rp. 180 miliar separuhnya berasal dari wilayah ini. Setidaknya Tangerang Selatan memiliki modal pertama dari PAD senilai Rp. 90 miliar untuk memulai roda pemerintahan.

Saat ini di Serpong sudah beroperasi kantor Samsat dan Kantor Pelayanan Pajak . Dalam dua tahun ke depan dibangun pula kantor baru Wali Kota Tangerang Selatan, markas kodim, kejaksaan negeri, pengadilan negeri dan kantor pendukung lainnya.

Dan yang juga bakal sibuk adalah partai-partai politik yang menyiapkan para kadernya duduk di DPRD dan tentu ikut dalam pemilihan kepala daerah langsung Tangerang Selatan pada tahun 2011.

Pejabat sementara Wali Kota Tangerang Selatan, M Shaleh, bertugas mempersiapkan agar kota ini betul-betul siap sebagai kota otonom baru di Provinsi Banten. Persoalannya apakah pejabat sementara Wali Kota Tangerang Selatan ini mampu berkoordinasi dengan pejabat-pejabat di Kabupaten Tangerang beserta para camat dan lurah?

Kita berharap koordinasi antar pengelola kota tetap terjaga, dan pejabat lebih mengutamakan kepentingan publik ketimbang kepentingan golongan dan kelompok. Rakyat menggantung dan menaruh harapan kepada Kota Baru, Kota Tangerang Selatan.
(Robert Adhi KSP)

Koran Kompas, 30 Januari 2009

3 Tanggapan to “Menggantung Harapan di Kota Baru”

  1. baik

  2. Tangerang Selatan juga akan memiliki stadion olahraga seluas 20 hektar di Cisauk?. Seingetku Tangerang Selatan hanya meliputi Ciputat, Pamulang, Pondok Aren, Serpong dan Setu. (Tidak termasuk Cisauk), atau Cisauk sudah masuk Tangerang Selatan?.

  3. agung_skipper said

    kisah usang tikus-tikus kantor….
    jangan sampe temen2 mahasiswa memberi anda cap seperti itu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: