Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Penjabat Walikota Dilantik (Para Camat di Tangsel dan Bupati Tangerang Tidak Hadir)

Posted by kinclonk pada 25 Januari 2009

SERANG, KOMPAS – Menteri Dalam Negeri Mardiyanto melantik Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan M Shaleh di Aula Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Sabtu (24/1). Acara pelantikan tidak dihadiri Bupati Tangerang Ismet Iskandar dan jajaran pejabat di Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Bahkan tujuh camat yang wilayah mereka masuk wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) juga tak tampak hadir. Menurut sumber Kompas, mereka tidak hadir dalam pelantikan tersebut karena kecewa. Sejumlah pejabat menghendaki penjabat wali kota Tangsel berasal dari Kabupaten Tangerang, daerah induk yang dimekarkan di bagian tenggara menjadi Tangsel.

Bahkan, sejumlah warga Tangsel mengharapkan Mendagri tidak memaksakan mengisi penjabat wali kota Tangsel bila tidak ada orang yang layak. “Perlu ada penjabat alternatif,” kata Hidayat, penggagas berdirinya Tangsel, beberapa waktu lalu.

Penjabat dari Kabupaten Tangerang yang hadir dalam pelantikan itu adalah Wakil Bupati Tangerang Rano Karno dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Nanang Komara.

Dalam sambutannya, Mardiyanto mengatakan, sebagai daerah otonomi baru, Kota Tangsel memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan DKI Jakarta.

Tangsel merupakan daerah penyangga yang mengalami kemajuan pesat sehingga layak dimekarkan. Selain itu, Tangsel juga memiliki banyak potensi daerah yang bisa dikembangkan untuk menyejahterakan masyarakat, terutama potensi di bidang oerdagangan, jasa dan pariwisata.

Mendagri mengingatkan Pemkot Tangsel agar serius dalam menggali potensi daerah . “Jangan sampai membebani masyarakat dengan meminta retribusi-retribusi,” katanya.

Orang “dekat”

M Shaleh adalah salah satu pejabat Pemerintah Provinsi Banten yang dikenal sebagai “orang dekat” Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Selama berkarier di Pemprov Banten, dia baru menjabat kepala dinas selama lebih kurang tiga tahun. Sejak tahun 2006, M Shaleh ditugaskan sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, yang kemudian berubah menjadi Dinas Bina Marga dan Tata Ruang.

Selain itu, Shaleh juga tak memiliki latar belakang pendidikan ilmu pemerintahan. Ia berlatar pendidikan teknik. Padahal, tugas penjabat wali kota adalah menyiapkan susunan pemerintahan yang disebut Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK), sekaligus menetapkan pejabat yang akan mengisinya. Selain itu, penjabat juga bertugas melaksanakan pemilihan kepala daerah untuk memilih wali kota dan wakil wali kota definitif.

Meski demikian, Mendagri menegaskan, pemilihan Shaleh sebagai penjabat wali kota sudah sesuai dengan ketentuan. “Alasannya normatif saja, syarat administratif sudah memenuhi dan memiliki wawasan luas akan daerah yang akan dipimpinnya,” ujar Mendagri seusai pelantikan.

Secara terpisah, M Shaleh menyebutkan, program pertama yang akan dikerjakan adalah menginventarisasi infrastruktur jalan. Sementara SOTK Pemkot Tangsel masih dalam kajian.

Siap hadapi tekanan

Ia juga menegaskan siap menghadapi tekanan dari daerah induk, yakni Pemkab Tangerang. “Kalau ada hambatan, saya akan lapor ke atasan, dalam hal ini Gubernur dan Mendagri, tetapi tetap berkoordinasi dengan kabupaten induk,” katanya.

Kota Tangsel terdiri dari tujuh kecamatan, yakni Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Setu, Serpong dan Serpong Utara. Daerah otonom baru dengan luas wilayah 148,19 kilometer persegi itu memiliki penduduk lebih dari 918.783 orang. (NTA/NAS)

Koran Kompas, 25 Januari 2009

18 Tanggapan to “Penjabat Walikota Dilantik (Para Camat di Tangsel dan Bupati Tangerang Tidak Hadir)”

  1. Heni said

    Sungguh aneh kelakuan para pejabat ini.

    Dulu wilayah yang sekarang jadi Tangerang Selatan adalah wilayah “anak tiri” yang minim perhatian baik dari Pemprov Banten maupun Pemkab Tangerang. Prasarana jalan yang dibiarkan rusak bertahun-tahun, sampah dimana-mana.
    Tapi anehnya sekarang wilayah Tangsel telah menjadi ajang rebutan antara Pemprov Banten vs Pemkab Tangerang.

  2. satochid said

    1. Pertama-tanaa saya ucapkan selamat dan masyarakat mengharaapkan banyak perubahan antara lain perbaikan pelayanan publik, daerah resapan , situ dan banjir, UU tentang RT/RW dll.

    2. menurut syaa sih keputusan itu syah2 saja. Janganlah berbuat sepertinya pada ngambek. Apa maunya Hidayat yang anda pilih?. Usul sih boleh2 saja. silahkan tapi berlakulah seperti seorang pimpinan yang berpikir positif.

    2. usul saya agar segera kode posnya ditata ulang supaya jangan rancu seperti sekarang ini.

  3. Rustam said

    Hehe Tangsel…

    Dulu dibuang sekarang jadi rebutan

  4. pia said

    Bukanya kita sebaknya berpikiran positif dahulu?!, So… kita lihat kinerja pak Saleh (cuma 1tahun khan?!)aja dulu.Kalo nga perform pilkada nanti ngga usah dipilih. (Gitu aja kok repot!)

  5. 1.Sangat prihatin dgn kondisi hubungan pemerintahan antara Pemkab.Tangerang dan Pemprov Banten lebih-lebih saat ini pasca terbentuknya Kota Tangerang Selatan,disini diperlukan sikap kenegarawanan dan tentunya etika pemerintahan dalam kontek NKRI harus dijadikan dasar pijakan hubungan kerja semua pihak secara komunikatif melalui koordinasi,konsultasi dan selalu duduk bareng satu meja dalam memecahkan kebuntuan dan segala permasalahan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat,sebab Bos nya aparatur pemerintahan itu adalah Rakyat,aparatur sebagai pelayan dan pekerja melalui penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang semata-mata untuk kepentingan masyarakat,khusus untuk aparatur pemerintah posisinya akan tetap sebagai pelayan dan pekerja untuk Rakyat siapapun secara politis yang menjadi pimpinannya disetiap hilarki baik itu,Bupati/Wali Kota,Gubernur dan Presiden,jadilah aparatur yang profesional,amanah.
    2.Semua element masy tidak terkecuali aparatur yang ada diwilayah Tangerang Selatan baik itu Camat,Desa/Kelurahan dgn seluruh perangkatnya harus mendukung keputusan pemerintah pusat yang telah menetapkan,melantik Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan, Ir.HM.Shaleh,MT sekaligus meresmikan pembentukan Kota Tangerang Selatan,jangan bersikap keliru seperti ” memboikot” atau “memberontak” atas suatu keputusan Pemerintah,itu bukan ranah aparatur,sudah politis,keliru dan justru merugikan diri sendiri,mari kita perkokoh kerukunan,persatuan dan kebersamaan sebagai modal dasar percepatan pembangunan Kota Tangerang Selatan, yang selama ini potensi keuangan daerahnya tinggi,namun daerah dan masyarakatnya dimarginalkan,dianak tirikan,tidak diperhatikan,selama ini Kebutuhan dasar Insfrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan ???

  6. adi said

    aduh,, ajang rebutan itu biasa,, asal ngga berdampak pada pembangunan Kota Tangerang Selatan itu sendiri,, yang penting adem2 aja deh,, tapi saya tetep heran memangnya ga ada pejabat di kabupaten tangerang yang memenuhi syarat menjadi PJ walikota? selamat menjabat kepada walikota baru..

  7. budi usman said

    selamat kpd atut dan kroninya atas kesuksesan kembali mendudukan “kader” terbaiknya di Tangsel,smoga kinerja Walikota bisa lebih baik dari bupati tng dan Gubernur Banten yang hanya jd alat kepentingan oramg2 serang saja…,jangan lupa kpd gubernur atut utk tidak kapok keluar rejeki dan duit utk mencalonkan iparnya airin di tangsel,biar rakyat tangsel ikut jg ngerasain rejeki sama2…,siap2 camat lurah jd alat politisasi kelompok2 tertentu……

  8. budi usman said

    hidup shaleh semoga anda benar2 jd walikota yg amanah dan tidak jd kolaborator pemborong….

  9. zonatangerang said

    Lucu melihat sang Bupati yang lagi ngambek….Kalau kata orang Tangsel “Salah Dewek” selama dia jadi kita gak pernah diperhatiin….skrang baru jerit-jerit minta bangku untuk dia….anehnya yang diributin bangku untuk “Proyek” kerajaaan Ismet.

    Hiduplah Ismet dan anak-anaknya yang selalu menguasai proyek di Tangerang…masih hangat tuh Tower bersama, masak investor cuma bisa meletakan batu pertama…bis itu uangnya tetap minta ama APBD lewat babehnya….huakakakakakakakakakakaka….dasar….Ingat Kerusakan Bukan pada Ismetnya, tapi otaknya…jadi lebih baik elite-elite di Kabupaten urusi saja Kabupaten biar bener..kalo dah bener baru ngurusi wilayah lain….OK………trims

  10. satochid said

    Ini namanya otonomi daerah yang tidak afdol. siapapun yang menjabat sebaiknya saat ini kita terima, transisi perlu orang2 yang mengerti seluk beluk tatanan dipusat. kalau ngambek itu namanya bukan pemimpin yang sejati.

  11. Simatupang, David said

    Buat calon-calon walikota dari Kab Tangerang, ga usah kecewa dan putus asa. Pilihan rakyat adalah yang lebih terhormat (menurut saya pribadi). So, siap-siap aja bertarung di pemilu 2010. Itupun kalau merasa mampu dan siap jadi Walikota.
    Saya selaku warga Ciputat, selama ini lebih banyak kecewa-nya dengan kondisi dan keadaan Ciputat.
    Semoga dengan dilantiknya walikota Tangsel yang baru akan memberi harapan yang lebih baik buat warga Tangerang Selatan khususnya warga Ciputat yang selama ini selalu terpinggirkan.
    Berikan kami kebanggaan baru bahwa kami warga Tangerang Selatan.

    Saya ada pertanyaan, kapan bisa dibangun Terminal Ciputat? Thanks.

  12. anggriyan setyono said

    wah, saya keberatan dengan kalimat “Selain itu, Shaleh juga tak memiliki latar belakang pendidikan ilmu pemerintahan. Ia berlatar pendidikan teknik. Padahal, tugas penjabat wali kota adalah menyiapkan susunan pemerintahan yang disebut Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK), sekaligus menetapkan pejabat yang akan mengisinya. Selain itu, penjabat juga bertugas melaksanakan pemilihan kepala daerah untuk memilih wali kota dan wakil wali kota definitif.”

    saya orang teknik dan memangnya orang teknik tidak bisa memerintah? salah besar itu jika orang teknik tidak bisa memerintah. Buktinya, bupati gorontalo, fadel muhammad, orang teknik tuh. Dia berhasil memajukan daerahnya.
    Ke depan, orang-orang teknik akan mengambil banyak posisi penting di pemerintahan karena kemampuan analisis dan kapabilitasnya.

  13. yang ngambek, berarti tidak ikhlas atas pemberian/rizki yg telah diterimanya, karena apapun rencana/harapan itu adalah pemberian yang maha kuasa. jadi yang ngambek tentang jabatan itu jiwanya ‘rakus’ / ‘serakah’. saya berharap kandidat yg tak terpilih tidak setres. mungkin lain waktu dipilihnya bila anda lebih layak.

  14. Asep said

    Selamat atas terpilihnya penjabat walikota tangsel. Semoga kebijakan beliau lebih berpihak kepada kepentingan rakyat kota tangsel dan tidak hanya memikirkan kepentingan diri pribadi dan golongan.

    Kepada yang kontra atas pemilihan ini, marilah berbesar hati. Toh segala kebijakan penjabat walikota akan ada kontrol dari masyarakat.
    Apabila bersalah, pasti ada ganjarannya. Kan sekarang sudah ada KPK. Berani macem2 tanggung sendiri akibatnya

    warga Bintaro

  15. udah gak usah diributin,kita tunggu aja pilkada walikota tangsel nanti, siapa yang kapabel dan diterima di hati rakyat tangsel,apa pilih calon yang sok bersih atawa pilih yg duitnya banyak,tebar pesona atawa pilih yg bagi2 vocer apbd banten lewat dinsos atawa karang taruna.terserah aje deh……gw yakin yang jd walikota nanti adalah sosok yang gak banyak omong tapi yang udah terbuktin ga munafik!!!jd pilih bukti bukan janji.selamat pd bupati ismet dkk atas kerja kerasnya n gubernur atut n knroninya atas terwujudnya tangsel….

  16. Heni said

    Tenang Bapak”…
    Saya yakin Bapak” semua sangat peduli dengan Tangsel. Mari kita dukung kerja pejabat walikota yang skrng ini telah terpilih. Sebagai warga tangsel kita hanya bisa berharap kota kita akan semakin baik tidak seperti yang sekarang ini.

    Saya sangat setuju dengan komentar Bapak H. Ayi Ruhiyat di atas. Mari kita tetap menjaga kerukunan,persatuan dan kebersamaan sebagai modal dasar percepatan pembangunan Kota Tangerang Selatan

  17. ….introspeksi buat warga propinsi banten !!,prestasi propinsi banten kita telah sama-sama makfum,sejak jadi propinsi hingga kini….,image>>>propinsi preman,..lihat hasil kerja aparat pemda, dprd, juga kit-kita warganya. Warganya tidak peduli, aparatnya miskin integritas, jadi wajar memang tangsel keluar dari situasiyang bododh dan rendah .Lahirnya tangerang selatan..mustinya berangkat dr situasi itu, 90 % warga tangsel adalah pendatang dan 50 % lebih menggantungkan nasibnya di propinsi tetangga.Itu artinya sebagian besar PAD tangsel akan berasal dr TKT (tangsel).
    Kita lihat langkah-langkah pak shaleh, …apa hanya ingin meng-instal program yang penuh virus itu atau memberikan penyegaran.Selamat buat pak shaleh,…..mudah-mudahan .salam

  18. Warga BSD said

    Semoga bisa AMANAH ya pejabat kita.Apalagi ini habis lebaran jadi perbaiki hati, jaga sholatnya,banyak sedekah,mau melayani rakyatnya,bisa mencontoh Rasululloh dan para sahabatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: