Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Warga Tangsel Berharap Muncul Calon Alternatif (Berebut Jabatan)

Posted by kinclonk pada 19 Januari 2009

TANGERANG, KOMPAS- Indikasi perebutan jabatan untuk mengisi kursi penjabat Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memprihatinkan warga setempat. Warga Tangsel menilai Bupati Tangerang Ismet Iskandar dan Gubernur Banten Atut Chosiyah sama-sama berupaya “menancapkan kukunya” di Tangsel.

Daripada ribut-ribut, warga mengharapkan muncul calon alternatif bagi penjabat Wali Kota Tangsel. Calon alternatif bisa pegawai negeri sipil dari Departemen Dalam Negeri.

“Biar pemerintah pusat yang menunjuk calon alternatif itu, tetapi ia harus tinggal di Tangsel agar tahu masalah di sini,” kata Hidayat, penggagas terbentuknya Cipasera (embrio dari Kota Tangsel), Minggu (18/1).

Basuki Raharja, warga Tangsel yang menjadi penggiat berdirinya Kota Tangsel, berpikir lebih ke depan. “Perlu sosok alternatif untuk menjadi Wali Kota Tangsel nanti. Kalau penjabat Wali Kota terbentur aturan harus pegawai negeri sipil karier, pilihannya tidak banyak, tetapi dalam pilkada nanti harus ada sosok lain. Saya tak ingin Tangsel menjadi seperti Gaza di Palestina yang menjadi rebutan,” ujar Basuki.

Saat ini warga Tangsel sedang menanti siapa yang akan menjadi penjabat Wali Kota Tangsel dan Sekretaris Daerah Tangsel. Penjabat wali kota akan bertugas selama setahun untuk membentuk Komisi Pemilihan Umum daerah dan menyiapkan pemilihan kepala daerah Tangsel. Penjabat wali kota juga harus membentuk bagian dan dinas agar pemerintahan mulai berjalan.

Warga Tangsel mengkhawatirkan pula soal pejabat yang akan ditunjuk untuk menduduki jabatan baru di wilayah itu. Baik Basuki maupun Hidayat meminta pemerintah memastikan sosok calon pejabat Tangsel harus bersih, jujur, dan profesional di bidangnya.

“Harus melalui seleksi berdasarkan kriteria teknis agar tidak asal tunjuk,” kata Basuki.

Hidayat berharap, Pemerintah Kota Tangsel tak akan menjadi keranjang sampah belaka. “Yang akan menjabat di sini harus orang yang paham masalah perkotaan agar bisa menyelesaikan persoalan Tangsel yang tingkatnya setaraf dengan Jakarta Selatan,” Ujar Hidayat.

Anshor, anggota DPRD Banten dari Kabupaten Tangerang, menyatakan hal senada. Ia meminta Pemerintah Provinsi Banten tidak memaksakan kehendak dalam penempatan pejabat yang akan mengisi berbagai jabatan di Pemkot Tangsel.

Dilantik Pekan Ini

Penjabat Wali Kota Tangsel dipastikan dilantik pekan ini. Pemerintahan baru itu diharapkan tidak menjadi ajang rebutan kekuasaan antara pejabat di lingkungan Pemprov Banten dan juga Pemkab Tangerang.

Kepastian rencana pelantikan itu disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Provinsi Banten Bandy Mulya, Minggu kemarin.

“Hasil pertemuan dengan Menteri Dalan Negeri beberapa waktu lalu memastikan pelantikan penjabat Tangsel dilakukan sekitar tanggal 21-22 Januari,” katanya.

Ratu Atut Chosiyah berharap, penjabat yang ditetapkan harus memiliki hubungan positif dengan Pemkab Tangerang maupun Pemprov Banten yang merupakan daerah induk.

Pasalnya, penjabat wali kota akan menetapkan struktur organisasi tata kerja dan memilih pejabat di tiap-tiap satuan, seperti dinas, badan, dan bagian.

Kota Tangsel terbentuk pada 29 Oktober 2008. Kota baru seluas 147,19 kilometer persegi ituterdiri dari tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren, Ciputat, Ciputat Timur, dan Setu. (NTA/TRI)

Koran Kompas, 19 Januari 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: