Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Jalan Rusak di Pinggiran, Tanggung Jawab Siapa?

Posted by kinclonk pada 12 Januari 2009

Sudah dua bulan terakhir ini, Jalan Ciater Barat di Serpong Tangerang Banten rusak parah. Sepanjang 1 kilometer dari ujung jalan yang berbatasan dengan kawasan BSD City hingga proyek perumahan Serpong Terrace, kondisi jalan tersebut hancur.

Setiap lendaraan yang lewat jalan itu pasti mengalami guncangan akibat jalan yang bergelombang dengan lubang yang besar. Pada musim hujan, genangan air di jalan itu tingginya mencapai lutut orang dewasa. Jalan berubah menjadi kubangan air.

Jalan alternatif dari Pamulang ke Serpong itu memang tidak memiliki drainase air sehingga jika hujan turun, air tergenang tak kemana-mana. Padahal, jalan sepanjang 2 kilometer itu merupakan jalur penting karena menghubungkan kawasan Pamulang dan Serpong.

Pedagang buah, Mohammad Rohadi (29) mengatakan, Jalan Ciater Barat tak pernah sepi. Setiap hari truk tanah dan truk pengecoran semen melintasi jalan ini. Truk-truk yang bertonase diatas 10 tom itu melalui jalan itu.

Bahkan di tepi jalan itu dibangun pangkalan truk yang biasa bermuatan tanah. Derasnya pembangunan di kawasan perbatasan dengan DKI Jakarta ini menyebabkan truk-truk tanah dan truk semen cor berkeliaran.

Namun dampaknya tidak diperhitungkan. Kondisi jalan makin hancur. Ini juga terlihat pada sepotong jalan di seberang kantor Kelurahan Rawa Buntu, Serpong. Jalan itu sudah dua kali diperbaiki, tetapi sekarang hancur lagi. Perusahaan pengecoran semen membuang limbahnya sembarangan sehingga merusak Jalan Raya Serpong.

Yang menyedihkan, kondisi jalan rusak itu dibiarkan berbulan-bulan. Setelah diperbaiki, ditambal sulam, tak berapa lama jalan itu rusak kembali. Siapa yang harus bertanggung jawab atas kerusakan jalan ini? Mengapa banyak jalan di Kabupaten Tangerang yang tidak memiliki drainase?

Dari 1.700 kilometer jalan yang ada di seluruh Kabupaten Tangerang, ternyata lebih dari 50 persen di antaranya rusak parah. Dibutuhkan dana sedikitnya Rp. 1,7 Triliun untuk memperbaiki jalan rusak di Kabupaten Tangerang. Tetapi berapa anggaran perbaikan jalan? Mungkin hanya sepersepuluh dari kebutuhan seharusnya.

Problem daerah-daerah yang berbatasan dan dekat dengan wilayah DKI Jakarta selalu sama. Serpong atau Pamulang terlalu jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang di Tigaraksa. Jaraknya lebih dari 40 kilometer. Bisa jadi pejabat tak sempat jalan0jalan ke wilayah ini sehingga banyak keluhan warha yang tak terdengar.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang disahkan pada 29 Oktober 2008 memberi harapan baru bagi warha pinggiran Jakarta. Serpong, Pamulang, Pondok Aren, Ciputat dan Setu dengan tambahan dua kecamatan baru, yaitu Serpong Utara dan Ciputat Timur, masuk dalam administratif Kota Tangerang Selatan.

Satu Juta warga Kota Tangerang Selatan tak perlu jauh-jauh lagi ke Tigaraksa karena kantor pemerintah kota akan dibangun di Ciputat. Pendapatan asli daerah dan retribusi daerah Kabupaten Tangerang yang selama ini mencapai Rp 180 miliar, separuhnya akan masuk Tangerang Selatan dan menjadi modal pertama Pemkot Tangerang Selatan.
Dan yang terpenting, keluhan-keluhan warga, termasuk soal kerusakan jalan, didengar. (ROBERT ADHI KSP)

Koran Kompas, 12 Januari 2009

Satu Tanggapan to “Jalan Rusak di Pinggiran, Tanggung Jawab Siapa?”

  1. reza pahlevi said

    Gak cuma itu, jalan sepanjang simpang muncul sampai bundaran tekno bsd juga hancur2an dan dibiarkan berbulan2, akibat kendaraan raksasa sebesar dinosaurus dengan muatan berlebihan setiap hari lewat ribuan kali. Setiap diperbaiki juga langsung rusak lagi, karena jalan gak mampu menopang beban yang amat berlebihan. Siapa yang mau tanggung jawab?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: