Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Warga Kecam Pembuang Sampah Busuk

Posted by kinclonk pada 5 Januari 2009

PONDOK AREN – Karena tidak mempunyai tempat pembuangan sampah, warga Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan membuang sampah di tanah kosong, di pinggir jalan raya.
Akibatnya, sampah menumpuk dan melewati badan jalan. Pemandangan ini sudah berlangsung cukup lama di Jalan Raya Pondok Aren. Meski pemerintah daerah berupaya mencegah dengan memasang pengumuman “dilarang keras membuang sampah di sini,” di sepanjang pagar pembatas, banyak warga tetap membuang sampah industri rumahnya sembarangan.
Bagi warga yang tinggal di pingir jalan, keberadaan sampah tersebut sangat mengganggu, khususnya mereka yang berdagang. Selain sering menimbulkan bau busuk, seperti bangkai ayam dan binatang lainnya, juga menurunkan hasil pendapatan mereka.
Menurut seorang pedagang, pembeli sungkan membeli di warung mereka karena bau sampah yang busuk. “Bau sampah busuk, pembeli tidak mau belanja di sini,” ungkap warga yang namanya tidak mau disebutkan, Sabtu (3/1).

Meski warga sekitar terdapat pembuangan sampah, mereka tidak membuang bangkai di depan rumah mereka sendiri. Sekalipun ada kucing mati, mereka pasti menguburkannya. “Warga sekitar tidak membuang bangkai,” lanjutnya. Menurut warga, bangkai tersebut dibuang dari limbah industri rumah makan dan ternak ayam. Mereka membawa sampah-sampah busuk dalam karung yang diangkut mobil dan dibuang pada malam hari atau dini hari.
Suatu ketika, pernah seorang warga memergoki seseorang sedang membuang berkarung-karung sampah busuk. “Mereka membuang sampah tersebut pada waktu malam,” katanya.
Beberapa hari kemudian, warga sekitar tidak lagi mencium bau busuk dari tempat pembuangan sampah. Namun, setelah beberapa bulan, bau busuk tersebut kembali menyengat hidung warga sekitar.
Bebagai upaya dilakukan warga sekitar. Untuk menjaga lingkungannya, mereka kerja bakti membersihkan rumput sekitar pagar pembatas, mendorong sampah yang menumpuk ke dalam jurang, membakar sampah yang kering, menanam pohon sebagai penghalang, membuat tulisan yang sifatnya mengecam pembuang sampah. (mg-hasan)

Radar Banten, 5 Januari 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: