Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Archive for Januari, 2009

Shaleh Ingin Ciptakan Hubungan Harmonis

Posted by kinclonk pada 31 Januari 2009

PAMULANG – Penjabat Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) HM Shaleh MT ingin ciptakan hubungan yang harmonis dengan Pemkab Tangerang. Hal itu ia buktikan dengan memilih Sekretaris Kota (Sekot) Tangerang Selatan dari pejabat di lingkungan Pemkab Tangerang.
“Selain menciptakan hubungan harmonis, saya juga ingin sinergis dengan kabupaten induk,” kata Shaleh saat ditemui Jumat (30/1).
Shaleh juga mengungkapkan alasan lain, sehingga dirinya memastikan memilih Sekot Tangerang Selatan berasal dari Pemkab Tangerang “Saya yakin mereka paham dan mengenal karakteristik Tangerang Selatan,” ujar Shaleh.
Menyinggung nama calon Sekot Tangsel, Shaleh mengaku dirinya telah mengantongi satu dari sejumlah nama yang telah beredar selama ini. Namun, meski didesak, Shaleh enggan menyebut nama.

Pada bagian lain, informasi yang diterima koran ini, sedikitnya ada lima nama pejabat Pemkab Tangerang yang sedang dipertimbangkan menjadi Sekot Tangsel. Mereka adalah Asda I Mas Iman Kusnandar, Asda II Hermansyah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Achmad Suwandhi, Kepala Bapeda Benyamin Davnie, dan Kepala Dinas Perhubungan Telekomunikasi, dan Informatika Deden Sugandhi. (ang)

Radar Banten, 31 Januari 2009

Iklan

Posted in Tangerang Selatan | Leave a Comment »

Menggantung Harapan di Kota Baru

Posted by kinclonk pada 31 Januari 2009

Kota Tangerang Selatan sudah resmi terbentuk pada 29 Oktober 2008. Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan sudah ditunjuk. Mengapa banyak warga yang berada di wilayah Tangerang Selatan bersukacita menyambut kelahiran kota baru ini?

Salah satu jawabannya adalah soal pelayanan publik. Selama ini masyarakat yang tinggal di Ciputat, Pamulang, Pondok Aren, Serpong dan Setu, yang akan mengurus keperluan yang ada kaitan dengan pemerintah daerah, harus ke Tigaraksa, ibu kota Kabupaten Tangerang. Jarak ke Tigaraksa antara 30 km dan 50 km dengan jarak tempuh 1-2 jam. Sungguh tidak efektif dan tidak efisien.

Selain itu, banyak persoalan perkotaan yang dihadapi masyarakat Tangerang yang tinggal di pinggiran Jakarta, yang terkatung-katung. Ambil contoh, jalan rusak. Berapa lama warga Ciputat, Pamulang, Pondok Aren, Serpong dan Setu harus menunggu jalan di tempat tinggal mereka diperbaiki? Pejabat Pemerintah Kabupaten Tangerang yang berkantor di Tigaraksa mungkin tak sempat menengok jalan rusak di kawasan perbatasan Jakarta itu.

Bupati Tangerang Ismet Iskandar mengakui tidak mudah mengelola wilayah Kabupaten Tangerang yang memiliki luas 1.111 km2 atau dua kali luas Provinsi DKI Jakarta. Dari Kronjo, Kresek dan Cisoka di perbatasan Serang sampai Ciputat dan Pamulang di perbatasan Jakarta. Saat ini jumlah penduduk Kabupaten Tangerang tercatat 3,5 juta jiwa di 26 kecamatan dan 320 desa/kelurahan.

Kota Tangerang Selatan seluas 210,49 km2 atau sepertiga luas Jakata, saat ini memiliki jumlah penduduk 966.037 jiwa (data tahun 2008 ) yang meliputi Kecamatan Ciputat (dan pemekarannya, Kecamatan Ciputat Timur), Kecamatan Serpong (dan pemekarannya, Kecamatan Serpong Utara), Kecamatan Pamulang, Pondok Aren, dan Setu.

Karakteristik Kota Tangerang Selatan akan lebih bernuansa kota mengingat sebagian besar penduduk kota ini tinggal di kawasan kompleks perumahan. Sebagian besar mereka bekerja di Jakarta.

Ibu Kota pemerintahan Kota Tangerang Selatan sudah ditetapkan yaitu di Ciputat. Kantor Kewedanan Ciputat seluas 2 hektar (dan akan ditambah menjadi 4 hektar) saat ini sedang direnovasi dan dijadikan kantor Wali Kota Tangerang Selatan. Jalan Raya Ciater akan diperlebar dan bakal menjadi salah satu ruas jalan utama di kota ini, yang menghubungkan Ciputat dan Pamulang ke wilayah Serpong dan mulut Jalan Tol BSD-Jakarta.

Pengamatan Kompas, saat ini sebagian jalan raya ke arah calon kantor pemerintahan Kota Tangerang Selatan sudah dibeton, tetapi sebagian lagi masih rusak bergelombang.

Jumlah penduduk Ciputat dan Pamulang saja jika digabung sedah sekitar 500.000 orang. Sementara penduduk di Kecamatan Serpong dan Serpong Utara, serta Pondok Aren terus bertambah dengan pendatang yang menempati rumah baru.

Posisi Kota Tangerang Selatan sangat Strategis karena mudah dijangkau melalui Jalan Tol BSD-Pondok Indah-TB Simatupang (JORR 2) yang langsung terhubung dengan Jalan Tol Jagorawi dan Jalan Tol Cikampek. Kota ini juga dapat dijangkau dari Jalan Tol Tangerang-Jakarta, terutama setelah gerbang tol di Km 15,5 langsung menembus ke wilayah perumahan Alam Sutera dan menyambung ke Jalan Raya Serpong.

Jika Jalan Tol Cimanggis-Cinere dan Jalan Tol Cinere-Serpong selesai dibangun, akses ke kota ini akan semakin cepat dan mudah. Bahkan jika Jalan Tol Serpong-Bandara Soekarno Hatta juga dibangun, akses warga Tangerang Selatan ke bandarapun hanya dalam hitungan menit.

Selain berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, Kota Tangerang Selatan juga berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat (Kota Depok dan Kabupaten Bogor).

Fasilitas apa yang dimiliki Kota Tangerang Selatan? Melihat cukup banyak pengembang besar membangun kawasan pemukiman di wilayah ini, kota ini memiliki kawasan yang tertata rapih seperti BSD City, Bintaro Jaya dan Alam Sutera berikut fasilitasnya.

Aktivitas ekonomi tetap hidup, mulai dari Pasar Modern BSD CIty (Pasar tradisional yang bersih dan nyaman) sampai pusat perbelanjaan Bintaro Plaza, BSD Plaza, ITC BSD, WTC Matahari Serpong, dan Pamulang Square. Di sepanjang Jalan Raya Serpong bertebaran tempat makan, dari masakan daerah sampai internasional.

Kota Tangerang Selatan juga dapat dijangkau melalui jalur KRL Jakarta-Serpong. Stasiun Serpong dan Rawabuntu selalu penuh membawa penumpang komuter dari wilayah sekitar ini. PT. Pembangunan Jaya akan membangun stasiun baru di Jurangmangu (dekat Bintaro Sektor IX) dan menyediakan gerbong eksekutif untuk memenuhi kebutuhan kelas menengah Bintaro yang bekerja di Jakarta.

Bus penghubung bus transjakarta (feeder bus) yang melayani warga Bintaro (dengan Trans Bintaro) dan BSD (dengan Trans BSD) memberi akses mudah dan cepat bagi warga Tangerang Selatan ke Jakarta, dan sebaliknya.

Aktivitas pendidikan juga akan semakin bergairah karena di kota ini sudah berdiri sekolah-sekolah seperti Al Azhar, St Ursula, Stella Maris, Ora Et Labora, Cikal Harapan, serta perguruan tinggi Swiss German University.

Tangerang Selatan juga akan memiliki stadion olahraga seluas 20 hektar di Cisauk, Serpong. Kementrian Olahraga ikut terlibat dalam pembangunan stadion olah raga berkelas internasional ini.

Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang yang mencapai Rp. 180 miliar separuhnya berasal dari wilayah ini. Setidaknya Tangerang Selatan memiliki modal pertama dari PAD senilai Rp. 90 miliar untuk memulai roda pemerintahan.

Saat ini di Serpong sudah beroperasi kantor Samsat dan Kantor Pelayanan Pajak . Dalam dua tahun ke depan dibangun pula kantor baru Wali Kota Tangerang Selatan, markas kodim, kejaksaan negeri, pengadilan negeri dan kantor pendukung lainnya.

Dan yang juga bakal sibuk adalah partai-partai politik yang menyiapkan para kadernya duduk di DPRD dan tentu ikut dalam pemilihan kepala daerah langsung Tangerang Selatan pada tahun 2011.

Pejabat sementara Wali Kota Tangerang Selatan, M Shaleh, bertugas mempersiapkan agar kota ini betul-betul siap sebagai kota otonom baru di Provinsi Banten. Persoalannya apakah pejabat sementara Wali Kota Tangerang Selatan ini mampu berkoordinasi dengan pejabat-pejabat di Kabupaten Tangerang beserta para camat dan lurah?

Kita berharap koordinasi antar pengelola kota tetap terjaga, dan pejabat lebih mengutamakan kepentingan publik ketimbang kepentingan golongan dan kelompok. Rakyat menggantung dan menaruh harapan kepada Kota Baru, Kota Tangerang Selatan.
(Robert Adhi KSP)

Koran Kompas, 30 Januari 2009

Posted in Tangerang Selatan | 3 Comments »

Tangsel Kelola Rp154 Miliar

Posted by kinclonk pada 30 Januari 2009

SERANG (Pos Kota) – Bantuan dan bagi hasil pajak antara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah dipisahkan.

Pemisahaan PAD tersebut telah dilakukan Pemprop Banten melalui peraturan gubernur (pergub).

Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemprop Banten, Engkos Kosasih mengatakan, total anggaran yang sudah bisa dikelola Kota Tangsel tersebut senilai Rp154 miliar, dengan rincian, bagi hasil pajak Rp127 miliar, dana hibah dari pemprop untuk daerah pemekaran baru Rp5 miliar, bantuan specifik grant Rp15 miliar, dan bantuan untuk penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) pertama Rp7 miliar.

TIAP BULAN
“Pemisahan kita lakukan setelah melakukan inventarisasi pajak yang masuk, baik yang berasal dari tujuh kecamatan yang masuk ke Tangsel, maupun potensi pajak dari kecamatan lain di Kabupaten Tangerang,” kata Engkos kepada Pos Kota, Jumat (30/1).

Dikatakan, penyaluran dana bagi hasil pajak yang semula dilakukan setiap tiga bulan sekali, saat ini dilakukan setiap bulan.

“Dana bagi hasil pajak ini akan diberikan tiap bulan sesuai pemasukan pajak dari Tangsel,” ucapnya.

Diinformasikan, terkait penggunaan dana baik bagi hasil pajak maupun hibah, akan dikelola oleh Penjabat Walikota Tangsel beserta Pokja Keuangan dan beberapa Pokja lainnya, yakni Pokja Pemerintahan, Pokja Personil, dan Pokja Aset.
(tommy/ds/g)

Pos Kota, 30 Januari 2009

Posted in Tangerang Selatan | 1 Comment »

Penjabat Tindak Camat & Lurah Tak Loyal

Posted by kinclonk pada 30 Januari 2009

CIPUTAT – Camat dan lurah di Kota Tangerang Selatan yang tak loyal akan ditindak.
Penjabat Walikota Tangerang Selatan HM Shaleh MT menegaskan, dirinya tidak akan main-main menindak para camat dan lurah yang tidak loyal untuk mendukung pemerintahan Kota Tangerang Selatan.
Tindakan tegas ini juga akan dilakukan bagi lurah-lurah yang tidak hadir dalam kegiatan silaturahmi dan rapat kerja bersama para camat dan lurah se Kota Tangsel, di Kecamatan Ciputat, Kamis (29/1)
“Bagi para lurah ataupun camat yang tidak hadir tanpa memberikan surat keterangan, akan saya berikan sanksi tegas,” tegas Shaleh.

Tindakan tegas ini diambil karena saat menjalani tugasnya sebagai Penjabat Walikota Tangsel belum memiliki satuan organisasi tata kerja (SOTK). Saat ini, dirinya hanya dibantu para camat dan lurah sebagai aparatur pemerintahannya.
“Apalagi, kegiatan ini merupakan sosialisasi pemerintahan Kota Tangerang Selatan yang telah berpisah dari Kabupaten Tangerang,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Shaleh meminta kepada camat dan lurah untuk menjaga lingkungannya masing-masing, salah satunya mengenai persoalan sampah yang identik dengan masalah masyarakat perkotaan. Pihaknya meminta kepada camat dan lurah agar mengajak masyarakat untuk melakukan gotong royong dalam rangka mengatasi permasalahan sampah yang ada di lingkungannya.
“Jadi persoalan sampah itu jangan menunggu bantuan dari pemerintah. Peran masyarakat juga harus ditingkatkan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gunernur Banten HM Masduki yang turut hadir dalam kegiatan itu menambahkan, sikap tegas yang dilakukan Penjabat Walikota Tangsel itu bukanlah sikap otoriter seorang pemimpin. Tapi, dalam rangka meningkatkan kinerja di jajarannya. Ini dilakukan semata-semata dilakukan sebagai wujud pengabdiannya untuk meningkatkan serta membangun Kota Tangerang Selatan ke depan.
“Para camat dan lurah jangan berkecil hati dan tetap mendukung kinerja Pak Walikota untuk membangun bersama Kota Tangsel,” katanya.

Pada bagian lain, Ketua Forum Lurah se Kota Tangerang Selatan Abdul Rachim menegaskan, seluruh lurah yang ada di Kota Tangerang Selatan siap mendukung kinerja Penjabat Walikota. Sebab, dari awal pembentukan Kota Tangsel, para lurah yang berjumlah 49 orang dan 5 kepala desa ini tidak mempermasalahkan penjabat Tangsel itu dari Pemkab Tangerang ataupun Pemprov Banten.
“Kita akan siap dan akan selalu loyal demi mendukung program kerja Pak Walikota untuk membangun Kota Tangsel ini,” terang Lurah Rawa Mekar Jaya ini.
Dalam kegiatan itu, sebanyak lima lurah tidak hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya dari Kecamatan Pamulang, Setu, Serpong Utara, Ciputat Timur, dan Ciputat. Kelima lurah itu kebanyakan berhalangan hadir lantaran sakit. Bahkan, satu di antaranya ada yang tengah berduka karena orang tuanya meninggal dunia. (ang)

Radar Banten, 30 Januari 2009

Posted in Tangerang Selatan | 2 Comments »

Disegel, Pembangunan Fiducia Jalan Terus

Posted by kinclonk pada 29 Januari 2009

SERPONG-Tim advokasi Vihara Siripada memprotes pengembang Hotel Fiducia yang masih terus melakukan proses pengerjaan bangunan. Padahal sudah jelas pembangunan hotel itu sudah distop oleh Dinas Bangunan dan Pemukiman Kabupaten Tangerang.
Di dalam lokasi proyek juga sudah dipasang plang bertuliskan ‘Bangunan Ini Di Stop‘ karena melanggar Perda Nomor 10 tahun 2006, karena tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

Dalam aksinya kemarin, Rabu (28/1) tim advokasi Vihara Siripada langsung memanggil penanggung jawab proyek H. Parman untuk meminta pertanggung jawaban lebih lanjut. “Kami merasa tidak dihargai, padahal plang tanda pembangunan hotel ini distop masih terpasang. Ini namanya melecehkan,” ujar Yahya kepala Vihara Siripada, Serpong Kota Tangerang Selatan. Ia juga menganggap pihak hotel seperti meremehkan perda yang sudah ditentukan, padahal dalam perda itu sudah jelas tidak boleh melakukan kegiatan pembangunan sebelum mengantongi IMB.

Sementara itu Suratno, selaku kepala mandor proyek tersebut mengaku hanya menjalankan tugas dari atasan. “Atasan saya bilang pembangunan harus dilanjutkan. Saya kan cuma pekerja, kalau disuruh atasan kerjakan ya saya kerjakan,” beber Suratno yang sempat menyuruh para pekerja untuk menghentikan sejenak proses pengerjaan selama dalam masa perundingan. (ang)

Radar Banten, 29 Januari 2009

Posted in Serba-serbi | 2 Comments »

Shaleh Belum Bisa Bertemu Ismet

Posted by kinclonk pada 29 Januari 2009

PAMULANG– Ada satu keinginan penjabat Walikota Tangsel M Shaleh yang belum terwujud. Apa itu? Bisa bertemu dengan Bupati Tangerang Ismet Iskandar.

Hingga, kemarin -hari kedua sebagai Penjabat Walikota Tangsel- Shaleh belum bisa bertemu dengan Ismet.
“Saya sudah menghubungi beliau (Ismet-red) melalui ajudannya. Tapi menurut ajudan, beliau sedang sakit, jadi belum bisa bertemu,” kata Shaleh saat ditemui di kantor sementara Walikota Tangsel di Kecamatan Pamulang, kemarin (28/1).
Menurut Shaleh, sejak hari pertama bertugas dirinya telah berupaya sowan dengan Ismet. Namun sayangnya, hingga kemarin, keinginan Shaleh belum juga terwujud. Sebagai penjabat baru, Shaleh ingin berkoordinasi terkait pembangunan Kota Tangsel ke depan.

“Apalagi Kota Tangsel ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang. Pertemuan ini sekaligus silaturahmi saya kepada pimpinan kabupaten induk,” jelasnya.
Shaleh menambahkan, jika dirinya tidak berhasil bertemu dengan Bupati Ismet, ia akan meminta bantuan kepada Pemprov Banten untuk memfasilitasi pertemuan tersebut.

“Nanti kita akan layangkan surat permohonan kepada Pemprov Banten melalui Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Banten untuk mengirimkan undangan pertemuan tersebut,” terangnya.
Namun tambah Shaleh, saat ini yang penting, dirinya dapat berkoordiansi dengan Ismet sehingga program-program kerja Kota Tangsel dapat berjalan dengan baik. “Untuk waktunya kita belum tahu. Tapi yang jelas, akan ada pertemuan yang akan dijadwalkan Asda I bidang pemerintahan Pemprov Banten,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Bupati Ismet bersikukuh bahwa Penjabat Walikota Tangsel harus berasal dari pejabat kabupaten induk (baca; Kabupaten Tangerang). Ismet lalu menyiapkan tiga nama calon Penjabat Walikota Tangsel yang semuanya adalah pejabat di Kabupaten Tangerang.
Namun, Gubernur Banten Rt Atut Chosiyah mencoret satu dari tiga pejabat yang diajukan Ismet. Satu pejabat Pemprov, yakni M Shaleh dan dua pejabat Pemkab Tangerang diusulkan ke Mendagri. Dan, Sabtu (24/1) pekan lalu, Mendagri melantik M Shaleh sebagai Penjabat Walikota Tangsel. (ang)

Radar Banten, 29 Januari 2009

Posted in Tangerang Selatan | 4 Comments »

Helikopter Super Puma Jatuh di Pondok Cabe

Posted by kinclonk pada 29 Januari 2009

JAKARTA, KAMIS — Sebuah helikopter dikabarkan jatuh di Lapangan Udara Pondok Cabe, Tangerang, Kamis (29/1) pagi. Dua orang tewas dalam insiden tersebut.

Informasi awal yang diperoleh Kompas.com dari petugas jaga Polsek Pamulang menyebutkan, jenis helikopter yang mengalami kecelakaan adalah Super Puma. Di badan helikopter berwarna putih terdapat tulisan Pelita Air Service.

Kronologi jatuhnya helikopter tersebut belum diketahui, begitu juga dengan penyebab jatuhnya. Sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak pelita Air Service apakah helikopter tersebut miliknya atau bukan. Pihak Lapangan Udara Pondok Cabe juga belum dapat dihubungi. (WAH)

Kompas.com, 29 Januari 2009

Posted in Transportasi | 2 Comments »

Sekretaris dari Pemkab Tangerang

Posted by kinclonk pada 29 Januari 2009

TANGERANG (SINDO) – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) HM Shaleh MT memastikan calon Sekretaris Kota Tangerang Selatan yang akan diajukan berasal dari pejabat Pemkab Tangerang.Meski begitu, Shaleh masih enggan mengatakan siapa yang akan diajukannya untuk menduduki posisi itu.

”Itu jawaban saya.Sekretaris kotanya yang saya inginkan dari Pemkab Tangerang.Ini untuk membangun Tangsel harus yang terbaik,” kata Shaleh kemarin. Meski belum membocorkan nama calon sekretaris, Shaleh menyebutkan ada sekitar tiga nama yang akan dipilih. Shaleh berjanji akan mengumumkan nama-nama itu pekan depan.”Karena kita harus segera bekerja,dengan didampingi sekretaris,mudahmudahan kerja akan lebih baik,”ucap warga Pondok Cabe, Kota Tangerang Selatan ini.

Penjabat Wali Kota Tangsel yang dilantik pada Sabtu (24/1) lalu itu juga mengatakan, untuk mempersiapkan struktur organisasi tata kerja, pihaknya akan dibantu kelompok kerja (pokja). Beberapa pokja itu adalah pemerintahan, kepegawaian, kelembagaan, dan keuangan. Pokja-pokja tersebut akan bekerja membuat struktur kelembagaan dan menghitung berapa jumlah personel pegawai yang akan bekerja di Kota Tangsel.

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengatakan,usulan sekretaris kota adalah wewenang Penjabat Wali Kota Tangsel. Nama-nama itu kemudian diusulkan akan dikonsultasikan kepada pemerintah induk dan provinsi. ”Saya rasa memang minimal tiga orang nama yang diusulkan,”ucapnya. Ditanya soal persiapan segala kebutuhan untuk Kota Tangsel,Atut mengaku sudah meminta aset Kota Tangsel kepada pemerintah induk, yakni Pemkab Tangerang.

”Pada saat rapat evaluasi, kita telah merekomendasikan agar pemerintah induk segera memisahkan pendapatan asli daerah dari Tangsel,” tandasnya saat meninjau pabrik keramik PT Arwana Citramulia Tbk di Kota Tangerang kemarin. Seperti diketahui sebelumnya, Kota Tangsel telah disahkan DPR pada 29 Oktober 2008.

Kota otonom baru di Banten itu meliputi tujuh kecamatan, yakni Serpong, Serpong Utara,Pondok Aren, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang,dan Setu. (denny irawan)

Seputar Indonesia, 28 Januari 2009

Posted in Tangerang Selatan | 1 Comment »

Walikota Tangsel Numpang di Kantor Camat Pamulang

Posted by kinclonk pada 29 Januari 2009

TANGERANG (Pos Kota) – Lantai II Kantor Kecamatan Pamulang kini menjadi Kantor Pjs Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Ir. HM Shaleh MT.

Menumpang di lantai terdiri dari 5 ruangan itu, walikota hanya ditemani sejumlah staf dan dua ajudan. Ia mulai mengatur penerimaan sejumlah tamu.“Sudah dua hari saya efektif bekerja di sini,” kata Shaleh, Rabu (28/1).

Selama dua hari sibuk konsolidasi dengan 7 camat, menghubungi Bupati Tangerang H. Ismet Iskandar untuk bertemu, dan mengatur ruangan kerja bersama stafnya.

“Soal ruang kerja saat ini cukuplah, toh tugas pokok pelayanan masyarakat kan dibantu para camat,” katanya.

Diakuinya, hingga hari kedua belum bisa menemui Bupati Tangerang untuk sowan, “Katanya Pak Bupati sedang sakit.”

Shaleh tetap berkeras untuk berusaha menemui bupati untuk konsolidasi. Bila sulit juga diwujudkan, dia akan meminta bantuan Kepala Biro Pemerinahan Pemprop Banten untuk memfasilitasinya.

Pjs Walikota Tangsel memiliki tiga tugas utama, yaitu menjalankan roda pemerintahan dengan struktur organisasi tata kerja (SOTK) sesuai aturan, pembentukan DPRD Kota Tangsel, dan menggelar Pilkada Kota Tangsel sesuai dengan amanatMendagri harus rampung setahun ke depan.

IBUKOTA CIPUTAT
Meskipun saat ini kantornya menyatu di gedung Kecamatan Pamulang, Ibukota Tangsel sesuai dengan UU No. 51/2008 tentang Pembentukan Ibukota Tangsel berada di Kecamatan Ciputat.

Sesuai rencana, Kantor Kecamatan Ciputat lama akan dibangun menjadi kantor walikota.

Shaleh i saat ini sedang berkonsentrasi melengkapi aparatur pemerintahannya, semisal menetapkan Sekda Kota Tangsel, sejumlah asisten sekda, kepala dinas, kepala bagian, dan staf.

Untuk itu, perlu dibentuk Kelompok Kerja (Pokja) Tangsel beranggota Biro Pemerintahan Banten dan Pemkab Tangerang.

PERALIHAN ASET
Menyoal peralihan aset Kabupaten Tangerang yang ada di Kota Tangsel, kata Shaleh, sesuai UU semuanya harus diserahkan kepada Kota Tangsel. “Itu tak ada masalah,” sambungnya.

Ketika disinggung soal kemungkinan peralihan aset Instalasi Air Bersih Tirta Cisadane di Serpong, Shaleh malah bertanya di mana letak instalasi PDAM itu? Tetapi dia buru-buru menyebutkan, itu perusahaan kalaupun akan diserahkan dibahas lebih lanjut.

Dia mengisyaratkan, peralihan aset sebaiknya jangan menimbulkan masalah seperti yang terjadi di beberapa daerah pemekaran.

Anggaran yang akan diterima untuk menjalankan roda pemerintahan Tangsel 2009, sumbangan dari Pemkab Tangerang Rp15 miliar, Pemprop Banten Rp5 miliar, dan bantuan Pemprop DKI Jakarta untuk perbaikan jalan Rp5 miliar.
(djamal/ds/t)

Pos Kota, 28 Januari 2009

Posted in Tangerang Selatan | 4 Comments »

Wali Kota Tangsel Bentuk SOTK

Posted by kinclonk pada 28 Januari 2009

TANGERANG (SINDO) – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) HM Shaleh MT yang baru dilantik Menteri Dalam Negeri Mardiyanto pada Sabtu (24/1) lalu menargetkan dalam sebulan bisa membentuk struktur organisasi tata kerja (SOTK).

Saat ini Shaleh mengaku sedang mencari sekretaris kota. Shaleh sendiri berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Tangsel, termasuk dari pemerintah induk yakni Pemkab Tangerang.” Target saya sih sebulan semoga bisa terlaksana.Saya akan membentuk SOTK yang paling dominan untuk kerja, seperti BKD (Badan Kepegawaian Daerah) bersama Sekot Tangsel,” kata dia kemarin seusai melakukan rapat penyamaan persepsi dengan tujuh camat Kota Tangsel yang difasilitasi Wakil Gubernur Banten HM Masduki.

Ditanya soal siapa yang akan menjadi Sekot Tangsel, Shaleh mengatakan,yang terpenting orangnya memiliki kemampuan dan kerja sama yang baik dengan dia untuk membangun Tangsel. ”Soal dari mana orang itu, apakah dari Pemkab Tangerang atau Pemprov Banten, buat saya tidak penting.Yang terpenting bisa bekerja sama,”ujarnya.

Shaleh menegaskan, tugasnya selama menjadi wali kota adalah mempersiapkan SOTK dan menyelenggarakan pilkada serta pemilihan legislatif.Untuk itu,dia mengharapkan adanya kerja sama dengan berbagai elemen. Untuk sementara, kantor yang akan ditempati Wali Kota Tangsel adalah Kantor Kecamatan Pamulang.Wakil Gubernur Banten HM Masduki mengatakan,dalam UU secara eksplisit disebutkan bahwa Kantor Wali Kota Tangsel adalah di Kantor Kecamatan Ciputat.Namun persiapannya belum selesai sehingga belum bisa ditempati.

”Pemilihan kantor wali kota sementara yang paling representatif ya di Kantor Kecamatan Pamulang ini,” ucapnya. Masduki menjelaskan, saat ini Wali Kota Tangsel masih bekerja sendirian. Untuk itu, Pemprov Banten senantiasa memfasilitasi dengan pejabat di Kabupaten Tangerang bahkan camatcamat di Tangerang Selatan. Ditanya seputar adanya kerenggangan Pemkab Tangerang dengan penjabat Wali Kota Tangsel, Masduki menampik.

”Saya rasa itu hanya isu, kesan pelokan terhadap wali kota tidak ada. Semua harus legowo, ini kan mengadi untuk kepentingan masyarakat,”katanya. Lebih lanjut Masduki menjelaskan, APBD Kota Tangsel disumbang dari Pemkab Tangerang sebesar Rp15 miliar dan dari Pemprov Banten Rp5 miliar. Sementara bantuan hibah dari DKI Jakarta sekitar Rp5 miliar. (denny irawan)

Seputar Indonesia, 27 Januari 2009

Posted in Tangerang Selatan | 7 Comments »