Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Gas Elpiji 3 Kilogram di Ciputat Langka

Posted by kinclonk pada 11 Desember 2008

GAS elpiji ukuran 3 kilogram (kg) di wilayah Ciputat, Tangerang dan sekitarnya dalam seminggu terakhir ini mulai langka akibat pasokan dari Pertamina tersendat.

“Pusing mas, sudah seminggu ini pasokan gas ukuran kecil tidak datang-datang. Pelanggan mulai ngomel, dan itu wajar karena selama ini tiap kali datang selalu terlayani. Kasihan, terutama para pedagang kecil seperti bakso dan gorengan keliling itu,” ujar Ucok Siregar, agen gas elpiji di Ciputat saat ditemui, Rabu (10/12).

Kalaupun ada yang dijual, maka itu adalah stok lama dan dijual dengan harga cukup tinggi dibanding dua minggu sebelumnya.

Menurut Ucok, seminggu yang lalu ia masih menjual elpiji ukuran 3 kg. “Tapi itu pun stok lama dan dijual dengan harga Rp19 ribu per-tabung. Padahal harga sebelumnya hanya Rp15 ribu. Tapi untuk gas ukuran 15 kg masih ada dan tidak ada kelangkaan,” katanya.

Di kios agen milik Ucok ini sekarang banyak bertumpuk tabung gas ukuran kecil yang kosong dan sudah seminggu belum diambil Pertamina.

Kelangkaan elpiji di wilayah Ciputat ini mulai terjadi sejak dua minggu lalu. “Katanya sih, depo gas di Plumpang, Jakarta Utara, lagi rusak. Tapi heran, mengapa gas dengan tabung ukuran besar tetap ada,” kata Ucok.

Akibat kelangkaan ini, harga gas bersubsidi itu pun terus melonjak naik. Kalau biasanya, Ucok dan beberapa agen lainnya hanya menjual seharga Rp15 ribu tiap tabung, tapi karena kelangkaan tersebut pedagang sekarang mengambil kesempatan dengan menjualnya dengan harga Rp19 ribu.

Sementara itu, Endang, pedagang kelontong yang juga penjual gas ukuran kecil maupun besar juga mengungkapkan hal yang sama dengan Ucok.

“Aneh ya, kok gas ukuran kecil tidak ada, sedangkan ukuran besar banyak di pasaran. Kalau depo rusak, mestinya semua ukuran kecil dan besar tidak akan ada. Tapi ini, gas yang ukuran 15 kg tetap banyak,” katanya.

Lain lagi dengan Hartoyo, pedagang gorengan yang suka mangkal di Jalan Mrica, Pondok Cabe, Jakarta Selatan. Ia juga mengaku kesal atas kelangkaan gas elpiji ukuran kecil ini. Katanya, minyak tanah sudah susah gara-gara diganti gas, eh gas ikut-ikutan susah.

“Gimana gak susah Mas, saya ini jualan gorengan pakai gas. Kalau gasnya nggak ada, bagaimana bisa jualan?,” kata Hartoyo yang sehari-harinya menghidupi keluarga hanya dengan menjajakan gorengan keliling itu. (Ant)

Jurnal Nasional, 10 Desember 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: