Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Pemkot Tangsel Diharapkan Benahi Kawasan Ciputat

Posted by kinclonk pada 3 November 2008

CIPUTAT–MI: Pengesahan wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) oleh DPR belum lama ini memberi harapan baru kepada warga Ciputat dan sekitarnya. Semrawutnya lalu lintas jalan layang (fly over) dan pasar Ciputat agar segera dibenahi oleh pemerintahan kota yang direncanakan terbentuk akhir tahun ini.

“Saya kira terbentuknya Tangsel positif sekali karena warga akan lebih mudah mengurus administrasi dengan jarak dan waktu yang lebih pendek.Lebih dari itu,saya berharap pemerintahan kota yang terbentuk nanti mampu membenahi kesemrawutan lalulintas jalan layang atau fly over dan pasar Ciputat,” kata Anung (28) kepada Media Indonesia di Ciputat,Senin (3/11).

Karyawan Telkom yang berlokasi Ruko Permai Ciputat ini mengaku terpaksa menggunakan sepeda motor ketimbang mobil menuju kantornya. “Mobil pribadi saya tidak digunakan lebih enak naik motor tidak terjebak macet,” cetusnya.

Warga Pamulang, Teddy (25), menilai fungsi fly over cukup baik untuk mengatasi kemacetan yang sudah parah di kawasan Ciputat. Namun keberadaan ribuan angkot (angkutan kota) dan bus patas AC yang mengepung Jalan Dewi Sartika dan Jalan Juanda Ciputat hanya menggeser kemacetan saja. Belum lagi tumpahnya para pedagang kaki lima Pasar Ciputat yang memakan sejumlah bahu jalan. “Saya kira yang mendesak nantinya pemerintah kota Tangsel di Ciputat layak memperjuangkan pembangunan terminal,” ujarnya.

Pemantauan Media Indonesia, arus kendaraan cenderung lancar ketika memasuki arus jalan layang. Tetapi di ujung jalan layang (baik Jalan Dewi Sartika dan Jalan Juanda arus lalu lintas terhambat karena sejumlah angkutan umum berhenti untuk menaikan dan menurunkan penumpang.Nampak sebagian angkutan “ngetem” di ujung jalan layang.

Parahnya lagi,para calon penumpangpun menyemut menunggu angkutan. Maka mudah ditebak para pengemudipun saling menyerobot berebut penumpang. Akibatnya ruas jalan menuju jalan layang menjadi tertutup karena kesemrawutan itu.

Seorang pengemudi angkot jurusan Ciputat-Parung, Budi (27), mengaku terpaksa “ngetem” dan saling serobot sesama angkutan lain berebut penumpang. “Ya,bagaimana lagi mas kita kan ngejar setoran juga,” tukasnya.

Warga lainnya, Aisyah (37), mengusulkan selain terminal diperlukan juga jembatan penyeberangan di depan supermarket Ramayana, “Saya melihat amat rawan warga terancam tertabrak kendaraan yang menyeberang jalan mel intasi jalan layang menuju Ramayana maupun ketika meninggalkannya. Jadi perlu sekali jembatan penyeberangan,”cetusnya. (Bay/OL-02)

Media Indonesia, 3 November 2008

3 Tanggapan to “Pemkot Tangsel Diharapkan Benahi Kawasan Ciputat”

  1. elland said

    selamat dan sukses atas launching “Tangsel Center” menuju kota idaman, damai dan sejahtera

  2. ANDREW said

    Tolong juga diperhatikan pak polisi didaeah bambu apus tepatnya dekat danau sasak tinggi juga sudah terjadi kemacetan yg parah setiap harinya,

  3. Azis said

    Pemerintahan yang baru jangan hanya berteori. Sering-sering lah untuk turun ke lapangan, rasakan suasana hiruk-pikuk dan berantakan yang ada, Pasar Ciputat, Terminal Ciangka yang salah tempat, Jalan raya Pamulang yang sempit, problema sampah, dsb, barulah berfikir untuk mengambil kebijakan. Kalau hanya mendengar laporan, semua orang juga bisa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: