Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Jalan Raya Serpong Perlu Jembatan Penyeberangan

Posted by kinclonk pada 4 Agustus 2008

SERPONG-Setiap hari ribuan kendaraan lalu lalang di Jalan Raya Serpong. Mulai dari sepeda motor hingga kendaraan besar, seperti truk. Pejalan kaki tak mendapatkan fasilitas untuk menyeberang. Padatnya lalu lintas kendaraan, mengancam penyeberang jalan. Apalagi di jalan ini, angka kecelakaan lalu lintas sangat tinggi.

Keberadaan jembatan penyeberangan sudah sangat mendesak. “Jembatan penyeberangan sudah sangat perlu. Mobilitas manusia di sepanjang jalan itu sangat tinggi. Volume kendaraan juga sangat padat,” kata Kasat Lantas Polres Metro Kabupaten Tangerang AKP Ristanto via telepon genggam, kemarin.
Ia mengatakan sudah melakukan kajian untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Salah satu yang penting adalah, banyak pejalan kaki yang setiap hari menyeberang. Dengan padatnya kendaraan, sangat membahayakan penyeberang jalan. Sehingga, perlu adanya jembatan. “Kita sudah mengirim surat sampai tiga kali kepada Dinas Perhubungan Provinsi Banten, agar membangun jembatan penyeberangan. Tapi tak ada realisasi, alasannya anggarannya tidak ada,” lanjutnya.

Pertumbuhan ekonomi begitu pesat di Jalan Raya Serpong. Pusat perbelanjaan, perumahan, dan perkantoran berderet di jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer itu. Di belakang pusat ruko maupun pusat perbelanjaan, terdapat permukiman padat penduduk.
Mobilitas warga setiap hari sangat tinggi. Ada yang pergi kesekolah atau berangkat ke tempat pekerjaannya masing-masing. Pada pagi hari dan sore, ratusan orang lalu lalang menyeberang jalan. Jika tidak waspada, nyawa menjadi taruhannya.
“Marka penyeberangan yang menjadi pelindung pejalan kaki juga sedikit sekali,” tegasnya. Banyaknya penyeberang juga mengakibatkan tersendatnya kendaraan.
Hal ini diperparah oleh banyaknya putaran di jalan itu. Mulai dari kawasan Villa Melati Mas, hingga perbatasan Kota Tangerang terdapat lima putaran. Sebagian besar berada di pusat perbelanjaan. Yakni di kawasan ruko di depan Melati Mas Square, Royal Serpong Village, Klinik Umum Harapan Mulia, Rumah Sakit Islam Assobirin dan di depan Indo Maret (Pakulonan).

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten Harry Parwanto tak dapat dikonfirmasi untuk menjelaskan masalah ini. Berulang kali ditelepon, tak ada jawaban. Pesan singkat yang dikirim koran ini ke telepon genggamnya, hingga berita ini ditulis belum ada jawaban. (rud)

Radar Banten 2 Agustus 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: