Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Galang Dana Agustusan di Pinggir Jalan

Posted by kinclonk pada 1 Agustus 2008

CIPUTAT – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini, sejumlah pemuda di Ciputat dan Pondok Aren Kabupaten Tangerang, ramai-ramai menggalang dana di pinggir jalan.Mereka meminta uluran tangan para pengendara yang melintasi lingkungan mereka dengan sebuah kardus.

Subi, Ketua Organisasi Pemuda Masyarakat Kampung Manju, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kabupaten Tangerang mengatakan, penggalangan dana ini sebagai upaya untuk menyukseskan kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan ke-63. Aksi penggalangan dana di pinggir jalan ini sudah dilakukannya sejak bertahun-tahun.
“Makanya, kami bersama kawan-kawan sengaja meminta bantuan kepada pengguna jalan. Kalau tidak dengan cara ini, dananya tidak akan mencukupi,” katanya Selasa (29/7).

Dikatakan, dana yang dibutuhkan untuk menggelar kegiatan tujuh belasan ini tidak sedikit. Meski panitia sudah meminta bantuan kepada warga, RT dan kelurahan setempat, namun dananya belum cukup. Pasalnya, pihak panitia pada tahun ini menganggarkan Rp 10 juta.
“Kegiatan yang akan kami gelar cukup banyak. Menggalang dana di pinggir jalan ini lebih efektif dan akan cepat terkumpul,” terangnya.

Pada bagian lain, sejumlah pemuda di Kawasan Pondok Aren juga melakukan hal yang serupa. Malah mereka melakukannya kegiatan ini sejak dua minggu lalu.
“Kami optimis anggaran yang dibutuhkan akan tercapai. Saat ini saja sudah mencapai 30 dari budget yang direncanakan,” ujar Ridwan.

Sementara itu, seperti tahun sebelumnya, menjelang peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, Ucu Sudrajat datang ke Tangerang untuk berdagang bendera. Pria asal Cileles, Garut Jawa Barat, ini rela berganti profesi dari petani menjadi pedagang bendera.
Ucu berdagang di komplek perumahan Bintaro. Dia mempunyai empat titik dengan empat anak buah yang bertugas melayani pembeli. Ucu berharap, tahun ini juga berbuah rezeki seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu, ia meraup keuntungan sekitar Rp 3 juta. Sementara, modal untuk berdagang bendera dan atribut lainnya itu mencapai Rp 10 juta.
Bendera yang dijual Ucu ukurannya beragam, termasuk harganya. Bendera ukuran 1,5 meter dijual Rp 40 ribu, ukuran 0,90 meter dijual Rp 15 ribu. Sementara, bendera berbentuk kipas Rp 50 ribu. “Tapi, bisa ditawar,” kata Deni Budiansyah, anak buah Ucu.
Deni mengaku, dirinya sudah bisa menjual empat bendera. Bendera biasanya akan laku sepuluh hari menjelang perayaan kemerdekaan, 17 Agustus. “Kalau sekarang, orang baru melihat-lihat,” katanya. (ang/cr-1)

Radar Banten 1 Agustus 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: