Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

JORR West 1-2 Selesai 2009

Posted by kinclonk pada 23 Juli 2008

JAKARTA (SINDO) – Jalan Tol Lingkar Luar Barat atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) West 1dan West 2 ditargetkan bisa beroperasi akhir 2009 mendatang.

Proyek yang menghubungkan Cengkareng–Ulujami tersebut menelan biaya sekitar Rp1,9 triliun.Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto menjelaskan, masalah pendanaan yang kerap menjadi kendala sudah selesai. ”Kita sudah menyuntikkan dana ke Jakarta Propertindo. Sementara pemerintah pusat melalui Jasa Marga,”kata Prijanto kemarin.

Prijanto menuturkan,yang sekarang menjadi masalah adalah terkait penetapan jalur yang masih perlu diselesaikan dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta sudah mendelegasikan percepatan dua tugas tersebut pada instansi terkait.Untuk masalah amdal dilakukan Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) dan jalur dilakukan DinasTata Kota.

Dia meminta kedua masalah tersebut segera diselesaikan mengingat Amdal dan trace diperlukan untuk melakukan pembebasan lahan. ”Kita lihat apakah akan menggunakan 1992 atau 1997.Kedua masalah itu harus dijalankan segera sebelum panitia ke lapangan,”tegasnya. Walaupun begitu, Pemprov DKI menargetkan rancangan jalur rampung dalam tiga bulan mendatang.

Sehingga diperkirakan desain jalur selesai Oktober dan Amdal selesai pada November. Selanjutnya, masa pelaksanaan konstruksi dimulai Oktober 2008 hingga Juli 2009 atau selama 10 bulan. ”Dan JORR sudah bisa dipakai pada akhir 2009,”terangnya. Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta meminta pembangunan Jalan Tol Lingkar Luar atau JORR West 1 (Kebon Jeruk–Cengkareng) dan JORR West 2 (Veteran–Ulujami) dipercepat.

Pasalnya, keberadaan dua seksi jalan tol ini akan mengurangi kemacetan di tol dalam kota.Setelah terkendala krisis moneter dan sempat terhenti pembangunannya, pada 2007 pembangunan jalan tol tersebut dimulai kembali. Saat ini beberapa lahan yang terkena JORR West 1 sudah dibebaskan.

Bahkan, saat ini sudah dilakukan pembangunan tiang pancang di lahan yang sudah dibebaskan tersebut. Kasubdit Pengadaan Lahan Direktorat Jenderal Bina Marga Wijaya Seta menuturkan pembagian investasi dibagi secara proporsional antara Pemprov dengan pemerintah pusat.

Rinciannya, 35% atau Rp665 miliar oleh Pemprov Jakarta melalui PT Jakpro dan 65% atau Rp1,235 triliun oleh Jasa Marga. Menurutnya, saat ini proyek tersebut sudah memasuki proses pengukuran lahan.” Sekarang panitia sudah tidak ragu-ragu,”jelasnya. (helmi syarif)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: