Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

11 Pasar Tradisional Terancam Tutup

Posted by kinclonk pada 22 Juli 2008

TANGERANG – Nasib pasar tradisional yang menjadi perputaran roda perekonomian masyarakat kian tak menentu dan terancam tutup. Lambat tapi pasti, pasar tradisional ini tidak saja ditinggalkan masyarakat pembeli. Tapi juga para pedagang yang mendirikan kios atau losnya di pasar tersebut.
Di Kabupaten Tangerang, dari 22 pasar tradisional, sebelas di antaranya terancam tutup. Sebab, para pedagang yang berdagang di pasar-pasar itu sudah meninggalkan kios atau losnya. Kesebelas pasar itu adalah Pasar Kronjo, Pasar Kampung Melayu, Pasar Ciputat Permai, Pasar Kelapa Dua, Pasar Cisoka, Pasar Bintaro, Pasar Balaraja, Pasar Cituis, Pasar Kutabumi, Pasar Malam Ciputat, dan Pasar Korelet.
”Kios atau los yang ditinggalkan pedagang di pasar tradisional jumlahnya ada yang mencapai 80 persen,” kata Direktur Operasional (Dir Ops) PD Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang Ahmad Djabir, Senin (21/7).
Djabir mencontohkan, Pasar Kutabumi di Kecamatan Pasar Kemis, yang awalnya terdapat 460 kios, kini jumlahnya tak mencapai 230 kios. “Sekitar enam puluh persen pedagang sudah meninggalkan pasar itu,” kata Djabir.
Kemudian, Pasar Ciputat, yang awalnya terdapat 1.500 kios dan los, sekitar 800 kios dan los dalam keadaan kosong. “Pedagangnya juga sudah meninggalkannya,” kata Djabir.
Banyak faktor penyebab sehingga sebagian besar pedagang di Pasar Tradisional tak lagi berdagang dengan cara meninggalkan kios atau los miliknya
Djabir menjelaskan, faktor itu ada yang bersifat eksternal dan internal, seperti menjamurnya mini market di sekitar pasar tradisional dan masih sulitnya menciptakan pasar tradisional yang aman dan nyaman.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang Dedi Supriadi mengakui, banyak pasar tradisional yang tidak mampu bersaing dengan mini market dan retail besar, yang terus menjamur di wilayah Tangerang, seperti Alfamart, Carefour, Giant, dan Indomaret.
Menjamurnya pasar kaget dan pedagang dadakan, seperti di depan lokasi pabrik juga menjadi penyebab sehingga aktivitas pasar tradisional terancam terhenti.
“Pasar tradisional di Kabupaten Tangerang mulai terasa sepi dirasakan sejak tiga tahun terakhir ini. Banyak kios atau los yang ditinggalkan pemiliknya. Ada di antara mereka yang memilih berdagang keliling atau alih profesi,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Departemen Perdagangan akan melakukan revitalisasi pasar-pasar tradisional di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan guna mempercantik wajah pasar tradisional yang saat ini terkesan kumuh. Dana yang disiapkan untuk merevitalisasi pasar rakyat tersebut mencapai Rp 112 miliar.
Direktur Operasional PD Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang Ahmad Djabir sangat menyambut positif adanya rencana pemerintah pusat yang akan mempercantik wajah pasar tradisional. Diharapkan, dengan makin cantiknya wajah pasar tradisional, masyarakat tetap membutuhkan pasar tradisional ini. Sehingga, tak terdengar lagi ada pedagang yang meninggalkan kios atau los miliknya. (dai)

Radar Banten

Satu Tanggapan to “11 Pasar Tradisional Terancam Tutup”

  1. Ya setuju,,, paling tidak revitalisasi juga di fokuskan pada kebersihan dan keamanan pasar,,, sehingga masyarakat akan merasa aman dan nyaman berbelanja di pasar2 tradisional tersebut.. “Blogger Jepara”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: