Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

BKD Kembali Lakukan Pendataan Tenaga Honorer

Posted by kinclonk pada 24 Agustus 2010

PAMULANG, TO – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Tangerang Selatan kembali melakukan pendataan terhadap ratusan tenaga honorer di lingkungan pemerintah daerah (Pemda). Ratusan tenaga honorer itu akan diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Hal itu dikatakan oleh Kepala BKD Kota Tangsel, Dudung E Diredja saat ditemui TangerangOnline di Pamulang, Kota Tangsel. Dia menjelaskan pendataan itu didasari oleh surat edaran (SE) dari menteri pemberdayaan negara (Menpan).

“Pendataan ulang dan verifikasi itu dilakukan berdasarkan SE Menpan No 5/2010,” katanya.

Dudung menjelaskan pendataan ulang itu BKD menggunakan basis data pada pendataan yang pernah dilakukan sebelumnya. Dia memaparkan tenaga honorer itu adalah merupakan mereka yang tercatat di tahun anggaran 2005. Mereka itu adalah tenaga yang dibiayai oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Tangerang dari 2005 sampai saat ini. (man)

Tangerangonline.com, 23 Agustus 2010

Ditulis dalam Ekonomi | Leave a Comment »

Dinsosnakertrans Buka Posko Pengaduan THR

Posted by kinclonk pada 24 Agustus 2010

PAMULANG, TO – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tangerang Selatan bakal membuka Posko untuk menampung pengaduan masyarakat seputar pembayaran THR.

Tunjangan hari raya (THR) bagi para buruh di Kota Tangsel wajib diberikan paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran (H-7).
Kepala Dinsosnakertrans Kota Tangsel, Zainal Aminin mengatakan, pihaknya sedang menyusun surat edaran untuk disampaikan ke perusahaan-perusahaan terkait THR.

“Intinya kami mengimbau perusahaan memberikan THR dengan besaran minimal sama dengan upah satu bulan. Paling lambat H-7 sebelum Lebaran, THR harus sudah disampaikan kepada karyawan,” jelasnya kepada TangerangOnline di Pamulang, Kota Tangsel. (man)

Tangerangonline.com, 23 Agustus 2010

Ditulis dalam Ekonomi | 1 Comment »

Pengusaha Bisa Kena Sanksi Hukum

Posted by kinclonk pada 24 Agustus 2010

PAMULANG, TO – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tangerang Selatan bakal melayangkan surat edaran kepada para pengusaha terkait hak pekerja untuk menerima tunjangan hari raya (THR).

Jika surat yang mengatur hak-hak pekerja tersebut tak diindahkan, maka para pengusaha harus bersiap-siap menghadapi sanksi hukum.

“THR kan sudah menjadi hak pekerja sebagaimana yang diatur UU. Kalau sampai tak diindahkan, ya bakal kena sanksi hukum,” tegas Kepala Dinsosnakertrans Kota Tangsel, Zainal Aminin kepada TangerangOnline di Pamulang, Kota Tangsel.

Mengacu pada UU No 13/ 2003 tentang ketenagakerjaan, maka THR merupakan hak pekerja. Aturan tersebut sebelumnya juga dipertegas dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No 4/ 1994 tentang bahwa penguasaha wajib memberikan THR bagi pekerjanya minimal sebesar 1 kali upah.

Pemberian THR yang dimaksud selambat-lambatnya tujuh hari sebelum Hari Raya. Atas dasar itulah, kata Zainal, pemberian THR bagi pekerja merupakan amanat UU yang harus dipatuhi oleh setiap pengusaha. (man)

Tangerangonline.com, 23 Agustus 2010

Ditulis dalam Ekonomi | Leave a Comment »

Makanan Berformalin Kembali Marak

Posted by kinclonk pada 24 Agustus 2010

SERPONG, TO – Makanan yang mengandung formalin ditengarai kembali marak beredar di pasar tradisional pada bulan Ramadan ini.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menengarai adanya makanan yang mengandung formalin setelah tim dari Disperindag menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di beberapa pasar tradisional di Tangerang Selatan.

Mengantisipasi agar makanan yang mengandung zat berbahaya tersebut tidak lagi beredar, Disperindag berencana menggelar Sidak lanjutan bersama tim gabungan dari Dinas Kesehatan serta Satpol PP.

Berdasar pantauan tim Disperindag di Pasar Serpong, makanan yang ditengarai mengandung formalin di antaranya cincau serta nata de coco. Kecurigaan itu muncul lantaran kedua jenis makanan tersebut ketika ditekan tidak mudah hancur melainkan keras.

Menurut keterangan sejumlah anggota tim, cincau serta nata de coco yang sehat ketika ditekan mudah sekali hancur. Bukan sebaliknya ketika ditekan masih utuh dan sulit sekali hancur.

Salah seorang penjual, Narti mengatakan, tidak tahu bahan baku apa saja yang digunakan untuk membuat cincau.

“Saya dapatnya cincau ini ya beli dari orang. Yang membuat siapa saya tidak tahu sehingga kalau ditanya bahannya apa, saya juga tidak tahu,” ujarnya kepada anggota tim. (man)

Tangerangonline.com, 23 Agustus 2010

Ditulis dalam Kesehatan | Leave a Comment »

Tiga Pejabat Tangsel Dilaporkan ke Mendagri

Posted by kinclonk pada 23 Agustus 2010

PAMULANG – Tiga pejabat Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dilaporkan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Ketiga pejabat itu adalah Kepala BKD yang juga Plt Sekot Tangsel Dudung E Direja, Asda I Ahadi, dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Tangsel Dadang M Epid.

Aliansi Masyarakat Pemantau Aparatur Negara (Ampur) Tangerang melaporkan ketiga pejabat itu lantaran diduga terlibat aktif dalam mendukung salah satu calon walikota Tangsel. Dalam laporannya tertanggal 20 Agustus 2010 menyebutkan bahwa Dudung E Direja dituding menjadi ketua tim sukses birokrat untuk salah satu calon walikota. Dudung disebutkan memimpin rapat SKPD saat menjadi kepala BKD dengan alasan rapat bina wilayah. Dudung juga disinyalir beberapa kali memimpin rapat SKPD di puncak Bogor dan salah satu Hotel di Jakarta. Saat rapat, Dudung didampingi calon walikota tersebut.

Asda I Ahadi disebutkan telah memberikan memo kepada para camat, lurah, dan seluruh SKPD Tangsel untuk menyukseskan program salah satu calon. Ahadi juga menjadi pembina Himpunan Masyarakat Tangerang Selatan (Himats), sebuah organisasi yang mendukung dan meminta bantuan dana untuk salah satu calon walikota pada 27 Juni 2010.
Sedangkan Kepala Dinkes Kota Tangsel Dadang M Epid dilaporkan lantaran mengeluarkan surat yang meminta camat untuk mempermudah beberapa pegawai Dinkes Tangsel yang berdomisili di luar Tangsel untuk dibuatkan KTP.

Mengacu pada PP Nomor 53/2010 tentang Disiplin PNS, Ampur mendesak Mendagri segera mengambil tindakan tegas terhadap ketiga pejabat itu. Karena, menurut Koordinator Ampur Kholid, mereka telah melanggar Pasal 12 ayat 9. “Ampur juga mendesak Mendagri bersama departemen dan lembaga terkait membatalkan kandidat calon yang didukung kalangan birokrat karena diduga menggunakan aparatur Pemkot Tangsel, seperti diduga terlibat dalam mutasi pegawai, penggalangan masa lewat SKPD, lurah, dan camat,” katanya, Minggu (22/8).

Kholid menegaskan, laporan tersebut akan kembali dipertanyakan ke Mendagri satu pekan setelah laporan diterima. “Karena pihak Mendagri melalui TU-nya berjanji akan segera menindaklanjuti hal tersebut,” kata Kholid.
Untuk itu, dia meminta seluruh elemen masyarakat Tangsel bersama-sama mengawal laporan ke Mendagri, Menpan, Bawaslu, serta Presiden RI tersebut.

Kepala Dinkes Dadang M Epid belum bisa dikonfirmasi. Telepon selularnya dalam keadaan tidak aktif. Pesan singkat yang dikirimkan juga tidak dibalas. Berbeda dengan Asda I Ahadi. Beberapa waktu lalu, dia mengelak tudingan Ampur. Dia menyangkal telah menyosialisasikan dukungan terhadap salah satu calon walikota. (mg-06/don)

Radar Banten, 23 Agustus 2010

Ditulis dalam Tangerang Selatan | 4 Comments »

IDI Tolak Umumkan Hasil Tes Kesehatan

Posted by kinclonk pada 21 Agustus 2010

TANGERANGNEWS-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tangerang merahasiakan hasil pemeriksaan kesehatan pasangan calon walikota dan wakil walikota Tangsel. IDI hanya menyerahkan pengumumannya kepada KPU Kota Tangsel.

Menurut Tim Sekretaris pemeriksa kesehatan bakal calon walikota dan wakil walikota Tangsel Dr. Rifki saat di hubungi Tangerangnews  Jumat (20/8) mengatakan, tim dokter dari IDI kemarin sudah memplenokan hasil pemeriksaan kesehatan bakal calon tersebut dan akan diserahkan hari ini juga.

“ Kemarin Tim Dokter IDI sudah mempleno hasil tes kesehatan bakal calon, Namun kita terkendala karena ketua tim dokter belum menandatangi hasil pleno tersebut dikarenakan ketua tim dokter sedang bertugas menangani operasi pasien mungkin setelah selesai operasi baru akan ditandatangi dan langsung kita serahkan ke KPU tapi pihaknya berkomitmen untuk tidak mengumumkannya ke publik.” ujarnya

Disinggung hasilnya, dr. Rifki memilih tidak menjawab. “Mohon maaf, kami tim dokter sudak sepakat untuk tidak mengumumkan dan kami hanya menyerahkan saja hasil pemeriksaan bakal calon tersebut dan yang berhak mengumumkan lolos atau tidak hanya KPU tangsel.” Katanya

Ia menambahkan ada beberapa kandidat yang memiliki riwayat penyakit jantung. Namun, itu belum tentu membuat kandidat yang bersangkutan tidak bisa menjadi calon walikota atau wakil walikota.

IDI hanya menggunakan istilah mampu dan tidak mampu dalam rekomendasinya. “Kalau kami menggunakan sakit atau tidak sakit, bisa-bisa tidak ada kandidat yang lulus tes kesehatan,” katanya.(deddy)

Tangerangnews.com, 20 Agustus 2010

Ditulis dalam Pilkada | Leave a Comment »

BKD Tangsel Bentuk Tim Verifikasi

Posted by kinclonk pada 21 Agustus 2010

PAMULANG, TO – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) membentuk tim verifikasi untuk mengantisipasi indikasi pelanggaran penggelembungan data, manipulasi data dan pungutan liar (Pungli).

Petugas pendataan tenaga honorer yang terbukti melakukan penggelembungan data, manipulasi data dan Pungli bakal diancam dengan sanksi administrasi dan sanksi pidana sesuai Surat Edaran Menegpan No 05/2010.

Kepala BKD Tangsel Dudung E Diredja saat ditemui TangerangOnline, mengungkapkan, posisi BKD hanya sebagai penerima data kolektif dan tidak memiliki kepentingan apa pun terkait dengan pendataan tenaga honorer.

Dalam melakukan pendataan tenaga honorer, kata dia, dilakukan secara transparan dan tidak dipungut biaya. Pelanggaran terhadap SE tersebut, terangnya, bakal diancam sanksi administrasi dan sanksi pidana.

“Pendataan ini tidak main-main, karena hasilnya bakal dipublikasikan kepada publik agar sama-sama bisa mengawasi. Kami juga berkoordinasi dengan Inspektorat Tangsel membentuk tim verifikasi untuk mengantisipasi penggelembungan data, manipulasi data dan indikasi Pungli,” tegas Dudung. (man)

Tangerangonline.com, 20 Agustus 2010

Ditulis dalam Pilkada | 1 Comment »

Tenaga Honorer Akan Diangkat PNS

Posted by kinclonk pada 21 Agustus 2010

PAMULANG, TO – Harapan baru kembali muncul bagi tenaga honorer di Kota Tangerang Selatan. Sebab, sejak 16 Agustus 2010, diadakan kembali pendataan bagi tenaga honorer yang tidak masuk database pada 2005 lalu. Tenaga honorer tersebut akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Tangsel.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Tangsel, Dudung E Diredja pendataan tenaga honorer adalah hasil keputusan dari Menpan. “Ini merupakan keputusan hasil rapat yang saya ikuti di Bogor dan di Banten,” kata dia kepada TangerangOnline di Pamulang, Kota Tangsel.

Dia juga menjelaskan tenaga honorer yang akan didata BKD adalah mereka yang sudah bekerja di bawah 1 Januari 2005. “Jadi, di bawah 1 Januari 2005 yang kami data. Sedangkan tenaga honorer yang diangkat di atas 1 Januari 2005 tidak akan dimasukkan dalam pendataan tenaga honorer tersebut,” tambahnya.

Dudung juga menjelaskan beberapa syarat agar bisa masuk dalam database yang baru adalah tenaga honorer harus dibiayai oleh APBD dan non-APBD. Bagi tenaga yang digaji atau dibiayai oleh APBD, kata Dudung, harus sudah mengumpulkan data-data paling lambat 31 Agustus 2010.

“Karena akan dikirimkan langsung ke BKN. Sedangkan bagi tenaga honorer yang dibiayai non-APBD paling lambat harus setor data Desember 2010. Saat ini, formulir pendataan sudah dikirim ke kecamatan-kecamatan agar diberikan ke sekolah dan puskesmas,” jelasnya.

Pendataan ini, ujarnya, untuk mengakomodasi tenaga honorer yang tidak terdata pada saat pendataan pada 2005 lalu. “Syarat lain, tenaga honorer harus berumur minimal 19 tahun pada 1 Januari 2006 lalu dan maksimal 46 tahun. Kemudian, tahun yang sama sudah mempunyai masa kerja minimal 1 tahun,” sambungnya.

Selain itu, tenaga honorer yang didata merupakan yang bekerja pada instansi pemerintah. “Seperti di sekolah, di puskesmas atau tenaga penyuluh lainnya,” terangnya. (man)

Tangerangonline.com, 19 Agustus 2010

Ditulis dalam Umum | 1 Comment »

Pilkada TangSel 13 November 2010 4 Kandidat Dipastikan Maju

Posted by kinclonk pada 20 Agustus 2010

Hingga pukul 00 Senin 16 Agustus, Komisi Pemilihan Umum Daerah KPUD Tangerang Selatan hanya menerima pengembalian 4 berkas dari belasan formulir pendaftaran yang diambil para kandidat.

Dengan demikian, KPUD memastikan hanya 4 kandidat pemimpin Tangerang Selatan yang akan bertarung memperebutkan suara pada Pilkada Tangsel yang akan digelar 13 November mendatang.
Dari 4 kandidat itu, Dua pasangan, berjuang melalui jalur partai politik. Mereka adalah Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie. Adik ipar Gubernur Banten Ratu Atut Chosiah itu diusung delapan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Menata Tangsel yaitu Demokrat, Golkar, PKS, PDIP, PKB, PDS, PKPI dan Partai Demokrasi Perjuangan. Satu pasangan lainnya yakni  Arsyid-Andre Taulani diusung oleh empat partai yaitu Gerindra, Hanura,PPP dan PBB.

Dua pasangan lain berjuang melalui jalur independen. Mereka adalah Rhodiah Najiba-Sulaeman Yassin dan Yayat Sudrajat-Norodom Soekarno.Keempat pasangan calon itu akan melalui tahapan tes kesehatan yang berlangsung 16-18 Agustus kemarin, baru kemudian ditetapkan sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan periode 2010-2015, tentu saja setelah lolos memenangkan suara.

Sebelum penetapan keempat kandidat itu, bursa calon pemimpin Tangerang Selatan, banyak diminati sejumlah tokoh bahkan artis. Maklum saja, Tangerang Selatan yang merupakan pecahan dari Tangerang ini memang merupakan daerah potensial. Dengan wilayah yang hanya terdiri dari 7 kecamatan saja, sementara APBD-nya pertahun dipatok sekitar 1,3 trilyun.

Namun mereka rata-rata gagal maju, seperti pasangan Ahmad Suwandhi dan Marissa Haque (Asmara). Tentu banyak alasan yang mereka kemukakan seputar kegagalannya mamju, seperti yang dikemukan Asmar, mereka gagal karena partai politik yang akan digunakan sebagai kendaraan politik memasang tarif yang terlalu tinggi dan tidak wajar.

“Bagi kami ini tidak mendukung terhadap terciptanya pemerintahan yang bersih sesuai visi dan misi kami. Padahal masyarakat ingin pemimpin yang anti korupsi,” ucap Ahmad Suwandhi lirih.

Melihat begitu riskannya, politik uang opada Pilkada di tangerang selatan ini, beberapa waktu lalu sejumlah tokoh politik dan penggiat anti korupsi meminta warga Tangsel memwaspadai politik uang dan kartel politik dalam Pilkada Tangsel. Pilkada seperti itu, cenderung tidak menghasilkan  pemimpin yang memiliki misi memperbaiki daerah, tapi justru menghasilkan pemimpin yang hanya  meraup dana sebanyak mungkin dari Tangsel.

Jaringan Pemilih Tangsel tegas mengimbau masyarakat tidak melirik kandidat yang memberikan uang sekalipun. Selain itu, seluruh pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah daerah setempat diharap netral. Begitu pula dengan KPU Tangsel agar transparan menggelar pilkada, 13 November 2010. (Martoyo)

Dikutip dari berbagai sumber media online

Ditulis dalam Pilkada | Leave a Comment »

Dinkes Tangsel Siap Tangani Flu Babi

Posted by kinclonk pada 8 Mei 2009

PAMULANG – Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tak mau kecolongan dengan kasus flu babi. Untuk mencegah terjadinya serangan dan penyebaran flu babi, Dinkes Kota Tangsel memiliki cara.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Dadang M Ebit, ketiga cara tersebut yakni meningkatkan kewaspadaan sejak dini, penyediaan stok tamiflu secara cukup dan bersikap tenang.
Dadang mengatakan, peningkatan kewaspadaan flu babi adalah mengenali tanda-tanda penyakit flu babi. Biasanya penderita flu babi seperti flu biasa dan temperatur suhu tubuhnya di atas 38 celcius.”Flu babi gejalanya sama seperti flu biasa. Mengalami radang tenggorokan. Penyebaran melalui kontak badan dan melalui udara,” jelasnya, Kamis (7/5).

Sementara soal penyediaan stok tamiflu, kata Dadang, pihaknya telah memerintahkan kepada 10 puskesmas di Tangsel agar menyediakan stok obat tamiflu. Setiap puskesmas agar menyediakan 100 tablet obat oseltamivir atau dikenal tamiflu
“Selain melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang penyakit flu babi, seluruh Puskesmas se-Tangsel juga diminta memasang spanduk tentang gejala awal penyakit flu babi,” terangnya.

Sedangkan strategi ketiga menghadapi masalah ini dengan tenang. Sebab, risiko kematian pasien flu babi itu terbilang kecil yakni hanya 5 persen. Sedangkan 95 persen pasien yang terserang virus H1N1 ini bisa diselamatkan. “Kita telah menginstruksikan kepada Puskesmas se-Tangsel agar menggelar sosialisasi dan penyuluhan tentang flu babi,” katanya.
Dadang juga mengatakan, sampai saat ini pihaknya telah menyiapkan dua rumah sakit rujukan untuk warga Kota Tangsel yang terserang flu babi. Untuk di Banten yang menjadi rumah sakit rujukan penyakit ini baru dua yakni RSUD Serang dan Tangerang. Sedangkan untuk rumah sakit swasta sementara ini belum ada SK dari Menkes.
“Jadi kalau ada warga Tangsel yang terjangkit flu babi akan kita rujuk ke RSUD Tangerang,” katanya. (ang)

Radarbanten.com, 8 Mei 2009

Ditulis dalam Kesehatan | 2 Comments »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.