Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Arsip untuk ‘Umum’ Kategori

Pemberitaan di sekitar Tangerang Selatan

Tawuran Lagi, Polisi Ancam Tembak Ditempat

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 24, 2009

PAMULANG-Kapolsek Pamulang AKP Heru Purnomo menyatakan akan melakukan tindakan tegas terhadap ormas yang kembali melakukan aksi tawuran, tindakan ini dilakukan untuk memberikan efek jera terhadap pelaku bentrokan yang terjadi dini hari tadi.

“Kalau tawuran itu kembali terjadi lagi, kita akan melakukan tindakan tegas sesuai prosedur hukum, bila terlalu mengancam dan membahayakan kehidupan masyarat sekitar kita akan melakukan tindakan itu (tembak ditempat). Kita tidak ingin Pamulang kembali diwarnai dengan aksi-aksi kurang menguntung dari ormas-ormas tersebut,” ucap Kapolsek Pamulang AKP Heru Purnomo kepada Tangerang Online ketika disingung antisipasi tawuran dengan tembak ditempat bila bentrokan itu kembali meledak.

Menurutnya, tawuran antara Barisan Muda Betawi (BMB) dan dua ormas lainnya yakni Pemuda Pancasila dan Kembang Latar telah menemui titik temu dalam sebuah mediasi, tidak ada saksi yang dimintai keterangan maupun tersangka dalam tawuran tersebut.”Cuman persoalan biasa, dan semua sudah didamaikan setelah kita memangil para pentolan dari ketiga ormas tersebut untuk tidak melakukan lagi,” jelas Kapolsek.

Ketua Barisan Muda Betawi (BMB) A’ay Samudra menyatakan, bentrokan itu dikarenakan masalah kecil, maka dari itu pihaknya langsung mendatangi Polsek Pamulang untuk melakukan mendamai tawuran tersebut.”Atas kejadian ini kita tidak ingin terjadi lagi, karena ormas-ormas yang ada disini merupakan teman dan kawan sepermainan waktu kecil,” tandas A’ay. (iin)

Tangerangonline, 23 April 2009

Ditulis dalam Umum | 1 Komentar »

Tiga Ormas Tawuran, Polisi Buru Sejumlah Pelaku

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 23, 2009

PAMULANG- Jajaran Polsek Pamulang memburu sejumlah pelaku tawuran di Bunderan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Kamis, (23/4) dini hari tadi yang melibatkan tiga ormas yaitu Barisan Muda Betawi (BMB) dengan ormas Kembang Latar yang bergabung dengan Pemuda Pancasila (PP). Diduga tawuran ini akibat perebutan lahan parkir.

Waka Polsek Pamulang, AKP Tatang Syarif kepada Tangerang Online mengaku pihaknya segera menerjunkan petugas melakukan penyelidikan dan menelusuri tawuran antara tiga ormas tersebut.”Kita sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku tawuran di Pamulang tadi malam. Untuk sementara, sejumlah saksi masih dimintai keterangan,” ucapnya.

Ditanya berapa korban jiwa dalam tawuran tersebut, Tatang mengaku belum ada laporan yang menjurus kepada hal tersebut, namun seorang pelaku tawuran mengalami luka dibagian kepala terkena lemparan benda keras.”Tidak ada korban jiwa, hanya satu yang terluka,”jelasnya.

Pantauan Tangerang Online malam tadi, tawuran tiga ormas tersebu terjadi disekitar Jalan Siliwangi Pamulang, tepatnya didepan pasar Pamulang tidak jauh dari kantor Pusat Pemerintah Kota Tangerang Selatan hingga merembet ke Polsek Pamulang. Ketika tawuran berlangsung, posisi BMB berada didepan Universitas Pamulang sementara Kembang Latar dan PP yang satu komando berada di depan masjid Agung Pamulang.

“Posisi antara keduanya tidak begitu jauh, mereka naik darah saling lempar batu dan botol serta mengeluarkan senjata tajam. Selama satu jam kurang terjadi tawuran tersebut, dan ketiga ormas tersebut akhirnya saling bubarkan diri dan tidak meluas,”jelas Rokhmat salah satu saksi di lokasi. (iin)

Tangerangonline.com, 23 April 2009

Ditulis dalam Umum | Leave a Comment »

PHK Melanda Buruh Kabupaten Tangerang

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 7, 2009

[TANGERANG] Jumlah buruh di wilayah kabupaten Tangerang yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) makin bertambah banyak. Jika pada akhir Januari 2009 tercatat 2.221 buruh yang di PHK, maka pada akhir Februari jumlahnya meningkat menjadi 3.847 orang buruh yang bekerja di berbagai perusahaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang, Hasdanil, Kamis (5/3) mengatakan PHK pekerja dilakukan perusahaan akibat pesanan dari luar negeri sepi.

Hasdanil menyebutkan, pekerja yang di PHK berasal dari 4 perusahaan, yaitu PT Prima Inreksa 1.102 pegawai, PT EDS Manufacturing Indonesia 1.509 karyawan, PT Putera Bangun Cipta Mandiri 74 buruh, dan PT Sanken Indonesia 26 pekerja.

Pada Januari 2009 lalu, ada juga buruh yang dirumahkan. Jumlahnya mencapai 2.481 jiwa. Mereka berasal dari dua perusahaan, yaitu PT Prima Inreksa 2.260 orang dan PT EDS Manufacturing 221 orang.

Pada bulan Februari, buruh yang di PHK sebanyak 1.626 orang, berasal dari dua perusahaan, yaitu PT Sandoz Prima Jaya Produksi Furniture 26 orang dan PT Prima Inreksa 1.600 orang.

Hasdanil mengatakan selain order sepi, buruh di Kabupaten Tangerang sering sekali melakukan unjukrasa. Hal itu membuat banyak jam kerja yang hilang. Pada Januari, sebanyak lima perusahaan telah di demo dengan jumlah buruh pendemo mencapai 2.924. Hal itu menyebabkan adanya jam kerja yang hilang 140 .352 jam.

Pengusaha Ketakutan

Menurut Hasdanil, seringnya berunjuk rasa membuat para pengusaha ketakutan. Meski demikian, dia berharap para pengusaha segera memperkerjakan kembali buruh yang dirumahkan.

Sementara, bagi buruh yang di PHK, dia meminta kepada para pekerja memanfaatkan peluang kerja di luar negeri misalnya Arab dan Hong Kong.

“Disnakertrans akan memfasilitasi bagi buruh yang ingin memanfaatkan fasilitas bekerja di luar negeri,” katanya. [132]

Suara Pembaruan, 6 Maret 2009

Ditulis dalam Umum | 1 Komentar »

Fasum di Bekasi Tangerang dan Depok Tak Terurus

Ditulis oleh kinclonk di/pada Februari 20, 2009

TANGERANG (Pos Kota) – Fasilitas umum warga Bekasi, Tangerang, dan Depok kian hari kian jeblok. Shelter buskota rusak dipenuhi corat-coret, terminal angkutan umum dijejali pedagang, jembatan penyeberangan orang (JPO) dan taman tak terurus, bahkan jam pengingat waktu di taman kota pun penunjuk waktunya ngaco (tak karuan).

Sisi lainnya, jalan protokol sampai jalan desa di Bekasi, Tangerang, dan Depok rusak di mana-mana. Warga geram pada kebijakan pembangunan pemda karena dinilai tak sensitif.

Pos Kota memantau, fasilitas umum di Bekasi, Tangerang, Depok yang dibangun dengan dana puluhan miliar rupiah kondisinya menyedihkan.

Di Kota dan Kabupaten Bekasi, berbagai fasilitas, semisal shelter, jembatan penyeberangan, dan terminal sebagian besar dibiarkan telantar.

Terminal Bekasi misalnya, lantaran pelatarannya berlubang, banyak angkot dan buskota tidak masuk ke terminal. Angkutan yang keluar Tol Bekasi Barat, lebih banyak menurunkan penumpang di Rawapanjang, tidak sampai terminal. Penumpang terpaksa menyambung dengan angkot.

K-5 DI BADAN JALAN
Hal sama terjadi di Ciputat, Kota Tangerang Selatan, angkutan umum berjejalan di bibir fly-over yang belum lama ini dibuka sehingga menyebabkan kemacetan di Jalan Raya Ciputat.

Kondisi ini diperparah dengan lapak kaki-5 yang merangsek ke badan jalan. “Ampun deh melintas di sana,” kata Tata, warga Pamulang.

Subterminal Pasar Baru di Kota Tangerang dan Balaraja di Kabupaten Tangerang pun serupa. Angkutan umum plat hitam dan angkot ngetem di luar, menimbulkan kemacetan. “Kalau tak difungsikan sebaiknya dihilangkan saja,” kata Kiki, warga Sukasari, Kamis (19/2).

Ahsan Annahar, Juru Bicara Pemkot Tangerang, mengutarakan setiap tahun anggaran perbaikan fasilitas umum itu disediakan. Hanya saja, ada perusak fasilitas umum. “Kini Pemkot menggagas pemeliharaan sarana umum secara bersama-sama warga kota.”

Terminal Depok sempat ditata Dishub dan Polres, kini kembali semrawut. Antrean angkutan mengular sampai depan kantor walikota dan padat di pintu keluar terminal Jalan Margonda dan Jalan Arif Rahman Hakim. Penyebabnya, angkot ngetem di pintu keluar. Di dalam terminal, ribuan pedagang memadati lahan kosong, bahkan di atas jembatan Irigasi Barat.

JEMBATAN PENYEBERANGAN
Setali tiga uang, ternyata jembatan penyeberangan orang (JPO) di Bekasi, Tangerang, dan Depok pun sama tak terawatnya. Semisal JPO di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Jenderal Sudirman (Kranji), besinya mulai keropos.

Bahkan jembatan penyeberangan di Jalan H Juanda (depan Pasar Baru Bekasi) sempat jadi besi tua, akhirnya dijual ke ‘Madura’.

Di Kota Tangerang sebagian besar JPO tak berfungsi karena dibangun tak sesuai kebutuhan warga, akibatnya JPO itupun rusak. Hanya dua JPO yang berfungsi yaitu di depan D’Best Cikokol dan Kebon Nanas.

Juga di Kota Tangerang, tepat di Taman Cikokol, sebuah jam besar yang ditempatkan di tugu berdesain Mesjid Raya Al-A’zhom yang menelan anggaran ratusan juta rupiah, ternyata ngaco.

JALAN BERLUBANG
Yang paling memprihatinkan, ternyata kerusakan jalan protokol, jalan antarkecamatan, dan jalan antardesa di Bekasi, Tangerang, dan Depok nyaris seluruh dalam kondisi rusak parah.

Di Depok, kemegahan kota terganggu dengan jalan-jalan berlubang yang ada di hampir setiap ruas jalan, kendati setiap tahun diperbaiki.

Tengok Jalan Raya Meruyung sepanjang 3 Km dari arah Masjid Kubah Emas menuju Kampus UPN Veteran, Limo rusak berat. Disusul arah Jalan Raya Limo, mulai perempatan Jalan Bandung hingga Mal Cinere.

Di Kabupaten Tangerang jalan rusak, bahkan hancur pun nyaris terdapat di banyak wilayah. Semisal Jalan Rajeg-Mauk sejauh belasan kilometer rusak.

Saking jengkelnya, warga di sana menanam pohon pisang di badan jalan rusak itu. Kerusakan jalan parah pun terjadi di Jln. Cisoka-Cangkudu, Cisoka-Solear, Jalan Ibukota Tigaraksa, dan masih banyak lagi.

“Bila anggaran tak cukup, ditambal-sulam saja,” kata Yopie Sampurna, Ketua Lembaga Pemantau Kebijakan Publik, Advokasi dan HAM Kabupaten Tangerang.

H. Dedi Sutardi, Kadis PU Kabupaten Tangerang, mengungkapkan terkait pembentukan Kota Tangerang menyebabkan tertahannya pengesahan APBD Kabupaten Tangerang 2009 oleh Gubernur Banten, maka perbaikan tambal-sulam jalan rusak belum bisa dilaksanakan.

DIKORUPSI KALE….
Banyak jalan rusak di Bekasi membuat Happy Salma miris. Menurut artis yang sedang sibuk menjadi presenter Panggung Teater di TVRI ini jalan rusak karena dikorupsi.

“Jalan bikinan era Belanda saja masih ada yang bagus. Masak di era reformasi ini masih banyak jalan yang berlubang. Tidak kota Bekasi saja lho, kota Jakarta juga banyak berlubang. Dikorupsi kale uangnya,” kata Sukabumi, Jawa Barat, 4 Januari 1980, ini kepada Pos Kota, Kamis (19/2).

Bagaimana bintang sinetron Bujangan, Si Cecep, Kutunggu Cintamu, Nyonya Nyonya Sosialita, Laba Laba Cinta, Dari Lubuk Hatiku, Cowok-Cowok Keren dan film Gie serta Hantu Aborsi ini tidak miris. Baru saja jalan dibangun sudah digali lubang untuk PAM atau listrik atau kabel-kabel lainnya.

“Pemda kayaknya tidak punya planning dalam membangun tata kota. Sepertinya disengaja supaya bisa menghabiskan uang. Mestinya kan ada kerjasama antara dinas satu dengan dinas lainnya. Sehingga pembangunan sebuah kota tertata dengan baik,” kata selebritis yang masih sendiri ini.
(tim PK)

Pos Kota, 20 Februari 2009

Ditulis dalam Umum | Leave a Comment »

Tarif Parkir di Tangerang tidak Berubah

Ditulis oleh kinclonk di/pada Januari 5, 2009

TANGERANG–MI: Tarif parkir di wilayah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten dipastikan tidak akan berubah atau tidak mengalami kenaikan selama tahun 2009.

“Kenaikan tarif parkir kendaraan tidak memberikan pengaruh banyak terhadap kenyamanan pengendara,” kata Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Endang Sudjana, Senin.

Sudjana menuturkan, DPRD Kabupaten Tangerang tidak akan membahas kenaikkan tarif parkir yang dikelola perusahaan swasta atau pihak ketiga.

Meskipun pihak pengelola parkir swasta atau Asosiasi Pengolahan Pusat Belanja Indonesia mengajukan kenaikkan tarif namun DPRD tidak akan mengagendakan pembahasannya di tingkat legislatif.

Sudjana mengatakan, Kabupaten Tangerang tidak akan mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menaikkan tarif parkir swasta pada 1 Januari 2009.

Sudjana menegaskan pengelola parkir harus menjamin keamanan bagi pemilik kendaraan seperti asuransi untuk klaim pengganti jika terjadi kehilangan atau kerusakkan.

Namun demikian, Sudjana menambahkan, apabila pengelola parkir mengajukan kenaikkan maka harus ada peningkatan pemasukkan untuk Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang guna memperbaiki sarana umum perparkiran.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Kabupaten Tangerang Deden Sugandhi menilai, tarif parkir yang diberlakukan saat ini cukup besar sehingga tidak perlu dinaikkan. (Ant/OL-02)

Media Indonesia, 5 Januari 2009

Ditulis dalam Umum | Leave a Comment »

32.000 Pekerja di Tangerang Terancam PHK

Ditulis oleh kinclonk di/pada Desember 18, 2008

TANGERANG–MI: Sebanyak 32.000 pekerja industri dari sejumlah perusahaan di Kabupaten Tangerang, Banten, terancam terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk efisiensi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Tangerang Herry Rumawatine mengatakan, ancaman efisiensi tersebut terkait dengan sebanyak 29 perusahaan yang mengajukan proses PHK kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat.

“Pengajuan PHK tersebut hasil evaluasi Apindo atas krisis ekonomi global,” kata Rumawatine di Tangerang, Selasa (16/12).

Ia menyebutkan, sebanyak 32.000 buruh yang terancam PHK tersebut bekerja tersebar pada 29 perusahaan industri yang mendaftarkan diri untuk efisiensi, bahkan sebanyak 12 perusahaan di antaranya sudah mengajukan PHK untuk 12.000 karyawan kepada Disnakertras Kabupaten
Tangerang.

Rumawatine mengungkapkan, pihaknya tidak ada solusi lainnya untuk mengatasi krisis ekonomi dunia tersebut, selain menjalani proses PHK terhadap karyawannya. Karena saat ini, kondisi sebagian besar perusahaan sangat labil.

Terlebih industri pabrik yang bergerak pada bidang sepatu, otomotif dan garmen mengalami kesulitan keuangan, penurunan permintaan pembeli, bahan baku impor yang tinggi dan kuota pesanan ekspor yang rendah.

Ia juga menambahkan, kebijakan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang menyetujui revisi Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tangerang atas rekomendasi Bupati Tangerang Ismet Iskandar merupakan langkah yang keliru.

Sebelumnya, Gubernur Banten menetapkan UMK tahun 2009 untuk Kabupaten Tangerang sebesar Rp1.044.500, namun direvisi kembali menjadi Rp1.055.000 karena tekanan dari buruh yang melakukan unjuk rasa besar-besaran menuntut Bupati Tangerang merekomendasikan perubahan UMK.

Alasan buruh menolak penetapan UMK sebesar Rp1.044.500 lantaran surat rekomendasi usulan penetapan dari Bupati Tangerang kepada Gubernur Banten tidak melampirkan surat keberatan dari buruh yang tergabung dalam dewan pengupahan.

Rumawatine menegaskan, pihaknya mempersiapkan beberapa langkah hukum untuk menanggapi revisi UMK.

Upaya hukum yang akan diambil yakni memperkarakan Surat Keputusan Gubernur Banten mengenai revisi UMK Kabupaten Tangerang kepada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). (Ant/OL-01)

Media Indonesia, 17 Desember 2008

Ditulis dalam Umum | 1 Komentar »

Tangerang 2009, Jalan Rusak hingga Raskin Mengadang

Ditulis oleh kinclonk di/pada Desember 18, 2008

TANGERANG – Sejumlah persoalan di tahun 2008 masih menjadi masalah yang mengadang di wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang. Mulai dari jalan rusak hingga beras untuk keluarga miskin (raskin) harus menjadi perhatian serius.

Di Kota Tangerang, sejumlah persoalan yang kiranya butuh perhatian serius dari pemerintah, di antaranya adalah masih tingginya jumlah warga tidak mampu atau rumah tangga sasaran (RTS) serta bencana banjir yang rutin terjadi setiap tahun.
Wali Kota Tangerang Wahidin Halim menyatakan, target kepemimpinannya ke depan akan memprioritaskan aspek pembangunan, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur sampai kesejahteraan sosial, termasuk mengatasi banjir yang rutin terjadi setiap tahun.
“Saat ini kami terus melakukan pembangunan infrastruktur, mulai dari pembangunan jalan layang, terowongan, hingga jalan tembus dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Serpong. Kami juga tengah merancang pembangunan perkampungan haji yang berlokasi di kawasan Kecamatan Benda,” katanya.
Terkait upaya mengantisipasi banjir, kata Wahidin, saat ini pihaknya telah membangun dan memperbaiki tanggul rusak di Sungai Angke yang melintas di wilayah Kecamatan Larangan dan Ciledug. Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga sudah menyiapkan puluhan ribu lubang biopori di lingkungan tempat tinggal warga sebagai resapan air.
Sementara itu, sebagai upaya penanganan warga miskin di Kota Tangerang yang kini jumlahnya mencapai 63.093 keluarga, Wahidin mengaku terus melakukan pembenahan. Langkah itu dibuktikan dengan pendistribusian kartu multiguna, pembangunan rumah sakit duafa yang dikhususkan bagi warga tidak mampu, serta pembangunan rumah tinggal bagi anak jalanan.

Di Kabupaten Tangerang, beragam persoalan yang muncul juga tidak kalah peliknya, seperti jumlah warga miskin yang kini mencapai 245.000 keluarga. Selain itu, banyaknya pengangguran memicu tindak kriminal serta aksi anarki warga, seperti yang membakar Kantor Proyek PLTU Banten III.
Persoalan lain yang muncul adalah banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, bencana banjir yang terjadi setiap tahun, hingga maraknya ulah nakal pejabat yang tega menyelewengkan beras untuk warga tidak mampu.
Bupati Tangerang Ismet Iskandar sebelumnya pernah berjanji akan memprioritaskan lanjutan pembangunan infrastruktur jalan, mulai dari jalan utama hingga jalan lingkungan. Di antara ruas jalan utama yang menjadi prioritas adalah Jalan Raya Sepatan-Mauk dan Jalan Raya Cadas-Mauk.
“Kedua ruas jalan utama itu menjadi prioritas sebagai faktor menunjang pertumbuhan ekonomi di tiga daerah terkait. Mudah mudahan, tahun 2009 mendatang pembangunan ruas jalan dimaksud sudah rampung,” katanya.

Minim Pengawasan
Persoalan lain yang kerap diabaikan adalah minimnya kontrol pemerintah terhadap kinerja kontraktor terkait kualitas pembangunan jalan.
Alhasil, kerusakan pun kembali terjadi tak lama setelah jalan yang dibangun atau diperbaiki kembali dioperasikan, seperti yang terjadi pada Jalan Raya Legok. Awal tahun 2008, ruas jalan itu baru saja rampung diperbaiki, namun kini sudah kembali rusak.
Menyikapi soal tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Tangerang yang mencapai 245.000 keluarga, Pemkab Tangerang saat ini tengah melakukan berbagai program guna mengentaskan kemiskinan, di antaranya menganggarkan dana Rp 5 miliar dari APBD 2008 Kabupaten Tangerang guna melakukan perbaikan rumah bagi warga miskin.
Rencananya, program perbaikan rumah warga miskin akan dimulai pada awal Januari 2009. Ditargetkan, tahap pertama perbaikan dilakukan terhadap 300 rumah dengan alokasi anggaran bervariasi, antara 6-17 juta rupiah per rumah, tergantung dari situasi dan kondisi rumah dimaksud.

Dalam rangka upaya penanggulangan banjir, Pemkab Tangerang segera melakukan normalisasi sejumlah sungai serta memperbaiki saluran air yang rusak. Bahkan, tahun 2008 ini, program penanggulangan banjir diawali Pemkab Tangerang dengan menganggarkan dana sebesar Rp 2 miliar dari kas APBD guna membangun turab di Kali Ciputat dan Kali Serua, Kecamatan Ciputat. Total anggaran yang dibutuhkan Pemkab Tangerang guna mengantisipasi banjir sebesar Rp 655 miliar.
Pemkab Tangerang juga berencana menertibkan seluruh bangunan di pinggiran Sungai Cisadane yang mengalir melintasi wilayah Kabupaten Tangerang. Lahan itu selanjutnya akan ditanami pepohonan yang berfungsi sebagai pagar sungai, sekaligus lahan resapan.
“Pemkab Tangerang tidak akan memberikan ganti rugi apa pun kepada pemilik bangunan yang melanggar aturan atau masuk dalam zona Daerah Aliran Sungai (DAS). Sesuai aturan, minimal bangunan harus berjarak 50 meter dari pinggir Sungai Cisadane,” katanya.
Parluhutan Gultom

Sinar Harapan, 17 Desember 2008

Ditulis dalam Umum | Leave a Comment »

APBD 2009 Kabupaten Tangerang Rp 2,068 Triliun

Ditulis oleh kinclonk di/pada Desember 16, 2008

TEMPO Interaktif, Tangerang: Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang tahun 2009 ditetapkan sebesar Rp 2,068 triliun. Dari jumlah ini, sekitar Rp 1,789 triliun merupakan pendapatan sehingga defisit anggaran di wilayah berpenduduk sekitar 3,5 juta jiwa ini sekitar Rp 278 miliar.

Menurut anggota Panitia Anggaran DPRD Kabupaten Tangerang Ozi Saerozi dalam APBD 2009 ini, pendapatan asli daerah mencapai Rp 312 miliar, dengan rincian pos pajak daerah sebesar Rp 143 miliar, retribusi daerah Rp 62,8 miliar, hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan Rp 9,175 miliar, dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp 97,254 miliar.

Adapun pendapatan dari dana perimbangan sebesar Rp 1,194 miliar, terdiri atas bagi hasil pajak/hasil bukan pajak sebesar Rp 289 miliar, Dana Alokasi Umum sebesar Rp 885,236 miliar, dan Dana Alokasi Khusus sebesar Rp 49,765 miliar.

Kemudian, lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp 282,623 miliar, antara lain berasal dari hibah Rp 5 miliar, dana darurat Rp 3 miliar, bagi hasil pajak provinsi Rp 254,623 miliar, dan bantuan keuangan dari provinsi dan pemerintah daerah lain sebesar Rp 20 miliar.

Dijelaskan pula besaran penyertaan modal bagi BUMD di Kabupaten Tangerang yakni sebesar Rp 22 miliar. “Di APBD 2009 ini, PAD dari sektor pajak dan retribusi daerah mengalami kenaikan sebesar lima persen,” kata Ozi, Selasa (16/12).
JONIANSYAH

Tempo Interaktif, 16 Desember 2008

Ditulis dalam Umum | 1 Komentar »

Pengangguran Menghantui Buruh Tangerang

Ditulis oleh kinclonk di/pada Desember 4, 2008

TEMPO Interaktif , Tangerang: Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang Hasdanil memperkirakan gelombang pemutusan hubungan kerja yang akan dialami buruh di Tangerang akan terus terjadi hingga 2009 mendatang. “PHK secara besar-besaran akan terjadi pada kuartal pertama atau hingga akhir tahun ini dan tahun 2009,” ujarnya kepada Tempo hari ini.

Dia menambahkan, pengaruh krisis keuangan global sudah mulai terasa menimpa sektor industri dan perdagangan di Kabupaten Tangerang. Hal ini ditandai banyaknya perusahaan yang mengajukan PHK, efisiensi dan merumahkan karyawannya. Saat ini tercatat 20 perusahaan yang mengajukan dan kondisinya terancam bangkrut. “Banyak di bidang garmen dan elektronik,” ucap Hasdanil.

Hingga September- November tahun ini, Hasdanil meneruskan, tercatat 3.014 karyawan yang telah di PHK dan 1.500 karyawan yang dirumahkan karena perusahaan tidak mampu meningkatkan produksi dan menanggulangi biaya operasional.

Pemerintah Kabupaten Tangerang, kata dia, terus berupaya untuk melakukan pencegahan agar tidak terjadi PHK dengan cara menghimbau kepada kalangan pengusaha untuk tidak PHK dan melakukan efisiensi.

JONIANSYAH

Tempo Interaktif, 4 Desember 2008

Ditulis dalam Umum | Leave a Comment »

Tangerang Ajukan Revisi UMK

Ditulis oleh kinclonk di/pada Desember 4, 2008

SERANG (SINDO) – Pemkab Tangerang mengirimkan surat pengajuan revisi Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kabupaten Tangerang.

Isi surat yang dikirim Bupati Tangerang Ismet Iskandar itu meminta revisi UMK 2009 dari Rp1.044.500 menjadi Rp1.055.000.Pengajuan revisi UMK yang ditujukan kepada Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu tertuang dalam surat nomor 561/8962 tertanggal 2 Desember 2008. Alasan permintaan revisi UMK itu karena ada selisih yang cukup besar antara UMK Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.

Diketahui, UMK Kota Tangerang Rp1.054.660 dan Kabupaten Tangerang Rp1.044.500.Pertimbangan lain adalah respons terhadap surat dari Aliansi Serikat Pekerja/Buruh Kabupaten Tangerang No 005/Aliansi SP-SB/KAB.TNG/ XI/2008 tertanggal 21 November 2008, agar mengakomodasi aspirasi penetapan UMK 100%, sesuai KHL Rp1.075.641. Pengajuan revisi itu juga untuk menjaga hubungan industrial di Kabupaten Tangerang agar lebih kondusif dan harmonis.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten Ridwan Efendy mengatakan, surat usulan revisi tersebut kemarin diterima Pemprov Banten melalui Disnakertrans. ”Surat dari bupati itu sudah kami teruskan ke Gubernur Banten,”ujarRidwankemarin. Menurut Ridwan, pihaknya telah melakukan kajian terkait revisi UMK Tangerang.

Kajian itu untuk dijadikan bahan pertimbangan Gubernur Banten, apakah akan merevisi atau tidak UMK Kabupaten Tangerang. ”Kajian kami akan menjadi dasar bagi Ibu Gubernur,”ujarnya. Kepala Seksi Pengupahan dan Jamsostek Disnakertrans Ubaidillah mengatakan, selain surat revisi UMK, pihaknya telah menerima surat dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Tangerang.

Isi surat Apindo itu adalah menolak adanya perubahan UMK dan meminta Gubernur Banten untuk tidak melakukan revisi. Alasan Apindo karena putusan besaran UMK Rp1.044.500 telah disepakati Dewan Pengupahan Kabupaten Tangerang. Selain itu, Bupati Tangerang juga telah membuat rekomendasi UMK 2009 Rp1.044.500, atas usulan Dewan Pengupahan.

Alasan lain terkait penolakan Apindo karena rekomendasi UMK Bupati Tangerang telah ditetapkan Gubernur Banten menjadi UMK 2009. Bahkan, usulan revisi UMK yang telah dilayangkan Bupati Tangerang dipandang tidak melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku, karena tidak melakukan konsultasi kepada Dewan Pengupahan Kabupaten Tangerang. (teguh mahardika)

Seputar Indonesia, 3 Desember 2008

Ditulis dalam Umum | 3 Komentar »