TANGERANG (Pos Kota) – Fasilitas umum warga Bekasi, Tangerang, dan Depok kian hari kian jeblok. Shelter buskota rusak dipenuhi corat-coret, terminal angkutan umum dijejali pedagang, jembatan penyeberangan orang (JPO) dan taman tak terurus, bahkan jam pengingat waktu di taman kota pun penunjuk waktunya ngaco (tak karuan).
Sisi lainnya, jalan protokol sampai jalan desa di Bekasi, Tangerang, dan Depok rusak di mana-mana. Warga geram pada kebijakan pembangunan pemda karena dinilai tak sensitif.
Pos Kota memantau, fasilitas umum di Bekasi, Tangerang, Depok yang dibangun dengan dana puluhan miliar rupiah kondisinya menyedihkan.
Di Kota dan Kabupaten Bekasi, berbagai fasilitas, semisal shelter, jembatan penyeberangan, dan terminal sebagian besar dibiarkan telantar.
Terminal Bekasi misalnya, lantaran pelatarannya berlubang, banyak angkot dan buskota tidak masuk ke terminal. Angkutan yang keluar Tol Bekasi Barat, lebih banyak menurunkan penumpang di Rawapanjang, tidak sampai terminal. Penumpang terpaksa menyambung dengan angkot.
K-5 DI BADAN JALAN
Hal sama terjadi di Ciputat, Kota Tangerang Selatan, angkutan umum berjejalan di bibir fly-over yang belum lama ini dibuka sehingga menyebabkan kemacetan di Jalan Raya Ciputat.
Kondisi ini diperparah dengan lapak kaki-5 yang merangsek ke badan jalan. “Ampun deh melintas di sana,” kata Tata, warga Pamulang.
Subterminal Pasar Baru di Kota Tangerang dan Balaraja di Kabupaten Tangerang pun serupa. Angkutan umum plat hitam dan angkot ngetem di luar, menimbulkan kemacetan. “Kalau tak difungsikan sebaiknya dihilangkan saja,” kata Kiki, warga Sukasari, Kamis (19/2).
Ahsan Annahar, Juru Bicara Pemkot Tangerang, mengutarakan setiap tahun anggaran perbaikan fasilitas umum itu disediakan. Hanya saja, ada perusak fasilitas umum. “Kini Pemkot menggagas pemeliharaan sarana umum secara bersama-sama warga kota.”
Terminal Depok sempat ditata Dishub dan Polres, kini kembali semrawut. Antrean angkutan mengular sampai depan kantor walikota dan padat di pintu keluar terminal Jalan Margonda dan Jalan Arif Rahman Hakim. Penyebabnya, angkot ngetem di pintu keluar. Di dalam terminal, ribuan pedagang memadati lahan kosong, bahkan di atas jembatan Irigasi Barat.
JEMBATAN PENYEBERANGAN
Setali tiga uang, ternyata jembatan penyeberangan orang (JPO) di Bekasi, Tangerang, dan Depok pun sama tak terawatnya. Semisal JPO di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Jenderal Sudirman (Kranji), besinya mulai keropos.
Bahkan jembatan penyeberangan di Jalan H Juanda (depan Pasar Baru Bekasi) sempat jadi besi tua, akhirnya dijual ke ‘Madura’.
Di Kota Tangerang sebagian besar JPO tak berfungsi karena dibangun tak sesuai kebutuhan warga, akibatnya JPO itupun rusak. Hanya dua JPO yang berfungsi yaitu di depan D’Best Cikokol dan Kebon Nanas.
Juga di Kota Tangerang, tepat di Taman Cikokol, sebuah jam besar yang ditempatkan di tugu berdesain Mesjid Raya Al-A’zhom yang menelan anggaran ratusan juta rupiah, ternyata ngaco.
JALAN BERLUBANG
Yang paling memprihatinkan, ternyata kerusakan jalan protokol, jalan antarkecamatan, dan jalan antardesa di Bekasi, Tangerang, dan Depok nyaris seluruh dalam kondisi rusak parah.
Di Depok, kemegahan kota terganggu dengan jalan-jalan berlubang yang ada di hampir setiap ruas jalan, kendati setiap tahun diperbaiki.
Tengok Jalan Raya Meruyung sepanjang 3 Km dari arah Masjid Kubah Emas menuju Kampus UPN Veteran, Limo rusak berat. Disusul arah Jalan Raya Limo, mulai perempatan Jalan Bandung hingga Mal Cinere.
Di Kabupaten Tangerang jalan rusak, bahkan hancur pun nyaris terdapat di banyak wilayah. Semisal Jalan Rajeg-Mauk sejauh belasan kilometer rusak.
Saking jengkelnya, warga di sana menanam pohon pisang di badan jalan rusak itu. Kerusakan jalan parah pun terjadi di Jln. Cisoka-Cangkudu, Cisoka-Solear, Jalan Ibukota Tigaraksa, dan masih banyak lagi.
“Bila anggaran tak cukup, ditambal-sulam saja,” kata Yopie Sampurna, Ketua Lembaga Pemantau Kebijakan Publik, Advokasi dan HAM Kabupaten Tangerang.
H. Dedi Sutardi, Kadis PU Kabupaten Tangerang, mengungkapkan terkait pembentukan Kota Tangerang menyebabkan tertahannya pengesahan APBD Kabupaten Tangerang 2009 oleh Gubernur Banten, maka perbaikan tambal-sulam jalan rusak belum bisa dilaksanakan.
DIKORUPSI KALE….
Banyak jalan rusak di Bekasi membuat Happy Salma miris. Menurut artis yang sedang sibuk menjadi presenter Panggung Teater di TVRI ini jalan rusak karena dikorupsi.
“Jalan bikinan era Belanda saja masih ada yang bagus. Masak di era reformasi ini masih banyak jalan yang berlubang. Tidak kota Bekasi saja lho, kota Jakarta juga banyak berlubang. Dikorupsi kale uangnya,” kata Sukabumi, Jawa Barat, 4 Januari 1980, ini kepada Pos Kota, Kamis (19/2).
Bagaimana bintang sinetron Bujangan, Si Cecep, Kutunggu Cintamu, Nyonya Nyonya Sosialita, Laba Laba Cinta, Dari Lubuk Hatiku, Cowok-Cowok Keren dan film Gie serta Hantu Aborsi ini tidak miris. Baru saja jalan dibangun sudah digali lubang untuk PAM atau listrik atau kabel-kabel lainnya.
“Pemda kayaknya tidak punya planning dalam membangun tata kota. Sepertinya disengaja supaya bisa menghabiskan uang. Mestinya kan ada kerjasama antara dinas satu dengan dinas lainnya. Sehingga pembangunan sebuah kota tertata dengan baik,” kata selebritis yang masih sendiri ini.
(tim PK)
Pos Kota, 20 Februari 2009