Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Archive for the ‘Tangerang Selatan’ Category

Update Tangerang Selatan

Tangsel Kelola Rp154 Miliar

Posted by kinclonk pada 30 Januari 2009

SERANG (Pos Kota) – Bantuan dan bagi hasil pajak antara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah dipisahkan.

Pemisahaan PAD tersebut telah dilakukan Pemprop Banten melalui peraturan gubernur (pergub).

Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemprop Banten, Engkos Kosasih mengatakan, total anggaran yang sudah bisa dikelola Kota Tangsel tersebut senilai Rp154 miliar, dengan rincian, bagi hasil pajak Rp127 miliar, dana hibah dari pemprop untuk daerah pemekaran baru Rp5 miliar, bantuan specifik grant Rp15 miliar, dan bantuan untuk penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) pertama Rp7 miliar.

TIAP BULAN
“Pemisahan kita lakukan setelah melakukan inventarisasi pajak yang masuk, baik yang berasal dari tujuh kecamatan yang masuk ke Tangsel, maupun potensi pajak dari kecamatan lain di Kabupaten Tangerang,” kata Engkos kepada Pos Kota, Jumat (30/1).

Dikatakan, penyaluran dana bagi hasil pajak yang semula dilakukan setiap tiga bulan sekali, saat ini dilakukan setiap bulan.

“Dana bagi hasil pajak ini akan diberikan tiap bulan sesuai pemasukan pajak dari Tangsel,” ucapnya.

Diinformasikan, terkait penggunaan dana baik bagi hasil pajak maupun hibah, akan dikelola oleh Penjabat Walikota Tangsel beserta Pokja Keuangan dan beberapa Pokja lainnya, yakni Pokja Pemerintahan, Pokja Personil, dan Pokja Aset.
(tommy/ds/g)

Pos Kota, 30 Januari 2009

Posted in Tangerang Selatan | 1 Comment »

Penjabat Tindak Camat & Lurah Tak Loyal

Posted by kinclonk pada 30 Januari 2009

CIPUTAT – Camat dan lurah di Kota Tangerang Selatan yang tak loyal akan ditindak.
Penjabat Walikota Tangerang Selatan HM Shaleh MT menegaskan, dirinya tidak akan main-main menindak para camat dan lurah yang tidak loyal untuk mendukung pemerintahan Kota Tangerang Selatan.
Tindakan tegas ini juga akan dilakukan bagi lurah-lurah yang tidak hadir dalam kegiatan silaturahmi dan rapat kerja bersama para camat dan lurah se Kota Tangsel, di Kecamatan Ciputat, Kamis (29/1)
“Bagi para lurah ataupun camat yang tidak hadir tanpa memberikan surat keterangan, akan saya berikan sanksi tegas,” tegas Shaleh.

Tindakan tegas ini diambil karena saat menjalani tugasnya sebagai Penjabat Walikota Tangsel belum memiliki satuan organisasi tata kerja (SOTK). Saat ini, dirinya hanya dibantu para camat dan lurah sebagai aparatur pemerintahannya.
“Apalagi, kegiatan ini merupakan sosialisasi pemerintahan Kota Tangerang Selatan yang telah berpisah dari Kabupaten Tangerang,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Shaleh meminta kepada camat dan lurah untuk menjaga lingkungannya masing-masing, salah satunya mengenai persoalan sampah yang identik dengan masalah masyarakat perkotaan. Pihaknya meminta kepada camat dan lurah agar mengajak masyarakat untuk melakukan gotong royong dalam rangka mengatasi permasalahan sampah yang ada di lingkungannya.
“Jadi persoalan sampah itu jangan menunggu bantuan dari pemerintah. Peran masyarakat juga harus ditingkatkan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gunernur Banten HM Masduki yang turut hadir dalam kegiatan itu menambahkan, sikap tegas yang dilakukan Penjabat Walikota Tangsel itu bukanlah sikap otoriter seorang pemimpin. Tapi, dalam rangka meningkatkan kinerja di jajarannya. Ini dilakukan semata-semata dilakukan sebagai wujud pengabdiannya untuk meningkatkan serta membangun Kota Tangerang Selatan ke depan.
“Para camat dan lurah jangan berkecil hati dan tetap mendukung kinerja Pak Walikota untuk membangun bersama Kota Tangsel,” katanya.

Pada bagian lain, Ketua Forum Lurah se Kota Tangerang Selatan Abdul Rachim menegaskan, seluruh lurah yang ada di Kota Tangerang Selatan siap mendukung kinerja Penjabat Walikota. Sebab, dari awal pembentukan Kota Tangsel, para lurah yang berjumlah 49 orang dan 5 kepala desa ini tidak mempermasalahkan penjabat Tangsel itu dari Pemkab Tangerang ataupun Pemprov Banten.
“Kita akan siap dan akan selalu loyal demi mendukung program kerja Pak Walikota untuk membangun Kota Tangsel ini,” terang Lurah Rawa Mekar Jaya ini.
Dalam kegiatan itu, sebanyak lima lurah tidak hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya dari Kecamatan Pamulang, Setu, Serpong Utara, Ciputat Timur, dan Ciputat. Kelima lurah itu kebanyakan berhalangan hadir lantaran sakit. Bahkan, satu di antaranya ada yang tengah berduka karena orang tuanya meninggal dunia. (ang)

Radar Banten, 30 Januari 2009

Posted in Tangerang Selatan | 2 Comments »

Shaleh Belum Bisa Bertemu Ismet

Posted by kinclonk pada 29 Januari 2009

PAMULANG– Ada satu keinginan penjabat Walikota Tangsel M Shaleh yang belum terwujud. Apa itu? Bisa bertemu dengan Bupati Tangerang Ismet Iskandar.

Hingga, kemarin -hari kedua sebagai Penjabat Walikota Tangsel- Shaleh belum bisa bertemu dengan Ismet.
“Saya sudah menghubungi beliau (Ismet-red) melalui ajudannya. Tapi menurut ajudan, beliau sedang sakit, jadi belum bisa bertemu,” kata Shaleh saat ditemui di kantor sementara Walikota Tangsel di Kecamatan Pamulang, kemarin (28/1).
Menurut Shaleh, sejak hari pertama bertugas dirinya telah berupaya sowan dengan Ismet. Namun sayangnya, hingga kemarin, keinginan Shaleh belum juga terwujud. Sebagai penjabat baru, Shaleh ingin berkoordinasi terkait pembangunan Kota Tangsel ke depan.

“Apalagi Kota Tangsel ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang. Pertemuan ini sekaligus silaturahmi saya kepada pimpinan kabupaten induk,” jelasnya.
Shaleh menambahkan, jika dirinya tidak berhasil bertemu dengan Bupati Ismet, ia akan meminta bantuan kepada Pemprov Banten untuk memfasilitasi pertemuan tersebut.

“Nanti kita akan layangkan surat permohonan kepada Pemprov Banten melalui Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Banten untuk mengirimkan undangan pertemuan tersebut,” terangnya.
Namun tambah Shaleh, saat ini yang penting, dirinya dapat berkoordiansi dengan Ismet sehingga program-program kerja Kota Tangsel dapat berjalan dengan baik. “Untuk waktunya kita belum tahu. Tapi yang jelas, akan ada pertemuan yang akan dijadwalkan Asda I bidang pemerintahan Pemprov Banten,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Bupati Ismet bersikukuh bahwa Penjabat Walikota Tangsel harus berasal dari pejabat kabupaten induk (baca; Kabupaten Tangerang). Ismet lalu menyiapkan tiga nama calon Penjabat Walikota Tangsel yang semuanya adalah pejabat di Kabupaten Tangerang.
Namun, Gubernur Banten Rt Atut Chosiyah mencoret satu dari tiga pejabat yang diajukan Ismet. Satu pejabat Pemprov, yakni M Shaleh dan dua pejabat Pemkab Tangerang diusulkan ke Mendagri. Dan, Sabtu (24/1) pekan lalu, Mendagri melantik M Shaleh sebagai Penjabat Walikota Tangsel. (ang)

Radar Banten, 29 Januari 2009

Posted in Tangerang Selatan | 4 Comments »

Sekretaris dari Pemkab Tangerang

Posted by kinclonk pada 29 Januari 2009

TANGERANG (SINDO) – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) HM Shaleh MT memastikan calon Sekretaris Kota Tangerang Selatan yang akan diajukan berasal dari pejabat Pemkab Tangerang.Meski begitu, Shaleh masih enggan mengatakan siapa yang akan diajukannya untuk menduduki posisi itu.

”Itu jawaban saya.Sekretaris kotanya yang saya inginkan dari Pemkab Tangerang.Ini untuk membangun Tangsel harus yang terbaik,” kata Shaleh kemarin. Meski belum membocorkan nama calon sekretaris, Shaleh menyebutkan ada sekitar tiga nama yang akan dipilih. Shaleh berjanji akan mengumumkan nama-nama itu pekan depan.”Karena kita harus segera bekerja,dengan didampingi sekretaris,mudahmudahan kerja akan lebih baik,”ucap warga Pondok Cabe, Kota Tangerang Selatan ini.

Penjabat Wali Kota Tangsel yang dilantik pada Sabtu (24/1) lalu itu juga mengatakan, untuk mempersiapkan struktur organisasi tata kerja, pihaknya akan dibantu kelompok kerja (pokja). Beberapa pokja itu adalah pemerintahan, kepegawaian, kelembagaan, dan keuangan. Pokja-pokja tersebut akan bekerja membuat struktur kelembagaan dan menghitung berapa jumlah personel pegawai yang akan bekerja di Kota Tangsel.

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengatakan,usulan sekretaris kota adalah wewenang Penjabat Wali Kota Tangsel. Nama-nama itu kemudian diusulkan akan dikonsultasikan kepada pemerintah induk dan provinsi. ”Saya rasa memang minimal tiga orang nama yang diusulkan,”ucapnya. Ditanya soal persiapan segala kebutuhan untuk Kota Tangsel,Atut mengaku sudah meminta aset Kota Tangsel kepada pemerintah induk, yakni Pemkab Tangerang.

”Pada saat rapat evaluasi, kita telah merekomendasikan agar pemerintah induk segera memisahkan pendapatan asli daerah dari Tangsel,” tandasnya saat meninjau pabrik keramik PT Arwana Citramulia Tbk di Kota Tangerang kemarin. Seperti diketahui sebelumnya, Kota Tangsel telah disahkan DPR pada 29 Oktober 2008.

Kota otonom baru di Banten itu meliputi tujuh kecamatan, yakni Serpong, Serpong Utara,Pondok Aren, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang,dan Setu. (denny irawan)

Seputar Indonesia, 28 Januari 2009

Posted in Tangerang Selatan | 1 Comment »

Walikota Tangsel Numpang di Kantor Camat Pamulang

Posted by kinclonk pada 29 Januari 2009

TANGERANG (Pos Kota) – Lantai II Kantor Kecamatan Pamulang kini menjadi Kantor Pjs Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Ir. HM Shaleh MT.

Menumpang di lantai terdiri dari 5 ruangan itu, walikota hanya ditemani sejumlah staf dan dua ajudan. Ia mulai mengatur penerimaan sejumlah tamu.“Sudah dua hari saya efektif bekerja di sini,” kata Shaleh, Rabu (28/1).

Selama dua hari sibuk konsolidasi dengan 7 camat, menghubungi Bupati Tangerang H. Ismet Iskandar untuk bertemu, dan mengatur ruangan kerja bersama stafnya.

“Soal ruang kerja saat ini cukuplah, toh tugas pokok pelayanan masyarakat kan dibantu para camat,” katanya.

Diakuinya, hingga hari kedua belum bisa menemui Bupati Tangerang untuk sowan, “Katanya Pak Bupati sedang sakit.”

Shaleh tetap berkeras untuk berusaha menemui bupati untuk konsolidasi. Bila sulit juga diwujudkan, dia akan meminta bantuan Kepala Biro Pemerinahan Pemprop Banten untuk memfasilitasinya.

Pjs Walikota Tangsel memiliki tiga tugas utama, yaitu menjalankan roda pemerintahan dengan struktur organisasi tata kerja (SOTK) sesuai aturan, pembentukan DPRD Kota Tangsel, dan menggelar Pilkada Kota Tangsel sesuai dengan amanatMendagri harus rampung setahun ke depan.

IBUKOTA CIPUTAT
Meskipun saat ini kantornya menyatu di gedung Kecamatan Pamulang, Ibukota Tangsel sesuai dengan UU No. 51/2008 tentang Pembentukan Ibukota Tangsel berada di Kecamatan Ciputat.

Sesuai rencana, Kantor Kecamatan Ciputat lama akan dibangun menjadi kantor walikota.

Shaleh i saat ini sedang berkonsentrasi melengkapi aparatur pemerintahannya, semisal menetapkan Sekda Kota Tangsel, sejumlah asisten sekda, kepala dinas, kepala bagian, dan staf.

Untuk itu, perlu dibentuk Kelompok Kerja (Pokja) Tangsel beranggota Biro Pemerintahan Banten dan Pemkab Tangerang.

PERALIHAN ASET
Menyoal peralihan aset Kabupaten Tangerang yang ada di Kota Tangsel, kata Shaleh, sesuai UU semuanya harus diserahkan kepada Kota Tangsel. “Itu tak ada masalah,” sambungnya.

Ketika disinggung soal kemungkinan peralihan aset Instalasi Air Bersih Tirta Cisadane di Serpong, Shaleh malah bertanya di mana letak instalasi PDAM itu? Tetapi dia buru-buru menyebutkan, itu perusahaan kalaupun akan diserahkan dibahas lebih lanjut.

Dia mengisyaratkan, peralihan aset sebaiknya jangan menimbulkan masalah seperti yang terjadi di beberapa daerah pemekaran.

Anggaran yang akan diterima untuk menjalankan roda pemerintahan Tangsel 2009, sumbangan dari Pemkab Tangerang Rp15 miliar, Pemprop Banten Rp5 miliar, dan bantuan Pemprop DKI Jakarta untuk perbaikan jalan Rp5 miliar.
(djamal/ds/t)

Pos Kota, 28 Januari 2009

Posted in Tangerang Selatan | 4 Comments »

Wali Kota Tangsel Bentuk SOTK

Posted by kinclonk pada 28 Januari 2009

TANGERANG (SINDO) – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) HM Shaleh MT yang baru dilantik Menteri Dalam Negeri Mardiyanto pada Sabtu (24/1) lalu menargetkan dalam sebulan bisa membentuk struktur organisasi tata kerja (SOTK).

Saat ini Shaleh mengaku sedang mencari sekretaris kota. Shaleh sendiri berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Tangsel, termasuk dari pemerintah induk yakni Pemkab Tangerang.” Target saya sih sebulan semoga bisa terlaksana.Saya akan membentuk SOTK yang paling dominan untuk kerja, seperti BKD (Badan Kepegawaian Daerah) bersama Sekot Tangsel,” kata dia kemarin seusai melakukan rapat penyamaan persepsi dengan tujuh camat Kota Tangsel yang difasilitasi Wakil Gubernur Banten HM Masduki.

Ditanya soal siapa yang akan menjadi Sekot Tangsel, Shaleh mengatakan,yang terpenting orangnya memiliki kemampuan dan kerja sama yang baik dengan dia untuk membangun Tangsel. ”Soal dari mana orang itu, apakah dari Pemkab Tangerang atau Pemprov Banten, buat saya tidak penting.Yang terpenting bisa bekerja sama,”ujarnya.

Shaleh menegaskan, tugasnya selama menjadi wali kota adalah mempersiapkan SOTK dan menyelenggarakan pilkada serta pemilihan legislatif.Untuk itu,dia mengharapkan adanya kerja sama dengan berbagai elemen. Untuk sementara, kantor yang akan ditempati Wali Kota Tangsel adalah Kantor Kecamatan Pamulang.Wakil Gubernur Banten HM Masduki mengatakan,dalam UU secara eksplisit disebutkan bahwa Kantor Wali Kota Tangsel adalah di Kantor Kecamatan Ciputat.Namun persiapannya belum selesai sehingga belum bisa ditempati.

”Pemilihan kantor wali kota sementara yang paling representatif ya di Kantor Kecamatan Pamulang ini,” ucapnya. Masduki menjelaskan, saat ini Wali Kota Tangsel masih bekerja sendirian. Untuk itu, Pemprov Banten senantiasa memfasilitasi dengan pejabat di Kabupaten Tangerang bahkan camatcamat di Tangerang Selatan. Ditanya seputar adanya kerenggangan Pemkab Tangerang dengan penjabat Wali Kota Tangsel, Masduki menampik.

”Saya rasa itu hanya isu, kesan pelokan terhadap wali kota tidak ada. Semua harus legowo, ini kan mengadi untuk kepentingan masyarakat,”katanya. Lebih lanjut Masduki menjelaskan, APBD Kota Tangsel disumbang dari Pemkab Tangerang sebesar Rp15 miliar dan dari Pemprov Banten Rp5 miliar. Sementara bantuan hibah dari DKI Jakarta sekitar Rp5 miliar. (denny irawan)

Seputar Indonesia, 27 Januari 2009

Posted in Tangerang Selatan | 7 Comments »

Penjabat Walikota Dilantik (Para Camat di Tangsel dan Bupati Tangerang Tidak Hadir)

Posted by kinclonk pada 25 Januari 2009

SERANG, KOMPAS – Menteri Dalam Negeri Mardiyanto melantik Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan M Shaleh di Aula Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Sabtu (24/1). Acara pelantikan tidak dihadiri Bupati Tangerang Ismet Iskandar dan jajaran pejabat di Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Bahkan tujuh camat yang wilayah mereka masuk wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) juga tak tampak hadir. Menurut sumber Kompas, mereka tidak hadir dalam pelantikan tersebut karena kecewa. Sejumlah pejabat menghendaki penjabat wali kota Tangsel berasal dari Kabupaten Tangerang, daerah induk yang dimekarkan di bagian tenggara menjadi Tangsel.

Bahkan, sejumlah warga Tangsel mengharapkan Mendagri tidak memaksakan mengisi penjabat wali kota Tangsel bila tidak ada orang yang layak. “Perlu ada penjabat alternatif,” kata Hidayat, penggagas berdirinya Tangsel, beberapa waktu lalu.

Penjabat dari Kabupaten Tangerang yang hadir dalam pelantikan itu adalah Wakil Bupati Tangerang Rano Karno dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Nanang Komara.

Dalam sambutannya, Mardiyanto mengatakan, sebagai daerah otonomi baru, Kota Tangsel memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan DKI Jakarta.

Tangsel merupakan daerah penyangga yang mengalami kemajuan pesat sehingga layak dimekarkan. Selain itu, Tangsel juga memiliki banyak potensi daerah yang bisa dikembangkan untuk menyejahterakan masyarakat, terutama potensi di bidang oerdagangan, jasa dan pariwisata.

Mendagri mengingatkan Pemkot Tangsel agar serius dalam menggali potensi daerah . “Jangan sampai membebani masyarakat dengan meminta retribusi-retribusi,” katanya.

Orang “dekat”

M Shaleh adalah salah satu pejabat Pemerintah Provinsi Banten yang dikenal sebagai “orang dekat” Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Selama berkarier di Pemprov Banten, dia baru menjabat kepala dinas selama lebih kurang tiga tahun. Sejak tahun 2006, M Shaleh ditugaskan sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, yang kemudian berubah menjadi Dinas Bina Marga dan Tata Ruang.

Selain itu, Shaleh juga tak memiliki latar belakang pendidikan ilmu pemerintahan. Ia berlatar pendidikan teknik. Padahal, tugas penjabat wali kota adalah menyiapkan susunan pemerintahan yang disebut Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK), sekaligus menetapkan pejabat yang akan mengisinya. Selain itu, penjabat juga bertugas melaksanakan pemilihan kepala daerah untuk memilih wali kota dan wakil wali kota definitif.

Meski demikian, Mendagri menegaskan, pemilihan Shaleh sebagai penjabat wali kota sudah sesuai dengan ketentuan. “Alasannya normatif saja, syarat administratif sudah memenuhi dan memiliki wawasan luas akan daerah yang akan dipimpinnya,” ujar Mendagri seusai pelantikan.

Secara terpisah, M Shaleh menyebutkan, program pertama yang akan dikerjakan adalah menginventarisasi infrastruktur jalan. Sementara SOTK Pemkot Tangsel masih dalam kajian.

Siap hadapi tekanan

Ia juga menegaskan siap menghadapi tekanan dari daerah induk, yakni Pemkab Tangerang. “Kalau ada hambatan, saya akan lapor ke atasan, dalam hal ini Gubernur dan Mendagri, tetapi tetap berkoordinasi dengan kabupaten induk,” katanya.

Kota Tangsel terdiri dari tujuh kecamatan, yakni Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Setu, Serpong dan Serpong Utara. Daerah otonom baru dengan luas wilayah 148,19 kilometer persegi itu memiliki penduduk lebih dari 918.783 orang. (NTA/NAS)

Koran Kompas, 25 Januari 2009

Posted in Tangerang Selatan | 18 Comments »

Shaleh MT Resmi Menjadi Penjabat Walikota Tangsel

Posted by kinclonk pada 25 Januari 2009

SERANG–Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten HM Shaleh MT resmi dilantik menjadi Penjabat Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) di Aula Setda Provinsi Banten oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto, Sabtu kemarin (24/1).

Shaleh MT terpilih dari dua calon lainnya, yakni Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Tangerang Hery Harianto, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Benyamin Davni.
Shaleh dilantik berdasarkan Surat Keputusan Mendagri Nomor 131.36-883 tahun 2009 yang ditandatangani pada 23 Januari lalu. Surat itu menyebutkan masa jabatan Penjabat Walikota Tangsel yakni satu tahun.

Dalam sambutannya, Mendagri berharap Shaleh dapat melaksanakan tugas dengan didasarkan pada program yang cermat yang berorientasi hasil, efektif, efisien, dan akuntabel. Ia juga meminta Shaleh untuk mempersiapkan struktur dan mekanisme pemerintahan daerah, memfasilitasi pembentukan DPRD, serta mempersiapkan pemilihan kepala daerah yang digelar 2010 mendatang.

Selain pelantikan, kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu juga diisi dengan peresmian Kota Tangsel oleh Mendagri yang didampingi Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dengan ditandai pembukaan selubung peta dan penandatanganan prasasati Kota Tangsel.

Pembentukkan Kota Tangsel berdasarkan UU nomor 51/2008 tentang Pembentukan Kota Tangsel di Provinsi Banten yang disahkan DPR RI pada 26 November tahun lalu di Jakarta. Kota dengan luas 147,19 Km2 itu terdiri dari tujuh kecamatan, yakni Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, dan Setu.
Dalam kesempatan tersebut Mendagri menjelaskan, pembentukan Kota Tangsel bertujuan untuk mempersingkat rentang kendali birokrasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, peningkatan acceptabilitas masyarakat terutama di bidang pendidikan dan kesehatan, serta percepatan pembangunan di Provinsi Banten khususnya di Kota Tangsel. “Kota Tangsel itu berpotensi dalam perindustrian, perdagangan, jasa, dan pariwisata,” terangnya.

Gubernur Ratu Atut Chosiyah berharap Shaleh dapat menjalankan tugas dengan selurus-lurusnya dan memberikan pelayanan kepada publik dengan sebaik-baiknya. Sedangkan Shaleh, kepada wartawan seusai pelantikan mengatakan, ia akan menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan mekanisme yang sudah jelas. Untuk pembentukan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK), ia akan berkoordinasi dengan kabupaten induk, yakni Kabupaten Tangerang. “Untuk personil akan lebih banyak dari Pemkab Tangerang dibandingkan dari Pemprov, karena Pemprov juga sangat membutuhkan personil,” ujarnya.

Ditambahkan, apabila ada tekanan dari kabupaten induk, maka ia akan meminta bantuan kepada Gubernur dan Mendagri. “Anggaran dan semuanya telah diatur, kami hanya mengikuti peraturan yang berlaku,” tegas Shaleh kepada Radar Banten.
Sementara itu seusai pelantikan Mendagri mengungkapkan bahwa terpilihnya Shaleh sebagai Penjabat Walikota Tangsel dikarenakan pangkat, jabatan, dan golongannya lebih tinggi dibandingkan calon lainnya. “Selain itu, Shaleh juga memiliki wawasan yang lebih dibanding yang lain,” ungkapnya kepada wartawan usai acara peresmian pembentukan Kota Tangsel dan pelantikan Penjabat Walikota Tangsel.
Di bagian lain, Ketua Presidium Pembentukan Tangsel Jarka Sinoer menyayangkan ketidakhadiran Bupati Tangerang Ismet Iskandar. “Padahal undangan telah dikirimkan, bahkan sudah saya telepon,” ungkapnya.

Dalam acara itu hadir Wakil Bupati Tangerang Rano Karno, Bupati Pandeglang Ahmad Dimyati Natakusumah, Anggota KPU Pusat Endang Sulastri, Anggota Bawaslu Bambang Eka, sejumlah pejabat eselon I Depdagri, sejumlah pejabat Pemprov Banten, dan tokoh masyarakat.(mg-inna)

Radar Banten, 25 Januari 2009

Posted in Tangerang Selatan | 1 Comment »

Mendagri Panggil Atut-Ismet

Posted by kinclonk pada 22 Januari 2009

CIPUTAT – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto memanggil Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Bupati Tangerang Ismet Iskandar terkait penetapan Penjabat Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (23/1) hari ini.
Asda I Pemprov Banten Syafrudin Ismail mengatakan, selain terkait Penjabat Walikota Tangerang Selatan, agenda pemanggilan Mendagri itu juga terkait pengesahan Kota Tangerang Selatan sebagai daerah otonom baru di Provinsi Banten.
“Undangan Pak Menteri ini jam satu siang besok (hari ini-red),” kata Syafrudin, yang dihubungi melalui telepon semalam.
Syafrudin mengatakan, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah tak dapat memenuhi undangan ini. Gubernur mengutus tiga bawahannya, yakni Asda I Syafrudin Ismail, Kepala Biro Pemerintahan Rusdjiman, dan Kepala Biro Humas dan Protokoler Nandy Mulya.

Sementara, dari Kabupaten Tangerang kabarnya Bupati Tangerang Ismet Iskandar dan Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Endang Sudjana, yang bakal hadir. Kabar lain menyebut, Ismet akan mengutus tim pembentukan Kota Tangerang Selatan, masing-masing Asda I Mas Iman Kusnandar, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Hery Haryanto, dan Kepala Bagian Organisasi Komarudin.
Syafrudin mengatakan, di Depdagri nanti, acara pertama yang dilakukan adalah peresmian Kota Tangerang Selatan menjadi sebuah pemerintahan baru yang terlepas dari kabupaten induknya, Kabupaten Tangerang. Setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan pembahasan pelantikan Penjabat Walikota Tangerang Selatan.
“Dalam pembahasan ini penjabat akan diumumkan sekaligus kapan dan dimana lokasi pelantikan itu dilaksanakan,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, pejabat yang diusulkan Pemprov Banten untuk Penjabat Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), HM Shaleh MT makin menguat untuk menduduki posisi ini. Makin menguatnya Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Pemprov Banten ini kabarnya telah diketahui Bupati Tangerang Ismet Iskandar.
Shaleh MT menggeser tiga calon yang diusulkan Bupati Tangerang Ismet Iskandar, yakni Mas Iman Kusnandar, Benyamin Davnie, dan Hery Haryanto.
Terkait ini, puluhan masyarakat Kota Tangsel mendatangi kantor Departemen Dalam Negeri (Depdagri) di Jakarta, Senin (20/1). Mereka yang merupakan perwakilan alim ulama, tokoh masyarakat dan mahasiswa, mendesak Mendagri agar Penjabat Walikota Tangsel yang ditunjuk kelak, berasal dari Pemkab Tangerang. Bukan berasal dari Pemprov Banten.

Juru bicara warga Andre Theriqa menyampaikan alasan mengapa masyarakat mendukung calon penjabat dari Kabupaten Tangerang. Karena terbentuknya Kota Tangsel merupakan hasil ikhtiar kolektif masyarakat dan proses pemekaran ini juga diperjuangkan secara gigih oleh Pemkab Tangerang.
“Masyarakat Kota Tangsel relatif lebih kritis, maju dan dinamis. Sehingga dinilai wajar jika sejak awal seluruh elemen masyarakat melakukan pemantauan dan pengawalan atas perkembangan kota baru di Tangerang ini,” jelas Andre.
Sementara Sekretaris Bakor Cipasera Abdul Rojak mengharapkan, Depdagri dapat meluluskan keinginan masyarakat Tangsel agar salah satu nama calon yang direkomendasikan Bupati Ismet dapat duduk menjadi Penjabat Walikota Tangsel. (dai/ang)

Radar Banten, 22 Januari 2009

Posted in Tangerang Selatan | 2 Comments »

Kantor Penjabat Ngontrak di PTPN VIII

Posted by kinclonk pada 21 Januari 2009

CIPUTAT – Keberadaan kantor pusat pemerintah untuk Kota Tangerang Selatan dipastikan berada di gedung bekas PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII di Desa Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.
Gedung bekas PTPN VIII ini akan dijadikan sebagai kantor alternatif Penjabat Walikota Tangerang Selatan dan sekretaris daerah Kota Tangerang Selatan. Sebab, hingga kini kantor pusat definitif yang berlokasi di kantor Kecamatan Ciputat masih dalam proses pembangunan.

Ketua Tim Non Teknis Pembentukan Kota Tangerang Selatan Hery Heryanto mengaku, pihaknya tengah menyiapkan pusat perkantoran sementara di PTPN VIII sebagai alternatif kantor pemerintahan Kota Tangerang Selatan.
“Kami harus mengontrak gedung itu karena Penjabat Walikota Tangerang Selatan dalam waktu dekat ini akan ditetapkan,” kata Hery yang juga Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan ini, Selasa (20/1).
Hery menuturkan, Pemkab Tangerang telah menggangarkan Rp 1 miliar untuk digunakan memperbaiki gedung PTPN VIII yang berlantai tiga dan terdiri 25 ruangan itu. “Nanti akan dilengkapi aula dengan daya tampung sekitar 500 orang. Proses renovasi meliputi pengecatan ulang tembok, perbaikan pendingin ruangan serta atap yang bocor serta membersihkan halaman,” terang Hery.
Kata dia, anggaran tersebut berasal dari dana hibah Pemkab Tangerang sebagai pemerintah kabupaten induk. Tujuannya agar gedung yang sudah direhab nanti dapat menjadi kantor yang memadai dan layak memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, Asda Pemkab Tangerang Mas Iman Kusnandar menambahkan, pihaknya sedang melakukan pembicaraan dengan pihak pengelola kantor pusat PTPN di Bandung, Jawa Barat. “Saat ini kita masih melakukan lobi terhadap pengelola kantor pusat PTPN di Bandung. Mudah-mudahan ini dapat direalisasikan,” kata Mas Iman. (dai/ang)

Radar Banten, 21 Januari 2009

Posted in Tangerang Selatan | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.