Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Arsip untuk ‘Serba-serbi’ Kategori

Serba-serbi di Tangerang Selatan

Warga Blokir Jalan Menuju Tol Alam Sutera

Posted by kinclonk pada 5 Desember 2010

TEMPO Interaktif, Tangerang – Sengketa lahan antara warga Desa Paku Alam Serpong Utara, Tangerang Selatan, dengan pengembang Alam Sutra seolah tidak pernah selesai. Hal ini terlihat dari unjuk rasa yang dilakukan ratusan warga desa setempat dengan memblokir jalan menuju tol Alam Sutera dari Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Minggu (5/12) pagi hingga siang.

Warga menutup akses menuju tol Alam Sutera dengan tumpukan batu kali, bambu serta membakar tumpukan ban bekas di tengah jalan. Aksi ini menyebabkan kemacetan yang mengular panjang dari Jalan Boulevard Alam Sutera dan di Jalan Warung Mangga, Kota Tangerang. Warga menuntut pengembang PT Alam Sutera membuka kembali akses keluar masuk warga yang kini telah ditembok pengembang.

Yamin, warga RT 3/5, Kelurahan Paku Alam, mengatakan jalan yang ditutup tembok itu merupakan akses satu-satunya warga untuk keluar. ”Alam sutra telah menutupnya sejak dua hari yang lalu. Padahal cuma ini akses warga ke jalan utama,” katanya saat ditemui di sela aksi.

Menurutnya, jalan tersebut selama ini digunakan sebagai satu-satunya akses warga untuk bekerja atau sekolah, ”Jika tidak lewat jalan ini kami memutar jauh sekali,”kata warga lainnya sambil berteriak.

Warga menilai, aksi blokir jalan yang mereka lakukan hari ini adalah bentuk protes kepada pengembang Alam Sutra. Blokir dilakukan agar pengembang juga merasakan bagaimana jika akses mereka ditutup seperti halnya jalan warga. Selain itu, warga juga mengaku selama ini mendapatkan intimidasi dan teror yang diduga dilakukan pengembang dengan mendatangkan preman ke permukiman mereka.

Aksi blokir jalan juga nyaris bentrok dengan aparat kepolisian. Beruntung sekitar 30 orang petugas Kepolisian Sektor Serpong berhasil melakukan pendekatan persuasif kepada massa yang terlihat akan melakukan aksi lebih luas. Pemblokiran berhasil dibuka sekitar dua jam kemudian, atau sekitar pukul 11.00 WIB.

Wakil Kepala Kepolisian Sektor Serpong Inspektur Satu Agus Priyono mengatakan, warga berhasil ditenangkan, karena warga telah diminta untuk beraksi lain hari mengingat waktu libur saat ini. Pengembang Alam Sutera sendiri sedang tidak berada di kantornya. “Prinsipnya begini, jika sampai diminta kami siap menjadi fasilitator,” katanya.

Tak lama setelah Agus membuat pernyataan itu, warga melunak dan membuka jalan.

Juru bicara PT Alam Sutera Realty Tbk Liza Djohan mengatakan, tanah tersebut sejak dulu memang sudah dimiliki oleh Alam Sutera dan selama belum akan dipergunakan oleh Alam Sutera, tanah tersebut digunakan oleh warga. “Saat ini kami berencana untuk menggunakan hak kami tersebut. Kami juga sudah membuatkan jalan pengganti untuk warga,” katanya melalui pesan singkat yang diterima Tempo.  Joniansyah

Tempo Interaktif, 5 Desember 2010

Ditulis dalam Serba-serbi | Leave a Comment »

Ditegur Bikin Kemacetan Oknum Brimob Tabrak dan Todong Petugas Dishub

Posted by kinclonk pada 25 November 2010

TANGERANG (Suara Karya): Dua petugas lalu lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, ditabrak mobil yang dikendarai oknum Brimob di Lampu Merah Zodiak, Bintaro, Kecamatan Pondok Aren.

kepala Bidang Lalu Lintas Dishubkominfo Tangerang Selatan, Wijaya Kusuma, di Tangerang, Rabu, mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. “Saat itu di lokasi sangat macet. Petugas kami sedang mengatur lalu lintas untuk mengurai kemacetan,” katanya.

Namun, mobil Kijang yang dikendarai oknum Brimob tersebut menyalip dari pengaturan petugas meskipun saat itu keadaan sedang macet.

Kemudian, kedua petugas, Roby dan Sakerah, menegur oknum tersebut bahwa kendaraan dilarang menyerobot karena akan menimbulkan kemacetan panjang. Namun, teguran itu dibalas oleh oknum tersebut dengan menabrakkan mobilnya kepada kedua petugas itu.

“Kaki kedua petugas mengalami sakit karena lindasan dari roda mobil. Bahkan, petugas sempat terjatuh karena mobil yang ditabrakkan sangat kencang,” katanya.

Melihat kejadian tersebut, petugas Dishubkominfo lainnya memberhentikan mobil dan memukul kap bagian depan mobil tersebut. Pengendaranya diminta keluar guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Lalu, oknum Brimob tersebut keluar dari mobilnya dengan mencabut pistol dan menodongkannya kepada petugas Dishubkominfo itu karena merasa tidak terima diatur-atur. “Petugas kami sudah baik-baik untuk mengatur lalu lintas dan menegurnya secara hormat, namun oknum tersebut mencabut pistol yang ditunjukkan kepada petugas kami,” katanya.

Oknum Brimob yang diketahui sebagai pengawal seorang perwira menengah itu kemudian dilaporkan ke Polsek Pondok Aren untuk dilakukan pengamanan dan penyelidikan terkait perbuatannya menabrakkan mobil ke petugas. “Sekarang sedang diproses di Polsek Pondok Aren. Kami sangat berharap ada tindakan tegas karena perbuatannya sudah sangat meresahkan pengendara lain dan petugas yang diancam dengan pistol,” katanya. (Ant/Sadono)

Suara Karya, 25 November 2010

Ditulis dalam Serba-serbi | 2 Comments »

Pesawat Tempur Bikin Gaduh di Bintaro, Warga Minta TNI AU Beri Perhatian

Posted by kinclonk pada 23 November 2010

Jakarta – Pesawat tempur terbang rendah dan menimbulkan suara gaduh juga menjadi perhatian Eri Kartiadi dkk, yang berada di Pondok Betung (Bintaro), Tangerang Selatan. Eri berharap TNI AU memperhatikan latihan armadanya agar tidak mengganggu warga.

Eri menceritakan, sekitar pukul 10.45 WIB, Selasa (23/11/2010) dua pesawat tempur terbang rendah di atas perumahan di kawasan Bintaro. Dua pesawat tersebut bermanuver di udara dan mengelilingi kawasan tersebut sekitar 5-6 kali dengan menimbulkan suara yang amat gemuruh dan mengganggu.

“Di kawasan ini sebenarnya jauh dari landasan terbang militer, kecuali Pondok Cabe. Namun selama ini memang tidak pernah ada pesawat tempur seperti itu atau lainnya yang berlatih bermanuver di atas kawasan ini. Kalaupun ada, itu pun dalam ketinggian yang deru suara pesawat itu tidak terlalu mengganggu,” bebernya lewat surat elektronik pada detikcom.

“Semoga ini bisa diperhatikan oleh pihak AU agar mencari tempat lebih pas bagi crewnya berlatih bermanuver,” harap Eri yang memvideokan jet tempur itu dengan ponselnya.

Eri mempertanyakan apakah  di sekitar Bintaro sedang ada pameran dirgantara sehingga pesawat tempur tersebut lalu lalang di kawasan padat penduduk itu. “Atau tindakan bermanuver di mana saja itu juga diperbolehkan? Saya tidak tahu. Semoga mendapat pencerahan,” tulisnya.

Menurut pengamatan detikcom, pesawat tempur itu mirip Sukhoi. TNI AU beberapa bulan lalu baru saja mendapatkan tambahan pesawat ini, hasil memesan dari Rusia.

Namun untuk detailnya, belum ada konfirmasi. Kadispen TNI AU Marsma Bambang Samoedro tidak mengangkat ponselnya saat detikcom mencoba meminta informasi.
(nrl/fay)

Detik.com, 23 November 2010

Ditulis dalam Serba-serbi | Leave a Comment »

Akses Jalan Diblokir Sparator

Posted by kinclonk pada 1 Mei 2009

SERPONG – Sekitar 50 orang warga Lengkong Gudang Kecamatan Serpong, membuka secara paksa jalan yang diblokir di perempatan Cilenggang, Serpong. Masa yang bergerak beringas tersebut membawa linggis dan besi untuk memimdahkan sparator pembatas yang terbuat dari beton secara bergantian.
Alhasil jalan yang diblokir sepanjang 10 meter bisa dipindahkan dengan waktu sekitar 30 menit. Bahkan masa yang kelihatan begitu emosi sambil berteriak-teriak.
“Mana pihak BSD, kesini dong temui kita. Kalau mau memblokir jalan jangan seenaknya saja, ini jalan umum,” teriak salah seorang warga sambil mengangkat linggis, Kamis (30/4) siang.

Menurut warga, pembatas jalan dilakukan oleh pihak BSD-City Serpong, Adapun motifnya warga sendiri belum mengetahui. Yang jelas pemblokiran ini sangat menyusahkan akses warga Lengkong Gudang menuju Serpong. Akibat pemblokiran jalan tersebut, warga harus memutar dengan jarak sekitar satu kilo lebih. Seharusnya warga dengan mudah menuju Serpong, saat ini harus menuju German Center terlebih dahulu. Hal inilah yang tidak dikehendaki warga.

Samsudin, salah seorang warga Lengkong Gudang, menuturkan, sudah dua hari ini jalan diblokir, warga sudah resah terhadap tindakan semena-mena itu. Sebenarnya keinginan warga cukup sederhana, jangan mempersulit akses warga menuju Serpong. “Jika pemblokiran secara sepihak tanpa dibicarakan kepada warga, itu mananya tidak menghargai warga,” cetus Samsudin, dengan nada emosi.
Jika pihak BSD-City Serpong, masih tetap bersikeras melakukan pemblokiran, bukan tidak mungkin warga akan melakukan tindakan yang lebih keras bahkan lebih banyak lagi jumlah.

Sementara itu, Idam Muklis, Manager Coorporate Communication BSD-City, Serpong menjelaslkan, tuntutan warga kepada pihak BSD salah alamat. Pihaknya sama sekali belum pernah melakukan hal itu, kemungkinan dilakukan oleh dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan.
“Saya sendiri masih belum bisa memastikan siapa yang malakukan pemblokiran jalan tersebut, yang pasti tidak dilakukan oleh BSD Serpong,” ucap Idam Muklis, yang dihubungi melalui telepon. (cr-1)

Radarbanten.com, 1 Mei 2009

Ditulis dalam Serba-serbi | 5 Comments »

Sssst, Ciputat Marak Kawin Kontrak, Loh !

Posted by kinclonk pada 26 Maret 2009

CIPUTAT- Wilayah Ciputat Timur Tangerang Selatan disinyalir sebagai daerah tempat menjamurnya kawin kontrak yang umumnya dilakukan oleh pria warga negara asing dengan warga setempat.

Satpol PP Ciputat Timur berjanji segera merazia pasangan ‘cinta terlarang’ itu dalam waktu dekat ini. Kepala Satpol PP Ciputat Timur, Filex T menyatakan, dari laporan warga setempat kepada pihak Satpol PP Ciputat di beberapa kontrakan dan kost, dan penginapan kelas menengah atas yang berada di sejumlah titik di Ciputat Timur terendus kabar marak kawin kontrak.

”Mereka umumnya para pendatang atau pria asing yang melakukan perkawinan kontrak dengan perempuan setempat. Informasi kawin kontrak sudah berkali-kali dari warga setempat, musim liburan seperti ini biasanya terjadi kawin kontrak,” ucap Filex.

Menurutnya, modus kawin kontrak masih rumit untuk diusut tuntas persoalannya, karena dilakukan secara diam-diam oleh kedua pasangan kawin kontrak disumpah dihadapan penghulu yang mengesahkan perkawinan itu. Tetapi, lokasi dimana tempat tinggal untuk memuaskan syahwat kedua insan kawin kontrak tersebut rata-rata menempati rumah kontrakan dan kost-kosan yang berada dilingkungan warga, termasuk disejumlah penginapan elit yang berada di kawasan Ciputat Timur.

”Biasanya di rumah kontrakan, kos-kosan, dan penginapan elit dijadikan ajang pertemuan mereka untuk memuaskan hasratnya,”ucap Filex sambil menyebutkan nama wilayah seperti Rempoa, Serua dan Jalan Dewi Sartika lokasi yang marak kawin kontrak.

Atas keluhan warga tersebut pihaknya akan menerjunkan puluhan petugas merazia pasangan kawin kontrak.”Dalam waktu dekat ini kita akan mengelar operasi kawin kontrak,” tegasnya.(i’in)

Tangerangonline.com, 25 Maret 2009

Ditulis dalam Serba-serbi | 1 Comment »

Bulan Depan Shaleh Bikin MTQ Untuk Tangsel

Posted by kinclonk pada 16 Maret 2009

TANGERANGNEWS.COM- Bulan depan Wali Kota Tangsel HM Shaleh MT, berkeinginan untuk menyelenggarakan MTQ sendiri di wilayah yang dipimpinnya karena sebagai daerah otonom baru sudah sepantasnya mengadakan kegiatan keagamaan sendiri.”Terlebih lagi di Tangsel banyak terdapat khalifah-khalifah. Ya kita akan buktikan bahwa di Tangsel potensi khalifah yang dapat mengharumkan nama kota ini diluar banyak, karena sangat bagus, apabila suatu kota dikenal dengan hal yang positif,” ujarnya hari ini seraya menuturkan, penyelenggaraan MTQ akan dipusatkan di Kecamatan Pamulang.

Kepala Departemen Agama (Kandepag) Kabupaten Tangerang Agus Salim membenarkan, Tangsel memang ingin menyelanggarakan MTQ sendiri dan keinginan tersebut tidak menjadi persoalan bagi kabupaten induk.

Agus menjelaskan, penyelenggaraan MTQ di Tangsel masih tetap melakukan koordinasi dengan kabupaten induk karena belum memiliki Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ). “Kami akan menyiapkan perangkat-perangkatnya, baik itu dewan hakim dan LPTQ untuk membantu penyelenggaraan MTQ di Tangsel,” tandasnya. (den)

Tangerang News, 16 Maret 2009

Ditulis dalam Serba-serbi | Leave a Comment »

Disegel, Pembangunan Fiducia Jalan Terus

Posted by kinclonk pada 29 Januari 2009

SERPONG-Tim advokasi Vihara Siripada memprotes pengembang Hotel Fiducia yang masih terus melakukan proses pengerjaan bangunan. Padahal sudah jelas pembangunan hotel itu sudah distop oleh Dinas Bangunan dan Pemukiman Kabupaten Tangerang.
Di dalam lokasi proyek juga sudah dipasang plang bertuliskan ‘Bangunan Ini Di Stop‘ karena melanggar Perda Nomor 10 tahun 2006, karena tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

Dalam aksinya kemarin, Rabu (28/1) tim advokasi Vihara Siripada langsung memanggil penanggung jawab proyek H. Parman untuk meminta pertanggung jawaban lebih lanjut. “Kami merasa tidak dihargai, padahal plang tanda pembangunan hotel ini distop masih terpasang. Ini namanya melecehkan,” ujar Yahya kepala Vihara Siripada, Serpong Kota Tangerang Selatan. Ia juga menganggap pihak hotel seperti meremehkan perda yang sudah ditentukan, padahal dalam perda itu sudah jelas tidak boleh melakukan kegiatan pembangunan sebelum mengantongi IMB.

Sementara itu Suratno, selaku kepala mandor proyek tersebut mengaku hanya menjalankan tugas dari atasan. “Atasan saya bilang pembangunan harus dilanjutkan. Saya kan cuma pekerja, kalau disuruh atasan kerjakan ya saya kerjakan,” beber Suratno yang sempat menyuruh para pekerja untuk menghentikan sejenak proses pengerjaan selama dalam masa perundingan. (ang)

Radar Banten, 29 Januari 2009

Ditulis dalam Serba-serbi | 2 Comments »

Jemaat Vihara Tolak Proyek Hotel Fiducia Serpong

Posted by kinclonk pada 14 Januari 2009

Tangerang, myRMnews. Puluhan jemaat Vihara Siripada menolak pembangunan Hotel Fiducia di Jalan Raya Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang diduga tak memiliki ijin mendirikan bangunan (IMB).

Penolakan dilakukan puluhan jemaat itu dengan melakukan aksi damai di depan lokasi pembangunan hotel tersebut, Rabu (14/1).

Penolakan hotel itu, selain karena tak memiliki IMB juga karena diduga berdiri di atas lahan fasos/fasum milik pengembang Perumahan Villa Melati Mas, yang sudah diserahkan ke pihak Vihara.

Menurut Ketua Konsorsium Perduli Fasos Rumah Ibadah Yahya Santosa, sebelum melakukan aksi ini pihaknya sudah pernah meminta kejelasan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dan pihak hotel. Baik secara lisan maupun tertulis.

“Namun kedua pihak itu tidak memberikan tanggapan. Bahkan Pemkab terkesan mempersulit ketika kami hendak melakukan pengurusan surat kepemilikan lahan. Dan hingga kini sertifikat tidak terbit. Dan tiba-tiba kini peruntukannya untuk pembangunan hotel,” ungkapnya.

Dijelaskan Yahya, berdasarkan SK Bupati tertanggal 16 Mei 2005 nomor 460/Kep 153-Huk/2005 perihal pembentukan tim verifikasi pelaksanaan penyerahan prasrana lingkungan, lahan fasos/fasum seluas 3.257 itu diperuntukkan bagi sarana ibadaha Vihara.

Sementara Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BP2T) Kabupaten Tangerang M Hidayat menyatakan, IMB Hotel Fiducia memang sedang dalam proses dan sampai saat ini belum lengkap karena belum mendapatkan ijin pemanfaatan lingkungan dari warga sekitar.

Hidayat juga menegaskan tidak dibenarkan melakukan pembangunan bila belum memiliki ijin.

“Kami akan mempelajari masalah ini. Bila pemilik tidak memperoleh ijin dari lingkungan sekitarnya, kami akan meminta untuk menghentikan kegiatan pembangunan,” katanya.

Sedangkan pemilik Hotel Fiducia, Hanan Suharto belum bisa dikonfirmasi, karena tidak ada di lokasi.

“Pak Hanan sudah berapa hari ini tidak datang dan saya juga tidak tahu kapan datang ke lokasi,” ungkap salah seorang pekerja.

Dalam aksi unjukrasa damai itu, puluhan jemaat Vihara itu membawa poster yang berisikan seruan agar pembangunan hotel itu dihentikan.

Bahkan jemaat juga sempat mencoret dinding seng lokasi pembangunan, yang bertuliskan stop pembangunan hotel. [iga]

Rakyat Merdeka, 14 Januari 2009

Ditulis dalam Serba-serbi | Leave a Comment »

Elpiji Melimpah, Penjualan Seret

Posted by kinclonk pada 14 Januari 2009

SERPONG- Setelah terjadi antrian panjang pada Desember 2008 akibat stok tidak ada dan imbasnya pada pemecatan karyawan karena dianggap merugi.
Kini pemecatan karyawan kembali menghantui para pekerja Stasiun Pengisisan Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) Alam Sutera, tapi sebaliknya saat ini pasokan elpiji bisa dibilang tidak tersendat bahkan melimpah.
Sampai-sampai SPBBE Alam Sutera harus memberhentikan pekerja satu shift, yakni 5 orang. “Memang pasokan elpiji banyak mas, tapi tidak ada yang beli, jadi tetap saja SPBBE merugi. Bahkan ruginya lebih besar dibandingkan waktu tidak ada pasokan elpiji,” ujar Nicolaas Roring, Manajer SPBBE Alam Sutera. Ia juga merinci biaya operasional karyawan setiap bulannya.

Dalam satu shift selama satu bulan memerlukan dana Rp 7 juta, sementara kalau tiga shift berarti mengeluarkan dana sekitar Rp 21 juta yang merupakan pengeluaran tetap setiap bulannya yang digunakan untuk membayar biaya operasional karyawan. Angka tersebut menjadi mahal karena tidak adanya kegiatan jual beli, sehingga para karyawan tidak bekerja. Normalnya setiap hari mengeluarkan 60 sampai 70 ton elpiji, namun sejak awal Januari 2009 ini, setiap harinya hanya berkisar antara 20 sampai 30 ton saja.

“Kami biasa dipasok 100 ton elpiji setiap dua hari sekali, tapi sekarang hanya mampu menampung dalam empat sampai lima hari, jadi mengganggu kestabilan perusahaan, sementara gaji karyawan jalan terus,” jelas Roring saat ditemui di ruang kerjanya. Sementara lesunya pembelian gas elpiji juga disadari oleh para agen. Salah satunya adalah Joni yang merupakan agen tunggal elpiji tiga kiloan di wilayah BSD sampai Villa Melati Mas. (cr-7)

Radar Banten, 14 Januari 2009

Ditulis dalam Serba-serbi | Leave a Comment »

Puspiptek Kembangkan Tanaman Obat

Posted by kinclonk pada 5 Januari 2009

SERPONG- Saat ini, Puspiptek Serpong sedang melakukan program penambahan area tanaman obat. Yang sebelumnya hanya sekitar 300 meter persegi, kini dikembangkan lagi menjadi 500 meter persegi.
Hal ini terkait dengan penambahan jenis tanaman obat itu sendiri. “Saat ini kami memiliki 8.000 lebih jenis tanaman yang sedang dalam tahap pengembangan. Dan rencananya dalam waktu dekat akan segera ditambah menjadi dua kali lipat dari yang ada sekarang,” ujar Imron, bagian pengembangan sekaligus Humas Puspiptek Serpong.

Pengembangan tanaman obat ini dilakukan mengingat masih minimnya tanaman obat yang ada saat ini, terutama di Puspiptek Serpong. Adapun tanaman yang akan dikembangkan antara lain jenis Kumis Kucing, Rincik Bumi, Rumput Mutiara, Salvia dan Sambing Darat. “Saat ini kami sedang mencoba mencari pengembangan obat-obatan. Apalagi saat ini banyak tanaman yang bisa dijadikan bahan pembuat obat namun belum diberdayakan dengan maksimal di sini,” ujar Imron.
Adapun sebelum diletakkan di lahan perkebunan, tanaman obat-obatan tersebut terlebih dahulu dikembangkan di ruang khusus. Di ruangan tersebut, bibit tanaman obat dibesarkan sampai kokoh dan mampu hidup di tengah tanaman yang lainnya. “Selama proses penyemaian kurang lebih satu bulan, setiap tanaman akan mendapatkan perhatian secara intensif,” bebernya.
Tanaman rata-rata dikembangbiakan di pot-pot dan diberi tanah yang sudah dicampur sekam sebagai media pengembangan. (tnt)

Radar Banten, 5 Januari 2009

Ditulis dalam Serba-serbi | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.