Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Arsip untuk ‘Sarana & Prasarana’ Kategori

Tangsel Prioritaskan Pembebasan Lahan untuk Jalan

Posted by Nur Fuad pada 5 Juli 2011

TANGSEL-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel),  melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)  memprioritaskan anggaran belanjanya untuk biaya pembebasan lahan yang diperuntukkan bagi jalan-jalan di wilayah Tangsel yang saat ini terasa mulai sempit.

Hal itu dilakukan agar pada tahun berikutnya (2012), sejumlah lahan yang telah dibebaskan,  sudah bisa dimulai program pelebaran jalan tersebut. Kepala Bappeda Kota Tangerang Ir Eddy Adolf Malonda mengatakan, Pemkot Tangsel terus melakukan perbaikan sarana dan prasarana guna menunjang aktivitas warga Tangsel.

“Kami terus melakukan inovasi, dengan tujuan untuk melayani masyarakat Tangsel. Salah satunya tahun ini kami sedang memprioritaskan pembebasan lahan untuk di jadikan jalan,” tutur Eddy Selasa (5/7/2011).

Berikut adalah jalan-jalan yang tengah dalam garapan Bappeda Kota Tangsel untuk dibebaskan, yakni Jalan Siliwangi, Jalan Ciater, Jalan Sasak Tinggi dan  Jalan Viktor. ”Ini kalau sudah jadi akan mengurangi kemacetan, jarak tempuh menjadi cepat, lebih nyaman dan tentu bagi masyarakat yang berada di sekitar jalan tersebut akan ikut mendongkrak nilai jual rumahnya,” ujar Eddy.

Salah satu contohnya adalah Jalan Raya Ciater. Hampir tiap menit jalur itu, selalu padat oleh kendaraan, apalagi di pagi hari – kemacetan kendaraan bisa memanjang dari pertigaan Grand Serpong – hingga mendekati Tol Serpong. Kemacetan di jalur itu, selain sempitnya jalan yang tak sebanding dengan jumlah kendaraan yang melintas, di jalan Ciater juga terdapat lubang di beberapa titik.

Karena itu program Pemkot Tangerang Selatan ini patut didukung, karena selain untuk mencairkan kemacetan, pelebaran jalan juga dimaksudkan untuk mengimbangi tumbuh suburnya komplek perumahan baru di Tangsel. “Termasuk juga jalan-jalan Provinsi Banten. Kami secara bertahap melakukan pembebasan mengingat anggarannya yang cukup besar untuk melakukan pembebasan,” ujar Eddy tanpa memperinci jumlah anggaran yang disebutnya sangat besar itu (DRA)
Sumber TangerangNews.com – 05- Juli- 2011

Ditulis dalam Sarana & Prasarana | 1 Comment »

Pemkot Tangsel Anggarkan Rp 40 Miliar untuk Bangun TPST Cipeucang

Posted by kinclonk pada 1 Desember 2010

REPUBLIKA.CO.ID,TANGERANG–Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menganggarkan biaya sebesar Rp 40 miliar untuk pembangunan TPST Cipeucang beserta sarana pendukungnya. Secara bertahap, pembangunan TPST tersebut diperkirakan rampung pada tahun 2012 mendatang.

Menurut Pjs (Penjabat Sementara) Kepala Dinas Kebersihana, Pertamanan, dan Pemakaman Kota Tangsel, Joko Suryanto, dana sebesar itu diambil dari APBD Kota Tangsel tahun 2011. Keseluruhan dana yang dikeluarkan itu diperuntukkan untuk penyediaan lahan TPST di Kecamatan Setu seluas empat hektare dan sarana pendukungnya.

“Sarana pendukungnya itu adalah akses jalan, lampu PJU (Penerangan Jalan Umum),  dan armada pengangkut sampah, “ kata Joko kepada Republika, Selasa (30/11).

Menurutnya, akses jalan menuju TPST sedang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel saat ini. Sedangkan  untuk penyediaan lahan seluas empat hektare tersebut masih dilakukan tahap pembebasan lahan yang sudah hampir selesai.   Penyediaan lampu JPU akan dikerjakan pada tahun 2011 mendatang.

Mengenai armada pengangkut sampah, Joko mengatakan pihaknya akan membeli truk pengangkut sampah sebanyak 15 unit. Jumlah tersebut akan ditambah bantuan dari Pemerintah Provinsi Banten yang akan menghibahkan lima unit truk sampah. Ditambah, sembilan unit truk sampah yang saat ini dimiliki oleh Pemkot Tangsel. “Jadi nanti kita akan miliki 29 unit truk pengangkut sampah,” katanya.

Mengenai teknologi yang akan digunakan pada TPST tersebut, Joko menyatakan pihaknya saat ini masih melakukan kajian terhadap beberapa jenis teknologi pengolahan sampah. Namun, Joko menggambarkan teknologi yang akan digunakan  harus sesuai dengan standar keselamatan lingkungan hidup dan bisa menghasilkan keuntungan ekonomi. “Ya misalnya dengan teknologi pencacahan sampah yang bisa mengasilkan pupuk kompos,” ujarnya. Budi Raharjo

Republika, 1 Desember 2010

Ditulis dalam Sarana & Prasarana | Leave a Comment »

Jalan Tembus Melati Mas BSD Ditutup

Posted by kinclonk pada 29 November 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengguna ruas jalan tembus antar-Melati Mas BSD arah Graha Raya Bintaro saat ini sedikit terhambat, Senin (29/11/2010).

Para pengendara harus mengalihkan kendaraan ke ruas jalan alternatif. Pasalnya, ruas jalan tersebut ditutup karena sedang ada pengecoran jalan. Saat ini arus lalu lintas di kawasan jalan tersebut masih terlihat ramai.

Diharapkan proyek pengecoran tersebut dapat segera rampung demi kenyamanan para pengguna jalan.

Kompas, 29 November 2010

Ditulis dalam Sarana & Prasarana | Leave a Comment »

Luas Situ Kuru Kota Tangsel Berkurang Sebanyak Tiga Hektare

Posted by kinclonk pada 28 November 2010

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG–Kondisi Situ Legoso atau yang lebih dikenal dengan nama Situ Kuru, sebuah situ alam yang terletak di belakang Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memprihatinkan. Pihak UIN Syarif Hidayatullah dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel meminta pemerintah pusat untuk segera memperbaiki Situ Kuru supaya fungsinya sebagai daerah konservasi air dikembalikan.

Berdasarkan informasi yang diterima Republika dari pihak Rektorat UIN Syarif Hidayatullah, pada tahun 1980-an dulu luas Situ Kuru mencapai empat hektare. Namun, seiring dengan perkembangan UIN Syarif Hidayatullah sebagai salah satu  pusat kajian Islam terbesar di Indonesia yang menarik minat ribuan mahasiswa Indonesia untuk menuntut ilmu di sana, luas situ itu berkurang saat ini hingga mencapai satu hektare saja.  Warga sekitar UIN memanfaatkan Situ Kuru dengan menguruk dan  membangun pemukiman atau kos-kosan  bagi mahasiswa.

Saat ini pun, area situ yang telah berkurang sebanyak tiga hektare itu sangat memprihatinkan. Enceng gondok tumbuh subur di permukaan air situ dan menyumbat saluran air dari pemukiman ke arah situ hingga tidak jarang membuat pemukiman di sekitar situ dan kampus UIN  itu kebanjiran karena aliran air tidak lancar.

Menghadapi kondisi seperti itu, pihak Rektorat UIN Syarif Hidayatullah segera mengambil tindakan. Dalam rencana jangka pendeknya, mereka meminta Pemkot Tangsel dan pemerintah pusat melalui Balai Besar Sungai Ciliwung-Cisadane untuk membersihkan enceng gondok yang tumbuh subur di atas permukaan air situ. Rencana jangka panjangnya adalah pihak Rektorat UIN menginginkan bangunan yang sudah didirikan oleh warga di area situ untuk dibongkar sehingga tiga hektare luas situ yang hilang bisa kembali.

“Namun tentunya rencana jangka panjang seperti itu sangat sulit untuk dilakukan,” ujar Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum UIN Syarif Hidayatullah, Profesor Amsal Bachtiar kepada Republika, Ahad (28/11).

Menurut Amsal, beberapa waktu lalu pihaknya mengundang warga yang mendirikan dan mengakui sebagai pemilik bangunan di area Situ Kuru terkait rencana tersebut. Secara umum, warga setuju dengan perbaikan Situ Kuru dengan membersihkan enceng gondok yang menyumbat saluran air. Namun, warga menolak jika bangunan yang sudah didirikan harus dibongkar sebelum adanya ganti rugi dari pemerintah. (Endro Yuwanto/Muhammad Hafil)

Republika, 28 November 2010

Ditulis dalam Sarana & Prasarana | 1 Comment »

Urai Kemacetan, Tiga Jalan Provinsi di Kota Tangsel akan Dilebarkan

Posted by kinclonk pada 28 November 2010

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG–Sebanyak tiga buah jalan Provinsi Banten yang ada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan dilebarkan pada tahun 2011 mendatang. Dengan dilebarkannya jalan provinsi itu, kemacetan arus lalu lintas yang kerap terjadi di Kota Tangsel bisa diurai.

Tiga jalan provinsi yang akan dilebarkan itu adalah Jalan Raya Serpong, Jalan Raya Siliwangi, dan Jalan Raya Parung-Legok (Jalan perbatasan antara Kabupaten Bogor dan Kota Tangsel). Masing-masing  jalan itu  memiliki panjang yang bervariasi antara 1 hingga 1,5 kilometer. Jalan itu akan dilebarkan masing-masing 14 meter dari lebar saat ini.

Setiap jalan yang akan dilebarkan  diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 10 hingga 12 miliar yang bersumber dari dana APBD Provinsi Banten 2011. Sehingga, total keseluruhan biaya diperkirakan lebih dari Rp 30 miliar.

“Pengelolaan ketiga jalan itu berada di bawah tanggung jawab Pemprov Banten,” kata HM Shaleh, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Pemprov Banten, Ahad (28/11).

Shaleh mengatakan, alasan dilakukannya pelebaran ketiga jalan itu adalah karena jalan itu sudah tidak kuat menampung volume kendaraan yang terus meningkat. Selain itu, terjadi penyempitan di bahu jalan karena masih adanya kendaraan umum yang ‘ngetem’ atau menunggu penumpang di bahu jalan yang menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.

Saat ini, Pemprov Banten sedang melakukan koordinasi dengan Pemkot Tangsel terkait rencana proyek pelebaran jalan. Pemkot Tangsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga bertugas menyelesaikan masalah pembebasan lahan. Sedangkan Pemprov Banten lebih memfokuskan pada teknik pekerjaan pelebaran infrastruktur jalan yang menggunakan sistem betonisasi. (Endro Yuwanto/Muhammad Hafil)

Republika, 28 November 2010

Ditulis dalam Sarana & Prasarana | Leave a Comment »

Warga Keberatan Portal Dibongkar

Posted by kinclonk pada 24 November 2010

CIPUTAT (Pos KOta) – Warga sejumlah perumahan di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) keberatan ada rencana pembongkaran portal. Mereka menilai keberadan portal sangat penting menjaga lingkungan.

“Kalau tak ada portal jalan lingkungan kompleks perumahan bakal rusak dan hancur akibat truk besar melintas,” kata Ny. Erik, warga Perumahan Pamulang Indah, Ciputat.

Menurut dia, tak hanya menjaga lingkungan tidak rusak saja, tapi juga antisipasi tindak kejahatan malam hari. Paling tidak adanya portal dapat mengurangi kecelakaan lalulintas, kerusakan badan jalan dan tindak kejahatan seperti pencurian maupun perampokan.

Kondisi di lapangan memang ada puluhan portal yang banyak mengahalangi keluar masuk kendaran di sejumlah kompleks perumahan di Kota Tangsel. Mereka memasang portal selain dari warga juga dari pengelola perumahan agar lingkungan tak terganggu arus kendaraan dari luar kompleks.
“Kawasan ini banyak kendaran berat atau truk proyek yang lalu lalang. Kalau portal dibuka dan jadi jalan alternative jalan bakal rusak patah,” tutur Yusi, warga Ciputat.

Rencana pembongkaran portal sendiri memang sebagai upaya memecahkan kemacetan sehingga jalan kompleks bisa menjadi jalan alternatif. Desember mendatang Pemkot Tangsel akan memberlakukan system jalan satu arah (SSA).

117 TITIK PORTAL
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Tangsel Djoko Suryanto didampingi Kabag Humas Aplahunaja maupun Kadishub Agus M, mengakui adanya rencana pemberlakukan sejumlah ruas jalan menjadi jalan satu arah untuk mengurangi kemacetan dan kesemrawutan kota.

“Ada sekitar 117 titik portal di 14 perumahan di Kecamatan Pamulang dan Ciputat yang menjadi perhatian Pemkot Tangsel untuk ditinjau ulang agar bisa menjadi jalan alternatif saat jalan utama terjadi kemacetan,” tuturnya.
Aplahunaja, mengatakan untuk pembongkaran langsung memang sampai saat ini belum ada berkaitan dengan rencana SSA tersebut. “Yang ada malah pembongkaran portal di kawasan perumahan Viktory Desa Babakan,” ujarnya.

Namun, pembongkaran portal di Viktory ini sama sekali tak ada kaitannya dengan rencana Pemkot Tangsel memberlakukan sistem satu arah. (anton/si/g)

Pos Kota, 24 November 2010

Ditulis dalam Sarana & Prasarana | 2 Comments »

Portal Perumahan Segera Dibongkar

Posted by kinclonk pada 15 November 2010

PAMULANG-Ratusan portal yang ada di perumahan-perumahan di wilayah Kota Tangsel segera dibongkar. Pasalnya, jalan-jalan perumahan itu akan digunakan sebagai akses jalur alternatif dan angkutan umum pada pemberlakuan sistem satu arah (SSA) mulai Desember mendatang.

Di wilayah otonom baru ini terdapat 117 titik portal yang tersebar di 14 komplek perumahan yang ada di Kecamatan Pamulang dan Ciputat. Di antaranya, portal yang ada di Perumahan PBI V, Cimanggis, Simpang Sasak, Apotik Sartiti, Jalan Ketapang III, Wintanaharja, dan Jalan H Nursaid, Pamulang.

Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Tangsel Djoko Suryanto mengatakan, penertiban dan pembongkaran itu secepatnya dilakukan pemerintah daerah. Proses pembongkaran sudah diserahkan kepada satuan kerja perangkat dinas (SKPD) terkait. “Jika warga menolak membongkar sendiri, petugas Satuan Polisi Pamong Praja akan membongkarnya” katanya, Minggu (14/11).

Dikatakan Agus, regulasi yang diambil itu, lanjutnya, dikarenakan Kota Tangsel akan meluncurkan sistem satu arah (SSA) atau lebih dikenal one way. Untuk itu jalur alternatif akan difungsikan. Tujuannya, selain mempermudah akses warga sekitar juga akan menjadi rute angkutan umum. “Kemacetan di Kota Tangsel akan terpecahkan,” ujarnya.

Sedangkan pembangunan portal tanpa izin, kata Djoko, dapat diancam pidana paling singkat 20 hari kurungan penjara paling lama 90 hari atau denda paling sedikitnya Rp 500.000 dan maksimal Rp30 juta. “Jadi setelah dibongkar nanti pihak pengembang atau warga tidak diperbolehkan lagi membangun portal tersebut,” terangnya.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Pemukiman Kota Tangsel, Nur Slamet mengutarakan, pihaknya sedang meneliti lokasi portal-portal jalan yang melanggar aturan perizinan dan mendesak untuk dibongkar. Pihaknya menduga ada 60 persen portal yang melanggar aturan karena memang tidak memiliki izin, berdasarkan Undang-Undang No 38/2009 tentang Jalan dan Perumahan serta Perda Kabupaten Tangerang No 8/2007 mengenai Ketertiban Umum. (mg-07/man/del)

Radar Banten, 15 Nopember 2010

Ditulis dalam Sarana & Prasarana | 1 Comment »

Pemkot Tangsel Minta Mobil Sampah

Posted by kinclonk pada 29 April 2009

TANGERANGNEWS-Pemkot Tangsel meminta kepada Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Tangerang selaku kabupaten induk untuk memberikan sarana kebersihan, seperti truk atau alat berat yang berada di Kota Tangsel.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangsel Eddy Adolf Nicholas Malonda sebagai kabupaten induk, Pemkab Tangerang seharusnya memberikan bantuan kepada daerah otonom baru ini karena saat ini pihaknya untuk melakukan kegiatan seperti mengangkut sampah yang ada di Tangsel masih kesulitan karena terkendala sarana dan prasarana, truk dan alat berat DKPP di Tangsel ada sekitar 40 unit.

“Kami memang tidak memungkiri permasalahan sampah di Kota Tangsel cukup pelik, tetapi kami yakin tahun 2010 ketika telah memiliki APBD sendiri, penanganan sampah akan terkendali,” terang Kabid Tata Ruang Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten ini.

Selain itu, sambung pria yang akrab disapa Malonda ini, pihaknya berencana akan mengolah sampah yang ada di Tangsel menjadi kompos sehingga tidak memerlukan keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

Sekertaris Daerah Kota Tangsel Nanang Komara yang menyatakan, untuk daerah perkotaan memang seharusnya tidak memerlukan TPS. “Di Tangsel kan banyak terdapat pengusaha, kami berencana akan mengajak untuk bekerjasama karena para pengusaha tersebut biasa mengolah sampah dengan sistem Coorporate Social Responsibility (CSR),” ungkap mantan Sekda Kabupaten Tangerang ini. Kepala DKPP Kabupaten Tangerang Herry Herianto mengaku telah memberikan bantuan sekitar 8 unit untuk Kota Tangsel. (den)

Tangerangnews.com, 29 April 2009

Ditulis dalam Sarana & Prasarana | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.