Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Archive for the ‘Pilkada’ Category

Dana 12,9 M, Sosialisasi Pilkada Ulang Tangsel Cair

Posted by Nur Fuad pada 14 Januari 2011

TANGSEL-Dana pemungutan suara pilkada ulang Kota Tangerang Selatan sebesar Rp. 12,9 miliar sudah diturunkan oleh pemkot ke KPU Kota Tangerang Selatan.

Meski pencairannya sedikit terlambat, namun KPU Kota Tangerang Selatan akan langsung mempergunakannya untuk melakukan sosialisasi pelaksanaan pemungutan suara ulang yang sempat tertunda.

Ketua KPU Kota Tangsel, Iman Perwira, Jumat (14/1) siang ini mengatakan, menyusul turunnya dana pelaksanaan pemungutan suara, pihaknya akan menyiapkan kelengkapan logistik terutama surat suara serta kelengkapan TPS.

“Yang tidak kalah penting, KPU akan sosialisasi bagi masyarakat melalui spanduk, baliho dan poster”, ucapnya.

Dikatakan Iman, KPU Kota Tangsel mengajukan dana pemungutan suara ulang ke Pemkot sebesar Rp. 12,9 miliar dengan rincian untuk sosialisasi Rp. 700 juta, pengadaan perlengkapan sebesar Rp. 1,5 miliar, pengadaan kertas suara Rp. 700 juta dan dana operasional hari H pencoblosan Rp. 6 miliar.

Pemungutan suara ulang Pilkada Kota Tangsel sendiri akan dilangsungkan 27 Februari mendatang dengan diikuti empat pasangan calon walikota dan wakil walikota. (heh)
Sumber Elshinta.com – 14 Januari 2011

Posted in Pilkada | Leave a Comment »

Panwaslu Tangsel Panggil Andre Taulany

Posted by Nur Fuad pada 14 Januari 2011

TANGSEL -Panwaslu Kota Tangerang  Selatan (Tangsel), Jumat 14 Januari 2011, hari ini mengirimkan surat pangilan kepada calon Wakil Walikota Tangsel nomor urut 3, Andre Taulany yang di duga melakukan pelanggaran Pilkada dengan cara melakukan pertemuan dengan para pejabat, PNS Kabupaten Tangerang, Ibu PKK di Pendopo Bupati Tangerang, Ismet Iskandar,  beberapa waktu lalu.

“Hari ini saya sudah meminta kepada staff saya agar mengirimkan surat panggilan kepada Saudara Andre Taulany,” kata Ketua Panwaslu Kota Tangerang, Budi Hardjo di Tangerang, Banten, kepada wartawan.

Tujuannya  tidak lain, untuk mengklarifikasi pertemuan yang dilakukan oleh calon Wakil Walikota Tangsel nomor urut 3  dengan para pejabat, PNS dan Ibu-Ibu PKK di Pendopo Bupati Tangerang.  Sehingga,  katanya, bila dalam  pertemuan itu ditemukan adanya unsur yang mengarah kepada  pelanggaran Pemilukada Ulang, tentu calon wakil walikota nomor urut 3 tersebut  dapat ditindak  sesuai ketentuan yang ada.

Selaian itu, kata Budi Hardjo, pihaknya juga telah mengirimkan surat panggilan kepada Puji Imam Zarkasih dan dua orang saksi lainnya  yang telah melaporkan indikasi pelanggaran Pemilukada ulang ke Panwaslu Kota Tangsel pada 13 Januari lalu. Karena, tambah dia, dengan  pemanggilan kedua belah pihak, antara pelapor dan terlapor nantinya akan diketahui apakah pertemuan Andre Taulani dengan para pejabat, PNS dan Ibu-ibu PKK tersebut merupakan pelanggaran Pemilukada ulang atau tidak.

“Mudah-mudahan dengan adanya surat pemanggilan itu, pelapor dan terlapor segera memenuhinya untuk datang ke Panwaslu,” Kata Budi Harjo yang berjanji akan menindak lanjuti setiap laporan pelanggaran pemilukada yang datang dari masyarakat.

Andre Taulany sendiri hingga berita ini diturunkan telepon genggamnya tidak aktif. Menurut Nawi seorang anggota tim sukses Andre Taulany, kedatangan Andre ke Pendopo Bupati Tangerang Ismet Iskandar bukanlah untuk berkoordinasi. Namun, untuk menghadiri undangan untuk menghibur seperti layaknya ditelevisi. “Dia disana tidak sendiri, ada Sule juga. Jadi jangan disalah artikan,” tegasnya. (rangga/dira)

Sumber TANGERANGNEWS- 14-Januari 2011

Posted in Pilkada | Leave a Comment »

MK : Pemilukada Tangsel Diulang

Posted by Nur Fuad pada 10 Desember 2010

JAKARTA–Pemilulkada Tangerang Selatan akan diulang. Mahkamah Konsitusi menganulir kemenangan pasangan Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie, dalam putusannya, Jumat (10/12) siang.

“Hasil Pilkada 17 November 2010, harus dinyatakan tidak sah menurut hukum,” kata Ketua MK, Mahfud MD, dalam sidang. Ia lantas memerintahkan kepada KPU Kota Tangerang Selatan untuk melakukan pemungutan suara ulang dalam di seluruh TPS.

Pilkada ulang, tambah Mahfud, tetap diikuti oleh seluruh keempat kandidat calon wali kota dan wakil wali kota. Menurut MK, berdasarkan laporan pemohon Arsid dan Andreas Taulany, memang ditemukan keterlibatan atau pelanggaran yang bersifat sistematis, terstruktur, dan massif.

Keterlibatan itu merujuk pada sikap PNS yang dibuktikan tidak netral, sesuai pernyataan saksi di persidangan. Serta bukti adanya politik uang berupa pemberian bingkisan pada calon pemilih untuk mengarahkan memilih ke calon wali kota dan wakil wali kota tertentu.

“Mahkamah berpendirian bahwa terdapat  money politics yang dapat membatalkan hasil Pemilukada, yakni  money politics yang dilakukan melalui tindakan terstruktur, sistematis, dan masif,” kata Mahfud lagi.

Secara umum, tindakan terstruktur berarti dilakukan oleh aparat, baik sebagai penyelenggara pemilu maupun sebagai penyelenggara pemerintahan; sistematis berarti dilakukan dengan perencanaan dan langkah-langkah struktural yang dengan nyata dimaksudkan untuk memenangkan Pasangan Calon tertentu; sedangkan masif berarti memengaruhi sejumlah besar pemilih atau komunitas yang tidak dapat dihitung jumlahnya satu per satu.
Red: Stevy Maradona

Sumber Republika -10-Desember 2010

Posted in Pilkada | Leave a Comment »

Pilkada Tangsel, LPSK akan Teliti Kasus Pemecatan Staf Kelurahan

Posted by Nur Fuad pada 6 Desember 2010

JAKARTA-(Detik.com) Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan menindaklanjuti kasus Bahctiar Rivai yang mengaku dipecat sebagai tenaga suka rela (TSK) Kelurahan Paku Alam, Serpong, Tangsel, setelah bersaksi di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kita akan tindak lanjuti kasus tersebut, kalau itu (dipecat karena bersaksi) benar, maka yang bersangkutan (lurah) bisa kena sanksi pidana,” ujar Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai kepada detikcom, Senin (6/12/2010).

Menurut Abdul, selama ini pengakuan dan perlindungan kepada saksi dan korban masih sangat lemah. Saksi atau korban justru sering mendapat intimidasi dari pihak yang merasa dirugikan dengan keterangannya.

“Pertama akan kita cek dulu, benar tidak dia diberhentikan karena menjadi saksi. Siapa tahu karena ada masalah lain, tapi kalau benar, lurah bisa dikenai pidana yang maksimal ancamannya 5 tahun,” terangnya.

Abdul berharap tidak ada lagi kasus serupa di kemudian hari, “Saksi dan korban itu dilindungi oleh UU,” katanya.

Di hadapan MK, Bachtiar mengaku selama Pilkada Tangsel Lurah Paku Alam Sulaiman dan Sekretaris Kelurahan Suparman terlibat langsung menyiapkan kebutuhan kampanye pasangan nomor urut empat calon Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie.

Akibat kesaksiannya itu, Bachtiar mengaku dirinya diberhentikan dari tempat ia bertugas selama ini. Pemberhentian tersebut disampaikan melalui Sadeli yang merupakan ayah dari Bachtiar sekaligus staf kantor Kelurahan Paku Alam.

Lurah Paku Alam Sulaiman ketika dikonfirmasi mengatakan, ia tidak melakukan pemecatan terhadap Bachtiar. Tetapi yang bersangkutan mengundurkan diri sendiri tanpa dipecat. Apalagi mantan anak buahnya itu jarang masuk kantor.

Ia membantah pemberhentian anak buahnya itu terkait dengan kesaksian Bachtiar di sidang gugatan MK.”Ah itu bohong dan direkayasa. Saya tidak melakukan pemecatan. Dia sendiri (Bachtiar) yang malas kerja jadi ia mengundurkan diri,” ujar Sulaiman.
(her/nrl)

Sumber Detik.com-06-Desember 2010

Posted in Pilkada, Umum | 2 Comments »

Beri Kesaksian di MK, Staf Kelurahan Dipecat

Posted by kinclonk pada 5 Desember 2010

REPUBLIKA.CO.ID,
TANGERANG – Seorang staf Kelurahan Pakualam, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dipecat, Jumat (3/12) kemarin.  Diduga, dipecatnya staf kelurahan  itu terkait dengan kesaksiannya di sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (30/11) lalu yang menyebutkan dukungan lurah Pakualam kepada salah satu pasangan calon walikota dan wakil walikota Tangsel.

Staf kelurahan Pakualam tersebut adalah Bactiar Rivai. Ia masih berstatus sebagai TKS (Tenaga Kerja Sukarela) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot Tangsel). Kepada para wartawan, ia menceritakan tentang pemecatannya itu.

Ia mendapat kabar tersebut dari Ayahnya, Sadeli , yang juga seorang staf di kelurahan Pakualam, pada hari Jumat (3/12) kemarin.  Sadeli  dipanggil oleh Sekretaris Kelurahan Pakualam yang bernama Suparman.

Kepada Sadeli, Suparman memberitahukan terhitung mulai hari Jumat (3/12) kemarin, Bachtiar tidak lagi diperkenankan bekerja  sebagai staf di kelurahan Pakualam.“Saya heran kenapa pemberhentian itu tidak langsung disampaikan pada saya,” kata Bachtiar, Ahad (5/12).

Selama ini, lanjut Bachtiar, ia tidak memiliki catatan buruk tentang kinerjanya sehari-hari. Apalagi, sampai melakukan tindakan indisipilener atau melanggar peraturan kerja.

Bachtiar menduga, pemecatannya itu terkait dengan kesaksiannya pada sidang gugatan Pemilukada Kota Tangsel di Mahkamah Konstitusi, Selasa (30/11) kemarin. Dalam kesaksiannya, Bachtiar menyebutkan tentang keterlibatan lurah Paku Alam, Sulaeman dan sekretaris Kelurahan, Suparman untuk memfasilitasi segala macam kebutuhan kampanye pasangan nomor urut 4 pada Pemilukada Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany-Benjamin Davnie.

Menurutnya, pada kesaksiannya itu, ia berkata dengan sejujur-jujurnya bahwa selama masa kampanye lurah maupun sekretaris kelurahan Pakualam selalu menyediakan berbagai macam atribut kampanye Airin-Benjamin. “Sudah bukan rahasia lagi bahwa aparatur pemerintahan Kota Tangsel banyak yang mendukung Airin-Benjamin,” ujar Bachtiar.

Menurutnya, lurah maupun sekretaris kelurahan Pakualam bertindak sebagai Koordinator  aktif tim sukses Airin-Benjamin di kelurahan Pakualam. Kedua orang petinggi kelurahan itu mengarahkan setiap ketua RT dan RW untuk memobilisasi warganya mencoblos Airin-Benjamin pada pemilukada yang diselenggarakan pada Sabtu (14/11) lalu.

Lurah Pakualam, Sulaeman menolak tuduhan bahwa pemecatan Bachtiar terkait dengan kesaksian di Mahkamah Konstitusi.

“Bachtiar itu jarang masuk kerja, makanya dia mengundurkan diri tanpa kami berhentikan,” ujar Sulaeman saat dihubungi Republika, Ahad (5/11).

Sulaeman mengatakan, dirinya sama sekali tidak pernah memberi perintah kepada siapapun untuk memberhentikan Bachtiar. Selain itu, Sulaeman juga membantah tudingan Bachtiar yang menyebutkan ia terlibat aktif menjadi tim sukses pasangan Airin-Benjamin.

Menurutnya, selama ini pihaknya selalu bersikap netral dan tidak pernah mengarahkan kepada para staf maupun kepala RT dan RW untuk mendukung pasangan nomor urut 4 itu. Karena, hal tersebut sangat bertentangan  dengan peraturan . Taufik Rachman

Republika, 5 Desember 2010

Posted in Pilkada | 1 Comment »

MK Tuding KPU Tangsel Kacau dan Tidak Profesional

Posted by kinclonk pada 2 Desember 2010

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengungkapkan, kinerja KPU Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tidak profesional dan kacau karena memasukan anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) sebagai saksi pada persidangan gugatan hasil pilkada daerah itu.

“Semestinya, anggota KPPS tidak boleh menjadi saksi. Kenapa anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangsel tidak mengenalinya, padahal sebelumnya kan sudah dikasih tau,” kata Mahfud dalam persidangan sengketa hasil pilkada Tangerang Selatan yang digelar di Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, Rabu.

Pernyataan itu, disampaikan Mahfud terkait adanya protes dari kubu Arsid-Andre Taulany terhadap saksi Bachtiar Rivai karena merupakan anggota KPPS. “KPU Tangsel kenapa tidak teliti dan tidak mengetahui keberadaan anggotanya sebagai saksi. Anggota KPPS, PPS dan PPK tidak boleh menjadi saksi. Itu sudah aturan hukumnya,” kata Mahfud.

Anggota majelis hakim MK Muhammad Arsyad Sanusi menambahkan, sebelum saksi memberikan keterangan sidang MK sudah melakukan peringatan bahwa semua anggota KPPS, PPS dan PPK tidak boleh dijadikan saksi. “Pada persidangan sebelumnya, ada anggota KPPS sebagai saksi dan kami pun sudah peringatkan, tapi sekarang malah terjadi lagi,” katanya.

Oleh karena itu, keterangan Bachtiar Rivai yang diajukan saksi secara otomatis tidak diterima karena melanggar aturan yang ada. “Keterangan saksi tersebut tidak kami terima. Karena, saksi merupakan anggota KPPS dan tidak boleh menjadi saksi,” katanya.

Ketua KPU Kota Tangsel Iman Perwira Bachsan, pada perseidangan itu mengajukan permohnan maaf atas masuknya anggotanya sebagai saksi dari salah satu pemohon. “Iya benar yang mulia, saksi adalah anggota KPPS. Karena banyaknya anggota, saya tidak mengenalinya. Saya mohon maaf atas hal ini,” katanya kepada majelis hakim.

Sidang sengketa pilkada Kota Tangsel sudah berlangsung tiga kali, sejak hari Senin (30/11) hingga Rabu (1/12), dengan menghadirkan sejumlah saksi dari pemohon, termohon dan pihak terkait lainnya.

Sidang tersebut digelar, atas permohonan atau gugatan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Arsid-Andre dan Yayat Sudrajat-Norodom Sukarno.

Kedua pasangan kepala daerah itu, mengajukan gugatan ke MK karena menilai terjadi kecurangan dalam pelaksanaan pilkada Tangsel yang digelar 13 November 2010.

Dalam gugatannya, kedua pemohon meminta agar majelis hakim MK membatalkan keputusan KPU Tangsel mengenai rekapitulasi hasil perolehan suara pasangan calon pilkada daerah itu.

Hasil rekapitulasi perolehan suara yang ditepakan KPU Tangsel, menyebutkan pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Danvie menempati urutan pertama dengan 188.833 suara.

Pada urutan dua ditempati pasangan Arsid-Andre dengan meraih 187.778 suara, kemudian Yayat-Norodom 22.640 suara, Rodiyah-Sulaiman Yasin 7.518 suara.  Taufik Rachman

Republika, 2 Desember 2010

Posted in Pilkada | 1 Comment »

Pekan Depan, MK Akan Ambil Keputusan

Posted by kinclonk pada 2 Desember 2010

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Mahkamah Konstitusi (MK) akan memutus sengeta pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten, pekan depan.

“Putusan untuk sengketa pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) akan diumumkan pekan depan,” kata Ketua Majelis Hakim MK Mahfud MD pada persidangan di MK Jakarta, Rabu

Mahfud mengatakan, penetapan putusan tersebut direncanakan pada Rabu (8/12) atau Kamis (9/12), setelah majelis hakim selesai mempelajari semua bukti dan keterangan saksi yang dipaparkan sejak sedang pertama hingga persidangan har ini (1/12).

“Semua keterangan saksi dan bukti yang ada saat ini, akan kita pelajari. Nanti kita akan kabarkan waktu untuk penetapan vonis tersebut,” kata Mahfud.

Mahfud juga meminta, para pihak terkait seperti pemohon dari kubu pasangan Arsid-Andre Taulany dan Yayat Sudrajat-Norodom Sukarno, termohon KPU Kota Tangsel dan pihak terkait pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie memberikan laporan tentang kesimpulan hasil sidang.

“Kami harapkan kepada pihak pemohon, termohon dan terkait untuk menyampaikan kesimpulan akhir dari hasil sidang pada hari Jumat (3/12) kepada Panitera MK. Sehingga, kami memiliki waktu untuk mempelajarinya,” katanya.

Sidang gugatan hasil pilkada Tangsel digelar di MK, dengan majelis hakim diketuai Mahfud MD, serta Muhammad Arsyad Sanusi dan Maria Farida Indrawati sebagai anggota panel.  Taufik Rahman

Republika, 2 Desember 2010

Posted in Pilkada | Leave a Comment »

Kubu Airin dan Arsid Saling Tuduh di MK

Posted by kinclonk pada 1 Desember 2010

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM — Sejumlah saksi kubu Arsid-Andre Taulany, yang terdiri atas lurah dan sekretaris lurah (Sekel) mengaku dipaksa untuk mendukung pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie. Hal itu terungkap dalam sidang gugatan hasil Pemilukada Kota Tangsel Selasa (30/11/2010) di Mahkamah Konstitusi (MK) Gambir.

Sidang sengketa Pemilukada Tangsel itu dipimpin majelis hakim yang berjumlah tiga orang, yaitu Mahfud MD (Ketua), Arsyad Sanusi (anggota), dan Maria Farida Indrati (anggota). Sidang digelar dengan agenda mendengar keterangan saksi dari kedua belah pihak. Kemarin kubu Arsid mengajukan saksi 15 orang terdiri atas lurah dan sekel.

“Kami pernah dikumpulkan di rumah Ibu Airin di Alam Sutra Serpong. Intinya agar kami mendukung Ibu Airin. Saat pulang kami diberi uang Rp 2,5 juta. Yang hadir saat itu sekitar 54 lurah se-Tangsel. Yang memberi uang adalah H Rasyid, panitia acara itu,” ucap Syahbudi, Lurah Benda.

Menurut Syahbudi, setiap apel Senin pagi, beberapa bulan menjelang pemilukada, camat memanggil seluruh lurah. Camat bertanya soal kondisi dan keadaan peta dukungan terhadap Airin-Benyamin. Camat meminta supaya dukungan itu terus digalang agar Airin menang saat pemilukada.

Hal yang sama diungkapkan saksi lain, di antaranya Djamaludin, Sujiana, Eddy, Harun. Keempatnya adalah sekel. Mereka mengaku diharuskan mendukung Airin-Benyamin. Sebagian dari mereka mengaku diintimidasi oleh camat jika diketahui berbeda pandangan. Bahkan di antara mereka ada yang dicopot dari sekel, dan diturunkan jabatannya menjadi staf di Kantor Kecamatan. Malah, Dede, staf honorer di Kelurahan Pisangan, yang juga saksi kubu Arsid, dipecat gara-gara tidak mendukung Airin.

“Saya sempat berdebat dengan Pak Lurah Idrus Asyani. Menurut saya, PNS itu harus netral, tidak boleh mendukung pasangan calon. Tapi malah dipecat saya sebagai PNS honorer. Saya dianggap tidak sejalan dengan lurah,” ucapnya.

Dibantah

Namun keterangan para saksi kubu Arsid itu dibantah oleh saksi yang diajukan Airin. Dalam sidang tersebut kubu Airin juga menghadirkan 15 saksi, di antaranya terdapat pejabat Eselon I dan II Kota Tangsel, serta para camat. Mereka adalah Penjabat Wali Kota Tangsel, Eutik Suarta, Asda I Ahadi, Sekretaris Daerah Dudung Diredja, Kepala Dinas Pendidikan Dadang Sofyan, Kepala Dinas Kesehatan Dadang M Epid, Kepala Dinas Bina Marga Dandy P

Eutik Suarta mengatakan tudingan bahwa PNS Tangsel termasuk para lurah harus mendukung salah sati kandidat adalah tidak benar dan terlalu mengada-ada. Menurut Eutik, sejak sebelum masa kampanye dimulai, pihaknya sudah membuat surat edaran agar semua PNS tangsel bersikap netral, dan tidak terlibat politik praktis. Komitmen netralitas itu kata Eutik diwujudkan melalui penandatanganan kesepakatan soal netralitas PNS Tangsel antara Sekda/Kepala BKD, Dudung E Diredja, dengan Ketua Panwaslu Tangsel Muslih Basar.

Ahadi yang disebut-sebut terlibat dalam tim sukses juga membantah. “Saya tak mengenal Airin. Cuma ketemu saat ada acara. Saya juga tidak menandatangani surat memo soal dukungan kepada Airin,” ucapnya.

Verry Muchlis, sekretasris tim sukses Airin, mengatakan bahwa kubunya telah melaksanakan semua proses pentahapan dengan baik. “Kami tidak punya kemampuan untuk melakukan dukungan secara terstruktur dan masif termasuk mengerahkan lurah atau sekel. Justru kubu nomor tiga yang melakuklan politik uang,” tegasnya.

Mendengar keterangan dari para saksi itu, majelis hakim MK tampak bingung. “Ada apa ini? Kata saksi pemohon ada politik uang dan dukungan PNS, tapi kata saksi termohon, tidak ada. Ingat kalian disumpah sebelum bersidang. Jadi tidak boleh bohong. Karena keterangannya berbeda sekali,” ucap Maria Farida.

Sidang akan dilanjutkan pada Rabu (1/12/2010) ini. Ketua MK, Mahfud MD, meminta pihak termohon dan pemohon untuk menyusun daftar saksi dengan benar agar tidak ada yang luput dari sumpah. (Valentino Verry/warkot)

Tribun News/Warta Kota, 1 Desember 2010

Posted in Pilkada | Leave a Comment »

90 Saksi Beberkan Keterlibatan PNS

Posted by kinclonk pada 1 Desember 2010

TANGSEL – Sidang guatan Pilkada Kota Tangsel kembali digelar, Selasa (30/11). Agenda sidang adalah mendengarkan saksi-saksi dan pembeberan bukti-bukti kecurangan selama pilkada.

Saksi tersebut dihadirkan terkait dugaan penggalangan dukungan PNS. Sidang MK dipimpin Ketua MK Mahfud MD, Muhammad Arsyad Sanusi, dan Maria Farida Indrawati sebagai anggota panel.

Pada sidang kedua ini pasangan calon walikota dan wakil walikota nomor urut tiga, Arsid-Andre Taulani menghadirkan 90 saksi di sidang gugatan kedua pilkada. Dari 90 saksi yang dihadirkan, hanya 15 orang yang dapat memberikan kesaksiannya di muka majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam sidang itu, ada dua pemohon pasangan calon yang melakukan gugatan. Pemohon pertama pasangan Arsid-Andre dengan nomor pemohon 209/PHPU.D-VIII/2010 dan pemohon kedua pasangan calon nomor urut satu Yayat Sudarajat-Norodom Soekarno dengan nomor pemohon 210/PUU-VIII/2010 tentang keterlibatan PNS dalam Pilkada.

Saksi tersebut dari lurah, sekretaris kelurahan (sekel), staf kecamatan, staf kelurahan, dan tokoh masyarakat. Dalam kesaksiannya, Lurah Benda Baru, Kecamatan Pamulang HM Syabandi S mengatakan, pasangan calon nomor urut empat Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie terlibat dalam pengerahan massa birokrat untuk mendukung kemenangannya. Hal itu ditandai dengan dibentuknya Forum Lurah untuk mendukung pasangan Airin-Benyamin dalam pilkada. Forum Lurah pernah berkumpul dan membicarakan untuk menggiring dan mengerahkan warga di lingkungan masing-masing untuk mendukung Airin-Benyamin menjadi walikota Tangsel. Pasangan itu juga memberikan uang sebesar Rp 2,5 juta kepada masing-masing lurah yang mendukungnya, ujarnya, saat sidang di MK, Selasa (30/11).

Bahkan, kata dia, tujuh bulan sebelum pilkada dilangsungkan, instruksi untuk mendukung kemenangan Airin sudah didapatkan para lurah. Instruksi itu diberikan masing-masing camat dalam apel yang biasa dilaksanakan setiap Senin, berupa nota camat kepada lurah. Setiap habis apel, kami selalu ditanya bagaimana kekompakan RT, RW, dan tokoh masyarakat dalam mendukung kemenangan Airin sebagai walikota Tangsel, terangnya.

Saksi lainnya, Iwan selaku staf Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat mengaku selalu ditekan untuk menyosialisasikan dan menggalang dukungan untuk pasangan nomor urut empat. Sebab, setiap hari mereka memang ditargetkan untuk bisa melakukan berbagai kegiatan yang bisa mendongkrak suara untuk pasangan tersebut. Selain itu, dia juga mengetahui adanya perekrutan relawan TPS yang masing-masing diminta lima orang per TPS se Kelurahan Cipayung. Masing-masing relawan yang direkrut mendapatkan upah Rp 100 ribu, jelasnya.

Dalam kesaksian itu menghadirkan Penjabat Walikota Tangsel Eutik Suarta, Sekda Dudung E Diredja, Asda 1 Ahadi, Kadis Pendidikan Dadang Sofyan, Kadis Kesehatan Dadang M Epid, serta beberapa lurah maupun Camat.
Dalam kesaksinnya, mereka ditanya tentang ketidaknetralan PNS Tangsel, seperti tersebarnya memo Airin Fans Club (AIFAC) yang diduga dikoordinir Asda I Ahadi. Namun, hal tersebut dibantah Ahadi. Untuk AIFAC, saya dengan tegas membantah tudingan itu karena sama sekali saya tidak mengetahui maksud dan tujuannya, jelasnya.

Bantahan terkait AIFAC juga diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Dadang Sofyan. Dadang mengaku tidak pernah tahu masalah memo itu. Saya tidak pernah mendengar adanya memo dari Pak Ahadi, ujarnya.
Terkait taman bacaan yang diinisiasi Airin, yakni Masyarakat Gemar Membaca (Magma) tidak ada intervensi dan campur tangan dari pihak mereka. Menurut Dadang, meski dalam berbagai kesempatan itu Airin memberikan kata sambutan, namun tudingan itu sama sekali tidak mendasar. Saya selaku Kepala Dinas selalu berusaha mengapresiasi apa saja yang dilakukan masyarakat, termasuk mengapresiasi pembentukan taman bacaan dan aksi kumpul buku oleh Airin, katanya.

Penjabat Walikota Tangsel Eutik Suarta dan Sekda Tangsel Dudung E Diredja juga dengan tegas membantah ketidaknetralan PNS. Sebab menurut mereka, pihaknya telah mencegah PNS terlibat pilkada dengan surat edaran. Surat edaran berisi tentang PNS untuk menjaga kenetralan selama pilkada. Selain itu, ditegaskan dengan memorandum of understanding dengan Panwaslu agar PNS tidak memihak kepada salah satu pasangan calon. Kita bekerja profesional sesuai dengan dengan tugas pokok dan fungsi. Sebagai pejabat yang seharusnya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bukan untuk terlibat dalam pilkada, tegasnya.

Ketua MK Mahfud MD meminta pemohon dari termohon bisa menghadirkan saksi-saksi yang diminta. Namun saksi itu harus relevan dengan gugatan yang disampaikan. Kalau bisa saksinya yang harus relevan, ujarnya.
Sementara itu, sekretaris pemenangan pasangan Airin-Benyamin Davnie Verri Muchlis mengatakan, semua tudingan kecurangan yang dialamatkan kepada mereka tidak benar. Berdasarkan laporan yang masuk ke Panwaslu, semua indikasi pelanggaran money politics sudah ditangani. Tetapi tim, saya katakan tidak pernah melakukan aksi money politics, tegas Verri.

Tim pemenangan Arsid-Andre, Muhammad Jembar menambah keyakinannya saat saksi-saksi dihadirkan. Bahwasannya tuntutan mereka akan dikabulkan MK. Kami sangat yakin gugatan kami dikabulkan, ungkapnya. Untuk agenda Rabu (1/12) ini, akan menghadirkan Panwaslu Kota Tangsel sebagai saksi. (mg-07/man)

Radar Banten, 1 Desember 2010

Posted in Pilkada | Leave a Comment »

Hari Ini Sidang Gugatan Pilkada Tangerang Selatan di Mahkamah Konstitusi

Posted by kinclonk pada 29 November 2010

TEMPO Interaktif, Tangerang-Sidang gugatan terhadap Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan terpilih Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie, akan digelar hari ini di Mahkamah Konstitusi. Rencananya sidang digelar pukul 14.00.
“Agendanya pemeriksaan perkara,”  kata Suryadi Niam, Ketua Tim Pemenangan, Arysid-Andre, pagi ini. Adapun gugatan diajukan oleh pasangan calon walikota Arsyid-Andre Taulani nomor urut 3 dan pasangan calon nomor 1 Yayat Sudrajat-Norodom Sukarno

Suryadi menegaskan, pihaknya selaku pemohon menggugat hasil rapat pleno dan keputusan KPU Tangerang Selatan terkait hasil pemilihan umum Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan tanggal 17/11 lalu yang menetapkan pasangan nomor urut 4 Airin Rachmi Dianyi-Benyamin Davnie selaku pemenang.

Menurutnya, proses Pilkada Tangerang Selatan yang digelar pada 13 November lalu penuh dengan permasalahan, kecurangan yang terstruktural, sistemik dan massif. Untuk menghadapi sidang gugatan hari ini, Suryadi menyatakan pihaknya sudah menyiapkan ratusan bukti pelanggaran Pilkada. “Sudah disiapkan segala sesuatunya,” kata Suryadi.

Sementara itu, Yayat Sudrajat menyatakan yakin jika Mahkamah Konstitusi akan mengevaluasi dan memutuskan pilkada Tangerang Selatan diulang seperti pilkada Pandeglang. Keyakinan tersebut, kata dia, berdasarkan bukti-bukti kuat terkait kecurangan dan keterlibatan birokrasi dipemerintahan kota Tangerang Selatan dalam pelaksanaan pemilihan walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan yang mereka miliki.

Salah satu alat bukti yang dimilikinya adalah rekaman video Penjabat Walikota Tangerang Selatan Eutik Suarta yang menggerakkan massa untuk mendukung pasangan calon walikota Tangerang Selatan nomor urut 4, Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie. “Dia (Eutik Suarta) sangat terlibat,” kata Yayat siang ini.

Menurutnya, dalam rekaman video tersebut terlihat Eutik sedang berorasi dan mengajak salah satu organisasi massa untuk mendukung, memenangkan dan mencoblos pasangan nomor 4. “Rekaman video ini kami masukkan sebagai alat bukti ke Mahkamah Konstitusi,” kata calon walikota Tangerang Selatan nomor urut 1 ini yang berpasangan dengan Norodom Sukarno.

Selain itu, kata Yayat, pihaknya juga menyimpan dokumen dan bukti lainnya keterlibatan birokrasi untuk kemenangan Airin, yaitu peranan Asisten Daerah I Tangerang Selatan, Ahadi yang sejak lama telah melakukan praktek penggalangan massa dalam tubuh pemerintahan untuk memenangkan Airin.  “Ia terlibat dalam Airin Fans Club, bukti ini berdasarkan dokumen dan memo yang kami miliki,” katanya.

Peranan Ahadi dan penjabat Walikota Tangerang Selatan itu, menurut Yayat, membuktikan jika kecurangan dan pilkada Tangerang Selatan sudah terstruktural, sistemik dan masif. Ia juga menilai KPUD Tangerang Selatan sebagai penyelenggara tidak netral dan berharap MK mengabulkan gugatan mereka . “Pilkada Tangerang Selatan harus diulang,” katanya.

Yayat-Norodom mengaku sudah melakukan gugatan juga ke MK sejak Senin 22 November 2010. Dalam menyampaikan gugatan ke MK, pasangan kandidat dari jalur independen ini didampingi lima kuasa hukum. Mereka adalah pasangan kandidat kedua yang mempermasalahkan hasil pilkada Tangerang Selatan. Sebelumnya, pasangan Arsyid-Andre Taulany nomor urut 3 telah lebih dulu mendaftarkan gugatan ke MK.

Mereka mengugat hasil pilkada Tangerang Selatan yang ditetapkan KPUD Tangerang Selatan pada Rabu 17/11 lalu. Hasil rapat pleno dan ketetapan KPUD Tangerang Selatan menyatakan pasangan walikota dan walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie sebagai pemenang dan menjadi walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan terpilih. Pasangan nomor urut empat ini memperoleh 188.893 suara atau 46,43 persen dalam rekapitulasi hasil suara pemilu walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan.

Sementara pasangan nomor urut 3, Arsyid-Andre Taulani berada diurutan kedua dengan perolehan suara 187.778 suara atau 46,16 persen. Yayat Sudrajat-Norodom Sukarno (nomor urut I) 22.640 suara atau 5,56 persen, Rodiyah Nadjibah-Sulaiman Yasin (nomor urut 2) 7.518 suara atau 1,85 persen. Joniansyah

Tempo Interaktif, 29 November 2010

Posted in Pilkada | 2 Comments »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.