Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Archive for the ‘Pendidikan’ Category

Mendiknas: Selidiki Kasus Meninggalnya Amanda MOS

Posted by Nur Fuad pada 17 Juli 2011

TANGSEL — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengatakan, harus dilakukan penyelidikan terkait meninggalnya siswi SMAN 9 Kota  Tangerang Selatan, Amanda Putri Lubis (15). Amanda meninggal dunia setelah mengalami sesak napas pada Rabu (13/7/2011) dini hari di rumahnya, Jalan Salvia VI Blok UF BSD City Sektor 1.2, Serpong, Tangerang Selatan. Penyebab kematiannya belum diketahui. Namun, selama dua hari terakhir, ia mengikuti masa orientasi pendidikan di sekolah barunya.

“Semua harus diselidiki. Jika habis makan di warung, lalu meninggal, apakah karena makanannya, atau habis sembahyang, lalu meninggal, apakah karena tempat ibadahnya,” kata Nuh, Kamis malam, di Jakarta.

Menurutnya, penyebab meninggalnya Amanda harus diselidiki secara mendalam agar semuanya menjadi jelas. Dengan tegas, ia berjanji akan mengambil tindakan jika kemudian terdapat bukti tindak kekerasan dalam pelaksanaan masa orientasi siswa SMAN 9 Kota Tangerang Selatan yang menyebabkan meninggalnya Amanda.

“Karena ada kegiatan dalam MOS di sekolah itu atau memang siswi tersebut mempunyai suatu penyakit tertentu. Jika terbukti ada kekerasan, tentu harus ditindak,” ujarnya.

Namun, sambung Nuh, jika kegiatan dalam MOS sesuai dengan aturan dan batas-batas yang telah ditentukan, tentunya sekolah tidak bisa disalahkan.

“Sejak awal sudah kami tegaskan, tidak boleh ada aktivitas perpeloncoan dan kekerasan fisik dalam kegiatan MOS karena akan menelan korban. Lebih fundamental karena tidak sesuai dengan pendidikan karakter yang ingin kita tanamkan,” tandasnya.

Sebelumnya, ada dugaan meninggalnya Amanda karena mendapatkan hukuman fisik saat mengikuti MOS di SMAN 9 Kota Tangerang Selatan. Namun, dugaan ini dibantah pihak sekolah.

“Tidak ada kekerasan fisik yang diterima Amanda selama proses MOP berlangsung,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Kota Tangerang Selatan Neng Nurhemah di Tangerang, Rabu.

Neng menambahkan, kegiatan acara selama MOP yang diadakan tiga hari oleh SMA Negeri 9 Kota Tangerang Selatan hanya pengenalan siswa kepada sekolah, baik secara akademik maupun nonakademik.

Pihak keluarga menyatakan, sebelumnya tak ada keluhan apa pun pada Amanda.”Sebelumnya tidak ada keluhan apa-apa. Amanda juga sehat, bahkan masih menemani saya memotong bambu untuk dibawa ke sekolah hari ini,” kata ayah Amanda, Elvian Lubis, Rabu siang, di rumah duka.
Sumber KOMPAS.com-17-Juli-2011

Posted in Pendidikan | 1 Comment »

Sekolah Bantah Ada Kekerasan Pada Amanda

Posted by Nur Fuad pada 14 Juli 2011

TANGESEL — Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Kota Tangerang Selatan, Banten, membantah adanya kekerasan dalam kasus meninggalnya Amanda Putri Lubis, siswa yang mengikuti masa orientasi pendidikan (MOP). Amanda meninggal dunia pada Rabu (13/7/2011) dini hari.

“Tidak ada kekerasan fisik yang diterima Amanda selama proses MOP berlangsung,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Kota Tangerang Selatan Neng Nurhemah di Tangerang, Rabu.

Neng menambahkan, kegiatan acara selama MOP yang diadakan tiga hari oleh SMA Negeri 9 Kota Tangerang Selatan hanya pengenalan siswa kepada sekolah, baik secara akademik maupun nonakademik. Bahkan, pihaknya pun mengetahui Amanda meninggal sekitar pukul 09.00 dari orangtua. Adapun penyebabnya, hingga saat ini belum diketahui.

“Intinya, mentor yang membimbing Amanda tidak pernah melakukan kekerasan. Namun, jika karena kelelahan, hal tersebut sama saja yang dialami siswa lainnya,” katanya.

Selain itu, Neng juga menuturkan jika dalam lembar pengisian biodata, Amanda tidak menuliskan penyakit yang dideritanya. “Dari data lembara biodata siswa, Amanda tidak menuliskan memiliki riwayat penyakit. Maka, tidak ada tanda-tanda Amanda mengalami sakit,” katanya.

Mengenai adanya paksaan dalam membawa barang untuk mengikuti MOP, Neng menuturkan, barang tersebut wajar seperti pada umumnya. “Hanya berupa makanan untuk siswa tersebut, hanya saja dibawa dalam karung yang dibuatkan tas sehingga tidak ada paksaan bagi siswa,” katanya.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dedi Rafidi menuturkan, sebelum dilaksanakannya MOP, dinas pendidikan telah melakukan bimbingan teknis kepada semua guru.

“Kami tekankan kepada semua guru untuk memberikan pengenalan kepada siswa selama MOP dan melarang adanya kekerasan,” katanya.
Sumber Kompas.com-14-07-2011

Posted in Pendidikan | Leave a Comment »

Siswi SMA 9 Ciputat Meninggal Usai Ospek

Posted by Nur Fuad pada 14 Juli 2011

TANGSEL -Siswi SMA 9 Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Amanda Puteri Lubis (16) meninggal secara mendadak pada Rabu (13/7/2011) pagi.

Amanda adalah siswi SMP 11 BSD Serpong Tangsel yang sedang menjalani ospek sejak Senin (11/07/2011) di SMA 9 Ciputat. Pihak keluarga membantah jika kematian Amanda terkait dengan ospek.

Evie Nasution, kakak ibu Amanda, mengatakan sekitar 03.30 WIB, Rabu (13/7/2011), anak bungsu dari pasangan suami istri Alfian Lubis dan Anita Nasution tersebut meninggal. Amanda sempat dirawat di RS Eka Hospital.

“Ibunya mengatakan, waktu tidur, Amanda mendengkur dengan suara keras. Dan posisi matanya sudah tak terlihat hitamnya. Dadanya sesak dan mendengkur keras,” ujarnya.

Guru SMA 9 Ciputat Hidayat membantah telah terjadi kekerasan fisik kepada Amanda ketika ospek. Amanda memang sempat dihukum karena tidak membawa name tag, tetapi tidak terjadi kekerasan.

“Hanya dipisahkan, bersama siswa-siswi lain yang dihukum karena tak membawa perlengkapan, hanya dipisahkan tidak diapa-apain,” katanya.

Amanda dimakamkan pukul 13.00 WIB di TPU Jelupang, Serpong, Tangsel. Pihak keluarga tidak melapor ke polisi atas kematian Amanda karena sama sekali tidak ditemukan bekas luka atau kekerasan. [tn/bar)
Sumber INILAH.COM-13-Juni-2011

Posted in Pendidikan | Leave a Comment »

Usut Penyimpangan Anggaran Pendidikan TANGSEL

Posted by Nur Fuad pada 30 Juni 2011

TANGSEL – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komisariat Himpunan Mahasiswa Islam Pamulang menggelar unjuk rasa di depan kantor Dinas Pendidikan Tangerang Selatan, Sektor 12 Bumi Serpong Damai, Kamis 30 Juni 2011. Mahasiswa berusaha menyegel pintu gerbang kantor Dinas Pendidikan, tapi dihadang petugas kepolisian. ”Kami minta agar dugaan penyimpangan anggaran di Dinas Pendidikan ditindaklanjuti,” ujar Suhendar, Koordinator aksi.

Suhendar mengatakan, dana yang diduga diselewengkan itu sebesar Rp 286 juta. Dugaan itu muncul berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2010. Namun, hingga kini temuan itu tidak ditindalanjuti oleh Pemerintah Tangerang Selatan ataupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tangerang Selatan.

Temuan BPK itu antara lain kelebihan pembayaran volume pekerjaan 6 unit sekolah dasar negeri sebesar Rp 83 juta, tambahan ruang kelas di 4 SD negeri sebesar Rp 59 juta, pembangunan 3 sekolah dasar Rp 55 juta, pekerjaan tambahan ruang kelas di 1 unit SD dan SMP Rp 28 juta, serta denda keterlambatan penambahan ruang kelas 9 sekolah yang terdiri dari 7 SD, 1 SMP, dan 1 SMA sebesar Rp 59 juta.

BPK, kata Suhendar, merekomendasikan agar pejabat yang terkait diberikan sanksi karena dinilai tidak mampu menjalankan tugas dan fungsinya serta mengembalikan anggaran yang merugikan negara tersebut ke kas negara. ”Sampai saat ini tak satu pun rekomendasi BPK itu dilaksanakan,” kata Suhendar.

Mahasiswa mengecam maraknya pungutan liar yang terjadi di sekolah-sekolah di Tangerang Selatan menjelang penerimaan siswa baru tahun ini. Salah satunya adalah di SD Negeri Pondok Benda I Pamulang yang meminta pungutan sebesar Rp 400 ribu per siswa. ”Ini adalah motif dari pungutan liar itu,” kata Suhendar.

Pungutan yang berlaku 22 Juni 2011 tersebut, menurut Suhendar, sangat bertolak belakang dengan langkah Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Pada 20 Juni 2011, Airin mencabut Peraturan Wali Kota Nomor 36 Tahun 2009 tentang sumbangan pendidikan sukarela dari masyarakat untuk satuan pendidikan dasar menengah. Gantinya, Airin mengeluarkan Peraturan Wali Kota Nomor 61 Tahun 2011 yang isinya peserta didik tidak dipungut DSP/investasi.

Hingga berita ini dilaporkan, Kepala Dinas Pendidikan Tangerang Selatan, Mathodah, belum bisa dikonfirmasi. Dia tidak ada di kantornya dan telepon genggamnya tidak bisa dihubungi. JONIANSYAH
Sumber – TEMPO Interaktif – 30-06-2011

Posted in Pendidikan | 1 Comment »

Sumbangan SMP-SMA RSBI Dibatasi 4,5-5 Juta

Posted by Nur Fuad pada 27 Juni 2011

TANGSEL – Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Banten, membatasi dana sumbangan pembangunan bagi Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menangah Atas khusus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Mathoda, mengatakan, bagi jenjang pendidikan SMP RSBI, dana sumbangan pendidikan ditetapkan sebesar Rp4,5 juta. Adapun, untuk SMA RSBI dana sumbangan ditetapkan Rp5 juta.

“Dana sumbangan pendidikan SMP dan SMA bagi RSBI di Kota Tangerang Selatan, nominalnya kita batasi. Untuk dana sumbangan pendidikan antara SMP dan SMA RSBI, hanya selisih Rp 500 ribu dan telah ditetapkan,” kataMathoda, Senin (27/6/2011).

Selain membatasi penarikan dana sumbangan pendidikan, Mathoda juga mengungkapkan, SPP bagi jenjang pendidikan SMP dan SMA juga dibatasi. Bagi jenjang pendidikan SMP RSBI, penarikan SPP dikenakan biaya sebesar Rp400 ribu. Sementara itu, untuk jenjang pendidikan SMA RSBI dikenakan biaya Rp500 ribu.

“Sementara untuk penarikan SPP antara SMP dan SMA, selisih penarikan biaya hanya sebesar Rp100 ribu,” kata dia.

Di Tangerang Selatan, terdapat dua SMA yang sudah berstatus RSBI yaitu SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 3 Tangerang Selatan. Untuk tingkat SMP yakni SMP Negeri 4 dan SMP Negeri 8, sedangkan untuk sekolah swasta yaitu Sekolah Al-Azhar, Sekolah Cikal Harapan, Sekolah Pembangunan Jaya dan Sekolah Al-Zahra.

Sebelumnya, setelah pencabutan Perwal Nomor 36 tahun 2009 dan direvisi dengan Perwal Nomor 3 Tahun 2010, biaya pendidikan seperti dana sumbangan pendidikan dan SPP mengalami penurunan. Selain kini tidak ditarik dana sumbangan pendidikan, untuk jenjang pendidikan SD pun tidak ada lagi biaya SPP atau operasional bulanan lainnya. Sementara untuk jenjang pendidikan SMP dan SMA, pungutan dana SPP atau operasional pendidikan, masih dilakukan dengan besarannya yang telah ditetapkan.

Untuk pungutan biaya SPP jenjang SMP, besaran dananya Rp100 ribu dan pungutan SPP jenjang SMA dananya Rp200 ribu. Adapun, untuk jenjang pendidikan tingkat SD/Madrasah Islam Negeri, BOP untuk satu murid yang awalnya sebesar Rp12.500, kini menjadi Rp30 ribu setiap bulannya. Dana tersebut kemudian ditambah dengan Bantuan Operasional Sekolah dari pemerintah pusat sebesar Rp 33 ribu. Sehingga, untuk satu siswa SD di Kota Tangsel, menerima dana BOP sebesar Rp 63 ribu setiap bulannya.

Bagi siswa tingkat SMP/ MTSN, yang awalnya Rp20 ribu, maka kini BOP yang diberikan menjadi Rp40 ribu setiap bulannya bagi setiap siswa. Dana tersebut kemudian ditambah Bantuan Operasional Sekolah dari pemerintah pusat sebesar Rp47.500. Total biaya yang diterima siswa untuk jenjang SMP, yakni sebesar Rp87.500 setiap bulannya.

Lalu, untuk jenjang pendidikan tingkat SMA/SMKN, dana BOP dilakukan dengan sistem per rombongan belajar yang besarannya yakni Rp 2,5 juta. Dana tersebut, diberikan setiap bulannya.
Sumber – KOMPAS.com -27-06-2011

Posted in Pendidikan | 1 Comment »

TANGSEL Ingin Patenkan Batik dan Tari Keprok

Posted by Nur Fuad pada 24 Juni 2011

TANGSEL-Badan Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Selatan, Banten, mengusulkan untuk mempatenkan batik dan lagu mars daerah itu.

“Kami sudah mengusulkan ke DPRD dan sedang dilakukan pembahasan agar batik serta lagu mars Tangerang Selatan dipatenkan,” kata Kepala Badan Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Selatan Sigit Widodo Nugroho di Serpong, Kamis (23/6). Jenis batiknya adalah bercorak khas bunga anggrek.

Sebab, menurut dia, bunga anggrek merupakan hasil pertanian terbesar di Kota Tangsel. “Dalam beberapa kegiatan resmi, batik dengan corak bunga anggrek sudah sering dipakai, sekaligus untuk sosialisasi,” katanya.

Selain batik dan lagu mars, Tangerang Selatan juga akan mematenkan Tari Keprok. Tari ini merupakan tarian yang memadukan antara unsur Islami dan modern. Tarian itu biasanya dibawakan oleh lima penari.

Begitu pula dengan makanan khas Tangerang Selatan, seperti sayur besan, pecak ikan, dan kerak telor yang juga merupakan makanan khas masyarakat Betawi juga akan dipatenkan. (Ant/OL-5)

Sumber MediaIndonesia.com-24-Juni-2011

Posted in Pendidikan | Leave a Comment »

Hindari Pungli Perwal Sumbangan Pendidikan Dicabut

Posted by Nur Fuad pada 21 Juni 2011

TANGSEL-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel resmi mencabut Peraturan Wali Kota yang mengatur tentang petunjuk pelaksanaan mekanisme sumbangan pendidikan secara sukarela dari masyarakat untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.

Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany mengatakan, secara bertahap dirinya terus mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan mutu pendidikan serta menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan pendidikan yang terjangkau untuk masyarakat Tangsel.

Salah satu yang dilakukan adalah mencabut Peraturan Wali Kota Nomor 36 tahun 2009 yang direvisi dengan Peraturan Wali Kota Nomor 3 tahun 2010 tentang sumbangan pendidikan secara sukarela dari masyarakat. “Kami sudah mencabut Perwal tersebut. Tinggal menunggu Dinas Pendidikan untuk segera mensosialisasikannya ke sekolah-sekolah negeri,” ujar Airin, hari ini.

Seperti diketahui, Peraturan Walikota yang sedianya bermaksud untuk meringankan beban kepada masyarakat untuk memberikan sumbangan pendidikan, meliputi sumbangan investasi dan operasional yang tidak menyentuh besarannya itu membuat multi tafsir.

“Akibatnya, Peraturan Wali Kota itu sering kali dijadikan dasar alasan atau alat untuk melegalkan pungutan terhadap orangtua dan wali murid di hampir semua tingkatan sekolah yang ada di Kota Tangsel,” terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Mathodah mengatakan, pihaknya akan segera mensosialisasikan terkait dicabutnya Peraturan Walikota Nomor 3 tahun 2010 tersebut.   “Untuk itu, mulai tahun ajaran 2011/2012 ini, kami  akan membuat surat edaran kepada seluruh kepala sekolah negeri tentang kebijakan pembiayaan pendidikan untuk satuan pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK,” ujar Mathodah.

Mathodah menjelaskan, surat edaran itu berisi antara lain berisi tentang, bahwa untuk tingkat sekolah dasar (SD) Negeri, dibebaskan dari pungutan dana sumbangan pendidikan (DSP) dan tidak lagi dipungut iuran SPP.

“Karena , biaya operasional dibiayai dari dana BOS dan BOS APBD  serta biaya DSP dibiayai dari APBD secara bertahap,” terangnya.

Sedangkan untuk SMP Negeri, peserta didik tidak dipungut dana DSP. Namun, masih dipungut iuran SPP bulanan,. Iuran SPP diatur maksimal  Rp100 ribu. Untuk SMA Negeri dan SMK tidak dipungut dana DSP  dan masih dipungut iuran SPP bulanan. Iuran SPP diatur maksimal Rp200 ribu.

“Sedangkan untuk satuan pendidikan SMP Negeri RSBI peserta didik masih dipungut dana DSP maksimal Rp4.500.000 dan iuran SPP perbulan maksimal Rp400 ribu per bulan,” terangnya seraya menambahkan bahwa SMA Negeri RSBI peserta didik masih dipungut dana DSP maksimal Rp5.000.000 serta  iuran SPP per bulan maksimal Rp500 ribu. (Advertorial)

Sumber TangerangNews-20/06/2011

Posted in Pendidikan, Tangerang Selatan | 4 Comments »

Menuju World Class University, UT Raih Penghargaan ICDE

Posted by kinclonk pada 24 November 2010

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG–Universitas Terbuka (UT) mendapatkan quality review certificate dari International Council for Open and Distance Education (ICDE). Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Sekjen ICDE di Kampus UT di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Rabu (24/11).

Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal mengatakan, world class university sebenarnya adalah suatu kondisi yang dicapai oleh satuan tugas pendidikan di perguruan tinggi yang diakui oleh badan dunia yang menjadi contoh untuk ditiru oleh perguruan tinggi lainnya. Apalagi, UT sebagai mega-university dengan mahasiswa mencapai 650 ribu orang, mampu mengembangkan sistem yang memadai.

”Saya melihat dari para panelis menghargai sistem yang dikembangkan dan kemajuan yang terjadi di UT, sehingga UT ditawarkan untuk dijadikan contoh open university di perguruan tinggi lain di dunia,” ujar Fasli seusai membuka Temu Ilmiah Nasional Guru II/2010 dengan tema ‘ Membangun Profesionalitas Insan Pendidikan yang Berkarakter dan Berbasis Budaya’ di Kampus UT, Rabu.

Sementara Sekjen ICDE, Dr L Karell Kapkan, menyebutkan, dengan perkembangan yang kini terjadi, banyak permintaan kebutuhan hidup serta banyak model dan sistem pendidikan yang terus berkembang di dunia ini seperti yang dilakukan oleh UT. ”Padahal UT dibandingkan dengan universitas lain termasuk universitas yang masih muda, tapi kemajuannya sistem pendidikannya luar biasa,” pujinya.

ICDE adalah satu-satunya institusi global yang memiliki visi untuk menetapkan dan mereview praktik-praktik pembelajaran jarak jauh. Ia sudah mengembangkan semacam instrumen untuk mereview institusi seperti UT dan intinya untuk melihat kualitasnya.

Karell meminta institusi seperti ini membuat laporan evaluasi sendiri atas ragam aspek yang telah ditetapkan oleh mereka. UT sudah menyampaikan evaluasi ini pada bulan Maret lalu setelah itu ICDE membentuk team work kemudian membaca laporan dari UT tersebut.

Tim terdiri dari para peneliti pendidikan jarak jauh dan juga anggota yang punya pengalaman, misalnya para mantan rektor. Menurut Karell, hasil report yang diberikan UT sangat menggembirakan. ”UT telah mengalami banyak kemajuan setelah lima tahun lalu. Kini UT semakin maju di banding institusi lain,” tegasnya.

Republika, 24 November 2010

Posted in Pendidikan | Leave a Comment »

Dindik Tangsel Paksa Sekolah Beli Buku

Posted by kinclonk pada 31 Agustus 2010

PAMULANG, TO – Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan memaksa seluruh sekolah membeli dan menggunakan buku pelajaran tertentu atas rekomendasi dinas. Pihak dinas yang dikonfirmasi membantah tudingan tersebut.

Informasi yang dihimpun TangerangOnline, modus pemaksaan kepada sekolah itu dilakukan dengan cara mewajibkan pengelola untuk meneken blangko persetujuan yang ditandatangani sekolah untuk menggunakan buku-buku dari penerbit yang ditunjuk dinas.

Jika pihak sekolah menolak membeli buku dari penerbit tersebut, diancam tidak akan menerima bantuan operasional sekolah (BOS).
“Jika blangko itu tidak diisi dan ditandatangani, sekolah tidak akan mendapatkan BOS,” kata seorang kepala SD negeri di Kecamatan Pamulang yang enggan dituliskan namanya.

Menurut dia, blangko persetujuan itu harus disertakan dalam berkas rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) yang diajukan pihak sekolah.

Setiap sekolah harus mencantumkan blangko persetujuan menggunakan buku penerbit yang telah direkomendasikan dinas dalam RAPBS dan dilengkapi dengan kolom berapa buku yang dibutuhkan. “Kami diminta untuk menggunakan buku yang dibutuhkan dan jumlahnya,” kata dia.

Senada dengan itu, seorang kepala SDN di Kecamatan Pondok Aren mengatakan buku-buku yang dibutuhkan sekolah itu akan didistribusikan penerbit ke sekolah sebelum BOS cair. Begitu BOS cair, pihak sekolah harus membayar buku tersebut kepada pihak penerbit. “Kami diutangi dulu bukunya, tetapi begitu dana BOS cair harus segera dibayar,” ujarnya.

Sejumlah kepala sekolah kepada TangerangOnline mengaku keberatan dengan kebijakan itu. “Sebenarnya, banyak kepala SD dan SMP yang keberatan, tapi tidak berani protes. Kami juga terpaksa menuruti saja, daripada repot atau dianggap berkhianat,” kata kepala SDN Kecamatan Serpong yang minta namanya tidak dituliskan. (man)

Tangerang Online, 30 Agustus 2010

Posted in Pendidikan | 3 Comments »

Tinjau UN, Dirjen PMPTK Dilarang Masuk

Posted by kinclonk pada 22 April 2009

CIPUTAT TIMUR- Kepala Direktorat Jenderal (Dirjen) Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Baedhowi, mengunjungi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMAN 2 Ciputat, Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.

Dalam kunjungannya, Baedhowi ditemani para guru SMAN 2 Ciputat melihat dan mengawasi jalannya UN hanya dari pintu dan jendela kelas yang terbuka.
“Kunjungan ini untuk mengetahui jalannya UN yang berlangsung di SMAN 2 Ciputat, sekretariat rayon I, Kota Tangerang Selatan,” katanya, saat ditemui, Senin (20/4). Menurut Baedhowi, UN di SMAN 2 Ciputat berjalan lancar dan pengawasannya sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. “Sistem pengawasan sudah sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan,” terangnya.

Hamdari, guru SMAN 2 Ciputat yang menemani Baedhowi saat melakukan kunjungan mengatakan, siapapun tidak boleh masuk keruang kelas saat sedang dilangsungkannya UN, termasuk Dirjen PMPTK. Untuk itu, selama melakukan kunjungan, rombongan Dirjen PMPTK hanya melihat jalannya UN dari luar kelas. “Semua tidak diperbolehkan masuk keruang ujian, kecuali pengawas penjaga,” ujarnya.

Pada UN pertama ini, terdapat tiga mata pelajaran yang diujikan. Untuk mata pelajaran umum yang diujikan adalah Bahasa Indonesia. Sedang, untuk siswa Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), mata pelajaran yang diujikan adalah Biologi. Kemudian, untuk siswa IPS, mata pelajaran yang diujikan adalah Sosilogi. “Mereka diberi waktu dua jam untuk mengerjakan satu soal ujian,” terangnya.

Berbagai cara telah dilakukan untuk membuat 322 siswa kelas III SMAN 2 Ciputat lulus saat mengikuti UN. Diantaranya, mengikuti pendalaman materi yang diadakan oleh guru mata pelajaran bersangkutan, Bimbingan Belajar (Bimbel) dan try out oleh sekolah. (mg-hasan)

Radarbanten.com, 21 April 2009

Posted in Pendidikan | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.