Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Archive for the ‘Pemilu’ Category

Keluarga Pejabat Banten Ramaikan Senayan

Posted by kinclonk pada 29 April 2009

SERANG — Keluarga pejabat di Provinsi Banten meramaikan Senayan setelah muncul dalam rekapitulasi pemilihan umum (Pemilu) legislatif dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Keluarga Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, misalnya, suami H Hikmat Tomet dan anak Andika Hazrumy masuk menuju Senayan.

Hikmat Tomet berhasil duduk menjadi anggota DPR-RI dari Partai Golongan Karya dengan meraih 96.446 suara dari daerah pemilihan (Dapil) II Banten Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon.

Sedangkan, Andika Hazrumy menjadi anggota DPD dengan meraih suara tertinggi yakni 760.609 suara.

Selain itu, juga Tb Iman Aryadi anak wali kota Cilegon Aat Safaat berhasil duduk di DPR-RI Dapil II dengan meraih 61.648 suara.

Kemudian, Ahmed Zeki putra Bupati Tangerang Ismet Iskandar juga masuk ke Senayan dengan meraih 54.121 dari Golkar dapil III Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.

Selanjutnya, Iti Octavia putri Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya dari Partai Demokrat dapil I Kabupaten Lebak dan Pandeglang juga lolos ke Senayan dengan meraih 100.644 suara.

Sementara itu, Irna Narulita istri Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah yang kini menjadi tersangka kasus pinjaman daerah Rp200 miliar juga berhasil menjadi anggota DPR-RI.

Irna Narulita melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Dapil I Kabupaten Lebak dan Pandeglang meraih 127.585 suara. “Kami berharap dengan lolosnya keluarga pejabat ke Senayan tentu bisa memperjuangkan anggaran pembangunan Banten,” kata Agus Supriyatna, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten. – ant/ahi

Republika.co.id, 29 April 2009

Posted in Pemilu | 1 Comment »

Jazuli Kedua, Setelah Adik Ipar SBY

Posted by kinclonk pada 16 April 2009

TANGERANGNEWS-Inilah para calon anggota DPR RI yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Banten III yang meliputi Kabupaten dan Kota Tangerang. Urutan pertama, adik kandung Ani Yudhoyono (Istri SBY) Hartanto Edhie Wibowo dengan perolehan suara sebanyak 4.683. Sedangkan urutan kedua adalah Caleg dari PKS yang sudah tidak asing lagi di Tangerang yakni Jazuli Juwaini. Mantan calon Bupati Tangerang itu memperoleh 3.878 suara.

Ke -3 adalah Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnain, putra Bupati Tangerang Ismet Iskandar dengan perolehan 3.051 suara.Sementara itu, Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz mendapatkan suara sebanyak 1.697 suara. Sedangkan caleg dari kalangan popular seperti Maylafaiza dari PAN hanya mendapatkan 160. Begitupun rekanan politiknya yang juga mantan presenter ANTV Yasmin Mumtaz hanya mendapatkan 349 suara. Artis Mardiana Bugis (Nana Mardiana) dari PPRN juga hanya mendapatkan suara 405 dan Mantan presenter RCTI Adolf Posumah dari PDP hanya meraih 67 suara. Mantan Wali Kota Tangerang Deddy Syafei caleg PDIP yang mendapatkan suara 507, jauh lebih rendah daripada Sutradara Ginting yang belum lama ini meninggal dunia, yang mendapatkan 1.692 suara.

Pengarah Pokja Tabulasi Penghitungan Suara KPU Kota Tangerang Dadang Hermawan ketika dikonfirmasi belum bisa memutuskan perolehan kursi terkait perolehan suara caleg tersebut. “Untuk DPR RI bukan wewenang KPU Kota Tangerang untuk menentukan kursinya, melainkan KPU Pusat,” pungkasnya (rangga)

Tangerangnews.com, 16 April 2009

Posted in Pemilu | 1 Comment »

KPU : 40 % Pemilih Tangerang Golput

Posted by kinclonk pada 13 April 2009

SERPONG- Sekitar empat puluh persen dari 2.402.523 pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Tangerang tidak mengunakan hak pilihnya dalam pemilu Legislatif yang digelar Jum’at lalu. Libur panjang dan anti pemerintahan menjadi faktor pemilih tidak ikut mencontreng alias golput.

Demikian dikatakan Anggota KPU Kabupaten Tangerang Ade Awaluddin kepada wartawan usai melakukan pemantauan pemungutan suara sementara di kantor Kecamatan Serpong, Minggu (12/4). Ade mengungkapkan, gambaran umum dari hasil sampling yang dilakukan KPU setelah pemilu digelar, banyak dari pemilih yang tidak mengikuti karena dua alasan. Pertama, banyak dari pemilih di Kabupaten Tangerang memilih pulang kampung, karena pemilu bertepatan dengan libur panjang. Kedua, ada juga pemilih yang engan mencontreng dengan alasan menolak secara pribadi untuk ikut memilih para caleg dengan alasan anti pemerintahan.

“Pemilu kali ini sekitar 40 persen pemilih merupakan golput. Mereka ini dianggap golput administratif. Mengapa demikian, karena nama mereka sudah terdata di DPT yang ada. Namun, ketika pencontrengan dilakukan mereka sibuk pulang kampung dan ada yang menolak mengikuti pencoblosan, karena tidak suka dengan pemilu yang digelar,”ungkap Ade.

Ade mencontohkan, di Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, misalnya sebanyak 100 dari 300 warga yang menetap dilokasi perumahan itu tidak mengikuti pemilihan karena pulang kampung. Tidak hanya itu, dari sampling yang dilakukan KPU (dari 5.781 TPS), disalah satu TPS dari 350 pemilih, hanya sekitar 170 pemilih yang ikut hadir dalam pencontrengan.”Mereka memilih golput karena didasarkan kepada pola pikir masyarakat yang mengerti akan politik,” jelasnya.

Selain itu, katanya, hasil rekapan perhitungan sementara pemilu belum menunjukan data signifikan untuk dilaporkan secara umum. Untuk saat ini, KPU lebih memfokuskan pada perhitungan suara caleg DPR-RI.”Perhitungan sementara lebih pada caleg DPR-RI, KPU baru menerima sampling ditiga daerah pemilihan, Cikupa, Kemiri dan Serpong,” bebernya.(iin)

Tangerangonline.com, 12 April 2009

Posted in Pemilu | Leave a Comment »

1.22O Kotak Suara Untuk Pamulang Distribusikan

Posted by kinclonk pada 25 Maret 2009

TANGERANGNEWS.COM-Sebanyak 1.220 kotak suara untuk Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah disitribusikan atau disebar ke 500 tempat pemungutan suara (TPS).

Menurut Ketua Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) Pamulang Kusman sebanyak 1.220 kotak suara itu akan melayani 171.078 pemilih yang ada di Kecamatan Pamulang. Sebelumnya, kata dia, sudah ada 780 kotak suara yang sudah dibagikan ke seluruh TPS.

“1.220 kotak suara ini kita turunkan di Pemkot Tangsel. Namun tidak kita taruh di kantor itu, melainkan langsung kita distribusikan ke delapan PPS,” ujarnya hari ini di halaman Pemkot Tangsel. Dia menjelaskan, kotak suara tersebut setelah diturunkan akan diambil oleh petugas PPS. “Ini tinggal diambil saja,” tandasnya. (dira)

Tangerang News, 24 Maret 2009

Posted in Pemilu | 1 Comment »

Banyak Parpol Tidak Kampanye, KPU Tangerang Prihatin

Posted by kinclonk pada 23 Maret 2009

TANGERANG (Pos Kota) – Prihatin banyak parpol tak menggelar kampanye sesuai jadual yang telah ditetapkan, KPU Kota Tangerang akan mengusulkan perubahan jadual kampanye kepada parpol-parpol dalam rapat evaluasi yang akan digelar Selasa (24/3) besok.

Imron Khamami, Ketua KPU Kota Tangerang, mengutarakan usulan perubahan jadual kampanye itu akan disampaikannya kepada pengurus parpol-parpol dalam rapat di Kantor KPU.

“Nanti terserah mereka apakah akan mengubah jadual kampanye yang disediakan bagi parpol yang mau kampanye saja atau tetap memberlakukan jadual yang sudah ada.”

Menurut Imron, kampanye yang digelar parpol-parpol sesuai jadual sebagai sosialisasi parpol-parpol dan pemilu kepada masyarakat. Tentu saja, dengan banyak parpol tak kampanye tujuan di atas tak tercapai.
(djamal/rf/r)

Pos Kota, 22 Maret 2009

Posted in Pemilu | Leave a Comment »

Suami Ratu Atut Dilaporkan ke Panwas

Posted by kinclonk pada 18 Maret 2009

SERANG, KOMPAS.com — Suami Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Hikmat Tomet yang juga caleg DPR dari Partai Golkar untuk daerah pemilihan Banten, Selasa (17/3), dilaporkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Ka­bupaten Serang ke Sentra Pene­gakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) di Mapolres Serang atas dugaan antara lain melakukan politik uang (money politics).

Ketua Panwaslu Kabupaten Serang Badrudin mengatakan bahwa Hikmat dilaporkan atas dugaan menggunakan fasilitas negara pada pelantikan Pim­pinan Anak Cabang (PAC) Aso­siasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Desa Ci­kande di Kantor Desa Julang, Kecamatan Cikande, Kabu­pa­ten Serang, pada 13 Maret lalu. Pada pelantikan tersebut, Hik­mat datang dalam kapasitas caleg daerah pemilihan Ban­ten.

Selain itu, Hikmat juga di­duga melibatkan pegawai ne­geri sipil, yakni camat, dan me­la­kukan politik uang terhadap warga Desa Julang. Menurut Badrudin, Hikmat diduga mem­bagi-bagikan amplop berisi Rp 100.000.

”Barang bukti yang kami sertakan dalam pelaporan ini berupa uang Rp 100.000 da­lam am­plop bergambar Hikmat Tomet dan rekaman peristiwa tersebut. Dalam rapat pleno panwaslu, kami berkesimpulan adanya unsur pelanggaran pidana pada kegiatan caleg di Desa Julang ter­sebut,” kata Bad­rudin, kemarin

Secara terpisah, Koordinator Gakkumdu Serang AKP Sof­wan Hermanto mengatakan bahwa Panwaslu Kabupaten Serang telah datang ke Sentra Gak­kumdu untuk melaporkan Hikmat Tomet. ”Berkas yang diajukan masih banyak kekurangannya. Kami masih me­nunggu kelengkapan berkas itu,” ujarnya, kemarin. (NIR)

Kompas, 18 Maret 2009

Posted in Pemilu | Leave a Comment »

Lagi, Anak Atut Dipanggil Panwaslu

Posted by kinclonk pada 16 Maret 2009

[TANGERANG] Andika Hazrumy, calon legislatif DPD Provinsi Banten, Jumat (13/3) memenuhi panggilan Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kota Tangerang. Ini kedua kalinya Andika berurusan dengan Panwas setelah sebelumnya dilaporkan ke polisi telah melakukan kampanye terselubung dengan menyebar kupon berhadiah. Kasus ini kemudian dinyatakan tidak dapat dilanjutkan dengan alasan terlambat pengajuan perkara.

Kedatangan Andika yang juga putra Gubernur Banten Ratu Atut itu ke Panwaslu Kota Tangerang, untuk mengklarifikasi dugaan kampanye terselubung yang menggunakan sarana rumah ibadah Gereja Bethel Indonesia Shinta Griya, Jl Teuku Umar, Karawaci, Kota Tangerang, beberapa waktu lalu.

Andika mengatakan, dia tidak melakukan kampanye di rumah ibadah, melainkan kegiatannya di Tangerang dilakukan di rumah pribadi pendeta. “Saya hari ini memenuhi panggilan Panwaslu untuk mengklarifikasi, dan ini merupakan salah satu bentuk silaturahmi,” ujarnya.

Ketua Panwaslu Kota Tangerang Syafril Elain mengaku belum dapat menetapkan kegiatan Andika beberapa waktu lalu merupakan tindak pelanggaran pemilu. Pasalnya, antara fakta dan keterangan yang diterima belum sinkron. [132]

Suara Pembaruan, 14 Maret 2009

Posted in Pemilu | 1 Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.