Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Arsip untuk ‘Lalulintas’ Kategori

Awal Juli, TANGSEL Akan Tindak Truk yang Melanggar

Posted by Nur Fuad pada 28 Juni 2011

TANGSEL – Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan akan menilang truk-truk yang melintas di jalan-jalan Tangerang Selatan pada jam-jam yang telah ditentukan. Tindakan tegas akan dikenakan kepada pengendara truk dan tronton yang melintas pada pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-20.00 WIB.

”Awal Juli, kami akan melakukan sanksi penindakan bagi pengendara truk yang melanggar,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Tangerang Selatan, Wijaya Kusuma, Selasa, 28 Juni 2011.

Dalam melakukan sanksi penindakan ini, kata Wijaya, pihaknya mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Barang serta Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Perhubungan. ”Pelanggaran dititikberatkan pada pelanggaran rambu-rambu lalu lintas dan kendaraan yang melebihi kapasitas,” kata Wijaya.

Menurut Wijaya, awal Juli merupakan waktu yang tepat bagi Tangerang Selatan untuk menindak tegas kendaraan pengangkut barang yang masuk ke Tangerang Selatan pada jam-jam tersebut. ”Dua bulan sudah kami mensosialisasikan proses dan tahapan ini,” kata dia.

Sosialisasi telah dilakukan dengan memberikan arahan kepada sopir truk yang melintas dan memasang spanduk di sejumlah titik strategis, seperti pintu keluar tol Rawa Buntu, jembatan penyeberangan orang, German Centre, jembatan penyeberangan Alam Sutera, Petronas BSD, dan di depan pintu masuk Gading Serpong. Selama masa sosialisasi, kendaraan berat yang melanggar hanya diberi peringatan dan imbauan.

Memasuki akhir bulan kedua sejak Tangerang Selatan memutuskan waktu pembatasan kendaraan pengangkut barang melintas di wilayah Tangerang Selatan, menurut Wijaya, masih banyak kendaraan truk yang melanggar aturan tersebut. Kondisi ini, kata dia, semakin menambah kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas di Tangerang Selatan.

Bahkan, kata dia, pada jam sibuk seperti pukul 06.00-10.00 WIB serta pukul 16.00-20.00 WIB, intensitas kendaraan meningkat tajam mencapai 200 ribu kendaraan per jam. ”Kondisi ini yang membuat kemacetan semakin parah, khususnya di wilayah Serpong,” kata Wijaya.

Apalagi, kendaraan berat yang melintas melebihi kapasitas jalan. ”Kapasitas jalan di Tangerang Selatan untuk kendaraan dengan bobot bawaan di bawah 10 ton, tapi yang terjadi saat ini kendaraan di atas 40 ton banyak yang melintas,” ujarnya. Berat kendaraan yang melebihi kapasitas itu, kata dia, mengakibatkan jalan di Tangerang Selatan banyak yang rusak. JONIANSYAH
Sumber -TEMPO Interaktif — 28-06-2011

Ditulis dalam Lalulintas | Tinggalkan sebuah Komentar »

Kebijakan Pembatasan Truk Masuk Tol Dilanjutkan

Posted by Nur Fuad pada 14 Juni 2011

TANGSEL -Setelah rapat dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Menteri Perekonomian, Menteri perhubungan,Polda Metro Jaya dan pihak organda terkait pemberlakuan truk masuk tol dalam kota akhirnya kebijakan tersebut dilanjutkan kembali (dipermanenkan).

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rahmi Diany mengatakan, pihaknya menerima hasil keputusan pemberlakukan truk yang masuk Tol dalam kota karena adanya jaminan dari Dirlantas Polda Metro Jaya yang akan membantu jika terjadi kepadatan kendaran di Kota Tangsel.

Kata Airin, jaminan tersebut adalah pengurai buka tutup dari Bogor melalui tomang ke Pluit jika wilayah Kota Tangerang Selatan padat. “Kami menerima hasil keputusan bersama atas kebijakan pemberlakukan tersebut karena adanya jaminan dari Dirlantas Polda Metro Jaya. Jaminan itu berupa buka tutup dari Bogor melalui Tomang jika Tangsel Padat. Namun kata Airin, Pemerintah Kota Tangerang Selatan  tetap  hanya memberlakukan jam operasional, yakni mulai 06.00 -10.00 dan pukul 16.00 sampai 20.00 WIB,” kata Airin.

Untuk truk yang dapat masuk ke Kota Tangsel, Kata Airin, hanya truk dengan beban maksimal 8 ton yang boleh lewat di jalan raya Kota Tangsel. Kendaraan dengan beban melebihi 8 ton akan dilarang lewat. “Ketentuan untuk truk masuk Kota Tangerang Selatan hanya 8 ton. (Kalau) melebihi 8 ton, kami akan larang masuk Tangerang Selatan,” ujarnya. (KRIM/DRA)
Sumber –TangerangNews.com-10/06/2011

Ditulis dalam Lalulintas | Tinggalkan sebuah Komentar »

Sistem Satu Arah Harus Dikaji Ulang

Posted by kinclonk pada 26 November 2010

SERPONG – Rencana penerapan sistem satu arah (SSA) di beberapa titik jalan raya Pamulang, Kota Tangsel menuai kontra. Penerapan SSA ini dinilai belum tepat, mengingat infrastuktur jalan di Kota Tangsel yang belum mendukung.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel Ruhamaben mengatakan, penerapan SSA dikhawatirkan akan membawa masalah tersendiri bagi kota otonom baru ini. Sebab, belum tersedianya jalur alternatif untuk putaran yang memadai bagi warga akan menjadi masalah. Untuk memutar balik arah setidaknya warga harus memacu kendaraannya lagi dengan jarak tempuh sekitar delapan kilometer. “Sangat tidak ideal jika warga harus memutar balik dengan jarak putar yang sangat jauh. Ini tetap akan menjadi masalah bagi warga. Sebaiknya penerapan SSA ini jangan dipaksakan,” ungkap Ruhamaben, Rabu (24/11).

Dikatakan Ruhamaben, masalah kemacetan di beberapa titik, seperti di sekitar Situ Sasak dan pertigaan Jalan Reni Jaya, Pamulang, khususnya pada jam-jam sibuk, tidak harus diselesaikan dengan cara mengorbankan kepentingan warga yang lebih besar. “Sehingga, saya berpendapat penerapan satu arah itu harus dikaji lagi. Ini agar tidak merugikan masyarakat,” kata politisi PKS ini.

Kata Ruhamaben, yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah menyiapkan jalur alternatif putaran yang memadai. Setelah itu, diujicoba untuk diaplikasikan pada jam-jam tertentu. Dari situ kemudian dilakukan langkah evaluasi, apakah menunjukkan hasil positif atau sebaliknya. “Jika hal itu lebih banyak sisi positifnya bisa saja diteruskan,” katanya.

Ia menuturkan, solusi yang bisa diambil untuk mengurai kemacetan di wilayah itu, salah satunya adalah memperlebar ruas jalan yang memang kurang memadai untuk dilewati banyak kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishukominfo) Kota Tangsel Agus Wahyudi mengaku, pihaknya siap menunda penerapan SSA ini. Pihaknya akan mengkaji ulang kebijakan ini. Ia mengaku, di masyarakat muncul pro dan kontra. “Ya, kami akan mengkaji lebih dalam lagi SSA yangakan diterapkan,” ujarnya.

Disinggung kapan SSA akan dilanjutkan, pihaknya belum dapat memastikan hal tersebut. (mg-07/man/del)

Radar Banten, 26 November 2010

Ditulis dalam Lalulintas | Tinggalkan sebuah Komentar »

Kemacetan, PR Terberat Dishub Tangsel

Posted by kinclonk pada 17 April 2009

PAMULANG – Dinas Perhubungan Telekomunikasi dan Pariwisata Kota Tangerang Selatan (Tangsel) punya pekerjaan rumah (PR) yang cukup berat.
Salah satunya adalah mengatasi persoalan kemacetan yang setiap hari terjadi di kawasan Ciputat.

Kepala Dinas Perhubungan Telekomunikasi dan Pariwisata Kota Tangsel Hartadi Wijaya mengutarakan, persoalan kemacetan di Ciputat yang menghubungkan Jalan Dewi Sartika hingga Jalan Ir Djuanda sudah berlangsung cukup lama. Masalahnya, hingga kini belum bisa tepecahkan.
“Saya akan pelajari masalah kemacetan di Kawasan Ciputat. Ini salah satu PR yang harus segera dituntaskan. Apalagi, Pak walikota sudah instruksikan kepada saya,” ujarnya, Kamis (16/4).

Hartadi memaparkan, pihaknya akan berupaya keras mengatasi permasalahan kemacetan itu. Satu yang akan diambil, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan bagian ketertiban umum kecamatan setempat. Karena, persoalan kemacetan di wilayah itu bukan hanya faktor dari kendaraan umum. Namun, juga karena maraknya PKL yang berjualan di bahu jalan.
“Coba lihat, karena PKL jalan menjadi sempit. Belum lagi di simpul-simpul jalan juga banyak kendaraan yang parkir kendaraan seenaknya. Akibatnya kemacetan pun tak terelakkan,” katanya. (ang)

Radarbanten.com, 17 April 2009

Ditulis dalam Lalulintas | 6 Komentar »

Bundaran Alam Sutera Rawan Kecelakaan

Posted by kinclonk pada 24 Maret 2009

SERPONG-Bundaran Alam Sutera dinilai sebagai salah satu titik rawan kecelakaan.
Bentuknya yang terlalu melingkar membuat kendaraan harus berhati-hati setiap melintasi bundaran yang menjadi ikon perumahan tersebut. Terutama bagi truk dan tronton yang sarat muatan berat. Terakhir kontainer yang membawa dua peti kemas terbalik karena terlalu tajamnya tikungan tersebut. Bahkan sebelumnya ibu rumah tangga tewas terserempet lalu terlindas truk sehari sebelum tergulingnya kontainer.

“Memang bundaran Alam Sutera tergolong tempat yang sangat rawan, baik kemacetan maupun lakalantas seperti mobil terbalik. Saya lihat tikungan yang terlalu tajam membuat truk dengan muatan yang berlebihan dan menjulang tinggi akan mudah terbalik,” ujar Aiptu Sahabi, Kanitlantas Polsek Serpong. Selain itu menurut Sahabi, bundaran Alam Sutera menjadi titik yang fokus diperhatikan perputarannya setiap harinya.

Bahkan di sekitar lokasi bundaran di tempatkan pos polisi yang setiap harinya dijaga paling tidak oleh tiga anggota polisi lalulintasnya. “Untuk mengurangi tingkat kemacetan dan kecelakaan, setiap hari terutama pada jam-jam padat lalulintas pada pagi, siang dan sore hari yang menjadi jam pulang aktivitas kami selalu menyiagakan personil lalulintas. Apalagi bundaran Alam Sutera merupakan gerbang utama keluar dan masuk penghuni perumahan. Ditambah lagi lalulintas kendaraan baik dari arah Kota maupun BSD-City,” bebernya. (bon)

Radar Banten, 24 Maret 2009

Ditulis dalam Lalulintas | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.