Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Arsip untuk ‘Kriminalitas’ Kategori

Buntut Bentrokan, 5 Mahasiswa Diperiksa

Posted by Nur Fuad pada 20 Juli 2011

TANGSEL – Polres Jakarta Selatan, Selasa (19/7/2011) malam, memeriksa lima mahasiswa terkait bentrokan yang terjadi antara massa dari Himpunan Mahasiswa Islam dan Komunitas Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta di Jalan KH Achmad Dahlan, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten.

“Lima orang saat ini dari kedua kelompok mahasiswa itu sedang diperiksa,” kata Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Gatot Edi Purnomo ditemui di kampus UMJ, Selasa.      Pernyataan Kapolres Jaksel terkait bentrokan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan Komunitas Mahasiswa (KM) UMJ pada Selasa sore.

Penyebab bentrok kedua kelompok itu karena peristiwa penyerangan atas Ketua Badan Koordinasi Jabodetabek Banten, Rudi Ghani, yang diduga dilakukan oleh pihak KM UMJ, sehari sebelumnya.

Karena tidak terima dengan penyerangan itu, massa dari HMI melakukan penyerangan balik dengan alasan menuntut pertanggungjawaban.

Ditambahkan Kapolres Jaksel, kelima orang yang saat ini diperiksa yaitu dua mahasiswa dari KM UMJ dan tiga lainnya dari pihak HMI.

Pascabentrokan itu, mahasiswa yang mengalami luka-luka menjalani perawatan di RS Militer Cilandak, Jakarta Selatan. Kemudian, untuk proses hukum terkait bentrok tersebut, menurut Kapolres Jaksel, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan kedua pihak agar tidak terjadi bentrok susulan.

Sementara untuk pelaku penganiayaan sendiri, pihaknya berjanji akan melakukan proses hukum yang sesuai dengan perbuatan. “Kami akan ambil langkah-langkah hukum terkait penganiayaan semalam, dan mencari solusi agar tidak terjadi bentrok dari kedua kelompok,” katanya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Masyitoh mengaku prihatin dengan adanya peristiwa bentrokan mahasiswa tersebut. Bentrokan terjadi saat kehadiran Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsudin dan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar di kampus itu. Lokasi bentrok antara kedua kelompok tersebut yakni hanya berjarak 200 meter dari tempat kedatangan Din Syamsudin dan Patrialis Akbar.

Masyitoh menegaskan, dia telah menginstruksikan kepada semua Pembantu Rektor untuk mengidentifikasi oknum mahasiswa yang terlibat dalam aksi bentrokan. Mahasiswa yang telah melanggar ketentuan hukum harus bertanggung jawab atas perbuatannya. “Kebijakan saya sebagai rektor, kepada siapa pun yang melakukan anarkis akan terkena sanksi,” katanya.
Sumber: ANTARA DAN KOMPAS.COM-19-07-2011

Ditulis dalam Kriminalitas | Tinggalkan sebuah Komentar »

Polisi Tangkap Penganiaya Wartawan

Posted by Nur Fuad pada 17 Juli 2011

TANGSEL – Kepolisian Sektor Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, membekuk Zyo, 35 tahun, yang diduga sebagai pelaku penganiayaan terhadap Abdul Haris, 30 tahun, yang diketahui berprofesi sebagai wartawan mingguan media cetak lokal di Tangerang Selatan. “Pelaku ditangkap di Serua, Ciputat,” kata Kepala Polsek Ciputat Komisaris Polisi Alif, Sabtu, 16 Juli 2011.

Pelaku yang merupakan warga Cilandak Barat, Jakarta Selatan, ini dibekuk 12 jam setelah menganiaya korban dengan samurai. Selesai membuat Haris, warga Kampung Rawa RT 01/08 Jombang, Ciputat, itu berlumuran darah, pria berkulit hitam ini langsung kabur karena khawatir dikeroyok teman-teman korban yang berdatangan. Haris pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Ichsan Medical Centre, Bintaro, sekitar 300 meter dari lokasi kejadian.

Alif menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan korban, polisi memperoleh lokasi persembunyian pelaku. Polisi menyita barang bukti berupa sarung senjata tajam di tempat kejadian.

Ia menambahkan, penyidik masih terus memeriksa pelaku untuk mengetahui apa ada orang lain yang terlibat dalam penganiayaan itu. “Mengenai motif, masih didalami dan dugaan sementara karena kesalahpahaman,” ujarnya.

Kamis malam, 14 Juli 2011, sekitar pukul 21.00, Haris dan Zyo terlibat keributan di depan sebuah sekolah. Senjata tajam yang disabet Zyo memaksa korban harus menerima 24 jahitan karena luka di kepala dan bahu kiri. JONIANSYAH
Sumber -TEMPO Interaktif.com -17 Juli-2011

Ditulis dalam Kriminalitas | Tinggalkan sebuah Komentar »

Polsek Pamulang Diduga Salah Tangkap Orang

Posted by Nur Fuad pada 14 Juli 2011

TANGSEL – Polsek Pamulang, Tangerang Selatan, diduga salah tangkap dalam kasus pembunuhan Yuyun Wahyuni (23), mahasiswi UPN Veteran Jakarta, Senin (13/6).

Polisi sempat menahan AS (20), yang dituding sebagai pelaku pembunuhan tersebut. Namun, beberapa hari lalu AS dilepas karena tidak terbukti sebagai pelaku pembunuhan. Kamad, Ketua RT 08/04, Bambu Apus, Pamulang, Tengerang Selatan (Tangsel) mengatakan, beberapa hari lalu AS sudah kembali ke rumah. Menurut dia, warga sekitar telah mengetahui bahwa AS tidak terbukti terlibat kasus tersebut.

“Sudah tidak ada masalah lagi, dia (AS) sudah kembali ke rumah dan warga sudah tahu,” kata Kamad, Kamis (14/7/2011). Kamad yang kediamannya bersebelahan dengan rumah AS ini mengaku kaget saat tetangganya itu diciduk polisi. Bahkan, warga setempat tidak percaya bahwa AS terlibat kasus pembunuhan.

Sementara itu, Kardi (43) orang tua AS, masih terlihat syok atas kasus yang menimpa anaknya. Saat ditemui, pria yang bekerja serabutan ini terlihat gemetar. Setiap pertanyaan yang diajukan dijawabnya dengan sangat hati-hati. “Ya benar anak saya sudah pulang,” ujar Kardi sambil menyeruput segelas kopi untuk menenangkan diri.

Menurut Kardi, saat ini AS bekerja di salah satu perusahaan, tanpa menjelaskan secara detail.Dengan wajah gusar Kardi meminta persoalan ini tidak diperpanjang. “Sudahlah Mas tidak ada masalah lagi, saya tidak mau bicara itu lagi,” ujar Kardi seperti orang ketakutan.

Tadi malam, Kardi menggelar syukuran kecil-kecilan karena anaknya sudah bebas. Kardi memilih menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan ketimbang menuntut polisi. Informasinya Kardi sudah menandatangani surat pernyataan untuk tidak menuntut secara hukum atas penahanan AS.

Kapolsek Pamulang Kompol Zulkifli, membantah salah tangkap dalam kasus tersebut. Menurutnya, penangkapan terhadap AS sebagai pelaku pembunuhan terhadap Yuyun atas pengakuan dirinya sendiri. “Sebagai dasar kami menangkapnya atas pengakuan yang bersangkutan baik secara lisan maupun tertulis,” katanya.

Namun pada 15 Juni lalu, 3 hari setelah pembunuhan, Kapolsek Pamulang Kompol Zulkifli Muridu, mengatakan dugaan AS sebagai pelakunya, dikuatkan dengan ditemukannya barang bukti berupa celana milik pelaku yang ada bercak darahnya. “AS juga membakar kaos yang dikenakannya saat pembunuhan itu, “ujar Kapolsek Pmulang Kompol Zulkiefli Muridu.

Selain barang bukti celana, dugaan As sebagai pelakunya juga dikuatkan oleh keterangan beberaa orang saksi yang diperiksa polisi, termasuk mantan pacar Yuyun. Polisi juga mengamankan barang bukti lainnya seprti cobek, baju yang digunakan untuk membekap korban, tali rafia, sandal jepit warna merah yang diduga milik AS dan sebilah pisau.

Namun, saat dalam penyelidikan pihaknya mulai ragu dengan pengakuan pelaku karena ada beberapa keterangan yang berbeda. Bahkan, ada perbedaan juga dengan barang bukti yang ditemukan. “Kami juga periksa secara psikologis dan detektor kebohongan,” ujarnya.

Pelakunya DK alias AC
Setelah dilakukan sinkronisasi dengan barang bukti seperti pahat,obeng, ponsel,dan baju ternyata tidak ada yang akurat dari keterangan pelaku. Setelah yakin dia bukan pelakunya, pihaknya langsung melepaskan AS yang telah ditahan selama dua minggu. Sementara pelaku aslinya yang berinisial DK alias AC sudah tertangkap.

Dari tangan pelaku pihaknya menemukan barang bukti yang cocok dengan apa yang hilang dari korban. AS dan DK tidak saling kenal.DK adalah residivis dan bermotif pencurian.Dari pengakuan DK, dia masuk dengan cara mencongkel jendela dan saat masuk dipergoki oleh korban sehingga dia membunuhnya.

Seperti diketahui, Yuyun Wahyuni (23), mahasiswi UPN Veteran Jakarta,ditemukan tewas bersimbah darah dengan posisi tangan terikat di kediamannya, Jalan Lele, RT 02/05, Kelurahan Bambu Apus, Pamulang, Kota Tangsel, sekitar pukul13.00 WIB Senin 13 Juni 2011.(Ahmad Baidowi/Koran SI/teb)
Sumber OkeZone.com-14-07-2011

Ditulis dalam Kriminalitas | 1 Komentar »

Tak Perawan Lagi, ABG Dibunuh Pacarnya

Posted by Nur Fuad pada 22 Juni 2011

TANGSEL — Aparat Polres Metro Jakarta Selatan Unit V Resmob berhasil menangkap pelaku pembunuhan berinisial MI (19) yang terkait kasus pembunuhan seorang remaja putri berinisial AH (15), yang ditemukan sudah tak bernyawa di bawah jembatan Tol BSD, Kp Rawalele, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan.

MI yang juga seorang pedagang asongan ini ditangkap pada pukul 22.30 WIB di sebuah warnet yang bertempat di daerah Rawa Mekar Jaya BSD, Serpong, Tangerang, Senin (20/6/2011) kemarin.

Kepala Polisi Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Gatot Eddy Pramono menjelaskan, MI yang juga seorang pedagang asongan ditangkap pada hari Senin di sebuah warnet.

“Sekitar jam 22.30 WIB kami menangkap pelaku di sebuah warnet Vulkano di daerah Rawa Mekar Jawa, BSD Serpong, Tangerang, Senin kemarin,” ujarnya di Markas Polisi Resor Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2011).

Berdasarkan keterangan tersangka, lanjut Gatot, pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan tersebut dilakukan MI pada hari Sabtu (18/6/2011) sekitar pukul 02.30 dini hari.

Lebih lanjut, Gatot mengatakan, korban yang juga pacar pelaku dibunuh dengan cara dibekap dan mulutnya disumpal dengan plastik, kemudian kepalanya dipukul dengan batu pada bagian kepala.

“Dibekap mulutnya, lalu bagian wajah dan kepala dipukul dengan tangan, kemudian kepalanya ditendang dan diinjak-injak di bagian dada, lalu memukul bagian kepalanya dengan batu,” ungkapnya.

Setelah melancarkan aksinya dan memastikan kalau AH sudah tak bernyawa, pelaku pergi begitu saja dengan membawa ponsel warna hitam milik korban.

Gatot mengatakan, motif yang melatarbelakangi pelaku lantaran kesal terhadap korban yang meminta pertanggungjawaban setelah melakukan hubungan badan di TKP.

“Korban meminta pertanggungjawaban untuk dinikahi. Namun, pelaku kesal karena ternyata korban tidak perawan sehingga terjadi cekcok mulut,” ungkap Eddy.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti satu handphone CDMA Esia merek Huawei warna hitam, satu kaus oblong warna hitam, dan satu batu karang yang digunakan untuk memukul korban, serta satu sepeda motor merek Yamaha Vega R warna silver yang disewa pelaku untuk jalan-jalan.

Dari aksinya ini, pelaku terjerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun, Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman paling lama 15 tahun, dan Pasal 80 tentang Perlindungan Anak karena korban terhitung masih di bawah umur.
Sumber KOMPAS.com – 22-06-2011

Ditulis dalam Kriminalitas | Tinggalkan sebuah Komentar »

Anggota DPRD Tangsel Tewas di Sebuah Hotel di Batam

Posted by Nur Fuad pada 17 Juni 2011

TANGSEL — Anggota DPRD Tangerang Selatan bernama Abdul Rahim (56) ditemukan tewas, Jumat (17/6/2011) pagi, di kamar hotelnya di Batam. Pada tubuhnya ditemukan tanda-tanda kekerasan. Belum diketahui penyebab tewasnya anggota DPRD yang sedang ikut dalam kunjungan kerja tersebut.

“Tanda-tanda kekerasan itu ditemukan pada bagian kepala dan perut, berupa benjolan berwarna biru dan lebam di perut kanan kiri, serta ada bekas cakaran,” ujar Kapolsek Sekupang Ajun Komisaris  Heryana.

Abdul bersama 20 anggota DPRD Tangerang Selatan (Tangsel) ke Batam dalam rangka kunjungan kerja. Salah satu agenda rombongan adalah bertemu anggota DPRD Kota Batam. Abdul bersama anggota lain menginap di salah satu hotel di sana.

Awalnya, polisi menerima informasi, korban tewas karena sakit. Ternyata setelah diperiksa di Rumah Sakit Awal Bros, polisi menemukan tanda-tanda kekerasan, lalu memindahkan mayat korban ke RS Otorita Batam.

Tim Kepolisian Sektor Batam Kota juga mengidentifikasi kamar 392 Hotel Harmony One Kota Batam, tempat Anggota DPRD dari Golkar itu menginap. Dari kamar korban, polisi membawa sejumlah barang bukti, seperti kaleng softdrink, dua telepon genggam, tas koper, dan kalung. Polisi juga sedianya akan memintai keterangan dua perwakilan rombongan DPRD Tangerang Selatan.

“Penyebab kematian korban masih kami selidiki. Yang jelas ada bekas tanda-tanda kekerasan di tubuhnya,” kata Kapolsek Batam Kota AKP Heryana.
Sumber KOMPAS.com- 17-06-2011

Ditulis dalam Kriminalitas | Tinggalkan sebuah Komentar »

Cinta Jadi Motif Pembunuhan Mahasiswi UPN

Posted by Nur Fuad pada 16 Juni 2011

TANGSEL- Kepolisian Sektor Pamulang, Tangerang Selatan berhasil meringkus tersangka pelaku pembunuhan mahasiswa UPN Veteran Jakarta, Yuyun Wahyuni (23). Pelakunya berinisial AS (20 tahun) tetangga korban sendiri . Tersangka yang bekerja sebagai petugas air isi ulang itu ditangkap polisi, Rabu kemarin (15/06/2011) di rumahnya.

Seperti diberitakan, Yuyun ditemukan tewas bermandi darah di rumah pamannya di Jalan Lele, RT 02 /05 Kelurahan Bambu Apus , Kecamatan Pamulang, Kota  Tangsel, sekitar pukul 13.00 WIB senin lalu(13/06/2011). Selain dibunuh, tangan korban juga diikat.

AS diduga sebagai pelaku pembunuhan, dikuatkan dengan ditemukannya barang bukti berupa celana milik pelaku yang ada bercak darahnya. AS juga membakar kaos yang dikenakannya saat pembunuhan itu, “ujar Kapolsek Pmulang Kompol Zulkiefli Muridu, hari Rabu.

Selain barang bukti celana, dugaan As sebagai pelakunya juga dikuatkan oleh keterangan beberaa orang saksi yang diperiksa polisi, termasuk mantan pacar Yuyun. Polisi juga mengamankan barang bukti lainnya seprti cobek, baju yang digunakan untuk membekap korban, tali rafia, sandal jepit warna merah yang diduga milik AS dan sebilah pisau.

Sementara terkait motif pembunuhan, polisi belum bersedia memberi keterangan. Namun Zulkifli tidak membantah, dengan adanya kesimpulan sementara bahwa pembunuhan ini berlatar belakang asmara. Diduga kuat AS sakit hati, karena cintanya kepada Yuyun hanya bertepuk sebelah tangsan.

Disamping asmara, ada juga motif ekonomi. Ini dikuatkan dengan hilangnya beberapa barang milik Yuyun, seperti seperti laptop, handphone dan dompet. Yuyun Wahyuni (23) adalah mahasiswi UPN Veteran Jakarta, semester akhir. Menurut tetangganya, saat ini gadis 23 tahun itu sedang menyelesaikan tugas akhir dari kampusnya.
Sumber TangerangNews.com- 15-Juni 2011

Ditulis dalam Kriminalitas | Tinggalkan sebuah Komentar »

Mahasiswi UPN Tewas, dengan Tangan Terikat

Posted by Nur Fuad pada 14 Juni 2011

TANGSEL-Yuyun Wahyuni,23,mahasiswi UPN Veteran Jakarta ditemukan tewas bermandi darah di kediaman-nya di Jalan Lele, RT 02 /05 Kelurahan Bambu Apus , Kecamatan Pamulang, Kota  Tangsel sekitar pukul 13.00 WIB hari Senin. Lebih sadis lagi, korban tewas dengan posisi tangannya terikat.  Berdasarkan keterangan tetangga korban, Gunawan. Peristiwa itu diketahui pertama kali oleh seorang teman Yuyun sekaligus teman pacar Yuyun bernama Agus Charlie.

Ketika itu, Agus mengaku, kepada warga setempat kalau dia disuruh melihat korban oleh pacar Yuyun, lantaran telepon selular (ponsel) Yuyun tidak aktif.  “Pacar korban curiga, karena sejak semalam hape (ponsel) Yuyun tidak aktif, lalu menyuruh si Agus untuk datang melihat Yuyun. Pas dia ketok, katanya ngga ada yang keluar. Agus pun mengintip ke kamar Yuyun, sekilas dia melihat Yuyun sudah bersimbah darah,” ujar Gunawan.

Kapolsek Pamulang Kompol Zulkiefli Muridu mengatakan, ada sejumlah barang-barang yang telah diambil oleh petugas identifikasi  Polres Metro Jakarta Selatan untuk dijadikan barang bukti, seperti cobek dan tali rafia warna hitam dengan bercak darah, serta adanya sandal jepit dibagian belakang rumah dengan berlumuran darah. “Jenazah korban kini dibawa ke RS Fatmawati Jakarta Selatan guna dilakukan visum,” ujar Kapolsek.  (DRA)
Sumber TangerangNews.com-13/06/2011

Ditulis dalam Kriminalitas | Tinggalkan sebuah Komentar »

Diduga Industri Rumahan Sabu, Polisi Selidiki Ledakan di Vila Dago

Posted by Nur Fuad pada 24 Januari 2011

TANGSEL -Kepolisian Resor Jakarta Selatan Senin (24/1) pagi ini turun ke lokasi ledakan di sebuah rumah di Kompleks Vila Dago Blok A 97, Pamulang, Tangerang Selatan yang meledak tadi malam. “Diduga home industry sabu-sabu,” ujar Kepala Polres Jakarta Selatan Komisaris Besar Gatot Edi Pramono saat dihubungi Tempo, pagi hari ini.

Edi mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk menindaklanjuti dugaan dan informasi yang berkaitan dengan pabrik sabu rumahan di Vila Dago Pamulang tersebut.

Ledakan yang menimbulkan api terjadi di Perum Villa Dago, Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan, Ahad (23/1) malam. Satu orang mengalami luka bakar dalam ledakan itu.

Korban Zulkipli, 33 tahun, mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya dan kini dirawat di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Peristiwanya terjadi sekitar pukul 22.30 WIB tadi malam, ledakan yang disertai kebakaran terjadi di kamar lantai atas rumah korban. Petugas Polsek Metro Pamulang yang mendapat laporan segera mendatangi TKP mendapati korban mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh. Asal ledakan masih diselidiki petugas, namun ledakan diduga dari bahan kimia.
JONIANSYAH
Sumber Tempo-interaktif.com-24- Januari 2011

Ditulis dalam Kriminalitas | Tinggalkan sebuah Komentar »

Gudang Miras Digrebek, 18.000 Botol Gunakan Pita Cukai Palsu

Posted by Nur Fuad pada 27 November 2010

TANGERANGNEWS-Petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Banten menggerebek gudang miras impor ilegal di Gudang Tekno, BSD City, Serpong, Kota Tangsel.  Miras bernilai Rp100 miliar itu diamankan petugas karena menggunakan pita cukai palsu.

Menurut Dirjen Bea dan Cukai Thomas Sugijata, akibat pemalsuan pita cukai palsu ini negara dirugikan mencapai Rp16 miliar. Sedangkan nilai 18.000 botol miras itu sebesar Rp100 miliar.

“Kami melakukan pemeriksaan pada sebuah pergudangan di Serpong. Dan kami dapati adanya Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) yang merupakan adalah impor ilegal,” ujarnya,  di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai, Alam Sutera, Tangsel, Jumat (26/11/2010).

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Banten Nasar mengatakan, akibat dari penimbunan miras dengan kadar alkohol mencapai 40 persen itu, pihaknya berhasil mengamankan 5 orang .

“Dari 5 orang tersebut, satu orang penjaga gudang berinsial RM menjadi tersangka,” tegasnya. Ditanya pemiliknya, Nasar mengaku, masih melakukan pengembangan.

Modusnya adalah dengan cara berganti-ganti kendaraan untuk kemudian sampai di Serpong. Ketika, telah sampai di Serpong. Miras ini diberikan pita untuk mengelabui identitas ribuan miras impor ilegal ini.

Sewaktu petugas melakukan penindakan ke pergudangan itu,  kata Nasar, petugas mendapati perlawanan dari penjaga gudang yang tidak mau membuka pintu gudang.

“Namun, kami melakukan pendekatan dan akhirnya dibukakan. Sampai saat ini  kami belum tahu asal miras ini dari mana. Yang jelas ini ilegal,” tegasnya.(dira)

Tangerang News, 27 November 2010

Ditulis dalam Kriminalitas | Tinggalkan sebuah Komentar »

Overdosis, ABG Tewas di Situ Sasak Tinggi

Posted by kinclonk pada 26 Maret 2009

PAMULANG- Sesosok pemuda yang belum diketahui identitasnya ditemukan tidak bernyawa di depan Situ Sasak Tinggi, Pamulang, Tangerang Selatan. Diduga, ABG itu tewas akibat over dosis.

Petugas satpol PP Pamulang, Asep yang berada di lokasi ketika itu menyatakan, korban ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB didepan Situ Sasak Tinggi. Sebelum tergeletak didepan Situ maut tersebut, korban sempat terlihat sempoyongan didalam angkutan umum. Usai turun dari angkut, korban langsung ambruk didepan situ Sasak Tinggi.

Tidak lama, sejumlah warga kampung Saidin, Kelurahan Bambu Apus, Ciputat yang berada tidak jauh dari lokasi dan penguna kendaraan yang menyusuri jalan itu, mencoba menolong korban. Sayang, nyawa korban tidak lagi bernyawa ketika dicek.”Korban sudah tidak lagi bernyawa, akhirnya dilarikan ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan,” jelas Asep.

Wakapolsek Pamulang AKP Tatang Syarif, ketika dihubungi tidak mengetahui jelas penemuan mayat tersebut, namun pihaknya akan melakukan penelusuran terkait penemuan mayat pemuda di depan Situ Sasak Tinggi, Pamulang.”Kita akan mengecek, apa modus dari kematian pemuda tersebut,” jelas Wakapolsek. (i’in)

Tangerangonline.com, 25 Maret 2009

Ditulis dalam Kriminalitas | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.