Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Archive for the ‘Kesehatan’ Category

Akhir 2011 RSUD Tangsel Siap Beroperasi

Posted by Nur Fuad pada 21 Juni 2011

TANGSEL- Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Banten,  menargetkan akhir 2011 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangsel mulai bisa dioperasikan.

Demikian diungkapkan Pejabat Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, kepada wartawan, Selasa (21/6/2011) di kantor Walikota Tangsel.

Dijelaskannya, saat ini pembangunan RSUD Kota Tangsel hampir rampung dan siap menerima pasien akhir 2011. “Akhir 2011, RSUD Kota Tangsel siap dioperasikan,” ujarnya.

Airin mengatakan, pembangunan tahap akhir RSUD Tangsel terkendala masalah dana. Untuk itu, pihaknya tengah meminta bantuan dana dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI agar RSUD Kota Tangsel dapat segera dioperasikan.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tangsel Dadang mengatakan, RSUD Kota Tangsel rencananya akan dibangun lima lantai. Namun, baru terlaksana tiga lantai. “Luasnya dua hektar dan  berlokasi di Jalan Surya Kencana No. 1 Kecamatan Pamulang,” terangnya.

Pembangunan RSUD Kota Tangsel menghabiskan biaya sebesar Rp60 Miliar untuk bangunan fisik dan Rp 100 miliar untuk pembelian alat kesehatan. “Pembangunan RSUD Kota Tangsel mendapat bantuan dari Pemprov Banten Rp12 miliar, dana APBN Rp10 miliar, dan APBD Tangsel Rp 10 miliar,” jelasnya.

Untuk penyelesaian dua lantai selanjutnya, Pemkot Tangsel membutuhkan dana sebesar Rp30 miliar hingga tahap penyelesaian.(Hasan Kurniawan)
Sumber Okezone.com -21-06-2011

Posted in Kesehatan | Leave a Comment »

PMI Tangsel Tak Jual Darah

Posted by kinclonk pada 31 Agustus 2010

TANGERANGNEWS-Terkait opini yang kini berkembang di masyarakat bahwa darah diperjual belikan oleh PMI Kota Tangsel dibantah pihak PMI Tangsel, dengan menyatakan itu tidak benar adanya.

Menurut UTD PMI Kota Tangsel Agus mengatakan, masyarakat yang membutuhkan darah melalui Unit Transfusi darah (UTD) PMI hanya dikenakan biaya adminitrasi.” PMI Kota Tangsel juga tidak pernah menerima uang sepeserpun, apalagi selama ini PMI Kota Tangsel hanya sebatas mengumpulkan darah dari masyarakat,” katanya.

Kantong-kantong darah yang terkumpul kemudian di-distribusikan kepada Unit Tranfusi Darah (UTD) daerah lain seperti UTD Kota Tangerang ataupun UTD di Kabupaten Tangerang yang telah bekerja sama dengan PMI Kota Tangsel.

“Jadi uang yang dikeluarkan oleh masyarakat yang membutuhkan darah melalui UTD PMI itu sama sekali bukan sebagai jual beli, melainkan biaya administrasi,” ujarnya.(deddy)

Tangerang News, 31 Agustus 2010

Posted in Kesehatan | 1 Comment »

BPOM Banten Temukan Produk Ilegal di Raja Fresh Serpong

Posted by kinclonk pada 25 Agustus 2010

TANGERANGNEWS-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) wilayah Banten menemukan 63 item produk makanan impor ilegal di Swalayan Raja Fresh dekat bundaran Alam Sutera, Serpong Kota Tangsel yang belum teregistrasi pada balai pengawasan obat dan makanan (BPOM) pusat.

Tidak hanya itu, kemasan daging babi juga ditemukan  dan dijual bersamaan dengan produk lainnya. Menurut Kepala Koordinasi Pengawasan BPOM Lindawati mengatakan, pihaknya menemukan 63 item produk makanan impor tanpa izin edar serta yang tidak memenuhi ketentuan label ditemukan di swalayan Raja Fresh Serpong.

“Label yang menurut aturan harus ditulis dengan bahasa Indonesia masih ditulis dalam bahasa asing,” katanya. Produk makanan dan minuman impor ilegal yang ditemukan antara lain berupa biskuit, permen, coklat, susu dan minuman ringan.

Menurut dia, BPOM telah menindaklanjuti hasil pemeriksaan itu dengan mengamankan produk bersangkutan dan melakukan proses projustisia kepada pihak yang terkait dengan perdagangan produk bersangkutan.

Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk melindungi masyarakat dari produk makanan dan minuman yang tidak aman dan tidak bermutu yang akan berdampak buruk terhadap kesehatan. Ujarnya

Sedangkan untuk daging babi yang dicampur secara bersamaan dengan produk halal, pihaknya sudah mengintruksikan kepada Swalayan Raja Fresh untuk tidak menyatukan dengan makanan yang lain

“Daging babi itu harusnya dipisah, dikhawatirkan nanti dibeli oleh orang muslim yang tidak tahu produk tersebut,” katanya. Sementara itu, pihak Raja Fresh saat dilakukan sidak tidak ada yang mau memberikan komentar.(deddy)

Tangerang News, 24 Agustus 2010

Posted in Kesehatan | Leave a Comment »

Makanan Berformalin Kembali Marak

Posted by kinclonk pada 24 Agustus 2010

SERPONG, TO – Makanan yang mengandung formalin ditengarai kembali marak beredar di pasar tradisional pada bulan Ramadan ini.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menengarai adanya makanan yang mengandung formalin setelah tim dari Disperindag menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di beberapa pasar tradisional di Tangerang Selatan.

Mengantisipasi agar makanan yang mengandung zat berbahaya tersebut tidak lagi beredar, Disperindag berencana menggelar Sidak lanjutan bersama tim gabungan dari Dinas Kesehatan serta Satpol PP.

Berdasar pantauan tim Disperindag di Pasar Serpong, makanan yang ditengarai mengandung formalin di antaranya cincau serta nata de coco. Kecurigaan itu muncul lantaran kedua jenis makanan tersebut ketika ditekan tidak mudah hancur melainkan keras.

Menurut keterangan sejumlah anggota tim, cincau serta nata de coco yang sehat ketika ditekan mudah sekali hancur. Bukan sebaliknya ketika ditekan masih utuh dan sulit sekali hancur.

Salah seorang penjual, Narti mengatakan, tidak tahu bahan baku apa saja yang digunakan untuk membuat cincau.

“Saya dapatnya cincau ini ya beli dari orang. Yang membuat siapa saya tidak tahu sehingga kalau ditanya bahannya apa, saya juga tidak tahu,” ujarnya kepada anggota tim. (man)

Tangerangonline.com, 23 Agustus 2010

Posted in Kesehatan | Leave a Comment »

Dinkes Tangsel Siap Tangani Flu Babi

Posted by kinclonk pada 8 Mei 2009

PAMULANG – Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tak mau kecolongan dengan kasus flu babi. Untuk mencegah terjadinya serangan dan penyebaran flu babi, Dinkes Kota Tangsel memiliki cara.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Dadang M Ebit, ketiga cara tersebut yakni meningkatkan kewaspadaan sejak dini, penyediaan stok tamiflu secara cukup dan bersikap tenang.
Dadang mengatakan, peningkatan kewaspadaan flu babi adalah mengenali tanda-tanda penyakit flu babi. Biasanya penderita flu babi seperti flu biasa dan temperatur suhu tubuhnya di atas 38 celcius.”Flu babi gejalanya sama seperti flu biasa. Mengalami radang tenggorokan. Penyebaran melalui kontak badan dan melalui udara,” jelasnya, Kamis (7/5).

Sementara soal penyediaan stok tamiflu, kata Dadang, pihaknya telah memerintahkan kepada 10 puskesmas di Tangsel agar menyediakan stok obat tamiflu. Setiap puskesmas agar menyediakan 100 tablet obat oseltamivir atau dikenal tamiflu
“Selain melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang penyakit flu babi, seluruh Puskesmas se-Tangsel juga diminta memasang spanduk tentang gejala awal penyakit flu babi,” terangnya.

Sedangkan strategi ketiga menghadapi masalah ini dengan tenang. Sebab, risiko kematian pasien flu babi itu terbilang kecil yakni hanya 5 persen. Sedangkan 95 persen pasien yang terserang virus H1N1 ini bisa diselamatkan. “Kita telah menginstruksikan kepada Puskesmas se-Tangsel agar menggelar sosialisasi dan penyuluhan tentang flu babi,” katanya.
Dadang juga mengatakan, sampai saat ini pihaknya telah menyiapkan dua rumah sakit rujukan untuk warga Kota Tangsel yang terserang flu babi. Untuk di Banten yang menjadi rumah sakit rujukan penyakit ini baru dua yakni RSUD Serang dan Tangerang. Sedangkan untuk rumah sakit swasta sementara ini belum ada SK dari Menkes.
“Jadi kalau ada warga Tangsel yang terjangkit flu babi akan kita rujuk ke RSUD Tangerang,” katanya. (ang)

Radarbanten.com, 8 Mei 2009

Posted in Kesehatan | 2 Comments »

Cegah Flu Babi, Distanak Cegat 30 Truk Hewan

Posted by kinclonk pada 5 Mei 2009

SERPONG-Upaya memotong penyebaran virus mematikan H1N1 atau flu babi, difokuskan pada sejumlah titik jalurlintas penyeberangan hewan Kota Tangerang Selatan. Tadi sore, sebanyak 30 truk hewan ternak dicegat 9 petugas Check Point Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Banten.

“30 truk penyeberangan hewan ternak di Tangsel dilakukan pemeriksaan hari ini. Lalu lintas penyeberangan hewan lumayan ramai akhir-akhir ini yang membawa babi, sapi, dan ayam. Namun, hewan bawaan itu belum teridentifikasi terserang flu babi,” ungkap Medic Veferiner Check Poin Distanak Banten, drh Andri Setiabudi kepada Tangerang Online.

Kata drh Andri, antipasi cepat ini dilakukan Check Point Distanak Banten setelah wabah flu babi merebak diluar negeri dan diramalkan akan mewabah di Asean, termasuk Indonesia. Dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap 30 truk pembawa hewan ternak, rata-rata panas suhu badan hewan seperti babi, ayam dan sapi hanya berkisar sekitar 39 derajat celcius.

“Suhu badan hewan itu masih dikategorikan normal. Kalau diatas 39 derajat celcius patut dicurigai,” jelasnya.”Karena minim peralatan, kita mengunakan peralatan seadanya, termometer kita pakai untuk mengukur panas tubuh hewan seperti babi yang dibawa truk-truk peternakan di sejumlah titik di Tangsel,” ungkap drh Andri Setiabudi. (iin)

Tangerangonline.com, 4 Mei 2009

Posted in Kesehatan | Leave a Comment »

Rs Assobirin Mau Dibeli Buat RSUD di Tangsel

Posted by kinclonk pada 4 Mei 2009

SERPONG-Rencana Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk memiliki RSUD di wilayahnya sendiri ternyata bukan isapan jempol. Kabarnya, rumah sakit swasta Islam Assobirin di Jalan Raya Serpong bakal dijadikan RSUD Tangsel tahun depan.

“Pemkot Tangsel serius membuat RUSD Tangsel, untuk mempercepat proses itu tahun ini rencananya RS Assobirin Serpong akan dibeli pemerintah Tangsel untuk dijadikan RSUD,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Dadang M Ebid kepada Tangerang Online usai mengikuti Musrembang di Puspiptek, Serpong.

Menurut Dadang rencana RSUD tersebut saat ini sedang dalam tahap Pre Fisiblity Study meliputi pelaksanaan analisa dampak lingkungan, sosial budaya serta menentukan aspek dasar teknis yang akan digunakan. Kegiatan ini diperkirakan akan memakan waktu yang tidak lama. Kegiatan selanjutnya adalah Fisibility Study (FS), yakni sudah memasuki kegiatan pembuatan rencana tata ruang serta mengukur aspek ekonomi dan keuangannya.

“Serpong lokasi yang strategis untuk RSUD. RSUD tersebut juga nantinya akan memasukan daftar 124 KK korban Situ Gintung mendapatkan Jamkesmas secara gratis yang telah dilakukan MoU antara pemerintah setempat dengan PT Askes,”ungkap Dadang.

Pejabat Walikota Tangsel M Saleh menyatakan, dalam Musrembang siang tadi telah didapatkan beberapa kesimpulan perencanaan untuk diajukan kepada Pemerintah Propinsi Banten, salah satunya perencanaan pembangunan RSUD Tangsel.”2010 kita merencanakan RSUD harus diberdiri di Tangsel. Karena, warga Tangsel tidak harus jauh-jauh berobat ke RS lain, tidak hanya itu sejumlah puskesmas juga akan dibangun,” ungkap Saleh. (iin)

Tangerangonline, 1 Mei 2009

Posted in Kesehatan | 4 Comments »

Tangerang Resah Flu Babi, Distanak Bentuk Tim Monitoring

Posted by kinclonk pada 27 April 2009

TANGERANG- Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Tangerang segera membentuk tim monitoring untuk melakukan pemeriksaan terhadap puluhan peternakan babi di wilayah Tangerang. Hal ini dilakukan guna memotong penyebaran flu babi dari luar negeri ke Indonesia, khususnya Tangerang.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Distanak Kabupaten Tangerang drh Mawardi menyatakan, di sejumlah kecamatan Tangerang banyak terdapat peternak babi tradisional lebih dari puluhan, hingga kini Distanak belum mengetahui dengan pasti babi milik para peternak itu apakah sudah terserang flu babi atau belum.

“Kami belum mengetahui penyebaran flu babi itu sebenarnya seperti apa. Apakah dari hewan ke manusia atau kontak langsung antara manusia dengan manusia. Namun intinya, peternakan babi di Tangerang harus diwaspadai dengan munculnya flu babi yang kian meresahkan warga sekitar setelah mendaparkan kabar dari media,” ungkap drh Mawardi ketika dihubungi Tangerang Online.

Menurut Mawardi, guna mencegah tidak terjadinya korban jiwa baik warga sekitar maupun pemilik dari peternakan tersebut dan memusnakan ribuan babi, Distanak akan melakukan pertemuan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang untuk membicarakan efek dari penyebaran flu babi di Tangerang, untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah lokasi peternakan babi.”Untuk itu kita akan membentuk tim monitoring untuk menanggulangi penyebaran virus yang bernama Schwein Influenza Virus (SIV). Saya akan mengkontak dr Yully (Kabid Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang) untuk membicarakan hal ini,”ucapnya.

Mawardi menyatakan, keberadaan peternakan babi yang marak di Tangerang tidak seharusnya dicurigai sebagai salah satu bangkitnya flu babi yang mengancam warga sekitar. Karena flu babi hanya merebak dan menewaskan warga di luar negeri (Meksiko), bukan di Indonesia khususnya Tangerang.”Okelah kalau flu burung dan flu singapura ada di Tangerang. Tetapi flu babi belum diketahui dengan pasti ada di Tangerang, namun harus diantisipasi segera, jangan dibiarkan berlarut-larut, karena bisa mengancam kesehatan warga sekitar,” aku Mawardi serius.

Diketahui, wilayah Salembaran Kosambi, Tiga Raksa (Tangerang Utara) dan Setu (Tangerang Selatan) bermukim peternakan babi tradisional yang umumnya dipelihara warga Tionghoa.
Dari catatan Distanak pada tahun Februari 2005, ditemukan lima ekor babi positif terinfeksi virus avian H5N1 yang berafiliasi pada flu babi di Kampung Babat, Kecamatan Legok dan kampung Rancaiyu, Kecamatan Panongan.”Ketika itu belum tahu apakah babi itu terserang flu babi atau tidak, namun yang pasti kita sudah memusnahkan babi tersebut,”ungkapnya. (iin).

Tangerangonline.com, 27 April 2009

Posted in Kesehatan | Leave a Comment »

Waspadai Flu Singapura

Posted by kinclonk pada 17 April 2009

TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang meminta kepada seluruh puskesmas untuk mewaspadai penyebaran virus flu Singapura. Ini menyusul merebaknya pasien flu Singapura yang menjangkiti puluhan warga Depok, Jawa Barat, beberapa pekan terakhir ini.

Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2P dan PL) Dinkes Kabupaten Tangerang dr Yuli Soenar Dewanti mengatakan pihaknya telah mengirimkan edaran ke seluruh puskesmas untuk mewaspadai adanya pasien dengan gejala virus yang berasal dari Singapura itu. Karena jika terlambat, penyebaran virus ini sangat cepat dan sulit dikendalikan.

Saat ini, Kabupaten Tangerang pantas mewaspadai merebaknya penyakit itu karena virus ini sedang menyerang warga di daerah tetangga. Bahkan Dinkes mencatat, flu Singapura pernah menyerang 35 anak-anak warga Kabupaten Tangerang. Penyakit ini ditemukan pertama kali pada 2005 di kawasan perumahan elit BSD, Kecamatan Serpong.

Yully menyatakan, penyakit itu memang paling banyak menyerang warga di perumahan elit. Flu Singapura dibawa masuk oleh mereka yang baru saja berpergian atau berlibur dari luar negeri dan masuk ke Indonesia. Penyebaran flu Singapura lebih cenderung terjadi pada anak anak di bawah usai 10 tahun yang lebih sering berpergian ke luar negeri bersama orang tuanya. Alasannya, kekebalan tubuh si anak sangat rentan diserang penyakit yang disebabkan virus Coxsackie itu ketika berinteraksi dengan orang asing yang sudah tertular.
“Sebaiknya anak-anak jangan terlalu sering diajak berpergian keluar negeri. Kalaupun dipaksakan ingin berliburan saya minta orang tua untuk waspada akan penyebaran virus Flu Singapura ketika anaknya berinteraksi dengan orang asing,” jelas Yully.

Diingatkan, jika ada warga di satu wilayah yang suspect, petugas kesehatan dari puskesmas diminta langsung ke lokasi untuk memastikan dan melokalisirnya.
Penyakit Flu Singapura, lanjut Yully, memiliki masa inkubasi selama tujuh hari. Penyakit ini dengan cepat menular melalui udara, percikan air liur, bersentuhan langsung dengan penderita, dan lain sebagainya. Bahkan penyakit ini dapat menimbulkan kematian.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat jika mengalami gejala-gejala penyakit mirip Flu Singapura, maka segera periksa ke puskesmas terdekat untuk secepatnya diambil tindakan. Mengenai ciri-cirinya, tak jauh beda dengan flu biasa. Namun dalam kasus flu Singapura, si penderita mengalami sariawan, bibirnya pecah-pecah, lidah dan tenggorokannya meradang. Selain itu, pada kulit si penderita terdapat bercak lebar-lebar warna merah. (bha)

Radarbanten.com, 17 April 2009

Posted in Kesehatan | 1 Comment »

Dinkes Tangerang Temukan Empat Kasus Flu Singapura

Posted by kinclonk pada 16 April 2009

SERPONG- Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menemukan empat orang anak di wilayah Tangerang terjangkit virus flu Singapura. Disinyalir, virus itu menjangkit ketika anak-anak itu berada di luar negeri.

Kabid Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Yully S Dewanti menyatakan, penyebaran flu Singapura lebih cenderung menyenangi anak dibawah usai 10 tahun yang lebih sering bepergian ke luar negeri bersama orang tuanya.

Alasannya, kekebalan tubuh si anak sangat rentak dirasuki virus Coxsackie atau penyakit flu Singapura ketika berinteraksi dengan orang asing yang sudah tertular.
“Sebaiknya anak-anak jangan terlalu sering diajak bepergian keluar negeri. Kalaupun dipaksakan ingin berliburan saya minta orang tua untuk waspada akan penyebaran virus flu Singapura ketika anaknya berinteraksi dengan orang asing,” jelas dr Yully.

Menurut dr Yully, data yang dikeluarkan Dinkes Kabupaten pada tahun 2008 ditemukan 4 kasus flu Singapura yang terjadi di Kabupaten Tangerang. Untuk tahun ini, belum diketahui secara pasti warga yang terkena penyakit flu Singapura. Kata dr Yully, Penyebaran itu terjadi melalui kontak fisik dari seseorang kepada orang lain, dan virus Coxsaskie (flu Singapura) ditularkan melalui pilek, air liur, batuk, tinja, dari seseorang yang menderita kepada korban baru.”Pada tahun lalu, 4 kasus ditemukan. Setelah terserang mereka umumnya merasakan demam tinggi,”jelas dr Yully.

Hal senada juga diutarakan Kepala Puskesmas Setu, dr Dahlia Nadeak. Diungkapkan Dahlia, meski belum ditemukan kasus flu Singapura di Setu. Namun, pihaknya akan mewaspai kasus tersebut, karena di wilayah Serpong kasus flu Singapura pernah terjadi.”Tahun lalu, terdapat seorang anak orang kaya di Melati Mas terjangkik flu Singapura. Penyakit ini lebih cenderung mewabah dikalangan atas, untuk kalangan menengah tidak harus kuatir,” beber dr Dahlia. (iin)

Tangerangonline.com, 15 April 2009

Posted in Kesehatan | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.