SERANG — Jumlah pengangguran di Provinsi Banten selama tiga bulan terakhir bertambah sebanyak 3.011 jiwa karena pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai akibat krisis global. Perusahaan di Kabupaten dan Kota Tangerang menyumbang angka PHK terbanyak.
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten, Ridwan Efendi, Rabu (18/3), mengatakan, saat ini pengangguran di Banten termasuk pengangguran baru yang seluruhnya mencapai 16.163 jiwa. Sebanyak 18 perusahaan melakukan PHK karena sudah tidak berproduksi lagi akibat tidak ada permintaan setelah terjadi krisis global.
Dari 18 perusahaan itu, tujuh di antaranya berada di Kabupaten Tangerang, yakni PT Prima Inreksa, PT EDS Manufacturing, PT Putra Bangun Cipta Mandiri, PT Sanken Elektronik, PT Roman, PT Sanratex, dan PT Fiberindo Intiprima. Disusul Kota Tangerang dengan lima perusahaan, yaitu PT Inti Keramik Nusa, PT UFU, PT Jabatex, PT Masa Baru, dan PT SFP.
PHK juga terjadi pada empat perusahaan di Kabupaten Serang, yakni PT Panca Plagan, PT Grand Pintalan, PT Trans Putera Tekstil, dan PT Gis Natura Palm Candle. Kemudian, di Kota Cilegon adalah PT Nipon Rai Jaya Sejahtera dan PT Cipta Karya Nugraha.
Menurut Ridwan, para tenaga kerja ter-PHK berhak mendapatkan uang pesangon dari perusahaan tersebut. Namun, belum semua perusahaan yang melakukan PHK massal menyerahkan laporan kondisi keuangan ataupun asuransi pekerja. ”Kami minta perusahaaan yang melakukan PHK segera melaporkannya,” katanya. ant
Republika, 19 Maret 2009
