Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Archive for the ‘Cuaca’ Category

Hujan Es di Tangerang Diprediksi Hingga Akhir Bulan Maret

Posted by kinclonk pada 16 Maret 2009

TANGERANGNEWS.COM-Kepala Bidang Pelayanan dan Jasa Balai Besar Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Ciputat Abdul Tohir mengatakan, hujan lebat hingga menggumpal seperti es akan terjadi hingga akhir Maret ini.

Dia mengatakan, saat ini telah terjadi perbedaan suhu lapisan didalam awan dan luar awan sehingga hujan yang turun tidak cair, tetapi berbentuk gumpalan es. Namun hujan es ini tidak merata di seluruh Tangerang, hujan es masih mendominasi Tangerang bagian selatan dengan frekuensi curan hujan yang cukup besar, yakni 50 milimeter dalam waktu dua jam. “Warga harus mewaspadai bila siang hari terjadi panas karena biasanya sore hari bergumpal awan hitam yang dilanjutkan dengan turunnya hujan disertai angin kencang,” jelasnya.

Pohon-pohon besar yang sudah berusia tua harus ditebang karena dapat membahayakan pengguna jalan yang melintas. “Sebab daya terjang angin mencapai radius 5-6 kilometer sehingga membahayakan saat kecepatan angin melintas,” tandasnya. (den)

Tangerang News, 16 Maret 2009

Posted in Cuaca | 1 Comment »

Sejumlah Bangunan Rusak Akibat Angin Kencang

Posted by kinclonk pada 16 Maret 2009

TEMPO Interaktif, Tangerang: Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Tangerang Minggu, (15/3). Dalam tempo sekitar satu jam sejak pukul 14.00 dan mereda pukul 15.00 angin yang bergemuruh suaranya mengakibatkan pepohonan tumbang.

Di Summarecon Mal Serpong, Gading Serpong, angin memporak-porandakan Downtown Walk, dan salah satu pengunjung mengatakan pohon-pohon tumbang tercerabut dari akarnya dan menimpa puluhan mobil di lokasi parkir. Puluhan pengunjung yang sedang asyik makan dan ngobrol di kawasan itu berhambur masuk ke lorong mal.

Adapula tiang lampu yang menjatuhi mobil, kaca salah satu toko di mal itu pecah dan kanopi juga terpental diterbangkan angin.

Di sekolah BPK Penabur terdapat 14 ruang kelas rusak akibat tertimpa plafon, kaca-kaca jendela kelas juga pecah akibat terserang angin puting beliung.

Selain pohon tumbang, di sepanjang jalan Hasyim Ashari menuju Cipondoh air menggenangi jalan. Bahkan air akibat hujan deras itu menggenangi jalan di Kompleks perumahan mewah Banjar Wijaya hingga setinggi betis. Di kompleks ini juga terdapat pohon tumbang, tapi tak menimbulkan kerusakan benda di sekitarnya.

Sementara itu, di Kampung Batas Indah RT 07 RW 1, Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, warga dikagetkan oleh suara gemuruh yang ternyata batu es yang menghujani rumah mereka. Warga mencatat hujan es disertai hujan deras dan angin kencang terjadi sekitar pukul 15.00 sore.

Secara terpisah Kepala Klimatologi BMG Pondok Betung, Urip Hartoko mengatakan hujan deras disertai angin kencang itu merupakan siklus transisi antara musim hujan dan panas, dan itu akan terjadi hingga akhir tahun. AYU CIPTA

Tempo Interaktif, 15 Maret 2009

Posted in Cuaca | Leave a Comment »

Musim Pancaroba Rawan Badai Lokal

Posted by kinclonk pada 25 Februari 2009

CIPUTAT TIMUR – Akibat pergerakan matahari dari utara ke selatan memasuki garis khatulistiwa, cuaca hari-hari yang akan datang diperkirakan tidak menentu dan rawan badai lokal.
Forcaster Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan Marjuki mengatakan, cuaca yang tidak menentu itu biasa disebut musim pancaroba.
Hal ini berkaitan dengan pola monsunal yang sangat dominan di Indonesia. Pola monsunal biasanya bergerak mengikuti posisi matahari. Saat ini, posisi matahari mulai memasuki arah khatulistiwa. Katanya, saat pergerakan matahari terjadi, cuaca jadi tidak menentu.
“Kalau posisi matahari berubah akan mempengaruhi pola mata angin,” terangnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/2) siang. Saat matahari bergerak dari utara ke selatan arah khatulistiwa, cuaca panas dan hujan jadi tidak menentu. Untuk wilayah Banten dan Kota Tangerang Selatan, curah hujan tinggi akan mulai berkurang, jadi sedang dan ringan. Namun, untuk nelayan yang berada di pesisir pantai Utara Tangerang diimbau agar lebih berhati-hati karena tinggi gelombang laut untuk 2-3 hari ke depan mencapai 2 meter. Hal ini terjadi karena angin kencang yang mengakibatkan gelombang laut naik.
“Saat musim pancaroba, sering terjadi badai lokal seperti angin puting beliung,” katanya. Selain angin puting beliung, peristiwa alam lain yang biasa terjadi saat musim pancaroba adalah gelombang besar. (mg-hasan)

Radar Banten, 25 Februari 2009

Posted in Cuaca | 1 Comment »

Badai Freddy Berlangsung Sepekan

Posted by kinclonk pada 11 Februari 2009

PONDOK AREN – Jika sebelumnya siklon badai freddy yang terjadi di Samudera Hindia diperkirakan akan berlangsung hanya lima hari.
Namun, Stasiun Klimatologi Meterologi dan Geofisika Pondok Betung memperkirakan siklon badai freddy yang terjadi di sebelah selatan Pulau Jawa itu masih akan berlangsung hingga tujuh hari ke depan. Bahkan, ekor siklon ini sudah mengalami pergeseran ke Pulau Jawa dan Bali dan dapat dirasakan hingga di daerah Jawa Barat, termasuk Tangerang dan sekitarnya. Kepala Stasiun Klimatologi Meterologi dan Geofisika Pondok Betung Urip Rahardjo mengatakan, badai freddy terjadi karena tekanan udara rendah di perairan Samudera Hindia. Dampak dari siklon ini, curah hujan akan tinggi sepanjang hari.

Biasanya, intensitas hujan akan terjadi pada malam hari. “Dampak dari badai freddy ini akan menimbulkan fenomena alam, seperti hujan disertai angin kencang, bahkan petir. Ini juga akan melanda di wilayah Tangerang, khususnya di daerah Tangerang Selatan,” ucap Urip ketika ditemui di kantornya, Selasa (10/2).
Dijelaskan Urip, saat ini kecepatan angin mengalami peningkatan yang cukup drastis. Semula kecepatan angin hanya 10-15 knot/jam, namun kini naik menjadi 15-30 knot/jam.
“Padahal kecepatan angin, normalnya adalah 5 sampai 10 knot/jam,” terangnya. Maka dari itu, imbuh dia, dampak dari angin ini memungkinkan dapat menumbangkan pohon-pohon besar yang sudah berusia tua, terutama yang terdapat di jalur protokol.
Ini banyak terlihat di sejumlah wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). “Untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, kami mengimbau kepada pemerintah setempat agar melakukan peremajaan pohon-pohon besar tersebut,” paparnya. Dalam kesempatan ini Urip juga mengungkapkan, gelombang tinggi di kawasan perairan bagian barat Pulau Jawa masih akan terjadi hingga Kamis (12/2) mendatang.

Ketinggian gelombang mencapai 1,5 meter hingga 3 meter. Ini tentunya berbahaya bagi nelayan yang melaut dan kapal-kapal tongkang yang melakukan pelayaran.
“Kita juga mengimbau kepada masyarakat Tangerang, khususnya nelayan di kawasan Pantai Utara Tangerang untuk lebih waspada jika ingin melaut. Sebab, dua sampai tiga hari ke depan gelombang tinggi masih terjadi,” jelasnya. Perlu diketahui, badai ini terjadi karena ada tekanan rendah. Tekanan rendah terjadi karena lintang rendah, dan Indonesia termasuk daerah lintang rendah,” terangnya. (ang)

Radar Banten, 11 Februari 2009

Posted in Cuaca | Leave a Comment »

Tangerang Selatan dan Utara Rawan Puting Beliung

Posted by kinclonk pada 16 Oktober 2008

Tangerang, Warta Kota
Wilayah Tangerang Utara dan Selatan rawan terkena angin puting beliung. Bencana angin ribut tersebut diperkirakan akan muncul pekan ketiga Oktober hingga Desember ini.

Perkiraan tersebut disampaikan Kasi Pemantuan Prakiraan Cuaca Kantor BMG Wilayah II Ciputat, Tangerang, Abdul Kohir, Rabu (15/10). ”Tapi potensi angin ribut paling besar terjadi di Tangerang Selatan, khususnya Ciputat dan Pamulang,” kata Kohir.

Alasannya kedua wilayah tersebut berbatasan dengan Bogor yang termasuk daerah perbukitan. Selama ini, jalur-jalur angin kencang ya di daerah perbukitan seperti itu.

Menurut perkiraannya, angin kencang disertai perubahan cuaca akan terjadi lebih dahulu di wilayah Tangerang Selatan. Tepatnya pada pekan ketiga Oktober dan pekan kedua November. Sedang untuk Tangerang Utara kemungkinan akan terjadi pada pekan ketiga November dan pekan kedua Desember.

Untuk potensi angin ribut di Tangerang Utara, lanjut Kohir, cenderung terjadi karena adanya perubahan di tingkat kelembaban antara wilayah daratan dan lautan. Hal itu memacu perubahan suhu dan cuaca secara mendadak.

Ada pun tanda-tanda perubahan cuaca yang mengarah munculnya angin kencang atau puting beliung adalah jika di langit mulai muncul awan gelap dan menggumpal bertumpuk seperti kol. Angin kencang yang muncul selepas siang hingga sore hari juga ditandai adanya perubahan suhu secara mendadak. Biasanya, suhu di pagi hari lebih panas dan siang hari suhu mendadak turun disertai angin.

Kohir juga menyebut soal potensi ancaman banjir di sejumlah permukiman di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Angke (wilayah barat) dan Kali Cisadane (wilayah timur), Tangerang. Di dua wilayah ini, jika terjadi hujan deras satu jam saja akan berpotensi banjir.

Menanggapi ancaman banjir tersebut, Kepala Humas Pemkot Tangerang Saeful Rohman menyatakan sudah mempersiapkan 117 personel gabungan dari pemkot, polisi, kodim, dan PMI. Pemkot Tangerang juga sudah menganggarkan dana satu miliar rupiah untuk antisipasi kebutuhan sarana pengobatan dan pangan.

Selain itu, sudah dipersiapkan titik dapur umum di lokasi rawan banjir dan mobil dapur umum. Seluruh camat dan lurah sudah diminta untuk siaga 24 jam dan berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk mengambil tindakan darurat. (cel)

DAERAH RAWAN PUTING BELIUN DI TANGERANG

• TANGERANG SELATAN: Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Cisauk, dan Setu (diperkirakan muncul pekan ketiga Oktober dan pekan kedua Nopember)
• TANGERANG UTARA: Kecamatan Mauk, Rajeg, Kemiri, Sepatan, Sepatan Timur, Sukadiri, Pakuhaji, Kosambi, dan Teluknaga. (diperkirakan terjadi pekan ketiga Nopember dan pekan kedua Desember)

Warta Kota 15 Oktober 2008

Posted in Cuaca | 1 Comment »

Tangerang Selatan Rawan Angin Puting Beliung

Posted by kinclonk pada 28 Agustus 2008

Ciputat, Serpongkita.com- Berhati-hati jika anda melihat angin yang pekat, ini adalah indikasi adanya angin puting beliung. Apalagi jika anda tinggal di wilayah Ciputat, Pamulang dan Serpong. Wilayah ini termasuk rawan terkena angin puting beliung.

Menurut Kepala Sub Bidang Pelayanan BMG Wilayah II Ciputat, Jasa Abdul Qohir mengatakan, wilayah Tangerang Selatan saat ini memasuki musim kemarau basah di mana curah hujan dibawah 50 mm atau 150 mm/ bulannya. “Tangerang sedang mengalami musim kemarau basah,” ujarnya, Selasa (26/8).

Ia juga mengatakan musim kemarau ini merupakan masa transisi di mana dampak yang kemungkinan terjadi adalah adanya puting beliung yang memiliki kekuatan 22-27 knots atau 39,6-48,6km/jam. Kekuatan angin yang besar dapat merusak rumah. “Kekuatan angin itu bisa mengangat genteng rumah,” katanya kembali.

Namun, sebaliknya ia mengaku musim kemarau itu bisa memberikan kebaikan kepada para petani. Sebab, musim tersebut tidak kering melainkan masih ada hujan. “Musim ini masih bisa memberikan kebaikan namun perlu juga diwaspadai terutama jika sudah terlihat angin yang pekat,” katanya. (riz)

Serpong Kita 28 Agustus 2008

Posted in Cuaca | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.