Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Archive for the ‘1’ Category

Alam Sutera dan Warga Pilih Berdamai

Posted by Nur Fuad pada 21 Juni 2011

SERPONG – Pengembang perumahan Alam Sutera melalui kuasa hukumnya memilih jalan damai bersama warga sekitar kompleks Alam Sutera. Hal ini terkait pengerusakan dinding pembatas kompleks di Kelurahan Pakualam, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Selasa (21/6/2011) pagi. “Kami sudah bersepakat, bahwa untuk saat ini klien kami Alam Sutera tidak akan menempuh jalur hukum terhadap pengerusakan ini.”

Achmaddyn, kuasa hukum Alam Sutera, mengatakan bahwa kliennya memiliki hak menutup jalan di Pakualam karena tanah yang digunakan untuk jalan tersebut telah menjadi milik Alam Sutera. Ia memaklumi kekesalan warga hingga terjadi pengerusakan dinding beton pembatas kompleks, tetapi proyek pembangunan ruko Alam Sutera di lokasi tersebut akan tetap dilakukan.

“Kami sudah bersepakat, bahwa untuk saat ini klien kami (Alam Sutera) tidak akan menempuh jalur hukum terhadap pengerusakan ini. Namun, kalau sampai hal ini terulang lagi, kami akan menempuh jalur hukum,” kata Ahmaddyn dalam pertemuan dengan warga di kantor Kepolisian Sektor Serpong, Selasa siang.

Ahmaddyn menegaskan, semestinya tidak ada pihak yang dirugikan dalam kejadian ini. Alam Sutera sendiri telah menyediakan jalan akses untuk warga sekitar, yakni dengan memberikan jalan conbloc, sekitar 500 meter arah utara dari jalan di Pakualam. Jalan ini nantinya akan menjadi akses bagi penduduk Kelurahan Pakualam dan Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, dari Jalan Jalur Sutera. “Jadi, silakan warga menggunakan jalan tersebut untuk lalu-lintas,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut warga tetap berharap pengembang Alam Sutera bersedia menyediakan jalan keluar masuk perumahan mereka. Unjuk rasa seperti dilakukan pada Selasa (21/6/2011) merupakan unjukrasa ketiga kalinya dengan tuntutan sama.
Sumber – KOMPAS.com – 21-06-2011

Posted in 1 | Leave a Comment »

Jalan Ditutup, Alam Sutera Didemo Warga

Posted by Nur Fuad pada 21 Juni 2011

TANGSEL— Warga RT 05 RW 03, Kelurahan Pakualam, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, dan sekitarnya membongkar secara paksa dinding pembatas perumahan Alam Sutera, Selasa (21/6/2011). Warga merasa tidak puas karena pengembang Alam Sutera tidak menghiraukan keinginan warga untuk membuka akses jalan ke wilayah mereka.

Kepala Kepolisian Sektor Serpong Komisaris Heribertus Ompusunggu mengatakan, pembongkaran dinding beton itu dilakukan oleh warga sekitar pukul 06.30. Dinding yang dibongkar selebar tiga meter, tepat di atas jalan tanah menembus Jalan Jalur Sutera. Warga juga memblokir jalan tembus tersebut dengan membakar ranting pohon, seng, dan sampah.

Rusmin Nuryadin, warga RW 01, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, mengatakan, jalan tembus tersebut sangat diperlukan oleh warga sekitar. Jalan ini biasa digunakan untuk anak-anak bersekolah dan orangtua saat berangkat bekerja.

“Kami kan masih sering lewat sini. Tolong dong jalannya dibuka. Enggak harus lewat mobil deh, yang penting bisa lewat orang dan motor,” kata Rusmin.

Ia mengaku tidak tahu siapa yang membongkar secara paksa dinding pembatas tersebut. Ia dan warga lain menyayangkan sikap pengembang Alam Sutera yang tidak menggubris permintaan mereka agar diberi jalan keluar masuk wilayah mereka.

Ajeng dan Tuti, warga Kunciran, mengatakan, ini merupakan unjuk rasa ketiga yang dilakukan warga terhadap pengembang perumahan tersebut. Sekitar Januari 2011, warga menuntut dibukanya jalan, kurang lebih 100 meter arah selatan dari jalan yang ada sekarang.

“Waktu kami demo kemarin, Alam Sutera bilang mau ngasih jalan. Sekarang malah ditutup, suruh pindah ke jalan yang lebih jauh,” kata Ajeng.

“Kami enggak minta banyak kok, cuma minta jalan 2 meter. Kan, warga sini kerjanya di Alam Sutera juga, ada yang nyuciin baju, motong rumput, nyapu jalan,” kata Tuti.

Warga mengungkapkan, dinding pembatas itu sudah ada sejak beberapa bulan silam. Namun, jalan tembus ke Jalur Sutera tetap dibiarkan terbuka. Jalan baru ditutup pada Selasa dini hari tadi.

“Tadi malam jam 24.00 masih terbuka. Kami tahunya pas mau kerja kok sudah ditutup,” kata Tuti.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan warga yang sebagian besar ibu-ibu dan anak-anak masih berkumpul di lokasi kejadian. Polisi dan perwakilan warga  sedang berembuk di Kantor Kelurahan Pakualam untuk mencari jalan tengah masalah tersebut.
Sumber KOMPAS.com -21-Juni-2011

Posted in 1 | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.