Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Tak Masuk DPT,Warga Tetap Boleh Memilih

Posted by kinclonk pada 13 November 2010

TANGERANG(SINDO) – Hari ini Pilkada Kota Tangerang Selatan (Tangsel) digelar. Warga yang belum terdata dalam daftar pemilih tetap (DPT) dimungkinkan bisa mencoblos.

Syaratnya, mereka masuk dalam daftar pemilih sementara (DPS) dan daftar potensial pemilih pemilu (DP4). Ketua Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel Iman Perwira Bachsan mengatakan,masalah daftar pemilih ini rawan. Seandainya di lapangan ditemukan warga yang belum terdata dalam DPT, panitia pemungutan suara dan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) bisa memakai DP4 dan DPS sebagai acuan agar warga tersebut bisa memilih.

”Jika ternyata dalam DP4 dan DPS pun nama orang tersebut tidak tercantum, yang bersangkutan tidak berhak menggunakan hak pilihnya,” kata Iman kemarin. Dia mengatakan, masyarakat yang terdaftar di DPS, tapi tidak terdapat di DPT boleh mencoblos asalkan namanya sesuai di DPS serta menunjukkan alamat lengkap yang diberikan kelurahan setempat.” Peraturan KPU memungkinkan bagi yang terdaftar di DP4, tapi tidak terdata di DPT boleh memilih,”ujarnya.

Iman menambahkan, meski Mahkamah Konstitusi memperbolehkan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) untuk memilih pada pilpres lalu,KPU Kota Tangsel tetap tidak akan mengakomodasi hal itu.”Penggunaan KTP untuk memilihadalahpelanggaran,” katanya. Menurut Iman, selama ini tim sukses pasangan calon di tingkat kecamatan jarang berkoordinasi dengan PPK.Padahal,keterlibatan mereka, terutama dalam masalah data pemilih yang rawan konflik sangat diharapkan.

”Kami harap tim sukses pasangan calon memberikan masukan kepada kami seandainya ada warga yang belum masuk dalam DPT. Jangan sampai nanti setelah pemungutan suara justru mempermasalahkan validitas data pemilih.Padahal, mereka tidak memiliki data akurat hingga tingkat desa,”tuturnya. Sementara itu, empat pasang kandidat calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel siap jika mereka akan kalah.

Rasud Syakir,ketua tim sukses pasangan nomor urut 1 Yayat Sudrajat-Norodom Sukarno dari jalur independen,mengatakan bahwa jika kalah, pihaknya akan melihat dulu kekalahan itu.Pasangan nomor urut 2 Rodhiyah Najibah-Sulaiman Yasin siap menerima kekalahannya dalam pilkada. ”Kalau memang hasil pilkada sudah final dan tidak ada pelanggaran atau kecurangan, sejak awal saya sudah menyatakan siap kalah dan menang,”tegas Rodhiyah.

Suryadi Nain, ketua tim sukses pasangan nomor urut 3 Arsid – Andre Taulany (didukung PPP, PBB, Hanura, dan Gerindra), mengatakan siap menerima kekalahannya dalam pilkada. Semua itu merupakan bagian dari sebuah dinamika politik yang harus dihargai. ”Siapa pun yang menang adalah pengemban amanat rakyat.Namun, jika dalam kekalahan itu terdapat hal-hal kecurangan,kami tim sukses pasangan akan melakukan gugatan ke KPU,”tuturnya.

Sedangkan pasangan nomor urut 4 Airin Rachmi Diany -Benyamin Davnie yang didukung sembilan partai politik (Partai Demokrat, Partai Golkar,PDIP,PKS,PAN,PKB, PPDI,PKPI,dan PDS) menyatakan siap menerima hal terburuk (kalah) sekalipun.Menurut Airin,kekalahan adalah bukan hal yang luar biasa. ”Jadi seandainya saya kalah, saya harus legawa,”tegasnya. (denny irawan)

Seputar Indonesia, 13 Nopember 2010

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: