Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Arsip untuk April 13th, 2009

7 Pejabat Susulan Dilantik

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 13, 2009

PAMULANG-Pejabat baru di Kota Tangerang Selatan dipastikan akan bertambah. Ini setelah Penjabat Walikota Tangerang Selatan HM Shaleh MT mengatakan akan segera melantik pejabat susulan pada pekan ini.

Asda I Kota Tangsel A Hadi mengatakan, agenda pelantikan pejabat baru tersebut sebetulnya dijadwalkan Selasa (7/4) pekan lalu. Namun, karena berdekatan dengan hari pelaksanan pemilu) legislatif, akhirnya pelantikan itu ditunda.
“Selain itu para pejabat Pemkot Tangsel saat ini juga tengah disibukkan mengatasi para korban bencana tragedi Situ Gintung. Jadi kita masih fokus ke sana,” jelas, A Hadi Minggu (12/4).

A Hadi memastikan pelaksanaan pelantikan pejabat susulan yang akan mengisi tujuh SOTK Tangsel tersebut dapat dilaksanakan pada minggu ini. Sehingga seluruh SOTK Tangsel menjadi lengkap dan roda pemerintahan daerah bisa berjalan lebih optimal.
“Mudah-mudah minggu ini prosesi pelantikan sudah bisa kita laksanakan, Pak Wali juga saat ini tengah mengagendakannya,”ungkap Mantan Kabag Desentralisasi Biro Pemerintahan Pemprov Banten ini.

Diketahui saat ini di terdapat tujuh SOTK Kota Tangsel yang masih kosong. Masing-masing adalah posisi Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan Penanaman Modal, Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Tangsel, Kepala Kantor Kesbangpol, Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Kepala Kantor Lingkungan Hidup.
Rencananya, dari tujuh SOTK Tangsel itu akan diisi empat orang pejabat eselon dua dan sisanya diisi pejabat eselon III. Mereka yang akan diisi pejabat eselon II adalah Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan Penanaman Modal, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan dan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Tangsel Sedangkan Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Kepala Kantor Kesbangpol, dan Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan diisi pejabat eselon tiga. (ang)

Radarbanten.com, 13 April 2009

Ditulis dalam Tangerang Selatan | Leave a Comment »

Waspada, Kebocoran Soal UN Lewat SMS

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 13, 2009

PAMULANG- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Selatan meminta kepada pihak sekolah untuk mewaspadai kiriman soal jawaban lewat Short Message Service (SMS) dari oknum tertentu. Kebocoran soal dinilai mengancam proses pelaksanaan UN pada 20-24 April.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Tangsel Dadang Sofyan menyatakan, jelang pelaksanaan UN tingkat menengah atas yang digelar pada 20-24 April mendatang, indikasi kebocoran soal UN kerap dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab. Dengan cara mengirim soal jawaban UN kepada pelajar lewat SMS. Kiriman SMS soal UN merupakan salah satu bentuk mencoreng pelaksanaan pendidikan dengan bermaksud membocorkan soal UN kepada pelajar.

“Kita meminta kepada pihak sekolah untuk waspada terhadap soal jawaban UN yang dikirim lewat SMS kepada pelajar oleh oknum yang mencari keuntungan semata. Bila hal ini terjadi bisa memperkeruh jalannya UN,” kata Sofyan. Untuk mencegah itu, pihaknya akan melakukan pemantauan dan melarang para siswa-siswi membawa Handphone ketika mengikuti ujian. Setiap telepon gengam yang dimiliki pelajar akan dilakukan pengecekan sebelum UN digelar.

“Yang pasti kita tidak ingin kecolongan dengan adanya kebocoran lewat kiriman SMS terselubung itu. Guru maupun pemantau UN harus menyita Hp pelajar yang mengikuti UN, usai UN digelar Hp pelajar silahkan dikembalikan. Mengapa dilakukan karena kita ingin menghindari hal-hal yang bisa mengacaukan pelaksanaan UN,” ungkapnya.

Sementara itu, demi memaksimalkan kelulusan UN bagi pelajar di Tangsel pihaknya akan melakukan program Try Out disejumlah sekolah. Namun ketika disinggung program Try Out tidak menunjukan hasil maksimal untuk mengapai nilai UN yang diinginkan, Sofyan membantahnya. Kata Sofyan, menurunnya kelulusan bukan karena program Try Out tidak berguna, melainkan karena pelajar Tangsel kurang termotivasi untuk belajar.

“Try Out sangat menunjang kelulusan, mungkin saja peserta UN itu malas belajar,” ungkapnya. (iin)

Tangerangonline.com, 13 April 2009

Ditulis dalam Pendidikan | Leave a Comment »

Pemerintah Bahas Penataan Situ Gintung Besok

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 13, 2009

TEMPO Interaktif, Tangerang: Pemerintah pusat dan daerah akan membahas secara simultan teknis penanganan dan penataan Situ Gintung ke depan setelah tragedi jebolnya tanggul situ pada 27 Maret.

Rapat pembahasan oleh Departemen Pekerjaan Umum, Balai Besar Ciliwung Cisadane, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, di Tigaraksa, digelar Selasa (14/4) besok.

“Pembahasan teknis penataaan tata ruang Situ Gintung ke depannya memang dilakukan secara terpadu,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Tangerang Selatan, Hasdanil kepada Tempo, Senin (13/4).

Menurut Hasdanil, rapat kedua tersebut adalah untuk menentukan bentuk penataan Situ Gintung dan sekitarnya pascajebolnya tanggul seperti rencana pengurangan debit air, penataan bangunan di sekitar situ dan daerah aliran sungai. “Semuanya akan dikaji difinalkan dalam rapat itu,” katanya.

Hasdanil mengatakan penataan Situ Gintung harus segera dilakukan. Fungsinya sebagai resapan air harus dikembalikan. Lingkungan sekitar yang berfungsi sebagai daerah konservasi yang kini rusak harus ditata kembali. “Termasuk bangunan di sekitar situ apakah masih diperbolehkan atau tidak,” katanya.

Jebolnya tanggul Situ Gintung pada 27 Maret selain menewaskan puluhan jiwa juga telah merusak bangunan dan situ peninggalan pemerintah Belanda itu. Situ dengan luas 21 hektare itu kini kering kerontang, padahal waduk yang dibangun tahun 1933 itu menjadi tempat penampungan air dari saluran air di wilayah Ciputat.

JONIANSYAH

Tempointeraktif.com, 13 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »

Belum Ada Tanda-tanda Tanggul Situ Gintung Bakal Diperbaiki

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 13, 2009

TANGERANG, KOMPAS.com — Tiga minggu telah berlalu dari bencana jebolnya tanggul Situ Gintung. Namun, sampai saat ini, Senin (13/4), belum ada tanda-tanda akan dilakukan perbaikan pada tanggul tersebut.

Padahal, akibat bencana itu, saluran air dari danau ke Sungai Pesanggrahan ikut hancur. Dengan demikian, jika terjadi hujan lebat, air dari tanggul tersebut mengalir membawa air, lumpur, dan sampah sehingga membanjiri sejumlah RT di Kampung Poncol Cirendeu.

Alat-alat berat yang tadinya banyak berada di sekitar lokasi bencana saat ini sudah tidak tampak lagi, bahkan para pegawai Departemen Pekerjaan Umum (PU) pun tidak ada di lapangan. Hanya ada beberapa alat untuk mengaspal jalan, milik rekanan PU Kabupaten Tangerang.

Menurut Urip (43), salah seorang relawan dari Posko Kembang Latar, yang poskonya tepat berada di dekat jebolnya tanggul, seminggu setelah kejadian, alat berat milik PU, seperti back hoe, sudah ditarik dari lokasi bencana.

“Sewaktu awal-awal kejadian, memang ada beberapa back hoe, yang bekerja membersihkan sisa-sisa bangunan. Tapi kira-kira seminggu setelah bencana, alat-alat itu dibawa keluar. Katanya mau dipakai,” terang Urip.

Hal senada juga diungkapkan Edi (34), salah seorang rekanan PU Kabupaten Tangerang, mengatakan, sampai saat ini belum ada kabar untuk memperbaiki tanggul. “Saya belum dengar rencana memperbaiki tanggul, biasanya kalau ada apa-apa saya tahu,” kata Edi.

Edi hanya dipesankan untuk mengaspal jalan di dekat tanggul tersebut. “Saya hanya disuruh untuk mengaspal jalan sepanjang 100 m, dengan 40 ton aspal. Pengerjaannya akan dilakukan malam ini,” terangnya.

Sebelumnya, tanggal 28 Maret 2009 lalu sekitar pukul 05.00, tanggul Situ Gintung jebol. Sekitar 5 RT yang berada di kawasan Kampung Poncol dan Kampung Gintung, Kelurahan Cirendeu-Ciputat, Banten, hanyut terbawa air bah.

Tak kurang dari 100 orang dinyatakan tewas, ratusan orang lainnya pun kehilangan tempat tinggal mereka. Sampai saat ini para pengungsi masih ditampung di berbagai lokasi pengungsian, seperti di Wisma Kertamukti, di tempat penampungan sementara atau pun di beberapa rumah kontrakan. C5-09

Kompas.com, 13 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »

Fokuskan Pengungsi, Perbaikan Tanggul Tunggu Pemerintah Pusat

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 13, 2009

TANGERANG, KOMPAS.com — Pemda Tangerang Selatan saat ini lebih memfokuskan diri pada relokasi pengungsi. Adapun untuk perbaikan dan rehabilitasi tanggul Situ Gintung akan bekerja sama dengan pemerintah pusat.

“Sejauh ini kami masih menunggu langkah yang diambil oleh pemerintah pusat. Kita memfokuskan diri pada pengungsi,” kata A Hadi, Assisten I Pemda Tangsel, di Posko terpadu Wisma Kertamukti, Senin (13/4).

Ia menerangkan, Wali Kota Tangerang serta beberapa instansi terkait masih terus mencari solusi untuk memperbaiki tanggul tersebut. “Belum ada skema yang pasti untuk menangani masalah ini. Apakah nanti akan ada relokasi bangunan atau akan tetap ada bangunan. Semuanya belum bisa dijelaskan. Yang pasti akan sesuai dengan tata letak,” ujar A Hadi.

Selanjutnya, Hadi menerangkan, pihaknya terus melakukan pendataan jumlah pengungsi yang belum mempunyai tempat tinggal. Hal itu dimaksudkan agar pembangunan pengungsian tepat sasaran dan tidak berlebih.

Adapun untuk masalah bantuan dalam bentuk materi, Hadi menerangkan, sampai saat ini Pemda Tangerang Selatan masih terus menyalurkan dana yang berasal dari berbagai donatur. Sementara itu, bantuan dana yang berasal dari Pemda Tangerang Selatan masih terus dikaji. “Kita kan wilayah baru, masih perlu penggodokan dana. Tapi pada APBD tahun 2010 sudah dianggarkan,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Hadi, barak-barak di Wisma Kertamukti 1 sudah dihuni oleh para pengungsi, sedangkan barak pengungsian Kertamukti 2 besok pagi sudah bisa ditempati. “Sebanyak 12 unit barak penampungan di Kertamukti 1 telah ditempati. Paling lambat, besok 24 unit barak di Kertamukti 2 juga sudah bisa diisi,” ujar dia. C5-09

Kompas.com, 13 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »

Pembangunan Barak II Salahi Aturan, Shaleh Cuek Aja

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 13, 2009

CIPUTAT-Pembangunan empat blok barak untuk korban bencana jebolnya Situ Gintung, didekat sebuah tower saluran tegangan tinggi (Sutet) milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Jalan H Mursalim RT 01/11, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, ditengarai menyalahi aturan. Idealnya, jarak bangunan barak II seharusnya menjauh sekitar 50 meter dari Sutet.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, Rudi Santoso, ketika melakukan pemantauan pembangunan barak II di Jalan H Mursalim. Menurut Rudi, pembangunan barak II memang tidak seharusnya dilakukan di lokasi yang berdekatan dengan Sutet PLN. Karena, Sutet dengan tegangan tinggi  membahayakan bagi warga menempati 48 barak (4 blok barak) tersebut.

“Memang untuk saat ini tidak begitu membahayakan. Namun, setahun menetap disini atau lebih dari satu tahun, bisa saja pegungsi yang menempati barak ini terancam jiwanya,”jelas Rudi sembari menyatakan pihaknya yang ditunjuk bertanggung jawab membangun barak II.

Karena itu, pihaknya menyayangkan sikap Pemkot Tangsel yang tidak mengindahkan faktor keselamatan bagi 48 KK calon penhuni rumah semi permanen dibawah kabel jaringan Sutet itu. Kata Rudi, sebaiknya hunian yang disediakan kepada korban bencana tidak dilokasi tersebut dan sejauh mungkin menjauh dari lokasi Sutet.

“Pembangunan barak II seharusnya 50 meter menjauh dari Sutet. Karena itu, saya bingung kok warga sekitar (Jalan H Mursalim) engan membangun rumah disini, padahal tanahnya kosong. Mumpung lahan ini tidak ditempati, akhirnya Pemkot Tangsel memutuskan untuk membangun barak kepada korban Situ Gintung,” cibir Rudi.

Terpisah, Walikota Tangsel M Shaleh membantah pembangunan barak II membahayakan para pegungsi. Menurutnya, dibangunnya barak tersebut sudah sesuai prosedur meski hunian itu berada dibawah Sutet. “Loh, nga ada masalah apa-apa kok. Tidak ada yang perlu dikwatirkan kalau warga menempati barak itu dibawah Sutet. Saya rasa warga akan merasa senang, dan tidak akan menolak untuk menempati barak itu,” tandas Shaleh ketika disindir persoalan barak yang dibangun di sekitar lokasi Sutet yang mengancam pengungsi Situ Gintung.(iin)

Tangerangonline.com, 13 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »

KPU : 40 % Pemilih Tangerang Golput

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 13, 2009

SERPONG- Sekitar empat puluh persen dari 2.402.523 pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Tangerang tidak mengunakan hak pilihnya dalam pemilu Legislatif yang digelar Jum’at lalu. Libur panjang dan anti pemerintahan menjadi faktor pemilih tidak ikut mencontreng alias golput.

Demikian dikatakan Anggota KPU Kabupaten Tangerang Ade Awaluddin kepada wartawan usai melakukan pemantauan pemungutan suara sementara di kantor Kecamatan Serpong, Minggu (12/4). Ade mengungkapkan, gambaran umum dari hasil sampling yang dilakukan KPU setelah pemilu digelar, banyak dari pemilih yang tidak mengikuti karena dua alasan. Pertama, banyak dari pemilih di Kabupaten Tangerang memilih pulang kampung, karena pemilu bertepatan dengan libur panjang. Kedua, ada juga pemilih yang engan mencontreng dengan alasan menolak secara pribadi untuk ikut memilih para caleg dengan alasan anti pemerintahan.

“Pemilu kali ini sekitar 40 persen pemilih merupakan golput. Mereka ini dianggap golput administratif. Mengapa demikian, karena nama mereka sudah terdata di DPT yang ada. Namun, ketika pencontrengan dilakukan mereka sibuk pulang kampung dan ada yang menolak mengikuti pencoblosan, karena tidak suka dengan pemilu yang digelar,”ungkap Ade.

Ade mencontohkan, di Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, misalnya sebanyak 100 dari 300 warga yang menetap dilokasi perumahan itu tidak mengikuti pemilihan karena pulang kampung. Tidak hanya itu, dari sampling yang dilakukan KPU (dari 5.781 TPS), disalah satu TPS dari 350 pemilih, hanya sekitar 170 pemilih yang ikut hadir dalam pencontrengan.”Mereka memilih golput karena didasarkan kepada pola pikir masyarakat yang mengerti akan politik,” jelasnya.

Selain itu, katanya, hasil rekapan perhitungan sementara pemilu belum menunjukan data signifikan untuk dilaporkan secara umum. Untuk saat ini, KPU lebih memfokuskan pada perhitungan suara caleg DPR-RI.”Perhitungan sementara lebih pada caleg DPR-RI, KPU baru menerima sampling ditiga daerah pemilihan, Cikupa, Kemiri dan Serpong,” bebernya.(iin)

Tangerangonline.com, 12 April 2009

Ditulis dalam Pemilu | Leave a Comment »

Jalan Rusak Belum Tertangani

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 13, 2009

TANGERANG (SI) – Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan hingga akhir tahun ini jalan rusak di Tangsel masih belum bisa diperbaiki.

Pasalnya, anggaran yang ada saat ini masih bergantung pada pemerintah induk, yakni Pemkab Tangerang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Binamarga Kota Tangsel Eddy Adolf Nikolas Malonda mengatakan, untuk perbaikan jalan dibutuhkan biaya cukup besar. Masalahnya, hingga saat ini Pemkab Tangerang belum menyerahkan segala keperluan pembangunan jalan itu kepada Pemkot Tangsel.

“Jadi bagaimana kita mau membangun,“ kata Eddy kemarin. Pejabat yang belum sebulan duduk sebagai kepala dinas di Kota Tangsel itu menambahkan, segala jenis jalan yang rusak, baik rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak parah masih menjadi tanggung jawab Pemkab Tangerang. Berdasarkan data yang dia miliki, luas jalan yang ada di wilayah Tangsel mencapai 480 km.Hampir seluruh jalan tersebut rusak.

“Saya kira hampir seluruhnya, kecuali di jalan- jalan yang dekat dengan pengembang besar.Tetapi soal data, kami masih melakukan inventarisasi,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Binamarga Kabupaten Tangerang Dedi Sutardi tidak bisa dihubungi. Anggota DPR Komisi II Jazuli Juwaini yang juga warga di Kelurahan Sawah Lama, Ciputat Timur,Kota Tangsel mengatakan, sejak dulu jalan rusak di wilayah Tangerang bagian selatan selalu diperbaiki atau dibangun.

Namun, tidak pernah bertahan lama. “Paling lama tiga bulan sudah rontok lagi.Perbaikan dengan rusaknya jalan lebih lama proses perbaikannya,” kata dia ketika mengunjungi lokasi pengungsian korban jebolnya tanggul Situ Gitung. Di bagian lain, jalan rusak di sepanjang Cilegon–Anyer hingga Carita akan terus terjadi hingga 2010 mendatang. Sekretaris Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten Sutadi mengatakan, jalan daerah industri dan pariwisata itu akan diperbaiki secara keseluruhan pada 2010.

Menurut Sutadi, perbaikan jalan tersebut tahun ini sepanjang 17 km dengan dana dari APBN Rp30 miliar. Namun, kontraknya baru dimulai sekitar Agustus 2009 mendatang. (denny i/teguh m)

Seputar-indonesia.com, 12 April 2009

Ditulis dalam Infrastruktur | Leave a Comment »

Pencarian Korban Dihentikan

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 13, 2009

TANGERANG(SI) – Pencarian korban tewas akibat jebolnya tanggul Situ Gitung di Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputat Timur,Kota Tangerang Selatan (Tangsel),kemarin resmi dihentikan.

Pencarian korban tewas dihentikan mengingat sudah tidak ditemukan lagi petunjuk masih adanya mayat yang tertimbun di sekitar lokasi kejadian.Total jumlah orang yang meninggal tercatat 90 orang, tiga di antaranya belum teridentifikasi. Sementara empat orang dilaporkan masih hilang. Berdasarkan data di Posko Terpadu Wisma Kerta Mukti I,jumlah pengungsi di sana sebanyak 61 kepala keluarga (KK) atau 187 jiwa, sedangkan di hunian sementara sebanyak 19 KK atau 71 jiwa.

Korban yang dikontrakkan 107 KK atau 321 jiwa.Sisanya 92 KK masih berada di kediaman warga sekitar dan balai warga. Wali Kota Tangsel Shaleh MT mengatakan, petugas gabungan yang terdiri atas Basarnas,TNI,dan Tagana sudah berhenti mencari, tetapi mereka masih bertugas.Petugas gabungan tersebut telah mencari korban tewas selama 16 hari sejak ”tsunami kecil” itu terjadi Jumat (27/3) sekitar pukul 05.00 WIB.

”Secara resmi memang sudah tidak lagi,tetapi kami masih bertugas,sebab bisa saja suatu saat ada warga yang melapor menemukan jenazah atau mungkin saja orang yang masih hidup,”kata Shaleh kemarin. Shaleh mengatakan, secara teori jika memang ditemukan kembali korban tewas, kemungkinan besar sudah tidak bisa lagi dikenali karena dapat dipastikan tubuhnya rusak. ”Saat ini saya rasa kami menunggu informasi dari warga, terutama yang berdekatan dengan Sungai Pesanggrahan,”lanjutnya.

Dandim 0506 Tangerang Letkol TNI Johnny Abdi mengatakan, secara resmi memang pencarian korban tewas telah dihentikan. Meski sudah dihentikan,pihaknya masih tetap berada di lokasi hingga batas waktu yang tidak ditentukan. ”Sebab keberadaan kami di sini selain mencari korban, juga membantu membangun segala fasilitas yang bagi para korban selamat,” kata Johnny yang sedari awal peristiwa itu terjadi,terus siaga di lokasi kejadian.

Johnny juga mengatakan, pihaknya saat ini sedang membantu membangun hunian sementara yang dibangun di lokasi kedua pengungsian, yakni di Wisma Kerta Mukti II.”Di sana juga ada bangunan semipermanen yang sedang dibangun untuk menampung pengungsi yang tidak kebagianrumah hunian sementara di Wisma Kerta Mukti I,”jelasnya. Sementara itu,Wali Kota Tangsel kemarin mulai membuat Surat Edaran (SE) untuk semua posko yang menerima bantuan kemanusiaan untuk korban bencana Situ Gintung.

Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota TangselAhadi mengatakan,tujuan SE dikeluarkan untuk mempertanggungjawabkan dana yang diterima. ”Semua harus dilaporkan kepada kami,baik barang maupun uang,”tuturnya. Di bagian lain, sejumlah pengungsi saat ini menolak bantuan dalam bentuk barang, apalagi pakaian bekas. Dahlia, warga RT 04/08,mengatakan bukan bermaksud menolak bantuan,yang sangat diperlukan pengungsi saat ini adalah uang.

”Kalau pakaian sudah banyak sekali. Kami juga bingung menerimanya mau ditaruh di mana lagi,lebih baik dalam bentuk uang saja,”kata Dahlia. Pernyataan Dahlia ini diamini Ahadi. Menurutnya, bantuan dalam bentuk barang jika bisa dihentikan dahulu sebab gudang untuk menaruh barang-barang bantuan itu sudah tidak mencukupi lagi. ”Gudang sudah penuh, bahkan sekarang bantuan yang datang kami taruh di luar gudang. Bantuan yang paling banyak adalah pakaian bekas,”jelasnya.

Sampai sore kemarin, tampak sejumlah relawan dari Komnas Perlindungan Anak terus melakukan berbagai acara.Tampak ikut serta ”pentolan” Band Dewa 19 Ahmad Dhani bersama tiga anaknya menghibur anak-anak korban Situ Gintung. Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi menyatakan saat ini lebih banyak mengundang selebriti untuk menghibur anakanak.

Selebriti yang diundang terutama memiliki anak kecil.”Ini dapat menghibur mereka sekaligus mendidik,”kata Kak Seto,panggilan akrabnya. (denny irawan)

Seputar-indonesia.com, 12 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »