Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Arsip untuk April 8th, 2009

Walhi Kecewa, Laporan Pidana Situ Gintung Ditolak

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 8, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Laporan tim advokasi Situ Gintung, terkait jebolnya waduk di Tangerang, ditolak Bareskrim Mabes Polri. Tim hanya mendapat stempel pada surat laporan, sebagai surat tanda terima, tanpa nama penerima.

Juru Kampanye Air dan Pangan Walhi Nasional sekaligus anggota tim, Erwin Usman, mengaku tidak mendapatkan nomor laporan. “Ya ditolak secara tidak profesional karena kalau diterima, kami pasti dapat nomor laporan,” ujarnya kepada wartawan seusai menyerahkan laporan ke Bareskrim Mabes Polri, Selasa (7/4).

Dia juga mengaku kecewa dengan perlakuan petugas satuan pelayanan masyarakat. Menurut dia, petugas mempersulit tim saat memberikan laporan. Pertama, lanjut Erwin, petugas meminta tim untuk membuat laporan tertulis.

“Padahal, itu kan tugas dia. Itu diatur dalam pasal 881 KUHAP. Tapi kita tetap ketik di laptop. Saat mau ngeprint, mereka beralasan tinta empat printer dan kertasnya habis. Lalu, kami berinisiatif untuk menulis. Setelah diserahkan, kok kami dimarahi, kenapa ditulis,” tutur Direktur LBH Jakarta Asfinawati.

Menurut dia, petugas juga beralasan, kasus Situ Gintung telah ditangani oleh Polda Metro Jaya. Oleh karena itu, tim diminta membuat surat ke Kapolri dan Kabareskrim Polri. Padahal, kata dia, kasus Situ Gintung yang ditangani Polda Metro Jaya adalah tindak pidana korupsinya.

Padahal, Mabes Polri telah mengeluarkan program Quick Win untuk memperbaiki pelayanan dan citra serse di masyarakat. Quick Win memungkinkan masyarakat mengecek perkembangan kasus melalui pesan singkat dengan memasukkan nomor laporan.

BOB

Kompas.com, 7 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | 1 Komentar »

Jumlah Korban Tewas Diralat Jadi 90 Jiwa

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 8, 2009

TANGERANGNEWS-Jumlah resmi korban yang tewas dalam musibah jebolnya tanggul Situ Gintung dipastikan hanya 90 orang, jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan jumlah yang sebelumnya dipublikasi mencapai 100 orang. Dari 90 jiwa yang tewas, 87 teridentifikasi dan tiga orang belum teridentifikasi.

Ketua Tim Identifikasi Korban Bencana Alam Kombes Pol Agus Prayitno mengatakan, bahwa kejadian jebolnya tanggul Situ Gintung, di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Jumat (27/03) sekitar pukul 05.00 WIB merupakan kejadian open distarter atau bencana terbuka. Artinya, kata dia, tidak ada mengatahui dengan pasti siapa yang berada di lokasi kejadian pada saat bencana terjadi. “Jadi di sini berbeda dengan peristiwa seperti jatuhnya pesawat. Kalau peristiwa di Posko Pelayanan Terpadu Wisma Kerta Mukti I, Ciputat Timur, Kota Tangsel.

Akibat kejadian yang berada diarea terbuka, lanjutnya, maka berdampak kepada jumlah korban yang simpang siur karena korban yang hilang dapat dilaporkan lebih dari satu orang. “Jadi kami tegaskan hanya 90 orang, bukan 100 orang. Jumlah 90 orang ini bisa bertambah jika nanti ada jenazah lagi yang ditemukan,” terang Agus yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya.

Didapatinya jumlah warga yang tewas mencapai 90 orang itu, kata dia, berdasarkan pendataan serta setelah dilakukan cross chek ke berbagai sumber termasuk disetiap posko diseluruh instansi terkait. “Bahkan kepada petugas pemakaman,” jelasnya. Agus menjelaskan, berkurangnya jumlah korban yang tewas karena didapati 10 nama yang ganda. Jadi, kata dia, ada satu jenazah menjadi tiga nama. “Misalnya, nama saya Agus, yang lapor kakak saya, istri saya dan anak saya. Padahal hanya satu jenazah,” tukasnya.

Dari 90 jiwa yang tewas tersebut, tiga yang belum teridentifikasi adalah satu anak perempuan yang diperkirakan berumur sekitar 2-5 tahun, satu lagi jenazah perempuan yang diperkirakan berusia 20-35 tahun dan jari jemari milik seorang pria dewasa. (adin)

Tangerangnews.com, 7 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »

Dini Contractor Tak Tahu Proyek ‘Jogging Track’ Situ Gintung

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 8, 2009

TEMPO Interaktif, Serang: Direktur Bidang Sipil dan Arsitektur PT Dini Contractor Neneng, Selasa (7/4), mengaku tidak tahu menahu soal proyek rehabilitasi Situ Gintung yang dikerjakan perusahaan itu pada 2008 lalu.

Menurut Neneng, perusahaan yang beralamat di Jalan Raya Langen Sari, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten, itu sebenarnya dikendalikan oleh ayahnya, Asas Sumantri, sebagai Direktur Utama. Namun perusahaan yang bergerak dalam delapan bidang usaha itu bisa dijalankan oleh para pengurus masing-masing.

Neneng menjelaskan, ayahnya biasa melimpahkan pekerjaan hasil tender kepada kerabat dan pengurus perusahaan. “Saya tidak tahu soal proyek Situ Gintung, karena yang dapat proyek mungkin pak Yadi (panggilan Muhammad Maryadi, orang dari PT Dini Contractor),” kata Neneng yang juga sebagai calon legislator Partai Hanura dari daerah pemilihan Pandeglang untuk kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Banten.

Hingga sore ini, Tempo masih berusaha mendapatkan nomor telepon Maryadi. Namun Neneng yang semula menjanjikan memberikan nomor kontak Maryadi, tiba-tiba sulit dihubungi.

PT Dini Contractor adalah perusahaan pelaksana proyek rehabilitasi Situ Gintung dan Situ Pamulang dari Departemen Pekerjaan Umum pada 2008 dengan nilai Rp 2,5 miliar. Namun, perusahaan itu hanya mengerjakan jogging track.

Seperti diberitakan Koran Tempo, Selasa (7/4), seluruh anggaran pemeliharaan Situ Gintung pada 2008 sebesar Rp 1,5 miliar habis untuk membangun lintasan olahraga lari atau jogging track. Pada 27 Maret lalu, tanggul Situ Gintung jebol dan menewaskan sekitar 100 orang.

MABSUTI IBNU MARHAS

Tempointeraktif.com, 7 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | 1 Komentar »

Proyek Rehabilitasi Situ di Tangerang Diduga Menyimpang

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 8, 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta: Koordinator Lembaga Independen Pemantau Aparatur Negara (Lippan) Tatang Sago, menyatakan proyek rehabilitasi Situ Gintung dan situ-situ lainnya yang ada di Tangerang diduga menyimpang.

“Penyimpangan ini sudah terlihat dari proses tendernya,” ujarnya kepada Tempo, hari ini.

Menurutnya, rehabilitasi situ tahun 2008 meliputi pembangunan area joging, pengerukan hingga pemeliharaan situ ditenderkan oleh Balai Besar Ciliwung-Cisadane dengan nilai proyek mencapai Rp 4 Milyar.

Indikasi penyimpangan anggaran, kata dia, terlihat adanya komitmen antara 65 perusahaan pengikut tender yang mendapat konsensus dengan besaran minimal Rp 2 Juta.

“Hal ini terjadi pada tender rehabilitasi situ Ciledug, Pamulang,”katanya.

Dalam tender itu diikuti pula oleh PT Dini Kontraktor dan PT Rindu Alam Raya, dua perusahaan kontraktor yang mengerjaan rehabilitasi situ Gintung yang tanggulnya jebol duapekan silam.

JONIANSYAH

Tempointeraktif.com, 7 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »